Jamaah Australia Di Kampus IT Telkom

di MSU, ada rombongan jama’ah tabligh dari Australia, kalau ga khilaf sekitar ada 4 orang. kedatangan  mereka ke MSU bukanlah yang pertama kali, pada bulan agustus mereka juga pernah datang. yah, biasalah kebiasaan baik dari Jama’ah tabligh yaitu “keluar”, keluar itu maksudnya, keluar rumah selama beberapa hari untuk berdakwah, biasanya 3 hari, 1 minggu, 40 hari. afwan kalau khilaf.

o iya, pada belum tau ya MSU tuh apa, MSU adalah singkatan dari Masjid Syamsul Ulum. Masjid yang terletak di dalam lingkungan kampus IT Telkom, yang sering pada rame di penuhi oleh ADK untuk rapat. dah tau kan, MSU tuh apaan.

Ba’da maghrib tadi, saya tidak langsung pulang, karena ada kajian dari salah satu jama’ah tabligh dari Australia itu, tentunya ia pake bahasa inggris, dan ada penerjemahnya dari Jama’ah tabligh lokal.
Baca selebihnya »

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa

Oleh: Harun Yahya

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia.
Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur’an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam. Baca selebihnya »

Kesan Pertama Di kebun Jeruk

Ada sesuatu yang unik memasuki Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Kota. Di masjid yang sudah berusia lebih dua abad ini, kita akan menjumpai ratusan jamaah yang hampir seluruhnya berjenggot. Mereka juga menggunakan surban, pakaian takwa dan peci putih, yang biasa dipakai umat Islam di Indonesia. Tapi kita juga akan mendapati jamaah yang memakai surban dengan baju panjang sampai lutut, untaian tasbih atau tongkat di tangan, janggut berjenggot, dahi hitam, dan aroma minyak cendana, khas jamaah dari Asia Timur. Di masjid ini, jamaah datang dari berbagai negara. Setelah shalat magrib bersama, para jamaah yang dikenal dengan sebutan Jamaah Tabligh ini dengan tekun mendengarkan ceramah yang disampaikan seorang ustaz. Baca selebihnya »

Tak Salat Berjamaah, PNS Kabupaten Rohul Bakal Dikenai Sanksi

Ass.wr.wb,

Kebijakan yang Bagus, Luar Biasa, Semoga Rohul mendapatkan keberkahan sholat berjamaah tersebut sebagaimana janji Alloh SWT.

Abu Izza Adduri

detikNews Rokan Hulu – Pemkab Rokan Hulu (Rohul) mewajibkan ke seluruh jajaran PNS untuk melaksanakan salat berjamaah. Bagi PNS yang melabrak aturan, akan dikenakan sanski pemotongan dana transportasi.

Demikian disampaikan Kelapa Humas Pemkab Rohul, Yusmar kepada detikcom, Rabu (08/6/2011). Menurutnya kebijakan pelaksanaan salat berjamaah ini sudah dimulai sejak Bupati Rohul, Achmad dilantik untuk yang kedua kalinya. Salat berjamaah itu diwajibkan saat Juhur dan Ashar yang berpusat di Masjid Agung Islamic Centre di Kota Pasir Pangaraian Ibukota Rohul. Baca selebihnya »

Sebelum Menjadi Ruqaiyyah, Rosalyn Rushbrook Adalah Penulis Buku-buku Nasrani

Ass.wr.wb,

Sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi mualaf, apalagi yang sudah punya nama dan mapan secara duniawi. Semoga Istiqomah.

Abu Izza Adduri

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Menyebut nama Rosalyn Rushbrook, publik Inggris pasti akan segera ingat buku-buku pengetahuan dasar Kristen. Peraih gelar sarjana teologi di Hull University ini memang aktif menulis buku-buku bertema Kristen untuk penerbit beberapa arus utama. Bahkan, beberapa bukunya direkomendasikan untuk mengajaran di banyak sekolah di Inggris.

Wanita kelahiran tahun 1942 ini menikah dengan penyair George Morris Kendrick pada tahun 1964 dan kemudian memiliki dua anak. Pernikahan mereka berakhir setelah suaminya berpindah menganut agama Scientologis tahun 1986. Baca selebihnya »

Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam

Subhanalloh,
Kisah hidup Dr. Jeffrey Lang ini adalah salah satu kisah pencarian hakikat makna kehidupan yang inspiratif dalam berinteraksi dengan Alquran. Memang demikianlah, semakin dalam kita menyelam ke Samudra Alquran, maka akan semakin jauh kita dapatkan kedamaian dan keindahan hidup. Alquran merupakan penghibur hati insan di saat senang dan duka melebihi lagu dan musik apapun. Ia menjadi teman saat sendiri maupun bersama melebihi saudara kandung. Ia membangun semangat kerja dan berprestasi melebihi motivator manapun. Ia adalah pengawas dan pengontrol perilaku kita melebihi satuan pengawasan apapun. Ia menjadi arah bagi hidup kita melebihi buku manual manapun. Sayangnya, tidak semua orang mendapatkan hidayah dan taufiq-Nya untuk sampai pada relung-relung kedalaman samudra Alqur’an. Baca selebihnya »

Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam

Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam

Idris Tawfiq

REPUBLIKA.CO.ID, “Bukan saya yang mencari Islam, Islam yang menemukan saya,” kata Idris Tawfiq. Ia berbicara di depan akademisi dan keluarga besar universitas papan atas Inggris, Cambridge. Di perguruan tinggi ini tengah dihajat acara tahunan Experience Islam Week, acara untuk pengenalan Islam dan toleransi.

Ia mengaku, tak ada masalah dengan masa lalunya. “Saya mencintai pekerjaan dan masa lalu saya, namun hati saya seperti dipandu memilih Islam,” katanya. “Setelah menjadi Muslim, saya menemukan kedamaian yang tak pernah saya temukan sebelumnya.”

Menurutnya, keputusannya memilih Islam adalah keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia masih melakukan pelayanan, ketika kemudian hatinya berbicara lain. Sampai suatu saat, timbul keberanian untuk menyatakan behenti dan mundur. “Saya merasa sendiri setelah itu,” katanya. Baca selebihnya »

John Clenn Howell: Ada yang salah dengan cara masyarakat Barat memandang Muslim secara keseluruhan

'Saya tidak Agamis dan tak Pernah Menyangka Menjadi Religius'

John Clenn Howell

REPUBLIKA.CO.ID, COLOMBUS, AS – Keingintahuan besar John Clenn Howell terhadap Islam terus mengusiknya. Ia tak sekedar bertanya tapi juga mengamati mereka. “Terlihat gamblang bagi saya bahwa ada yang salah dengan cara masyarakat memandang Muslim secara keseluruhan,” tuturnya.

Hanya dengan obeservasi sederhana pria kelahiran 17 Oktober 1973 silam ini cukup yakin untuk menyimpulkan bahwa mayoritas besar Muslim adalah normal. Malah, ia menilai mereka sama sekali jauh dari potret fanatik haus darah yang kerap dimunculkan di televisi.

Mengingat dalam Muslim ada pula individu yang menyimpang, maka, ia berpikir Islam pun  bukan ajaran sesat. “Sama dengan Nasrani yang juga tidak terkait dengan ulah orang-orang semacam Timothy McVeigh, David Koresh dan Jim Jones,”

Rasa penasaran Howell berlanjut. Ia pun mulai membaca Al Qur’an dan diluar dugaan, banyak isi dalam kitab suci itu yang akrab baginya. “Ini sangat mengejutkan. Pasalnya ketika saya membuka Al Qur’an saya tidak berharap menemukan sesuatu yang saya kenali,” tuturnya.

Islam, menurut Howell, sangat berbeda dengan yang ia sangkakan. “Saya langsung memahami dan sepakat dengan pilar utama yang merupakan pengakuan bahwa tidak ada sesuatu yang layak disembah selain Tuhan. Baca selebihnya »

Benarkah Hadits Dhoif Harus Dibuang? Hanya Orang-Orang Yang Baru Ngaji Kemarin Sore Yang Bilang Begitu, Atau Ngajinya Cuman Di Internet…Atau Radio…

Sebagian dari kaum muslimin mendudukan hadist dho’if seperti halnya hadist maudhu’ atau buatan lantas bagaimana kedudukan hadist itu sendiri dalam hukum islam dan bagaimana kita menyikapi hadist dho’if itu?

Jawab:

Hadits dho’if tidaklah sama dengan hadits maudhu’. Hadits dho’if adalah hadits yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bukan hadits yang dikarang-karang atau yang dibuat-buat oleh sembarang manusia. Hanya saja salah satu pemangkunya (sanadnya) ada yang terputus sehingga hadits itu menjadi dhoif, tapi tetap saja hadits dhoif bukan hadits palsu!

Zaman awal Islam mulai berkembang, hadits tidaklah dituliskan oleh para sahabat Nabi. Hal ini terjadi karena nabi melarang menuliskan hadits-hadits baginda yang mulia. Rasul bersabda: “La taktubul hadits!” Janganlah kamu menuliskan hadits, Uktubul Qur’an! Tuliskanlah al Qur’an. (HR Muslim). Baca selebihnya »

Pesan Bay Wahab Untuk Umat

Berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh Bay Wahab (Orang Pakistan yang telah lama dalam usaha da’wah Rasulullah SAW) :

1.      Kita dikirim oleh Allah SWT ke dunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya.

2.      Hendaknya kita jangan merasa menjadi orang indonesia, atau orang jakarta, atau orang pakistan, atau lainnya, tapi hendaklah kita merasa diri kita ini adalah umat Rasululah SAW.

3.      Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang dikirim untuk seluruh manusia seluruh alam hingga hari kiamat, nabi-nabi terdahulu hanya dikirim untuk kaumnya atau negaranya saja, dikatakan kepada nabi Isa as itu ada manusia kufur kepada Allah, tapi nabi Isa as katakan aku tidak diutus kepada orang itu aku diutus hanya kepada kaum bani israil.

4.      Kini Rasulullah SAW telah wafat dan tak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, tapi risalah agama yang dibawa nabi SAW tetap harus sampai ke seluruh alam hingga hari kiamat.

5.      Maka kita sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban untuk meneruskan tugas ini, tugas da’wah menyampaikan agama ke seluruh alam. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.