Blusukan Jokowi Tiru Cara Jamaah Tabligh

Anda pernah dengar Jamaah Tabligh yang sering disingkat dengan JT. Jamaah Tabligh adalah pergerakan sekumpulan umat Islam yang bergerak dari rumah ke Mesjid dan blusukan atau berjalan ke gang-gang, kampung-kampung,kota-kota dan juga negara-negara di seluruh dunia. Pergerakan ini pertama kali dicetuskan oleh seorang ulama besar dari India yaitu Syaih Muhammad Ilyas.

Untuk pergerakan di Indonesia markaz besarnya ada di Jakarta di Masjid Jami’ Kebon Jeruk Jakarta. Sedangkan untuk pusat pendidikkannya ada di Temboro Jawa Timur. Sedangkan untuk tingkat dunia markaznya berada di Masjid Banglawali di New Delhi India. Pergerakan ini tersebar di seluruh Indonesia. Hampir disetiap gang dan pelosok kita bisa menemui jamaah ini. Mereka sering membawa kompor dan beritikaf di masjid serta mendatangi rumah-rumah warga yang muslim untuk diajak ke Masjid untuk sama-sama memikirkan masjid dan memakmurkannya.

Kampung Madina di Temboro (sumber foto; migontor.com)

Seperti inilah blusukan Jokowi. Jokowi ngantor hanya beberapa jam saja setiap hari dia blusukan menjumpai  warga dan mengajak untuk sama-sama memikirkan dan memajukan daerah yang dipimpinnya. Dengan blusukan itu maka akan diketahui permasalahan yang selama ini terjadi di masyarakat dan jokowi bisa bekerjasama dengan aparat yang lain untuk mencarikan solusi yang tepat.

Dengan cara itu jangan heran hanya dalam waktu 18 bulan Jokowi bisa mengubah Jakarta menjadi seperti sekarang ini yang lebih baik ketimbang dipimpin pendahulunya bertahun-tahun yang lalu. Siapa yang tak salut dengan Jokowi. Tanpa banyak ba bi bu dan retorika yang menggebu beliau bekerja ikhlas blusukan dan ada hasilnya.

Jamaah tabligh juga seperti itu tanpa koar-koar dan demo-demo tapi sudah banyak memakmurkan masjid-masjid di seluruh dunia yang tadinya tidak ada yang sholat menjadi makmur dan banyak jamaahnya. Jamaah tabligh juga tidak membeda-bedakan umat manusia yang memang sama-sama ciptaan Allah. Sehingga dakwah Jamaah ini jarang bergesekan dengan masyarakat sekitarnya.

Namun fitnah juga muncul untuk jamah Tabligh yang datangnya dari kelompok yang merasa benar sendiri dan suka memvonis orang lain kafir dan sesat. Seperti Jokowi jamaah ini juga dituduh sesat dan kadang dituduh teroris karena penampilannya memang mirif aliran garis keras. Namun pembaca yang jeli bisa membedakan. Jamaah ini murah senyum pakainnya juga tidak mentereng walau terkesan lusuh gamis dannjubah yang dipakainya.

Bagi anda yang mungkin pernah didatangi oleh jamah ini dan mengajak ke Masjid bersyukurlah karena masih ada yang perduli kepada kita. Padahal mereka bukan siapa-siapa kita. Pergerakan jamaah ini juga tak ada donaturnya karena para anggotanya membawa bekal sendiri saat melakukan perjalanan musyafir.

Semoga artikel ini bisa sedikit memberi  gambaran bahwa tak selamanya orang yang berjubah dan berjenggot itu teroris.

Salam Kompasiana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: