Huru Hara Abdullah Bin Saba’

Ditinjau dari sisi matan ada tiga orang dengan nama Abdullah bin Saba’ yaitu,
1. Abdullah bin Wahab Saba’i, pemimpin suku Khawarij yang menentang Ali.
2. Abdullah bin Saba yang mendirikan suku Saba’iyah yang meyakini bahwa Ali adalah Tuhan. la dan pengikutnya dibakar tak lama setelah itu.
3. Abdullah bin Saba, yang juga terkenal dengan nama Ibnu Sauda bagi mereka yang meriwayatkan dari Saif. la adalah pendiri kelompok yang meyakini kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, dan menghasut pengikut Utsman kemudian memulai perang Jamal.
Ditinjau dari sanad, cerita Abdullah bin Saba’ dapat dibagi menjadi tiga kelompok.
1. Yang Diriwayatkan Oleh Saif Bin Umar
2. Yang Tidak Memiliki Sanad Dan Perawi Sama Sekali
3. Yang Diriwayatkan Dari Selain Saif Bin Umar
A. YANG DIRIWAYATKAN OLEH SAIF BIN UMAR
Diantara sejarahwan yang mencatat cerita tersebut dari Saif secara langsung:
1. Thabari.
2. Dzahabi, ia juga menyebutkan dari Thabari (1).
3. Ibmi Abu Bakir, ia juga mencatatnya dari Ibnu Atsir (15), yang mencatat dari Thabari (1).
4. Ibnu Asakir.
Berikut ini sejarahwan yang tidak secara langsung mencatat dari Saif:
5. Nicholson dari Thabari (1).
6. Ensiklopedi Islam karya Thabari (1)
7. Van Floton dari Thabari (1)
8. Wellhauzen dari Thabari (1).
9. Mirkhand dari Thabari (1).
10. Ahmad Amin dari Thabari (1), dan dari Wellhauzen (8).
11. Farid Wajdi dari Thabari (1).
12. Hasan Ibrahim dari Thabari (1).
13. Said Afghani dari Thabari (1), dan dari ibnu Abu Bakir (3), Ibnu Asakir (4), dan Ibnu Bardan (21).
14. Ibnu Khaldun dari Thabari (1).
15. Ibnu Atsir dari Thabari (1).
16. Ibnu Katsir dari Thabari (1).
17. Danaldson dari Nicholson (5), dan dari ensiklopedia (6).
18. Ghiathuddin dari Mirkhand (9).
19. Abu Fida dari Ibnu Atsir (15).
20. Rasyid Ridha dari Ibnu Atsir (15).
21. Ibnu Bardan dari Ibnu Asakir (4).
22. Bustani dari Ibnu Katsir (16).
B. YANG TIDAK MEMILIKI SANAD dan PERAWI SAMA SEKALI
Di antara kaum Sunni yang menyebutkan nama Abdullah bin Saba dalam cerita mereka tanpa memberikan sumber klaim mereka adalah:
1. Ali bin Isma’il Asyari (330) dalam bukunya yang berjudul Maqalat al-Islamiyyin (esai mengenai masyarakat Islam).
2. Abdul Qahir bin Thahir Baghdadi (429) dalam bukunya yang berjudul al-Farq Bain al-Firaq (perbedaan di antara aliran-aliran).
3. Muhammad bin Abdul Karim Syahrastani (548) dalam bukunya yang berjudul al-Milal wa an-Nihal (Negara dan Kebudayaan).
Di antara perawi Syi’ah yang menyebutkan nama Abdullah bin Saba tanpa memberi keterangan mengenai sumbernya adalah dua sejarahwan berikut ini:
1. Sa’d bin Abdullah Asy’ari Qummi (301) dalam bukunya al-Maqalat wal-Firaq. Najasyi (450) dalam bukunya ar-Rijal berkata bahwa Asy’ari Qummi mengembara ke banyak tempat dan terkenal dengan hubungannya dengan sejarahwan Sunni dan banyak mendengar cerita dari mereka. la menulis banyak riwayat lemah dari apa yang ia dengar, salah satunya adalah cerita tentang Abdullah bin Saba, tanpa memberi referensi.
2. Hasan bin Musa Naubakhti (310), seorang sejarahwan Syi’ah yang menuliskan sebuah riwayat dalam bukunya al-Firaq tentang nama Abdullah bin Saba. Tetapi ia tidak pernah menyebut dari mana ia mendapat riwayat tersebut serta sumbernya.
C. YANG DIRIWAYATKAN DARI SELAIN SAIF BIN UMAR
Riwayatnya berjumlah 14 riwayat yang terdapat di kalangan Syi’ah dan Suni. Diantara sejarahwan yang mencatat cerita tersebut adalah:
1. Khusyi atau al-Kusysyi, juga disingkat dengan nama Kosli (369), menulis dalam bukunya berjudul Rijal pada tahun 340 mengenai Abdullah bin Saba. Dalam buku tersebut ia menyebut beberapa hadis yang dalamnya muncul nama Abdullah bin Saba.
2. Syekh Thusi (460), (dari al-Kusysyi)
3. Ahmad bin Thawus (673), (dari al-Kusysyi)
4. Allamah Hilli (726). (dari al-Kusysyi)
5. Ulama Syi`ah lain telah menyebut nama Abdullah bin Saba yang mengutip Kusysyi atau dua sejarahwan yang telah disebut di atas (Asy’ari Qummi dan Naubakhti yang tidak memberi sanad perawi atau sumber untuk riwayat mereka).
Cerita yang diberikan oleh hadis-hadis Sunni dan Syi’ah, sangat berbeda dengan riwayat yang disebarluaskan oleh Saif bin Umar. Hadis ini menyatakan bahwa ada seorang lelaki bernama Abdullah bin Saba yang muncul pada saat pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Lelaki ini menyatakan bahwa ia adalah seorang rasul dan Ali adalah Tuhan. Hadis-hadis ini (tidak lebih dari 14 hadis) tidak ada dalam kitab-kitab kumpulan hadits utama (kutub as-Sittah bagi suni, dan al-Arba’ bagi Syi’ah) dan tidak pernah dinyatakan sebagai riwayat yang shahih baik oleh ulama Sunni atau Syi’ah.
Adapun yang diriwayatkan oleh Saif bin Umar, maka para ulama Suni sendiri menolaknya. Sayf adalah seorang penulis yang tidak dipercayai oleh kebanyakan penulis-penulis rijal seperti Yahya ibn Mu’in (w233/847H), Abu Dawud (w275H/888M), al-Nasai (w303H/915M), Ibn Abi Hatim (w327H/938M), Ibn al-Sukn (w353H/964M), Ibn Hibban (w354H/965M), al-Daraqutni (w385H/995M), al-Hakim (w405H/1014M), al-Firuzabadi (w817H/1414M), Ibn Hajar (w852H/1448M), al-Suyuti (w911H/1505M, dan al-Safi al-Din (w923H/1517M).
Kesimpulan, Abdullah bin Saba’ sebagai pendiri pahan Syi’ah adalah cerita fiktif untuk mendiskriditkan Syi’ah. Hal ini tidak lepas dari intervensi politik dan ragam kepentingan.
Inilah yang saya ketahui sementara ini. Mudah-mudahan informasi ini dapat menghilangkan tirai dari banyak tirai yang menjadi sebab kerenggangan Suni dan Syiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: