Perubahan besar di Saudi: Ulama yang berpandangan terbuka diangkat

Perubahan Total di Institusi Keislaman Saudi


Tuesday, 17 February 2009 19:37
Perubahan besar terjadi di Saudi. Ulama yang berpandangan terbuka diangkat. Hai’ah Kibar Ulama tidak hanya diisi para ulama madzhab Hanbali

Hidayatullah.com–Pada hari Ahad (15/2/2009) Raja Abdullah mengangkat Syeikh Ibnu Manik dan Syeikh Al Muthaliq (anggota Haiah Kibar Ulama) dan Syeikh Al Ubaikan sebagai penasehat raja.

Ketiga-tiganya, termasuk ulama yang memiliki fatwa-fatwa agak berbeda dibanding para ulama lain dan cenderung “terbuka”. Ini bisa dilihat dari sepak terjang dan fatwa-fatwa yang mereka keluarkan. Ibnu Mani’ sendiri mendapat julukan sebagai Bapak Ekonomi Syari’ah, dimana beliau berhadapan bahwa hukum perbankan bisa dirubah dengan fiqih, hingga berdirilah bank syariat. Otomatis ia berhadapan dengan kelompok pro bunga bank, juga kelompok Muslim yang tidak percaya terhadap bank Islam.

Disamping itu, ada pandangan beliau yang juga tergolog “hal baru” di Saudi, seperti membolehkan wanita yang mempu untuk bergabung dengan Ha’iah Kibar Ulama Saudi, dengan catatat bahwa wanita itu tidak melalaikan tugas pokoknya, serta terhindar dari ikhthilath.

Beliau juga ulama yang tak segan terang-tarangan meralat pendapatnya, seperti bolehnya nikah dengan niat cerai dan larangan perluasan tempat sa’i.

Syeikh Al Muthalliq juga memiliki pandangan yang tidak banyak berbeda dengan Ibnu Mani’, karena memang beliau adalah murid Ibnu Mani’. Dimana Syeikh Al Mani’ menjadi anggota organisasi, di situ Al Muthalliq juga menjadi anggota.

Sedangkan Syeikh Al Ubaikan juga dipandang “agak berbeda” dengan para ulama lainnya. Ini bisa dilihat dari fatwa beliau beberapa waktu lalu, dimana beliau mengatakan bolehnya istri memukul suaminya, bila dirinya jadi korban kekerasan suami tanpa sebab-sebab yang dibenarkan.

Keanggotaan Hai’ah Kibar Ulama dirubah

Majelis A’la li Al Qadha, yang sebelumnya dijabat oleh Syeikh Shalih Al Luhaidan, kini diganti dengan Shalih bin Humaid, demikian pula dengan Ketua Hai’ah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Badan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar) Syeikh Abdullah Al Ghaits, diganti dengan Syeikh Humaid Al Khumain.

Haiah Kibar Ulama juga tidak luput dari perubahan ini. Sebelumnya institusi ini hanya diisi para ulama madzhab Hanbali, kini diisi oleh 21 anggota yang semuanya mewakili 4 madzhab ahlu sunnah. Dan jabatan hanya dibatasai selama 4 tahun saja, kecuali ketua Haiah yang dijabat oleh mufti negara.

“Ini adalah perubahan besar, yang dilakukan raja, yang merepakan kesimbungan perubahan sebelumnya, karena masyarakat Saudi tidak menerima jika perubahan dilakukan secara frontal.” Kata Aal Zulfah, anggota Majelis Musyawarah Kerajaan.

“Raja ingin menundukkan hati kalangan ektrimis yang tidak menerima perubahan, perubahan ini yang terbesar, selama 20 tahun perubahan-peruban sebelumnya dilakukan.” Ucap Zulfah kepada islamonline.net. [tho/islamonline/alarabiya/www.hidayatullah.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: