JT Dibidik AS Sejak Awal 2000-an Dikaitkan Al-Qaidah

Assalamualikum,

Berkat strategi jitu dakwah Jamaah Tabligh yang tidak terafiliasi dg kepentingan politik tertentu, anti kekerasan, tidak membicarakan aib golongan maupun masyarakat, tidak menggalang dana, serta tidak menyentuh masalah khilafiyah furuiyyah maka dakwahnya bergerak di seluruh dunia tanpa bisa dihentikan. Kalangan intelijen negara-negara sekuler sudah banyak yang memasang jebakan dan menguntit aktivis JT agar bisa menghentikan gerak JT, tapi mereka selalu gagal karena tidak pernah bisa mendapatkan bukti hukum pelanggaran aktivis JT. Jadilah dakwah JT yang merupakan dakwah ala minhaji nubuwwah terus bergerak dan berkembang. Semoga Alloh SWT merohmati seluruh da’i yang telah mengorbankan waktu, tenaga, fikiuran dan hartanya untuk mengajak orang-orang taat kembali pada Alloh SWT. Amiin.

Wassalam,

Abu Izza Adduri

PDF Print E-mail
Written by cholis_akbar
Amerika Serikat (AS), kini tengah ‘membidik’ kelompok pendakwah yang selama ini dikenal dengan Jamaah Tabligh dengan mengkaitkan dengan al-Qaidah Hidayatullah.com–Ambisi AS untuk memerangi teorisme ke seluruh penjuru dunia menjadi negara ini menjadi ngawur.

Kemarin, seperti dikutip harin New York Times, pemerintah AS mengkit-kaitkan anggota Jamaah Tabligh (JT), kelompok dakwah yang sering melakukan khuruj dan dakwah keliling negara itu dengan al-Qaidah.

“Kita mempunyai banyak anggota Tabligh di AS dan kami mendapati al-Qaidah menggunakan kumpulan ini untuk mengambil anggota baru,” kata wakil ketua bagian teorisme internasional FBI, Michael J Heimbach, yang dipetik koran New York Times.

Kelompok para pendakwah yang menyebut dirinya sebagai sebuah kumpulan bukan gerakan politik selama ini hanya memusatkan perhatian pada dakwah dengan cara mengajak orang kembali pada ajaran Islam.

Meski begitu, kelompok yang lahir di India ini telah menarik perhatian kalangan intelijen AS semenjak terjadinya serangan 11 September 2001 lalu.

Menurut pejabat AS yang dikutip TNT , kumpulan itu terperangkap dalam kasus terorisme karena ia mempunyai keahlian di seluruh dunia serta reputasi menolak aktivitas terbuka seperti politik, aktivitas yang dianggap AS sering dieksploitasi al-Qaidah.

Pemimpin Tabligh mengatakan tindakan AS itu tidak adil, apalagi mengkait-kaitkan dengan al-Qaidah.

“Itu adalah dakwaan besar dan jelas satu pembohongan,” kata Abdul Rahman Khan yang memimpin Majlis Tabligh Amerika Utara.

Khan yang terlibat dalam JT itu sejak 36 tahun lalu mengatakan, JT tidak mau membincangkan masalah politik.

“Kami akan bertindak jika seseorang itu mulai membicarakan politik walau sepatah-kata pun. Keadaan sepserti itu menyebabkan orang itu menjadi pergi dan mencari tempat yang lain.

“Kami tidak menghalangi orang datang mendengar ceramah kami. Tetapi yang jelas kami tidak tahu latar belakang dan pemikiran mereka. Kami tidak pernah memeriksa dan tidak ada jalan untuk kami melakukan pemeriksaan,” katanya.

Jemaah Tabligh dilahirkan di India 75 tahun lalu, adalah sebuah kumpulan para pendakwah yang sering melakukan khuruj, aktifitas berdakwah keleiling dunia.

Akibat kampanye melawan terisme, AS menjadi negara yang akhirnya menjadi negara yang diskriminatif dengan islam. (ntn/bh)

Sumber:

http://hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: