Nasrudin adalah tetangga saya. Dia dulu kuliah di UMM malang. menjadi karkun tahun 1990-an. ketika itu merupakan awal-awal terbentukanya aktivitas da’wah jamaah tabligh di malang.Setelah menjadi karkun mas nasrudin mulai berubah pola pikir ,dan perilakunya. Semakin sopan,ramah tidak urakan seperti dulu. sewaktu kuliah cuman pakai kaos oblong aja…gile bener…….apalagi dia gendut lagi he he.Setelah menjadi karkun dia kuliah pakai gamis dan peci putih …kayak pak haji aja…….ya…he he. Tentu saja perubahan ini membuat kaget teman-temannya. Dan apalagi dosennya selalu menyindirinya….

“Disini untuk kuliah bukan untuk beribadah…klo mo beribadah kemasjid sana” sindir dosennya.

“pak…disini juga bukan diskotik …..sebaiknya para mahasiswi itu disuruh kediskotik aja…..masaka kuliah pakaiannya kayak gitu…merangsang”jawab nasrudin dengan santainya.

memang tahun 1990-an di UMM terkenal dengan PBA (Pemakai baju adik) maklum lah…para mahasiswi banyak yang memakai baju ketat…..alias baju adiknya…he he padahal kampus berlabel muhammadiyah….kampus Islam …

Karena……dosennya merasa kalah berdebat.Nasrudin dibenci ama dosennya…..dan perlu diingat dosennya ini sangat galak.Tentu saja suasana kuliah jadi tegang. Nah untuk menanggulangi kegalakan dosennya ini sebelum nasrudin menjadi karkun. dia pernah punya ide. Para cewek2 yang berbaju ketat dan rok ketat disuruh duduk didepan…bahkan ……kakinya disuruh agak terbuka ….ha …ha …ha. Gak tahu maksud nasrudin ini gimana??” Tapi pas ide itu dijalankan…..memang suasana gak jadi tegang saat kuliah….mungkin dosennya ngiller melihat mahasiswi muda yang berbaju ketat dan rok ketat…….duduk didepan ndegerin kuliahnya…..ha ha ha…..

Tetapi setelah jadi karkun…………berubah dech…….nasrudin selalu datang di awal dan membaca kitab fadhilah amal atau hadits2 bukhari di ruang kuliahnya………tentu saja mau tidak mau…teman2 yang datang berikutnya akhirnya duduk mendengarkan hadits yang dibaca sambil menunggu dosennya tiba. bahkan banyak yang bertanya2 mengapa nasrudin sudah berubah. Akhirnya para cowok2 diajak ke malam markaz dan merasakan suasana khuruj dan banyaklah karkun yang mulai ada di UMM.

lain lagi dengan temannya mas nasrudin ini di universitas negeri dekat UMM. Namanya muhammad isa alias jayus. Dia klo emngajak anak2 teknik selalu dengan pendekatan yang menarik.

“mas ada proyek besar nih…mau ikut gak??” kata jayus tadi.

“Proyek apa nih…boleh ikut??” balas teman2 dari mahasiswa teknik.

“Ini ada proyek besar…..Membuat BENDUNGAN MAKSIAT”

Ehm…setelah itu jayus menerangkan pentingnya agama …..dan da’wah sebagai maksud hidup. Akhirnya banyak yang ikut ke malam markaz. Eh……paz malam markaz ……gak langsung ke masjid nya….malah mampir ke bioskop dulu. Bukan nonton tetapi mengajak yang antri disitu untuk mendatangi pembicaraan tentang iman dan amal saleh. Maklum yang datang ke bioskop banyak para mahasiswanya…..dan bioskop itu sekarang sudah jadi Toserba.

Dan pak jayus ini ketika kuliah juga datang awal……dia juga membaca fadhilah amal di ruang kuliahnya. tentu saja….yang datang kemudian ndengerin …aneh juga…ada yang agama lain…ikut ndengerin…..bahkan. Ketika duduk sudah dipisah para mahasiswa disebelah kanan dan mahasiswi disebelah kiri. Padahal dikampus negeri.. gak ada yang protes…..tuh……

itu hanya cerita militansi karkun jaman dulu. Sekarang seharusnya semakin besara jamaah tabligh para karkun harus lebih menjadi militan.

yah..inilah..sekedar cerita dari mas nasrudin ketika awal2 da’wah dulu. Sebenarnya ada cerita dari teamn saya yg di Jogja bagaimana dia menjalani hari-hari ketika awal2 menjadi aktivis da’wah dulu.

Sumber: http://jaulah.wordpress.com/2008/10/20/militansi-karkun/