Jalan Sunyi Gerakan Tabligh

Dulu saya pernah berfikir, kenapa Dakwah Tabligh ini terlalu tradisional, sunyi dan tidak menggunakan saluran-saluran modern seperti TV, VCD, Film, Koran, majalah, banner2, dalam dakwahnya. Lama kelamaan terjawab juga, sedikit demi sedikit saya diberi oleh Alloh pemahaman. Mungkin memang jalan nubuwah harus hidup kembali dengan cara nubuwah, tradisional, simple, kadang terlihat ketinggalan zaman dll. Kenikmatan hidup kadang-kadang menelisik ke dalam hati justru ketika kita misalnya dalam 3 hari tidak nonton TV, tidak baca koran, tidak diskusi politik atau khilafiyah, tidak membicarekan bisnis, mobil, renovasi rumah, taman2, kebun dll. Subhanallah….Terus apa yang dikerjakan selama tiga hari…. pasti sumpek banget….garing… tanpa hiburan… Justru karena tiada hiburan itu kita menangisi diri, merenungkan kedhoifan, kelemahan, kesombongan dan keangkuhan, kekeras-kepalaan dan kelemahan2 lainnya.
Wassalam
Abu Izza Adduri




Suatu kali, Hafidz Ali Bahadur Khan, seorang pemilik dan editor Alhilal, sebuah surat kabar yang cukup populer terbitan Bombay (sekarang Mumbay) datang berziarah kepada Maulana Ilyas Kandahlawy saat maradhul wafatnya. Meskipun dalam keadaan yang sangat lemah, Maulana Ilyas tetap menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengannya sekitar setengah jam.
Hafidz Ali Bahadur Khan sangat terkesan dengan pertemuan singkat tersebut. Ketika pulang ke Bombay, dia kemudian memmembuat tulisan yang sangat baik tentang sepak terjang Maulana Ilyas dan gerekan dakwahnya. Ulasannya itu dimuat secara serial di harian yang dipimpinnya.
Maulana Manzur Nu’mani, salah seorang sahabat Maulana Ilyas dan penulis Malfudhat beliau, sangat bergembira membaca tulisan-tulisan tersebut, dia mengira Maulana Ilyas pun akan sangat bergembira membaca tulisan semacam itu.
Maka dalam suatu kesempatan, Maulana Manzur Nu’mani melaporkan liputan tersebut kepada Maulana Ilyas, “Hafidz Ali Bahadur Khan dari Bombay yang datang beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, telah mendapat kesan yang cukup baik. Di dalam surat kabarnya, dia telah menulis beberapa perkara mengenai usaha kita, dia mengakui betapa penting dan mulianya usaha dakwah ini. Nampaknya dia telah memahami usaha ini dengan sungguh-sungguh. Jika Engkau ingin mendengarkan, boleh saya membacakan beberapa bagian tulisan itu !”. Apa reaksi Maulana Ilyas ?
Berlawanan dengan perkiraan Maulana Manzur Nu’mani, Maulana Ilyas justru berkata, “Apa gunanya kita berbicara tentang pekerjaan yang telah kita lakukan ? Yang seharusnya dilakukan adalah memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya kita lakukan dan yang belum kita selesaikan. Untuk pekerjaan yang sudah dilakukan, pekerjaan kita adalah mencari kekurangan-kekurangannya, kekurangan dalam keikhlasan, dalam berdzikir kepada Allah, dalam adab-adab setiap amalan dan dalam menghayati sunnah Nabi SAW !”
“Tanpa melakukan hal itu, maka pembicaraan mengenai hal-hal yang sudah dilakukan dan juga bergembira abegnya adalah seperti seorang yang berjalan menuju suatu tujuan, tetapi sebelum sampai pada tempat yang dituju, dia telah banyak menengok ke belakang dan merasa bahwa dia telah merasa berjalan begitu jauh !”
“Janganlah kita menengok kepada salah seorang yang sudah memahami usaha kita, tetapi tengoklah berapa juta orang yang masih belum sampai kepada mereka seruan dakwah dan berapa banyak pula orang yang sudah mengenal usaha dakwah tetapi belum mengambil bagian usaha dakwah ini yang disebabkan karena kekurang sungguhan kita semua.”
Sampai saat ini, penggunaan media seperti majalah, surat kabar, televisi, internet, radio, spanduk serta pengerahan massa seperti melalui tabligh akbar atau demontrasi memang tidak digalakkan dalam usaha Dakwah dan Tabligh.
Yang tetap digalakkan adalah gerak dan pengorbanan harta dan diri dari setiap ahli jamaah. Setiap ahli jamaah diminta untuk meluangkan waktu untuk berlatih memperbaiki diri dan menawarkan agama kepada orang lain, kemudian setelah pulang menghidupkan suasana agama di tempat tinggal mereka. Siang hari banyak berberjumpa dengan manusia, malam hari banyak mengadukan kelemahan diri dan bermunajat kepada Allah SWT, agar menurunkan hidayah-Nya di seluruh alam.
Berbagai media tersebut boleh-boleh saja digunakan sebagai sarana dakwah, tetapi yang namanya musyawarah harian, sillaturahim 2,5 jam, ta’lim rumah dan masjid, jaulah I dan II serta keluar 3 hari, 40 hari atau 4 bulan, tetap tak bisa digantikan dan semuanya harus dilakukan.
Tanpa banyak gembar-gembor, publikasi dan liputan media massa, jamaah-jamaah akan tetap dan terus dikirim ke seluruh penjuru dunia ; ke gunung-gunung, hutan, pelosok desa terpencil, pinggiran kota, pusat-pusat kota dunia, sampai wilayah kutub utara dan selatan pun tak terlewatkan. Bahkan andaikata bulan dan mars sudah bisa dihuni, jamaah insya allah juga akan dikirim ke sana.
Seperti kata orang Jawa, mereka semua insya allah sedang belajar mengamalkan filsafat hidup sepi ing pamrih rame ing gawe atau dalam bahasa mereka beghhihunniyat, mensucikan niat dalam setiap gerak dan langkah, semata-mata mengharap keridloan Allah SWT. Wallahu a’lam
Sunday Times London pada tanggal 27 November 2005 menulis artikel tentang Jemaah tabligh yang akan memmembuat komples masjid yang berukuran gigantic, yang akan dinamakan Markaz London, diabeg area tanah seluas 10 hektar disebuah kota Newham, yang berjarak kurang lebih 500 yards dari stadion Olympic 2012..

Dengan design Futuristik masjid ini diharapkan dapat menangkal badai angin besar juga gempa bumi. Masjid ini juga menggunakan pembangkit listrik tekhnologi wind turbine minarets and tidal power (Kincir angin dan kincir didalam air), sepertinya memang sudah dipersiapkan untuk menghadapi jaman kekacauan kedepan yang kasat mata adalah habisnya bahan bakar minyak.

Masjid yang direncanakan mampu menampung 40.000. bahkan sampai dengan 70.000 jemaah apabila berhasil mendapatkan legalitas dari pemerintah setempat. Jumlah ini hanya beda 10.000 dengan daya tampung lebih sedikit dengan stadion Olympic disebelahnya. Dapat dipastikan akan menjadi tempat ibadah terbesar di Eropa, yang Insya Allah akan terselesaikan pada tahun 2012.

Tidak ada maksud mereka untuk bermegah-megahan dalam hal ini. “Kami akan memuslimkan seluruh Eropa” itulah misi dan cita-cita utama mereka. Hal ini juga bukanlah omong kosong dari mereka. Pada setiap Ijtimai (Pertemuan Tahunan International) diberbagai Negara dan benua dengan waktu pengadaan hanya 3 hari. jemaah ini mampu menghadirkan 6 – 10 Juta umat muslim dari seluruh penjuru dunia, dan mengeluarkannya sedikitnya 100.000 belum lagi jumlah ribuan jama’ah yang setiap harinya diputar dari setiap Negara yang mempunyai markaz dari jemaah ini untuk berdakwah dengan membawa akhlak & Adab-adab Rasulullah SAW. keseluruh pelosok bumi.
Dan pada kenyataannya pertumbuhan umat muslim di Eropa pun sedemikian pesatnya, hingga tercatat pada tahun 2007 mencapai angka 57.000.000 umat muslim. Dan sebanyak 2.8 juta yang bermukim di Inggris.

Sedikit sejarah mengenai Jemaah Tabligh, Jemaah ini didirikan tahun 1926, di India, oleh pakar Deobandi, Muhammad ilyas, yang ingin menyebarkan kesadaran akhlakul kharimah Rasulullah SAW dengan mengutamakan persatuan antara umat muslim di Asia Selatan dan berjanji bahwa dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW., suatu hari mereka akan memperoleh kejayaan.. Ishaq Patel, amir pertama Jemaah Tabligh di UK mengatakan telah pergi ke Mekkah dan mempunyai tarbiyah hati untuk memuslimkan Inggris.
Ironis memang, kenapa kebesaran agama ini harus didirikan ditengah kefasikan bangsa Eropa dan berpusat di India. Akan tetapi ini sama sekali tidak bertolak belakang dengan sejarah Allah menurunkan Musa AS ditengah-tengah kebiadaban Fir’aun LA, menurunkan Daud AS situbuh kecil. ditengah kekuatan dan kejahilan bangsa Filistin yang ditentarai oleh Goliath, bagaimana Allah SWT. menurunkan Isa AS. ditengah kebiadaban pendeta-pendeta Yahudi Israel di Jerusalem. Tak luput juga seorang Rasul SAW. Yang buta huruf ditengah-tengah kebodohan dan ke jahilan bangsa Arab.

Wahai Saudaraku saudaraku tidak bisakah kalian lihat dalam kurun waktu 82 tahun, diantara berbagai tudingan pahit, hinaan, kecaman bahkan fitnah jemaah ini mampu berkembang demikian pesatnya?, apakah rahasia dari semua ini?.
Mari bersama-sama kita selidiki rahasia kekuatan dari jemaah ini :
Siapa pemimpin jemaah ini? …Siapa saja yang taat kepada Allah beserta RasulNya,
Di mana pusat jemaah ini?…Rumah-rumah Allah (Masjid-masjid) seluruh dunia.
Siapa tentaranya?… Semua umat muslim yang sadar akan kewajiban berdakwah.
Apa senjatannya?… Siwak, kompor dan bantal.
Apa paspor & visanya? Tali silaturahmi & hijrah sementara (Wisata) untuk Iktikaf dimasjidnya sendiri.
Apa pahamnya? La ilaha ilallah Muhammadurasulullah.
Sungguh suatu ironi yang luar biasa apabila mereka harus dihadapkan dengan tentara-tentara musuh Islam dengan keterampilan perang dan senjata-senjata yang demikian canggihnya. Hanya ejekan dan bahan tawaan saja yang ada untuk mereka bisa melawan itu. Sungguh bagaikan David yang melawan Goliath.
Mereka juga sering diremehkan karena tidak berpolitik, Dalam hal berpolitik Jema’ah ini menampik, “kami bukan tidak berpolitik, politik yang dilakukan kebanyakan sekarang adalah berdasarkan kepada kepentingan suatu golongan, kami tidak ingin berpolitik seperti itu tapi, politik kami politik cara nabi!”.
Kasat mata mereka memang kelihatan lemah sekali. Lalu dimana kekuatannya? mari kita telusuri satu demi satu bagaimana politik cara nabi yang mereka maksudkan ini?.

Negara dan pemerintahan dunia mana yang bisa menolak masuk seseorang yang paspor dan ijinnya silaturahmi & Wisata?. Apabila mereka digeledah dikotaa dan terkena razia, didalam beg tentaranya yang ada siwak dan bantal, bawaan paling gede cuma kompor tidak ada pelanggaran apapun dinegara manapun perihal bawaan mereka itu. Ditanya pahamnya apa? La ilaha ilallah Muhammadurasulullah (paham seluruh umat islam). Mau diadu domba sesama umat Islam?, Menggunakan apa? Mereka tidak bermain politik, tidak berpegang pada manhaj dan fiqih ini itu, mereka tidak ikut golongan manapun , mereka lebih mengutamakan persatuan umat muslim yang lebih ditekankan Rasulullah SAW. Mau diburu dan dikecam pemimpinnya? ngeburu siapa dan yang mana gak jelas, semua bisa jadi pemimpin. Mau di bomb markaznya? Masjid yang mana? Markaznya banyak sampai pelosok-pelosok kampung diseluruh penjuru dunia ada halaqoh-halaqohnya, kalau situasi darurat halaqoh manapun bisa dijadikan markaz pusat. Secara nalar saja bisa dilihat untuk ngebom semua itu butuh berapa ton TNT & C4 ataupun mungkin berapa banyak tangki Uranium yang akan dihabiskan? Selain itu kalaupun mereka dapat melakukannya, berarti harus mengeluarkan maklumat perang dunia ke-3 kepada seluruh umat Islam didunia.

Kerendahan hati & Ketawadjuhan pada Allah beserta RasulNya dan inilah yang yang secara tidak sadar mereka membawa senjata yang amat sangat dahsyat, yang amat sangat ditakuti seluruh bangsa-bangsa jahil. Apa senjatanya itu? Bomb hidayah karena Akhlakul kharimah (Akhlak yang baik) yang dibawa dalam silaturahminya. Jadi wajar adanya apabila suatu saat nanti mereka akan membawa kejayaan sebagaimana jaman sahabat dulu.
Kejayaan yang sungguh diimpikan oleh seluruh makhluk dibumi. Perang yang disebabkan oleh politik ini hanyalah perang hawa nafsu. dari masing masing individunya.yang pastinya tidak membawa kerusakan dan kerugian bagi siapapun dimuka bumi kecuali bagi satu makhluk yang semua umat manusia pun membencinya, yaitu; Iblis laknatullah yang ada didalam hati-hati keras manusia-manusia jahil dimuka bumi ini. Perang hawa nafsu ini sesungguhnya sudah Rasulullah SAW sabdakan dengan baik sejak kurun 1500 tahun yang lalu “sebagai peperangan terbesar pada umat sesudahku”..

Sungguh mereka bagaikan rayap-rayap kecil yang terlihat tak berdaya yang akan mampu menumbangkan pohon-pohon besar dari kecongkakan musuh-musuh Islam. Hal ini sejalan dengan sejarah Rasulullah SAW. dan sahabat yang mampu mengislamkan bangsa besar Persia dengan mengetuk pintu rakyatnya satu demi satu dengan membawa akhlakul kharimah. Kalau rakyatnya sudah mayoribeg Islam, pemerintahnya mau apa?. Yang notabene kita semua tahu kalau pada perkembangannya bangsa Persia merupakan sebuah bangsa besar dengan mempunyai andil yang sangat besar dalam menolong perkembangan Islam yang berhasil menaklukan kegagahan dan kecongkakan bangsa Romawi dan Mesir.

“Hal itu dapat dipastikan sebagai suatu mukjizat terbesar yang pernah ada dalam sejarah bangsa Arab yang terbelakang dan terpencil. Dimana sekelompok orang dari sahabat sahabat nabi saw. Dalam waktu yang relatif singkat telah berhasil menciptakan budaya yang besar dan berarti, yang membentang dari pyreness ke gerbang China.” (Islam Religion of life, Abdul Wadud Shalabi)

Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa yang Selalu Ingat Akan Sejarahnya & Agama yang Besar Adalah Agama yang Senantiasa Ingat Pada Perilaku & Permembuatan (Sunnah-Sunnah) Pembawanya . Insya Allah…

Sumber:
http://aldjo.wordpress.com/2008/04/02/jalan-sunyi-jamaah-tabligh/

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah subhanallah subhanallah, semoga Allah SWT membukakan pintu-pintu rahmat kepada seluruh jamaah tabligh di seluruh dunia. Usaha dakwah adalah investasi terbesar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: