Mendapatkan Amalan Ihlas

Untuk mendapatkan amalan yang ihlas bukanlah hal yang mudah. Karena kadang-kadang di awal beramal kita sudah niatkan ihlas, namun di tengah-tengah beramal mulai ada perasaan riya, ingin dipuji orang, ingin didengar orang, dibicarakan orang dll. Maka setan mulai bekerja membisiki hati kecil kita agar bangga dg diri sendiri atau amalan sendiri. Maka mulailah timbul pada hati kita rasa ujub. Semua itu adalah penghalang ihlas. Bisa juga di awal kita ihlas, di pertengahan kita ihlas namun selesai beramal… orang mulai memuji kita sehingga kita bangga, atau orang ada yang meledek kita atau menertawakan kita sehingga kita kecewa di dalam hati. Maka setan juga mulai membisiki dalam hati kita untuk tidak ihlas.Maka Ulama memberi nasehat agar kita selalu dan selalu mengoreksi niat kita di awal beribadah, di tengah beribadah dan setelah selesai beribadah sehingga muncul dalam hati kita rasa ihlas. Disamping itu, Ulama juga nasehatkan agar kita berusaha untuk istiqomah dalam ibadah karena istiqomah ini adalah hal yg ditakuti syetan. Orang yang istiqomah maka dia akan tetap beribadah dan tidak terpengaruh hujan maupun terik matahari, angin atau air, pujian atau makian, sanjungan maupun sumpah serapah. Bagi dia sepanjang amalannya diperintah oleh Alloh SWT dan mengikuti cara Rasulullah SAW maka dia akan jalankan terus ibadah tsb tanpa peduli suasana dan keadaan.Disamping itu, Ulama juga nasehatkan agar kita banyak membicarakan dg keluarga kita, anak-istri kita, teman-teman kita mengenai pentingnya ihlas. Karena dengan membicarakannya atau dalam bahasa lain mendakwahkan pentingnya ihlas tersebut maka sedikit demi sedikit Alloh SWT akan tanamkan rasa ihlas tersebut ke dalam hati kita, dengan kita sadari atau tanpa kita sadari.Tulisan di atas, bagaimana pun hakikatnya untuk saya pribadi, sekalipun dengan konteks menanggapi tulisan Pak Prana, Pak Lana dan Pak Jojo. Dan saya berdoa semoga Alloh SWT memberikan kepada kita semua hakikat ihlasunniyah (niat yang ihlas) sehingga semua amalan-amalan kita menjadi lezat dan nikmat. Mengingat kita baru bisa mendapatkan lezatnya beribadah ketika kita sudah mencapai tahap ihlasunniyah dan suatu amalan baru diterima oleh Alloh SWT jika sudah penuh keihlasan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: