<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dalamdakwah</title>
	<atom:link href="http://dalamdakwah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dalamdakwah.wordpress.com</link>
	<description>Hidup dan Mati Mulia Dalam dakwah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 08:07:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dalamdakwah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dalamdakwah</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dalamdakwah.wordpress.com/osd.xml" title="Dalamdakwah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dalamdakwah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jamaah Australia Di Kampus IT Telkom</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/16/jamaah-australia-di-kampus-it-telkom/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/16/jamaah-australia-di-kampus-it-telkom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[di MSU, ada rombongan jama’ah tabligh dari Australia, kalau ga khilaf sekitar ada 4 orang. kedatangan  mereka ke MSU bukanlah yang pertama kali, pada bulan agustus mereka juga pernah datang. yah, biasalah kebiasaan baik dari Jama’ah tabligh yaitu “keluar”, keluar itu maksudnya, keluar rumah selama beberapa hari untuk berdakwah, biasanya 3 hari, 1 minggu, 40 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=607&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di MSU, ada rombongan jama’ah tabligh dari Australia, kalau ga khilaf sekitar ada 4 orang. kedatangan  mereka ke MSU bukanlah yang pertama kali, pada bulan agustus mereka juga pernah datang. yah, biasalah kebiasaan baik dari Jama’ah tabligh yaitu “keluar”, keluar itu maksudnya, keluar rumah selama beberapa hari untuk berdakwah, biasanya 3 hari, 1 minggu, 40 hari. afwan kalau khilaf.</p>
<p>o iya, pada belum tau ya MSU tuh apa, MSU adalah singkatan dari Masjid Syamsul Ulum. Masjid yang terletak di dalam lingkungan kampus IT Telkom, yang sering pada rame di penuhi oleh ADK untuk rapat. dah tau kan, MSU tuh apaan.</p>
<p>Ba’da maghrib tadi, saya tidak langsung pulang, karena ada kajian dari salah satu jama’ah tabligh dari Australia itu, tentunya ia pake bahasa inggris, dan ada penerjemahnya dari Jama’ah tabligh lokal.<br />
<span id="more-607"></span><br />
z…………….zzzzzzzzzzz………………z</p>
<p>intinya ia mengajak untuk umat muslim agar menjadi seorang yang muslih, maksudnya, ngajak orang tuk kebaikan, mis: sholat, berbuat baik kepada orang tua, pokoknya tau kewajiban dia sebagai muslimlah.</p>
<p>setelah itu, diganti dengan pemicara kedua, tentunya dari JT australia, saya kaget, wah… ternyata ia bisa berbahasa Indonesia, ia berperawakan barat, dan sudah agak tua, kira2 60 tahun, jenggotnya panjang euy…</p>
<p>si bapak ini, ia banyak bercerita aja, tentang aktivitas umat muslm di Australia. Ia bercerita bahwa, ada seorang muslim asal timur tengah, yang merantau ke australia, ia pergi ke kota keci di australia,  dan kata bapak itu ia terkena gaya hidupnya orang barat, yaitu hidup dalam satu atap antara laki2 dan wanita tetapi belum nikah. akhirnya datang tuh Rombongan bapak itu ke sana, ternyata mereka disambut baik oleh orang timur tengah itu. rombongan ntu beri pemahaman ke orang timur tengah itu dan teman hidupnya. akhirnya, alhamdulillah, si wanita itu masuk Islam. Alhamdulilah.  mereka menikah, dan menjalani kehidupan dengan cahaya islam.</p>
<p>inti dari cerita itu, adalah, perlunya kita bersilaturahim ke saudara-saudara kita semuslim, biar, saudara2 kita yang lagi FUTUR (lemah) imannya, dapat kita perkuat, yah dengan menasehatinya, berikan pemahaman kepada kita</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ads seseorang yang mendapatkan hidayah melalui dirimu, maka itu lebih baik dari pada onta merah.”</p>
<p>pada zaman Rasul dulu dan di pedalaman arab sampai sekarang , onta merah adalah harta yang amat paling berharga yang dimiliki oleh seseorang.</p>
<p>Ayo… sobat jadikan kata-kata berikut sebagai jargonnya dirimu.</p>
<p>bareng-bareng kita lantangkan suara kita</p>
<p>“NAHNU ANSHORULLAH”</p>
<p>artinya pada tau kan, kalau ga tau, cari ndiri yahh, yah kalau males nih saya kasih tau, artinya adlah : ” kami adalah penolong agama Allah”</p>
<p>Sumber: http://menulisaja.wordpress.com/tag/australia/</p>
<hr />
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=607&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/16/jamaah-australia-di-kampus-it-telkom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/13/islam-agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/13/islam-agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 07:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Harun Yahya Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=605&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Harun Yahya</p>
<p>Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia.<br />
Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur&#8217;an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa &#8220;serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia&#8221;, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.<span id="more-605"></span></p>
<p>Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar &#8220;kedudukan kaum Muslim di Eropa&#8221; dan &#8220;dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim.&#8221; Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi.<br />
Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi.<br />
Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul &#8220;Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa&#8221; membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Perancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.<br />
Gereja Katolik dan Perkembangan Islam<br />
Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)<br />
Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)<br />
Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa<br />
Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)<br />
Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.<br />
pernytaan<br />
Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa<br />
Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.<br />
Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.<br />
Bersatu pada Pijakan Bersama: &#8220;Monoteisme&#8221;<br />
Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur&#8217;an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:<br />
Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).&#8221; (QS. Ali &#8216;Imran, 3: 64)<br />
Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.<br />
Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan<br />
Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an 14 abad yang lalu:</p>
<p>يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ۝ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ<br />
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)</p>
<p>Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur&#8217;an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela. Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:<br />
Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)<br />
… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)<br />
Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan &#8230; (Sunan Ibnu Majah)<br />
Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)<br />
Keadilan akan demikian jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki. (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul<br />
Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)<br />
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur&#8217;an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.<br />
Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur&#8217;an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.<br />
Rujukan:</p>
<p>1. &#8220;Europe&#8217;s Muslims Worry Bishops,&#8221; National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999<br />
2. &#8220;Muslims in Europe,&#8221; The Economist, 18 Oktober 2001.<br />
3. Time, 24 Desember 2001.</p>
<p>Sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/islam-agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa-fakta-t39252/#p61943</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/605/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=605&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2012/01/13/islam-agama-yang-berkembang-paling-pesat-di-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesan Pertama Di kebun Jeruk</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/30/kesan-pertama-di-kebun-jeruk/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/30/kesan-pertama-di-kebun-jeruk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 09:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengapa Memilih Bertabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Ada sesuatu yang unik memasuki Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Kota. Di masjid yang sudah berusia lebih dua abad ini, kita akan menjumpai ratusan jamaah yang hampir seluruhnya berjenggot. Mereka juga menggunakan surban, pakaian takwa dan peci putih, yang biasa dipakai umat Islam di Indonesia. Tapi kita juga akan mendapati jamaah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=601&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sesuatu yang unik memasuki Masjid Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Kota. Di masjid yang sudah berusia lebih dua abad ini, kita akan menjumpai ratusan jamaah yang hampir seluruhnya berjenggot. Mereka juga menggunakan surban, pakaian takwa dan peci putih, yang biasa dipakai umat Islam di Indonesia. Tapi kita juga akan mendapati jamaah yang memakai surban dengan baju panjang sampai lutut, untaian tasbih atau tongkat di tangan, janggut berjenggot, dahi hitam, dan aroma minyak cendana, khas jamaah dari Asia Timur. Di masjid ini, jamaah datang dari berbagai negara. Setelah shalat magrib bersama, para jamaah yang dikenal dengan sebutan Jamaah Tabligh ini dengan tekun mendengarkan ceramah yang disampaikan seorang ustaz. <span id="more-601"></span>&#8221;Di sini tidak bicara politik, juga tidak bicara materi, dan tidak bicara masalah-masalah khilafiah,&#8221; kata H Syaifuddin, anggota Jamaah Tabligh dari Bali. Sebelumnya, ketika mengambil wudhu di toilet yang terdapat di samping masjid tertulis kata-kata : &#8221;Dilarang buang air kecil dengan berdiri.&#8221; Seperti dikemukakan mereka, cara berpakaian, bersikap, bertutur kata, dan solidaritas antara umat Islam, benar-benar meniru sunnah Rasulullah. Meneladani persaudaraan seperti yang dilakukan oleh Nabi dengan para sahabat beliau, keramahtamahan antara jamaah sangat tampak sekali. Jamaah tabligh yang memiliki pengikut di 215 negara, dan persaudaraan di antara mereka sangat kuat. Di sini, tidak dikenal strata sosial. Seorang jenderal, artis, dokter, bahkan konglomerat sekalipun, makan dalam satu nampan bersama dengan empat atau lima orang lainnya. Seorang jenderal purnawirawan mantan menteri di era Soeharto yang belakangan tergabung dengan jamaah masjid ini pun, tak canggung makan dalam satu hidangan bersama ikhwan lainnya. Termasuk dengan mantan preman yang telah bertobat dan memilih untuk mengabdi kepada agama melalui Jamaah Tabligh,. &#8221;Di sini tidak ada jamaah yang diistimewakan,&#8221; ujar Syarifudin. Di ruangan bagian belakang masjid, sekitar 100 jamaah tengah membahas rencana kegiatan dakwah yang akan mereka lakukan di berbagai tempat dan masjid di tanah air. Bahkan ada diantara mereka ada yang menawarkan diri untuk dakwah keliling dunia. Perjalanan semacam ini biasanya berlangsung 40 hari. Sedangkan di tanah air, dalam pertemuan itu, para jamaah spontan mengajukan diri untuk berdakwah di berbagai tempat. Kemudian oleh pimpinan pertemuan mereka dibagi-bagi ke beberapa lokasi kegiatan. Ada yang hanya di Jakarta, tapi ada juga yang ke Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Untuk tugas ini, para anggota rela untuk tinggal di masjid-masjid. Makan dan minum semuanya dari kocek mereka sendiri. &#8221;Kita ikhlas melakukan ini semua karena dunia ini kan hanya sementara. Sedangkan akhirat selama-lamanya. Sayangnya banyak orang yang terkecoh dengan gemerlapannya dunia, lupa akhirat dan lupa berdakwah,&#8221; kata salah seorang diantara jamaah, yang juga karyawan sebuah perusahaan multi nasional. Lalu bagaimana dengan izin perusahaan karena tugas dakwah ke daerah maupun luar negeri itu ? Menurut Syarifuddin, sejauh ini tidak ada masalah. &#8221;Kami umumnya sudah meminta izin cuti di luar tanggungan kantor.&#8221; Sementara Umar, seorag mahasiswa yang tinggal di kawasan Ciputat mengatakan kepada Republika tentang prinsip hidupnya. &#8221;Segala perbuatan harus benar-benar ikhlas karena Allah. Yang berbuat baik, tapi tidak ikhlas, dia akan merugi. Apalagi yang berbuat jahat. Untuk ini, saya harus banyak bersilaturahmi pada ikhwan-ikhwan kita,&#8221; katanya. Bagaimana besarnya Jamaah Tabligh, pernah dilaporkan Republika ketika menghadiri Ijtima para jamaah di sisi sungai Tongi, Dakka, Bangladesh, 18 &#8211; 21 Januari 2002. Ijtima yang menjadi tempat berkumpulnya para jamaah Tabligh ini diadakan tiap tahun. Dari Indonesia, yang datang berasal dari berbagai profesi, antara lain pimpinan pondok pesantren, pengusaha muda, eksekutif muda, artis, pedagang kaki lima, pegawai negeri, dan bupati. Artis Gito Rollies adalah salah seorang di antaranya. Ijtima itu dihadiri kurang lebih empat juta orang dari lebih 100 negara. Ajang di Bangladesh ini telah menjadi kegiatan internasional. Sedang di Indonesia, acara serupa pernah diadakan di Medan, Lampung, dan Jakarta. Pendirinya Muslim Tionghoa Masjid Kebon Jeruk sendiri merupakan masjid peninggalan sejarah. Kini, masjid yang berdiri tahun 1786 ini oleh Dinas Kebudayaan dan Permusiuman dilestarikan sebagai salah satu cagar budaya. Pendirinya adalah Tuan Tschoa yang mengepalai Muslim Cina di Batavia antara 1780 &#8211; 1797. Di masjd tua yang telah diperluas ini kita masih dapat menemukan beberapa unsur asli, yang telah berusia lebih 200 tahun. Sebut misalnya empat tiang bersegi empat yang menopang atap yang indah dan jendela ukir di atas pintu-pintu tua. Kendati masjid telah diperluas, tapi unsur asli ini tetap dilestarikan. Ketika terjadi kerusahan dan pembantaian orang Cina yang diperkirakan menewaskan lima ribu hingga 10 ribu orang warga Cina (September 1740), banyak keturunan Cina yang masuk Islam. Mereka menyelamatkan diri dari penganiayaan. Akibatnya, penguasa kolonial Belanda menjadi tidak senang dan mengambil langkah-langkah untuk menyetop warga Tionghoa menjadi Muslim. Alasan Belanda melarang orang Cina masuk Islam karena dianggap sangat merugikan pemerintah kolonial. Karena mengurangi jumlah penduduk yang tidak terkena pajak (pribumi tidak dikenai pajak). Di samping masuknya ke dalam Islam mempermudah pembauran antara mereka dengan pribumi. Apalagi orang Cina yang masuk Islam kemudian mengganti nama Cina dengan nama Islam. Sebagai realisasi dari tindakannya itu, pemerintah kolonial Belanda pada 1745 melarang warga Cina untuk bercampur dengan pribumi. Di Jakarta, paling tidak terdapat tiga buah masjid tua yang dibangun oleh para Muslim keturunan Cina. Dua masjid lainnya adalah Masjid Krukut di Jl Gajah Mada dan Masjid Tambora di Glodok, Jakarta Barat. Di bagian belakang Masjid Kebon Jeruk, terdapat sebuah makam tua yang batu nisannya didapati unsur-unsur Arab dan Tionghoa. Makam ini adalah Makan Nyonya Cai, istri kapiten Cinam pendiri masjid ini. ( Alwi Shahab )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=601&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/30/kesan-pertama-di-kebun-jeruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Salat Berjamaah, PNS Kabupaten Rohul Bakal Dikenai Sanksi</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/08/tak-salat-berjamaah-pns-kabupaten-rohul-bakal-dikenai-sanksi/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/08/tak-salat-berjamaah-pns-kabupaten-rohul-bakal-dikenai-sanksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 02:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Ass.wr.wb, Kebijakan yang Bagus, Luar Biasa, Semoga Rohul mendapatkan keberkahan sholat berjamaah tersebut sebagaimana janji Alloh SWT. Abu Izza Adduri detikNews Rokan Hulu &#8211; Pemkab Rokan Hulu (Rohul) mewajibkan ke seluruh jajaran PNS untuk melaksanakan salat berjamaah. Bagi PNS yang melabrak aturan, akan dikenakan sanski pemotongan dana transportasi. Demikian disampaikan Kelapa Humas Pemkab Rohul, Yusmar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=594&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ass.wr.wb,</p>
<p>Kebijakan yang Bagus, Luar Biasa, Semoga Rohul mendapatkan keberkahan sholat berjamaah tersebut sebagaimana janji Alloh SWT.</p>
<p>Abu Izza Adduri</p></blockquote>
<p><strong></strong> <strong>detikNews Rokan Hulu</strong> &#8211; Pemkab Rokan Hulu (Rohul) mewajibkan ke seluruh jajaran PNS untuk melaksanakan salat berjamaah. Bagi PNS yang melabrak aturan, akan dikenakan sanski pemotongan dana transportasi.</p>
<p>Demikian disampaikan Kelapa Humas Pemkab Rohul, Yusmar kepada <strong>detikcom,</strong> Rabu (08/6/2011). Menurutnya kebijakan pelaksanaan salat berjamaah ini sudah dimulai sejak Bupati Rohul, Achmad dilantik untuk yang kedua kalinya. Salat berjamaah itu diwajibkan saat Juhur dan Ashar yang berpusat di Masjid Agung Islamic Centre di Kota Pasir Pangaraian Ibukota Rohul.<span id="more-594"></span></p>
<p>&#8220;Ada 26 satuan kerja di lingkup Pemkab Rohul dengan jumlah pegawai sekitar 2.100 orang. Seluruhnya wajib mengikuti aturan yang ada. Sedangkan satu dinas yakni Perhubungan tidak melaksanakan salat berjamaah di tempat yang sama, karena jarak kantornya sangat jauh. Namun mereka berjamaah di masjid di lingkungan kantor sendiri,&#8221; kata Yusmas.</p>
<p>Penerapan ini sudah berjalan sejak Mei lalu. Awalnya, para PNS diabsensi dari masing-masing satuan kerja. Namun belakangan diketahui, ada PNS yang tidak salat, namun menitipkan tanda tangan pada rekan-rekannya.</p>
<p>Yusmar menjelaskan, dengan temuan adanya titipan tanda tangan tersebut, kini sejak Juni diberlakukan dengan sistem sidik jari digital. Ada 10 alat sidik jari digital yang kini terpasang di pintu masuk masjid tersebut.</p>
<p>&#8220;Kini dengan adanya alat tersebut, sehingga PNS tidak dapat lagi berbohong. Mereka wajib melakukan sidik jari sesaat akan melaksanakan salat berjamaah juhur dan ashar,&#8221; kata Yusmar.</p>
<p>Dia menjelaskan, bagi PNS yang tidak melaksanakan salat berjamaah, maka Pemkab Rohul dengan tegas memberikan sanksi berupa pemotongan dana tunjangan transportasi yang diberikan pada seluruh PNS. Tunjangan transportasi itu bervariasi tergantung golongan dan jabatan.</p>
<p>&#8220;Di lingkup Pemkab Rohul, minimal setiap PNS menerima tunjangan transportasi Rp 1 juta rupiah. Tunjangan ini yang akan dipotong bila PNS dalam sebulan 3 kali tidak mengikuti salat berjamaah. Namun gaji pokok tidak dipotong, mereka tetap menerima gaji pokonya selaku PNS,&#8221; kata Yusmar.</p>
<p>Penerapan aturan ini, untuk membina mental para PNS dan mewujudkan Rohul sebagai daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk. Karena itulah, PNS harus dapat mengikuti aturan yang ada.</p>
<p>&#8220;Pro dan kontra memang ada dalam masalah ini. Namun kami melihatnya, salat merupakan kewajiban bagi umat Islam. Kalaupun ada kritikan yang membangun atas kebjikan ini, akan kami jadikan masukan,&#8221; kata Yusmar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=594&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/08/tak-salat-berjamaah-pns-kabupaten-rohul-bakal-dikenai-sanksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Menjadi Ruqaiyyah, Rosalyn Rushbrook Adalah Penulis Buku-buku Nasrani</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/07/sebelum-menjadi-ruqaiyyah-rosalyn-rushbrook-adalah-penulis-buku-buku-nasrani/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/07/sebelum-menjadi-ruqaiyyah-rosalyn-rushbrook-adalah-penulis-buku-buku-nasrani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 07:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Ass.wr.wb, Sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi mualaf, apalagi yang sudah punya nama dan mapan secara duniawi. Semoga Istiqomah. Abu Izza Adduri REPUBLIKA.CO.ID, LONDON &#8211; Menyebut nama Rosalyn Rushbrook, publik Inggris pasti akan segera ingat buku-buku pengetahuan dasar Kristen. Peraih gelar sarjana teologi di Hull University ini memang aktif menulis buku-buku bertema Kristen untuk penerbit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=589&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ass.wr.wb,</p>
<p>Sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi mualaf, apalagi yang sudah punya nama dan mapan secara duniawi. Semoga Istiqomah.</p>
<p>Abu Izza Adduri</p></blockquote>
<div id="newstext">
<p>REPUBLIKA.CO.ID, LONDON &#8211; Menyebut nama Rosalyn Rushbrook, publik Inggris pasti akan segera ingat buku-buku pengetahuan dasar Kristen. Peraih gelar sarjana teologi di Hull University ini memang aktif menulis buku-buku bertema Kristen untuk penerbit beberapa arus utama. Bahkan, beberapa bukunya direkomendasikan untuk mengajaran di banyak sekolah di Inggris.</p>
<p>Wanita kelahiran tahun 1942 ini menikah dengan penyair George Morris Kendrick pada tahun 1964 dan kemudian memiliki dua anak. Pernikahan mereka berakhir setelah suaminya berpindah menganut agama Scientologis tahun 1986.<span id="more-589"></span></p>
<p>Akhir tahun 1986, ia menemukan hidayah. Ia menerima Islam dan mengganti namanya menjadi Ruqaiyyah.</p>
<p>Pada tahun 1990 ia menikah dengan seorang pria kelahiran Pakistan, Waris Maqsood Ali. Namun sembilan tahun kemudian mereka bercerai karena Waris menikahi sepupunya yang masih muda di Pakistan, demi memungkinkan status istri barunya menjadi warga Inggris.</p>
<p>Setelah menjadi Muslim, ia aktif menulis buku-buku keislaman. Ia menjabat sebagai Kepala Studi Keagamaan di William Gee High School, Hull, Inggris. Ia telah menulis lebih dari empat puluh buku tentang berbagai aspek agama, berkonsentrasi pada antara lain indahnya menganut Islam dan pedoman bagi para mualaf.</p>
<p>Banyak dari buku-bukunya diterbitkan oleh Goodword Press dari New Delhi, termasuk Living Islam, The Muslim Prayer Encyclopedia, dan buku-buku konsultasi bagi remaja. Dia pernah diundang oleh Hodder Headlines untuk menulis buku Islam dalam bab World Faiths dalam seri buku populer di seluruh dunia, Teach Yourself</p>
<p>Dia juga telah menciptakan program yang memungkinkan siswa untuk mempelajari Islam. Buku berjudul Islam ini diterbitkan oleh Heinemann Press pada tahun 1986 dan terus dicetak ulang, dan Do-it-Yourself Coursebook untuk menyertainya yang diterbitkan oleh IPCI. Buku ini telah digunakan secara luas di sekolah-sekolah Inggris selama lebih dari 20 tahun, dan studi DIY kini telah diambil oleh banyak orang mahasiswa, dan kelompok swasta tidak hanya di Inggris tapi di beberapa negara.</p>
<p>Dia ada di antara Muslim Inggris pertama yang menerima penghargaan Muslim News Awards for Excellence pada tahun 2001, dan Muhammad Iqbal Award untuk Kreativitas dalam pemikiran Islam.</p>
<p>Berikut petikan wawancaranya dengan BBC soal keislamannya:</p>
<p><strong>Bagaimana menjadi mualaf di mata Anda?</strong></p>
<p>Tak ada yang lebih mudah dari berpindah menjadi Muslim &#8211; momen ketika kita menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa Allah itu memang ada, dan seorang pria kelahiran Arab bernama Muhammad adalah utusan-Nya. Kemudian kita bersyahadat. Ini langkah pertama kita menjadi Muslim. Bertakwa, kemudian hati menjadi ihsan.</p>
<p>Dari segi sosial, Islam harus menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Bagi mualaf perempuan, maka artinya ada pertaruhan besar menyangkut pembangunan kepercayaan diri. Tak hanya karena cara berbusana juga berubah &#8212; yang pasti akan disertai perubahan sikap keluarga dan orang-orang terdekat &#8212; juga Anda harus bersiap tak disapa seorang pria pun di masjid manapun yang Anda masuki (ia menyampaikannya dengan sedikit bercanda).</p>
<p><strong>Bagimana makna menerima keyakinan Islam?</strong></p>
<p>Menjadi Muslim, artinya mendapatkan keyakinan universal. Kita tak perlu berpura-pura menjadi orang Arab atau Pakistan, untuk merasa memiliki dan dimiliki oleh Islam.</p>
<p>Kita sekarang tahu ada Muslim di setiap tempat di dunia, dari Eskimo hingga Aborigin.</p>
<p>Kita mungkin mengambil nama Arab, atau kita dapat memilih untuk menjaga nama lama kita, itu tidak terlalu penting.</p>
<p><strong>Ada kekecewaan setelah menjadi Muslim?</strong></p>
<p>Kita telah menjadi cukup dewasa untuk menyadari bahwa tidak setiap Muslim adalah orang suci. Mereka adalah juga manusia biasa dan kebanyakan dari kita jauh dari sempurna.</p>
<p>Kita mungkin akan  mendapatkan kekecewaan menemukan bahwa tidak setiap Muslim  hidup dengan cara muslim. Tapi al ini tidak membuat kami menyerah atau menuduh mereka bagian dari kemunafikan, kita hanya melakukan yang terbaik untuk hidup kita sendiri dengan cara terbaik yang kita bisa.</p>
<p>Beberapa Muslim sangat spiritual dalam arti Islam benar-benar menjadi tuntunan hidupnya, sementara beberapa hanya ritualistik dalam berislam.</p>
<p>Tapi kami para Muslim &#8216;pendatang&#8217; semakin merasa kita dapat mengambil tempat bersama yang lain dalam hal ini umat yang luas atau keluarga, dan selama kita melakukan yang terbaik, Allah akan memberikan balasan atas niat baik kita.</p>
</div>
<div><strong>Redaktur:</strong> Siwi Tri Puji B</div>
<div><strong>Sumber:</strong> BBC, Islam for Today</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=589&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/06/07/sebelum-menjadi-ruqaiyyah-rosalyn-rushbrook-adalah-penulis-buku-buku-nasrani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/03/11/kalah%e2%80%99-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/03/11/kalah%e2%80%99-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 09:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Subhanalloh, Kisah hidup Dr. Jeffrey Lang ini adalah salah satu kisah pencarian hakikat makna kehidupan yang inspiratif dalam berinteraksi dengan Alquran. Memang demikianlah, semakin dalam kita menyelam ke Samudra Alquran, maka akan semakin jauh kita dapatkan kedamaian dan keindahan hidup. Alquran merupakan penghibur hati insan di saat senang dan duka melebihi lagu dan musik apapun. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=587&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Subhanalloh,<br />
Kisah hidup Dr. Jeffrey Lang ini adalah salah satu kisah pencarian hakikat makna kehidupan yang inspiratif dalam berinteraksi dengan Alquran. Memang demikianlah, semakin dalam kita menyelam ke Samudra Alquran, maka akan semakin jauh kita dapatkan kedamaian dan keindahan hidup. Alquran merupakan penghibur hati insan di saat senang dan duka melebihi lagu dan musik apapun. Ia menjadi teman saat sendiri maupun bersama melebihi saudara kandung. Ia membangun semangat kerja dan berprestasi melebihi motivator manapun. Ia adalah pengawas dan pengontrol perilaku kita melebihi satuan pengawasan apapun. Ia menjadi arah bagi hidup kita melebihi buku manual manapun. Sayangnya, tidak semua orang mendapatkan hidayah dan taufiq-Nya untuk sampai pada relung-relung kedalaman samudra Alqur&#8217;an.<span id="more-587"></span>&nbsp;</p>
<p>Seorang ulama memberikan nasehat: jika kita ingin mencicipi (sampai pada tahap awal) kedamaian Al Quran maka kita harus mau menceburkan diri dalam liku-liku huruf-huruf dan makna Al Quran. Minimal kita harus membaca 1 juzz dalam sehari. Sehingga 1 bulan kita khatam 30 juzz (ini adalah tahap awal). Jika itu kita lakukan maka akan ada perubahan-perubahan dalam suasana hati kita, menjadi lebih tentram dan damai. Fikiran kita menjadi lebih jernih. Sedikit demi sedikit akan hilang fikiran-fikiran ngeres dan buruk sangka yang sering mencengkeram qolbu tanpa kita sadari. Beban-beban yang mengelayuti saraf-saraf kita sedikit demi sedikit luruh. Maka pelan dan pelan seluruh peredaran darah kita akan terkonfigurasi ulang dengan ramuan-ramuan Alquran. Ini kemudian menumbuhkan energi positif di seluruh panca indera kita. Alhasil, akan muncul &#8220;hikmah&#8221; dalam setiap kata dan perbuatan kita secara di bawah sadar mengikuti hikmah Alquran.</p>
<p>Sering kita dengar dari ustadz bagaimana Rosululloh SAW bergemuruh dadanya dalam sholat karena isak tangis beliau ketika melantunkan ayat-ayat AlQuran. Dalam satu rakaat sholat beliau bisa membaca 3 juzz dan terus menyelam dalam kedalaman Samudra Alquran. Demikian pula sahabat-sahabat beliau dan golongan tabiit tabiin mereka semuanya hanyut dalam musikal Alquran. Namun hari ini karena perangkap kesibukan bekerja yang luar biasa, suasana hati seperti ini tidak terjadi pada kita. Bahkan mungkin kita belum pernah melihat orang hanyut dalam bacaan alquran dan berdiri dalam sholat sampai satu jam misalnya.</p>
<p>Apapaun itu, Alloh SWT telah memberikan nikmat yang sangat besar bagi kita semua umat Islam dan telah dihidangkan secara sempurna di depan kita. Kini saatnya kita mulai melangkahkan kaki kita untuk sedikit menyelam dalam samudra Alquran. Semoga Alloh SWT memberi taufik dan hidayah-Nya untuk kita semua jamaah ar-Royyan. Amiiin.</p>
</div>
<div><strong>Abu Izza Adduri</strong></div>
<div></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>
<h2><a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/03/07/167865-kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam" target="_blank">Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam</a></h2>
<p>Senin, 07 Maret 2011, 19:27 WIB</p>
<div>
<div><a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/03/07/167865-kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam#" target="_blank"></a> <a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/03/07/167865-kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam#" target="_blank"></a> <a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/03/07/167865-kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam#" target="_blank"></a></div>
</div>
<div>
<div>
<p>REPUBLIKA.CO.ID-Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.</p>
<p>Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.</p>
<p>Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.</p>
<p>Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:</p>
<p><em>Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.</em></p>
<p><em>Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.</em></p>
<p><em>Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.</em></p>
<p><em>Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.</em></p>
<p>Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.</p>
<p>Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.</p>
<p>“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.</p>
<p>Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”</p>
<p>“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.</p>
<p>“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”</p>
<p>Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.</p>
<p>Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.</p>
<p>Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.</p>
<p>“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”</p>
<p>“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”</p>
<p>Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.</p>
<p>Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.</p>
<p>Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS:  Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.</p>
<p>Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu ia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia delapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”</p>
<p>“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia delapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat karena Tuhan ingin kita melakukannya’,”</p>
<p>“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan coba yang terbaik untuk menjawan pertanyaan kamu.”</p>
<p>Sumber: Republika</p>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/587/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=587&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/03/11/kalah%e2%80%99-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang-menerima-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/di-depan-akademisi-cambridge-mantan-pastor-itu-berkisah-kenapa-pilih-islam/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/di-depan-akademisi-cambridge-mantan-pastor-itu-berkisah-kenapa-pilih-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 04:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Idris Tawfiq REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Bukan saya yang mencari Islam, Islam yang menemukan saya,&#8221; kata Idris Tawfiq. Ia berbicara di depan akademisi dan keluarga besar universitas papan atas Inggris, Cambridge. Di perguruan tinggi ini tengah dihajat acara tahunan Experience Islam Week, acara untuk pengenalan Islam dan toleransi. Ia mengaku, tak ada masalah dengan masa lalunya. &#8220;Saya mencintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=581&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><img title="Idris Tawfiq" src="http://static.republika.co.id/images/idris_tawfiq_110217155541.jpg" alt="Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam" width="360" height="260" /></p>
<div>Idris Tawfiq</div>
</div>
</div>
<div>
<div id="newstext">
<p>REPUBLIKA.CO.ID, &#8220;Bukan saya yang mencari Islam, Islam yang menemukan saya,&#8221; kata Idris Tawfiq. Ia berbicara di depan akademisi dan keluarga besar universitas papan atas Inggris, Cambridge. Di perguruan tinggi ini tengah dihajat acara tahunan Experience Islam Week, acara untuk pengenalan Islam dan toleransi.</p>
<p>Ia mengaku, tak ada masalah dengan masa lalunya. &#8220;Saya mencintai pekerjaan dan masa lalu saya, namun hati saya seperti dipandu memilih Islam,&#8221; katanya. &#8220;Setelah menjadi Muslim, saya menemukan kedamaian yang tak pernah saya temukan sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Menurutnya, keputusannya memilih Islam adalah keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia masih melakukan pelayanan, ketika kemudian hatinya berbicara lain. Sampai suatu saat, timbul keberanian untuk menyatakan behenti dan mundur. &#8220;Saya merasa sendiri setelah itu,&#8221; katanya.<span id="more-581"></span></p>
<p>Pertama kali, ia menyatakan berhenti menjadi pastor. Namun, ia tetap memegang kayakinan lamanya, sambil terus belajar Islam. &#8220;Saya tidak bermaksud mengubah iman saya itu bukan bagian dari rencana saya sama sekali,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyatakan, tinggal dan besar di Inggris selama 40 tahun, ia punya pandangan stereotip tentang Muslim. Tapi saat liburan di Mesir, ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan mengatakan bahwa ia mulai menyadari persepsi tentang keyakinan Islam. &#8220;Keyakinan lama saya perlahan luntur, dan Islam menjadi lebih menarik perhatian saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, ajaran Islam sebenarnya sangat indah. &#8220;tak benar Islam mengajarkan kekerasan. &#8220;Jika Anda menyelami ajaran Islam, Anda akan menemukan ajaran agama ini benar-benar sangat indah, sangat lembut, dan manis,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyarankan satu hal bagi mereka yang tengah belajar Islam. &#8220;Sebelum Anda membuah keputusan, tarik nafas dalam-dalam dan dengarkan apa kata Islam. Kemudian, penahi pola pikir Anda,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat ini, Tawfiq memutuskan untuk tinggal di Mesir. Ia mengaku tak gamang dengan perubahan politik di negeri itu. &#8220;Satu hal yang diajarkan Islam adalah, jangan pernah terkejut dengan apapun yang datang dalam kehidupan kita. Di Mesir, semua terbukti. Siapa yang menduga hanya dalam tiga pekan tiran yang 30 tahun lebih berkuasa bisa tumbang,&#8221; katanya.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=581&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/di-depan-akademisi-cambridge-mantan-pastor-itu-berkisah-kenapa-pilih-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/images/idris_tawfiq_110217155541.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Idris Tawfiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>John Clenn Howell: Ada yang salah dengan cara masyarakat Barat memandang Muslim secara keseluruhan</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/john-clenn-howell-ada-yang-salah-dengan-cara-masyarakat-memandang-muslim-secara-keseluruhan/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/john-clenn-howell-ada-yang-salah-dengan-cara-masyarakat-memandang-muslim-secara-keseluruhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 04:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[John Clenn Howell REPUBLIKA.CO.ID, COLOMBUS, AS &#8211; Keingintahuan besar John Clenn Howell terhadap Islam terus mengusiknya. Ia tak sekedar bertanya tapi juga mengamati mereka. &#8220;Terlihat gamblang bagi saya bahwa ada yang salah dengan cara masyarakat memandang Muslim secara keseluruhan,&#8221; tuturnya. Hanya dengan obeservasi sederhana pria kelahiran 17 Oktober 1973 silam ini cukup yakin untuk menyimpulkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=579&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="John Clenn Howell" src="http://static.republika.co.id/images/john_clenn_howell_110228022641.jpg" alt="'Saya tidak Agamis dan tak Pernah Menyangka Menjadi Religius'" width="360" height="260" /></p>
<div>John Clenn Howell</div>
<p>REPUBLIKA.CO.ID, COLOMBUS, AS &#8211; Keingintahuan besar John Clenn Howell terhadap Islam terus mengusiknya. Ia tak sekedar bertanya tapi juga mengamati mereka. &#8220;Terlihat gamblang bagi saya bahwa ada yang salah dengan cara masyarakat memandang Muslim secara keseluruhan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Hanya dengan obeservasi sederhana pria kelahiran 17 Oktober 1973 silam ini cukup yakin untuk menyimpulkan bahwa mayoritas besar Muslim adalah normal. Malah, ia menilai mereka sama sekali jauh dari potret fanatik haus darah yang kerap dimunculkan di televisi.</p>
<p>Mengingat dalam Muslim ada pula individu yang menyimpang, maka, ia berpikir Islam pun  bukan ajaran sesat. &#8220;Sama dengan Nasrani yang juga tidak terkait dengan ulah orang-orang semacam Timothy McVeigh, David Koresh dan Jim Jones,&#8221;</p>
<p>Rasa penasaran Howell berlanjut. Ia pun mulai membaca Al Qur&#8217;an dan diluar dugaan, banyak isi dalam kitab suci itu yang akrab baginya. &#8220;Ini sangat mengejutkan. Pasalnya ketika saya membuka Al Qur&#8217;an saya tidak berharap menemukan sesuatu yang saya kenali,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Islam, menurut Howell, sangat berbeda dengan yang ia sangkakan. &#8220;Saya langsung memahami dan sepakat dengan pilar utama yang merupakan pengakuan bahwa tidak ada sesuatu yang layak disembah selain Tuhan.<span id="more-579"></span></p>
<p>&#8220;Tiba-tiba saya meyakini semua penjelsan tentang Tuhan yang saya temukan di Al Qur&#8217;an. Di antara semua penjelasan yang paling mempengaruhi saya adalah kalimat dalam Surah Al Ikhlas,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia juga mengetahui bahwa Allah, dalam nama Arab adalah Tuhan yang sama yang diserukan para Nabi untuk disembah, Tuhannya Ibrahim, Musa, Jesus dan Muhammad saw. &#8220;Informasi yang mengungkap kebenaran Allah, ditambah dengan sebuah pernyataan dari Kitab-Nya memberi cukup alasan bagi saya untuk bertindak.</p>
<p>Pernyataan itu adalah, &#8220;Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribabah kepada Ku (Adh-Dhariyat 51:56)</p>
<p>Howel meyakini Islam adalah agama asli, mutlak, murni monoteisme dan menolak total bentuk-bentuk politeisme atau menyembah berhala atau dewa. &#8220;Sangat jelas sangat jelas bagi saya bahwa ini adalah satu-satunya jalan hidup sempurna bagi setiap manusia yang bebas dari unsur ras dan ideologi. Pencarian saya terhadap Kebenaran Universal menuntun saya kepada Islam,&#8221;</p>
<p>Pada 1999 ia mengambil keputusan besar. Ia memeluk Islam kala berusia 26 tahun. &#8220;Itu mengubah  hidup saya keseluruhan dan saya mulai mempraktekkan ajaran Islam langkah demi selangkah, sedikit demi sedikit,&#8221;</p>
<p>Awalnya ia tidak memberitahukan hal itu kepada teman-teman dekatnya karena takut menghadapi penolakan dan ejekan. Toh, akhirnya mereka mengetahui ketika ia mulai mengenakan baju-baju Muslim dan mulai menolak melakukan perbuatan buruk.</p>
<p>&#8220;Terus terang, saya terasing dari banyak orang. Saya biasa pergi dengan mereka, dan perubahan ini membuat saya berjarak dengan teman-teman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Beberapa teman masih berhubungan&#8211;namun dengan sikap hati-hati. &#8220;Akhirnya setelah bertahun-tahun mereka yang benar-benar dekat tahu bahwa saya masih seperti  Howell yang dulu, akhirnya mereka menghormati keputusan saya apa adanya,&#8221; tutur Howell kepada Republika.co.id lewat surat elektroniknya pekan lalu.</p>
<p>&#8220;Saya memutus hubungan dengan masa lalu dan saya tidak lagi menoleh kebelakang. Saya berupaya sangat keras membersihkan diri,&#8221; tuturnya. Howel mengakui itu adalah hal terberat baginya.</p>
<p>&#8220;Saya akui, gaya hidup sebelum masuk Islam bisa membunuh saya bila terus saya lanjutkan. Saya banyak bereksperimen dengan hal berbahaya, termasuk menggunakan obat dan narkotika ketika mencoba meluaskan kesadaran untuk mencari kebenaran,&#8221; tutur Howell dalam suratnya.</p>
<p>Ia mengaku bukan orang yang religius. &#8220;Saya sendiri tidak pernah membayangkan diri saya bisa menjadi religius,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, menurut Howell, kesulitan paling nyata setelah memeluk Islam ialah berjuang mengatasi dirinya sendiri. &#8220;Butuh perjuangan mengubah kehidupan agar sejalan dengan Islam, terutama di negara non-Muslim dengan orang-orang yang jahil, tak peduli dan salah memahami Islam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tapi bila anda bertanya kepada saya sepuluh tahun lalu, saya tak bisa berujar seperti ini,&#8221; kata Howell. &#8220;Semua berubah menjadi lebih baik dari yang saya harapkan dan itu tidak lain karena Allah yang telah memandu saya. Saya sungguh bersyukur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua orang sama dan sederajat seperti gigi-gigi sisir,&#8221; ujarnya membuat analogi. &#8220;Semua adalah anak cucu Adam dan diciptakan dari tanah. Tak ada yang superior, tak berlaku pada Arab dibanding non-Arab atau kulit putih terhadap kulit hitam, kecuali ketakwaan mereka,&#8221; tegasnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=579&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2011/02/28/john-clenn-howell-ada-yang-salah-dengan-cara-masyarakat-memandang-muslim-secara-keseluruhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/images/john_clenn_howell_110228022641.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">John Clenn Howell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Hadits Dhoif Harus Dibuang? Hanya Orang-Orang Yang Baru Ngaji Kemarin Sore Yang Bilang Begitu, Atau Ngajinya Cuman Di Internet&#8230;Atau Radio&#8230;</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/11/10/benarkah-hadits-dhoif-harus-dibuang-hanya-orang-orang-yang-baru-ngaji-kemarin-sore-yang-bilang-begitu-atau-ngajinya-cuman-di-internet/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/11/10/benarkah-hadits-dhoif-harus-dibuang-hanya-orang-orang-yang-baru-ngaji-kemarin-sore-yang-bilang-begitu-atau-ngajinya-cuman-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 06:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian dari kaum muslimin mendudukan hadist dho&#8217;if seperti halnya hadist maudhu&#8217; atau buatan lantas bagaimana kedudukan hadist itu sendiri dalam hukum islam dan bagaimana kita menyikapi hadist dho&#8217;if itu? Jawab: Hadits dho&#8217;if tidaklah sama dengan hadits maudhu&#8217;. Hadits dho&#8217;if adalah hadits yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, bukan hadits yang dikarang-karang atau yang dibuat-buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=574&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian dari kaum muslimin mendudukan hadist <em>dho&#8217;if</em> seperti halnya hadist <em>maudhu&#8217;</em> atau buatan lantas bagaimana kedudukan hadist itu sendiri dalam hukum islam dan bagaimana kita menyikapi hadist <em>dho&#8217;if </em>itu?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Hadits <em>dho&#8217;if </em>tidaklah sama dengan hadits <em>maudhu&#8217;</em>. Hadits dho&#8217;if adalah hadits yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, bukan hadits yang dikarang-karang atau yang dibuat-buat oleh sembarang manusia. Hanya saja salah satu pemangkunya (sanadnya) ada yang terputus sehingga hadits itu menjadi dhoif, tapi tetap saja hadits dhoif bukan hadits palsu!</p>
<p>Zaman awal Islam mulai berkembang, hadits tidaklah dituliskan oleh para sahabat Nabi. Hal ini terjadi karena nabi melarang menuliskan hadits-hadits baginda yang mulia. Rasul bersabda: “<em>La taktubul hadits!”</em> Janganlah kamu menuliskan hadits, <em>Uktubul Qur&#8217;an!</em> Tuliskanlah al Qur&#8217;an. (HR Muslim).<span id="more-574"></span></p>
<p>Dengan demikian, maka hadits hanya beredar di kalangan sahabat melalui hafalan dari satu orang ke orang lain. Hal ini berlangsung sampai tahun ke-100 Hijriyah. Saat itu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mulai khawatir akan perkembangan hadits. Ada jutaan orang yang sudah memeluk agama islam, dan generasi pun telah berubah, tidak lagi terdiri dari sahabat-sahabat Nabi yang terkenal sangat jujur, tapi juga telah muncul orang-orang di luar komunitas Arab yang sama sekali tidak jumpa Nabi. Dan, di antara mereka  ada yang kurang mujahadah dalam agama. Saat itu, mulailah muncul tukang-tukang penjual cerita yang di antara mereka bahkan berani mengarang-ngarang hadits, dan mengatakan bahwa hadits karangannya itu berasal dari Nabi. Hal ini ini membuat para Ulama mulai khawatir.</p>
<p>Akhirnya dibuatlah sebuah tindakan <em>bid&#8217;ah hasanah</em> oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan memerintahkan ditulisnya hadits-hadits Nabi, sesuatu yang sebelumnya merupakan hal yang sangat dilarang oleh  Baginda Nabi. (Ini membuktikan bahwa para Ulama zaman Ta&#8217;biin, yakni orang yang sempat bertemu dengan Sahabat Nabi, telah sepakat  bahwa ada <em>bid&#8217;ah yang</em> <em>hasanah</em> alias bid&#8217;ah yang baik dan akan diberi pahala oleh Allah orang yang  melakukannya. Salah satunya adalah dilakukannya penulisan dan pengumpulan hadits. Hal ini sangat bertentangan dengan faham sekelompok kecil umat Islam yang mengatakan bahwa semua <em>bid&#8217;ah itu adalah sesat</em> dan semua para pelakunya kelak akan dicampakkan ke dalam neraka).</p>
<p>Alhamdulillah muncullah ilmu baru dalam dunia Islam yakni ilmu Musthalah  Hadits. Di antaranya adalah ilmu sanad hadits, yakni memeriksa suatu hadits itu dari orang-orang yang menghafal dan menyampaikannya terus diurut ke atas sampai kepada shahabat dan bersumber kepada Nabi. Jika para pemangkunya (sanadnya) tidak terputus, terus bersambung kepada Nabi, dan secara matan juga bagus maka hadits itu dinyatakan sebagai hadits shohih. Namun, jika ada sanad yang terputus maka hadits tersebut disebut hadits dhoif.</p>
<p>Saat itu jenis hadits hanya ada tiga saja, <em>pertama</em> hadits shohih, <em>kedua</em> hadits dhoif, dan <em>ketiga</em> disebut hadits maudhu&#8217;, yang pada hakekatnya hadits palsu.</p>
<p>Kelak Ilmu Hadits makin maju dan berkembang dan istilah derajat hadits pun bertambah pula. Ada hadits shohih, hadits hasan lidzatihi, hadits hasan lighoirihi, hadits mutawatir lafdzi, mutawatir ma&#8217;nawi, hadits dhoif, munkar, dan maudhu&#8217; dll.</p>
<p><strong>Kedudukan hadits Dhoif</strong></p>
<p>Semua madzhab Imam yang Empat yakni Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi&#8217;i dan Imam Hambali sepakat bahwa hadits dhoif tidak boleh dibuang semuanya, karena hadits dhoif adalah hadits Rasulullah yang berderajat dhoif, bukan hadits maudhu&#8217;. Imam Hambali, madzhab beliau dipakai di Saudi Arabia dalam Mahkamah Syari&#8217;ah di sana, memutuskan bisa mengambil hukum dengan bersandar pada hadits dhoif sekalipun, jika saja tidak didapati ada hadits yang shohih dalam perkara tersebut. Imam Syafi&#8217;i memakai hadits dhoif sebagai penyemangat dalam beramal (fadhoilul a&#8217;mal). Demikian juga halnya Imam Hanafi dan Imam Maliki.</p>
<p>Sebagai contoh: Imam Hambali mengambil hukum bersentuhnya kulit antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahrom membatalkan wudhu’. Padahal hadits ini kedudukannya dhaif, diriwayatkan dari Aisyah ra. Meskipun demikian ulama empat mazhab tidak pernah menyesatkan Imam Hambali atas tindakan beliau yang mengutip hadits dhaif sebagai dalil untuk menegakkan hukum (hujjah).</p>
<p>Kenapa hadits dhoif tidak serta merta dibuang? Logikanya begini!</p>
<p>Imam Hambali umpamanya. Beliau menghafal sejuta hadits lengkap dengan sanad-sanadnya. Namun kenyataannya, hadits yang beliau hafal itu hanya sempat dituliskan sebanyak 27.688 buah hadits. Nah, kemana perginya yang 970 ribuan hadits lagi? Semua yang tersisa itu Tentu karena TIDAK DAPAT DITULISKAN, BUKAN KARENA DIBUANG begitu saja! Hal ini disebabkan karena kesibukan sang Imam dalam mengajar sehari-hari, menjawab pertanyaan masyarakat, memberi fatwa dan juga beribadah untuk dirinya sendiri. Sebagaimana diriwayatkan bahwa Imam Hambali setiap malam melakukan sholat sekitar 300 rakaat banyaknya. Belum lagi karena keterbatasan peralatan saat itu. Kertas belum banyak, juga tinta dan pena masih sangat sederhana. Sementara mesin ketik, alat cetak, apalagi computer sama sekali belum ada. Sebab itulah sedikit sekali hadits yang beliau hafal itu yang sempat ditulis dan sampai kepada kita.</p>
<p>Namun demikian, tidaklah serta merta hadits-hadits yang tidak sempat ditulis itu terbusng dan hilang begitu saja. Para murid yang setiap hari bergaul dengan sang guru pasti sempat memperhatikan dan menghafal setiap gerak langkah sang guru. Dan, gerak langkah sang guru ini pastilah sesuai dengan tuntunan sejuta hadits yang beliau hafal di dadanya. Sehingga kelak setelah sang guru wafat para muridnya mulai menulis dalam berbagai masalah dengan rujukan perilaku atau fiil sang guru tersebut. Prilaku sang guru tersebut kemudian hari dituliskan juga sebagai hadits yang terwarisi oleh kita sehingga kini.</p>
<p>Dalam rangka memilah dan memilih hadits dhaif para ulama hadits empat mazhab membagi-baginya dalam berbagai bagian. Ada yang membaginya ke dalam 42 bagian, ada yang membaginya menjadi 49 bagian dan ada yang membaginya ke dalam 89 bagian. Hadits-hadits inilah yang dipilah dan dipilih dan sebagiannya dapat diamalkan juga karena dhaifnya tidak keterlaluan.</p>
<p>Ulama hadits bukanlah sembarangan orang. Mereka memiliki ukuran tersendiri agar masuk ke dalam golongan ulama hadits. Ada ulama hadits yang sampai derajat <em>hafizh</em>, yakni mereka yang telah menghafal 100 ribu hadits lengkap dengan sanad-sanadnya. Di atas derajat hafizh ada yang disebut ulama <em>hujjah</em>, yakni mereka yang menghafal 300 ribu hadits beserta sanad-sanadnya. Di atas kedua derajat ini ada lagi  yang dinamai <em>hakim</em>, yakni yang kemampuannya diatas hafizh dan hujjah. Dahsyat bukan?</p>
<p>Sayangnya, ada segelintir manusia akhir zaman, yang mana dia bukan seorang <em>hafizh</em>, bukan pula seorang <em> hujjah</em> apalagi seorang <em>hakim</em>, tetapi anehnya mereka berani bersuara lantang mengkritik dan menuduh sesat amal serta keputusan ulama-ulama hadits terdahulu. Kata mereka hadits ini dhoif, hadits itu mauhdu’, hadits ini munkar menyalahi pendapat ahli hadits tempo dulu, padahal mereka tidak pernah sekalipun bertemu dengan salah seorang pemangku (sanad) dari hadits yang mereka kritik itu. Sementara yang mereka caci itu justru orang-orang yang pernah kenal, bertemu dan bergaul langsung dengan para sanad tersebut. Lantas, ketika mereka sudah mengatakan sanad ini dan sanad itu terpercaya, tiba-tiba muncul manusia yang lahir entah zaman kapan dan hanya bermodal membaca buku di perpustakaan, seenaknya saja menyalahkan ulama-ulama hadits tempo dulu, dan merasa paling benar. <em>Innalillahi wa inna ilaihi raji’un!</em> . Lalu mereka yang manakah yang patut kita percaya?</p>
<p>Sebagai contoh sebuah persoalan adalah masalah qunut shubuh. Imam Syafi’I, Imam Hakim, Imam Daruquthni, dan Imam Baihaqi sepakat mengatakan bahwa hadits qunut shubuh adalah shahih, sanadnya bagus, dan mengamalkannya adalah sunat. Tiba-tiba muncul manusia zaman sekarang dengan modal nekat berani mengatakan qunut shubuh itu bid’ah, dan seluruh pelakunya akan dicampakkan ke dalam neraka. Padahal, seluruh ulama Imam Empat Madzhab tidak pernah mengatakan qunut shubuh itu bid’ah meskipun mereka tidak mengamalkannya.</p>
<p>Sekarang terserah anda mau percaya ulama hadits yang telah teruji tempo dulu, atau orang-orang nekat akhir zaman yang rusak ini! <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>Sumber: Tengku Zulkarnaen</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=574&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/11/10/benarkah-hadits-dhoif-harus-dibuang-hanya-orang-orang-yang-baru-ngaji-kemarin-sore-yang-bilang-begitu-atau-ngajinya-cuman-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan Bay Wahab Untuk Umat</title>
		<link>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/10/04/pesan-bay-wahab-untuk-umat/</link>
		<comments>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/10/04/pesan-bay-wahab-untuk-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 03:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dalamdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawab Kritikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dalamdakwah.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh Bay Wahab (Orang Pakistan yang telah lama dalam usaha da’wah Rasulullah SAW) : 1.      Kita dikirim oleh Allah SWT ke dunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya. 2.      Hendaknya kita jangan merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=570&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh Bay Wahab (Orang Pakistan yang telah lama dalam usaha da’wah Rasulullah SAW) :</p>
<p>1.      Kita dikirim oleh Allah SWT ke dunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya.</p>
<p>2.      Hendaknya kita jangan merasa menjadi orang indonesia, atau orang jakarta, atau orang pakistan, atau lainnya, tapi hendaklah kita merasa diri kita ini adalah umat Rasululah SAW.</p>
<p>3.      Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang dikirim untuk seluruh manusia seluruh alam hingga hari kiamat, nabi-nabi terdahulu hanya dikirim untuk kaumnya atau negaranya saja, dikatakan kepada nabi Isa as itu ada manusia kufur kepada Allah, tapi nabi Isa as katakan aku tidak diutus kepada orang itu aku diutus hanya kepada kaum bani israil.</p>
<p>4.      Kini Rasulullah SAW telah wafat dan tak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, tapi risalah agama yang dibawa nabi SAW tetap harus sampai ke seluruh alam hingga hari kiamat.</p>
<p>5.      Maka kita sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban untuk meneruskan tugas ini, tugas da’wah menyampaikan agama ke seluruh alam.<span id="more-570"></span></p>
<p>6.      Baik yang muda, yang tua, yang sakit, yang sembuh, yang kaya, yang miskin, yang pejabat maupun rakyat, laki-laki maupun perempuan, yang awam atau bodoh maupun yang pintar sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban ini.</p>
<p>7.      Maka sekarang diri kita pertama kali MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) kepada Allah SWT, karena kita telah lupa dan melalaikan tugas ini.</p>
<p>8.      Hari ini manusia menganggap petani adalah pekerjaannya, supir taksi pekerjaannya, pedagang adalah pekerjaannya, bisnis adalah pekerjaannya, padahal kerja umat Rasulullah SAW yang sesungguhnya adalah kerja da’wah.</p>
<p>9.      Maka kita MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) ke pada Allah SWT karena tidak menganggap kerja da’wah adalah pekerjaan kita.</p>
<p>10.  Kita harus merasa kasihan kepada orang amerika, orang eropa, dll yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena apabila mereka mati maka mereka akan masuk k edalam kubur dengan 99 ular yang mematukinya sampai hari kiamat selanjutnya akan disiksa abadi di dalam neraka selama-lamanya.</p>
<p>11.  Hendaknya usaha da’wah kita kita niatkan seperti yang Rasulullah SAW niatkan yaitu untuk seluruh alam, dan bawa usaha ini dengan kasih sayang dan hikmah.</p>
<p>12.  Apabila kita niatkan seperti Rasulullah SAW maka do’a kita, bicara da’wah kita, ibadah kita akan mendapatkan pahala seluruh alam.</p>
<p>13.  Mendirikan shalat akan mendapatkan pahala, tapi mengajak orang lain untuk mendirikan shalat akan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.</p>
<p>14.  Apabila kita buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah maka Allah SWT akan berikan pertolongan kepada kita sebagaimana Allah SWT tolong Rasulullah SAW dan do’a kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.</p>
<p>15.  Apabila ada orang yang menentang kita dalam usaha da’wah maka sesungguhnya dia bukan menentang kita tapi menentang pekerja da’wah dan oleh Allah SWT akan diberikan 2 keputusan apakah dia akan diberikan hidayah atau dihancurkan oleh Allah SWT.</p>
<p>16.  Maka kita jangan takut kepada siapapun, hendaknya kita hanya takut kepada Allah SWT dan berharap hanya kepada Allah SWT.</p>
<p>17.  Maka kita hendaknya sampaikan kalimat Laa ilaaha illallaah kepada seluruh manusia yang ada diseluruh alam.</p>
<p>18.  Apabila kita perbanyak bicarakan kalimat Laa ilaaha illallaah dan bicarakan kebesaran Allah, buat halaqah-halaqah untuk meningkatkan iman, membicarakan akhirat, surga dan neraka sedetail-detailnya, perbanyak ta’lim tentang keutamaan ber’amal, perbanyak dzikir dan do’a, kemudian baru shalat kita akan mempunyai ruh.</p>
<p>19.  Mari kita sama-sama niatkan dalam diri kita untuk buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah SAW yaitu kerja da’wah sampaikan kalimah iman kepada umat seluruh alam, sampaikan risalah Rasulullah SAW hingga hari kiamat dengan begitu Allah SWT akan tolong kita , Allah SWT akan selesaikan masalah-masalah kita.</p>
<p>Wassalam mu’alaykum Wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dalamdakwah.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dalamdakwah.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dalamdakwah.wordpress.com&amp;blog=5876817&amp;post=570&amp;subd=dalamdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dalamdakwah.wordpress.com/2010/10/04/pesan-bay-wahab-untuk-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9248dbd39ab470d27e5b5eb11041866?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalamdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
