Amalan apa yang dibuat JT saat Khuruj fi sabilillah

Mereka menghidupkan amalan Nabi secara menyeluruh yakni Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat :
Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri (yang tugasnya) membacakan ayat-ayat Engkau (DAKWAH), mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH (Taklim wa Ta’allum) dan Tazkiyyah (Dzikir Ibadah dan Khidmat), Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana (AL Baqarah : 129) Continue reading

Cara Kerja Dakwah JT Simple dan Selalu diupdate Melalui Musyawarah Tahunan

Arahan masyaikh adalah amanah yang mesti kita jalankan. Arahan ini merupakan kelanjutan dari arahan sebelumnya. Jika ada yang sama maka itu merupakan penekanan, jika beda merupakan pergantian, dan jika belum ada sebelumnya merupakan menyempurnaan.
Azas kerja : Praktek dalam dakwah bukan bayan dan mudzakarah.
Tertib mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu:
1. Umumiyyat : Jangan berdakwah kepada golongan tertentu saja. Jangan membeda-bedakan orang Islam. Utamakan dakwah kepada orang miskin dan ini merupakan sarana mendekati Allah.
2. Sabar dan Tahammul : Membalas keburukan dengan kebaikan.
3. Ijtima’iyyah : Berdakwah dengan kelembutan. Jika ada orang kasar kepada kita maka dimaafkan dan didoakan. Continue reading

Dakwah Sederhana, Menghindari Fungsionaris Agama

REPUBLIKA.CO.ID, Cara yang ditempuhnya itu hanya menghasilkan apa yang disebutnya sebagai fungsionaris agama, bukan menghasilkan pengkhutbah yang mau pergi dari pintu ke pintu dan mengingatkan orang akan tugas-tugas keagamaan mereka.

Khutbah keliling Kemudian, Syekh Ilyas memutuskan untuk meninggalkan kedudukannya sebagai pengajar di Madrasah Mazharul ‘Ulum di Saharanpur dan pindah ke Basti Nizamuddin di alun-alun lama Kota Delhi guna memulai misi dakwahnya dengan cara khutbah keliling. Continue reading

Bulan Ramadhan adalah Bulan Dakwah

Bayan Jemaah Madinah (Ramadhan adalah bulan Dakwah)

Bulan Ramadhan akan tiba, amalan sunat diganjari dengan pahala fardhu, amalan fardhu diganjari 70 kali ganda. Maka jangan tinggalkan fardhu Dakwah.

Bila datang bulan Ramadhan, penjual-penjual akan menyediakan jualan contohnya kurma untuk berbuka. Agen-agen akan sediakan tiket-tiket untuk paket umrah masa bulan puasa karena mereka tahu ramai orang yang akan ambil kesempatan ganjaran besar. Tetapi herannya kenapa bila bulan ramadhan tiba. Khususi terhenti, jaulah terhenti, usaha terhenti sedangkan ini adalah bulan orang-orang yang tidak pernah datang ke masjid akan datang shalat berjemaah. Ini lah waktunya orang dakwah sungguh-sungguh buat usaha. Keluarkan manusia ke jalan Allah. Continue reading

Dukungan Pada Kerja JT Mengalir dari Ulama2 Besar Penjuru Dunia

1. Fatwa Darul Uloom Trinidad and Tobago tentang Jamaah Tabligh
Mengenai banyak diskusi tentang Dawah dan Tabligh atau Jamaah Tabligh, banyak cendekiawan dan lainnya seperti Dr Zakir Naik dan ulama lainnya mengkritik dan mengatakan itu adalah bidah untuk berpartisipasi dalam Dawah dan Tabligh, dari mana mereka mendapatkan pandangan-pandangan seperti ini ? Mereka mengatakan Jamaah Tabligh tidak berdasarkan Quran dan Sunnah. Apa pendapat Anda tentang masalah ini? Continue reading

Mengapa Dakwah JT Tidak Mempan Difitnah?

Wahai Saudaraku saudaraku tidak bisakah kalian lihat dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun, diantara berbagai tudingan pahit, hinaan, kecaman bahkan fitnah jemaah ini mampu berkembang demikian pesatnya?, apakah rahasia dari semua ini?. Mari bersama-sama kita selidiki rahasia kekuatan dari jemaah ini :
Continue reading

Penelitian IAIN tentang DakwahJT

Syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1885-1944 M) pendiri Jama’ah Tabligh dilahirkan di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ia adalah pengikut tariqat Chistiyyah dari cabang Sabiriyyah, namun ia tidak bergantung kepada ajaran tariqat ini saja melainkan turut memanfaatkan ajaran dari tariqat lain seperti Naqshabandiyyah, Qadiriyyah dan Suhrawardiyyah. Ayahnya bernama Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniwan besar dan seorang penganut tasawwuf yang sangat abid dan zahid. Dia telah mengabdikan hidupnya dalam ibadah dan tidak lagi terlalu disibukkan dengan urusan dunia yang suka menjalani hidup dengan ber-uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Alquran serta mengajarkan Alquran dan ilmu-ilmu agama. Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah adalah seorang Hafidzah Alquran. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya.

Pada tahun 1351 H/1931 M, ia menunaikan haji yang ketiga ke Tanah Suci Makkah. Kesempatan tersebut dipergunakan untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab guna mengenalkan usaha dakwah. Sepulang dari haji, Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat, masing-masing disertai jamaah dengan jumlah sekitar seratus orang. Dalam kunjungan tersebut ia selalu membentuk jamaah-jamaah yang dikirim ke kampung-kampung untuk ber-jaulah (berkeliling dari rumah ke rumah) guna menyampaikan pentingnya agama. Ia sepenuhnya yakin bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Continue reading

Mengunjungi Ponpes Temboro, markas dakwah Jawa Timur

Mursyid Al-Idrisiyyah bersama puluhan jama’ah Tabligh wilayah Tasikmalaya mengadakan kunjungan Ta’aruf ke pusat pembinaan kader Da’i jama’ah Tabligh di daerah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan balasan kunjungan pimpinan Pesantren Temboro beberapa waktu yang lalu di Tasikmalaya.
Ada hubungan khusus antara Al-Idrisiyyah dengan pimpinan Pesantren Temboro, KH. Uzairon Thayfur Abdillah. Menurut penuturan Kiyai yang pernah menimba ilmu di Mekah dengan Sayid Muhammad al-Maliki al-Hasani dan Syekh Bin Baz ini ayahandanya dulu pernah mengambil talqin dzikir kepada Syekh Akbar Abdul Fattah. Bahkan, nama pesantren Temboro pun dinamai dengan Pesantren Al-Fatah.
Kunjungan Temboro (Jatim) g Continue reading

Perkembangan JT di Medan

Jamaah Tabligh di Medan Sejarah awal perkembangan Jamaah Tabligh di Medan diawali dengan kedatangan Maulana Muhammad Ibrahim dari Banglore India pada 1971. Saat tiba di Medan ia disambut oleh masyarakat Medan dengan baik. Seorang yang sangat tertarik dengan tabligh ini adalah Haji Jalaluddin, sehingga dalam menyampaikan dakwahnya Maulana Ibrahim selalu ditemani Haji Jalaluddin. Mereka kemudian membangun Masjid Hidayatul Islamiyah di Jalan Gajah Medan, yang kemudian menjadi pusat Jamaah Tabligh Medan. Maulana Ibrahim kemudian mencurahkan ilmunya pada Haji Jalaluddin, dan setelah ia yakin Haji Jalaluddin mampu mengembangkan Jamaah Tabligh di Medan ia pun kembali ke negara asalnya. Continue reading

Menjadi Gerakan Islam Terbesar Tanpa Banyak Omong

Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi Muslim di Mewat-sebuah dataran tinggi Gangetic di India Utara-yang telah jauh dari ajaran Islam. Syekh Maulana Muhammad Ilyas (1885-1944) tergerak untuk berdakwah. Ia mencoba memperbaiki kehidupan beragama umat yang telah menyimpang dan ajaran Islam.

Gerakan dakwah yang dirintisnya itu kemudian dikenai dengan nama Jamaah Tabligh. Para sejarawan meletakkan awal mula kemunculan gerakan dakwah itu antara abad ke-12 dan ke-13 M. yang merupakan fase pembentukan pemerintahan Muslim di India. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.