Ternyata 80% Ulama Arab Saudi Mendukung Dakwah Jamaah Tabligh

Sebagian asatidz (guru-guru) di Madinah memang ulama2 salafy (notabene bermadzhab Hambali), jadi tidak betul kalau salafy itu tidak bermadzhab. Memang kalau dari ustadz2 salafy lokal di Indonesia kebanyakan mengaku tidak bermadzhab, padahal ulama2 Salafy di Saudi berpegang pada madzhab Hambali.

Begitupun berkaitan dengan taqlid, kebanyakan saudara2 kita salafiyyin mengaku tidak taqlid, toh pada kenyataannya lebih suka mengambil pendapat ‘alim ulama salafy dalam menyimpulkan atau memberikan keputusan/fatwa yang tentu saja berlandaskan AlQuran dan Sunnah, dimana tetap saja harus taqlid pada ‘alim ulama tersebut.

Di masjid Nabawi sendiri (ma’had), rekan2 Salafiyyin juga masih terkotak-kotak, walaupun belajar pada ulama yang sama, ada yang disebut salafy yamani, salafy tablighi, dan lain-lain.

Alhamdulillaah, saudara2 kita pekerja da’wah hampir semuanya belajar massa’il pada ulama2 salafy tersebut bertujuan untuk mengambil ilmu dan ikram pada ulama2 tersebut, walaupun ada beberapa yang belum senang terhadap “jamaah tabligh”.

Bahkan ulama salafy tersebut semakin hari semakin heran, kok majelis ilmunya lebih banyak didatangi orang2 tabligh ini.
(biasanya kan terkenal tidak berilmu, jahil, menjauhi ulama dan lain-lain).

Bahkan tidak sedikit santri “tabligh” yang berprestasi ketika belajar pada ulama tersebut, mendapat rata-rata nilai 100 pada setiap ujiannya.

Santri ini akhirnya sangat dikagumi oleh ulama salafy tersebut, bahkan dipuji-puji di depan majelisnya.

Alhamdulillah, di Arab Saudi sendiri, sudah hampir 80% ulama yang mendukung terhadap usaha da’wah dan tabligh ini, beberapa ulama yang belum mendukung disebabkan masih salah pengertian thd usaha da’wah ini, sering memperoleh informasi yang tidak sesuai dari orang2 awam di sekitarnya, seperti : orang tabligh itu menyembah kubur, aqidah sesat, dan lain-lain.

Bahkan beberapa santri salafy lain diajak ke markaz da’wah di Madinah, dilibatkan dalam musyawarah harian, diajak silaturrahim, mereka semangat sekali. (Mereka tidak tahu kalau itu adalah markaz da’wah, jika tahu mungkin tidak mau masuk atau hadir.)

Catatan bahwa jika salafiyyin bertemu dengan pekerja da’wah di Madinah, mereka langsung kabur, tidak mau mendekat, senyum saja tidak mau, apalagi berdiskusi.

Namun Alhamdulillah, dengan tidak membawa bendera “Jamaah Tabligh”, mereka langsung dilibatkan dalam usaha da’wah, mereka sangat senang sekali.

Salah satu santri pentolan salafy dari Jogja berkata, “Di Jogja, markaz tabligh terletak di depan pesantren tempat saya berada, dan saya termasuk orang yang paling menentang tabligh, tapi sekarang kok saya jadi ikutan da’wah & tabligh!”

Bahkan ‘alim ulama rujukan salfiyyin seperti Syeikh Utsaimin rahimahullaah, Syeikh Abu Bakar Al Jazairi pun mendukung santri2 dan masyarakat umum untuk menyertai jama’ah ini, bukan untuk menjauhinya. Di televisi2 Saudi pun sudah ramai dikabarkan.

Namun sayang, di Indonesia ini, apalagi di Internet, beberapa orang saudara kita salafiyyin masih belum Allah beri kefahaman, sehingga sampai saat ini masih mengambil pendapat2 lama yang tidak berkenan terhadap usaha da’wah & tabligh.

That’s All.

Wassalamu’alaikum.

50 Tanggapan

  1. Kerja da’wah dan tabligh adalah kerja yang menuntut pengorbanan baik diri maupun harta serta keikhlasan dalam menyampaikan agama di jalan Allah. Jelas ini tidak populer karena bertentangan dengan nafsu. Itulah sebabnya banyak yang tidak suka. Nafsu kan maunya tinggal di rumah dengan keluarga. Nafsu kan maunya kerja agama yang bisa mendatangkan uang, bukan mengeluarkan uang !!! Padahal Rasulullah saw dan para sahabat habis-habisan membelanjakan harta dan dirinya untuk menegakkan agama sampai akhirnya kita sekarang beragama islam buah dari pengorbanan mereka.
    Mengenai dukungan ulama Saudi, itu untuk kepentingan mereka sendiri. Kalo mereka mau ambil kerja dakwah ini, merekalah yang untung. Bukan dengan dukungan mereka kita merasa di untungkan !!
    Dakwah maksud hidup, Dakwah sampai mati, mati dalam dakwah !!

    • Sukron minta do’anya agar saya ikut dalam bagian dari mereka
      amin ya alloh…

    • doakan saya syeh…
      agar bisa kluar da’awah lagi…..
      amiien…

    • Dakwah itu… wajar saja banyak dibenci…. sudah tak aneh lagi…. karena pekerjaaan yang sangat mulia adalah hanya dakwah… saking besarnya disisi Allah yang Mulia… kita lihat saja “IBLIS” sendiri kabur dengan dakwah adzan. Apalagi dakwah khuruj lebih meng agung-agungkan Kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH…….. Hidup untuk Dakwah…… Jangan Hidup kalau tidak mau Dakwah….

  2. Jamaah Tabligh mengajarkan para aktivis dahwah lainya belajar kesabaran.

    Jamaah Tabligh menggunakan cara dakwah yang sangat persuasif. Kalau orang yang mengaku salafi, menyalahkan JT, apakah mereka dapat menggantikan perananya? Didekati bukan dijauhi.

    Rasullah berdakwah dengan yang tidak tahu sangat halus, tapi dengan yang sudah tahu sangat tegas. Apakah bisa yang mengaku salafi keliling dari rumah kerumah berdakwah? Yang ada nongkrong dimarkas memaki maki jamaah luar.

    JT juga jangan terlalu menjauh dengan pemerintah, mereka juga perlu didakwahi. Kemudian kesadaran melawan penjajahan halus orang barat pelu ditingkatkan. Karena Islam akan jaya dengan rasa percaya diri menghalau pemikiran barat.

    Buat salafi lagi, kalau dianggap bodoh, ya harusnya salafi memberi pencerahan. Dibilang menjauhi ulama, ketika mendekat dimaki maki, dakwah salaf tidak seperti itu.

  3. alhamdulillahirobbil alamien. sesungguhnya salafy itu adalah manhaj yaitu cahaya dan jalan yang menuntun manusia menuju jalan kesyurga. mengapa manusia wajib bermanhaj salafy sebab itulah metode beramal para anbiya, Rosulullah, dan para sahabat. sehingga manhaj ini adalah satu-satunya jalan untuk menuju keselamatan. wajib dipahami bahwa salafi itu manhaj, bukan gerombolah orang2, bukan organisasi massa, bukan sekte dan bukan mazhab. bukan golongan. seorang muslim itu wajib sholat. namun apakah semua kaum muslimin itu menjalankan sholat, belum tentu bahkan mayoritas kaum muslimin didunia itu tidak sholat. dan menjalankan syariat islam. cuma id dan ktp doank. begitulah manhaj. setiap muslim wajib bermanhaj salafy jika ingin selamat. kalau tidak mau, ya silahkan. tidak ada paksaan. salafy tidak mengotak-ngotakkan kelompok atau golongan. jika ada jt, ht, im, mau belajar ilmu salafy silahkan. sebab ilmu salafy itu telah turun temurun dari Rasulullah, Tabiin, Tabiut tabiin, Ulama- ulama hadits dan sampai sekarang. Mereka ikhlas mengajarkan ummat Tauhid dan sunnah. JT, HT, dan IM adalah murni pergerakan dan organisasi massa dan ada pendirinya dan ada pemimpinnya.Salafy tidak ada pendirinya, kecuali Rasulullah, dan tidak pemimpinny kecuali Alqur’an dan As Sunnah. jadi harap kepada websit ini. jangan hina manhaj salafy. karena ini jalan keselamatan. Jika ada orang yang mengaku salafy tapi kerjaannya berdebat, atau menghina seseorang. maka kita katakan bahwa orang ini berada pada kesalahan dan bukan Salafy-nya yang salah. Contoh ada orang Islam korupsi, maka yang salah adalah orangnya bukan Islam-nya. ana harap antum dapat memahaminya.

    • Dari mana kau tau salafi itu yg di ajarkan rasullah..bukannya salafi itu yg suka mengkafirkan orang di luar faham salafi..wahai orang salafi jangan egois jangan merasa paling suci..kalian ibarat kata pepatah maling teriak maling…kalian yg maling lantas kalian tuduh orang yg maling..semoga kau faham apa yg kusampaikan

    • Alhamdulillah ada juga dari mazhab wahabi seperti ente, bagaimana kalau ada seratus, seribu, seratus ribu, orang salafy seperty anda, tidak ada perang argumen di media internet, bahkan mungkin perkembangan islam akan lebih maju lagi ketimbang sekarang, ka4na pastisebagian orang dalam dalam jamaah /kelompok yang lain pasti fokus terhadap dakwah, buksn sibuk mencari dalil bantahan yang di tuduhkan salfy. yang di sayangkan ustadzs salafy yang terlallu arogan mengkafirkan orang.
      tapi apa benar faham wahabi langsung berasal dari nabi dan sahabat tabiin, tabiut tabiin, setahu saya ulama tabiin dan tabiut tabiin banyak juga yang di ragukan oleh salafy, dan lagian faham wahabikan baru 1 abad ini aja.
      Wahai sahabat, buat tulisan anda yang sama pada situs salafy, wal khusus pada firanda
      jazakumullah

    • alhamdulillah sdrku salafy/jamaah tablig/ht/im dll,kt akidah sama,cinta AllahSWT & rosululloh SAW.perbedaan dlm pengamalan da’wah dari dulu sdh ada begitu jga ttng fikihnya daridulu sdh ada ilafiyahnya,tinggal kt bijaksana dgn bahasa hikmah(lemah-lembut)menyikapinya,jgn saling mengurangi kemulyaan AllahSWT yang ada pada diri kt,krn tdk akan memuliakan hambanya yang mencibirkan ilmunya pada hamba yanglain,lbhbaik kt tambah kemampuan silaturrahmi kt untk mengajak sdr2/tetangga/handaitolan mencintai dan memkmurkan masjid yang sdh sangat jelas perintah allahSWT,insyaAllah kt nanti akan ketemu kembali didepan AllahSWT dgn penuh gembira dan serba senyum krn selama didunia tlah saling menghargai dan saling memuliakan bukan krn organisasi atau apapun tapi krn cinta AllahSWT dan ciptaanya(sdrku tercinta…saat ini nonmuslim senang dan bersorak krn kt hamba Allah senang berdebat hal2 yang tdk harus diperdebatkan…malulah kt saat diadili oleh malaikat NYA,tertunduk lesu…krn salah Amalan.).

  4. salafi punya pemimpin, selalu membanggakan ustdanya, saya mantan salafi bosan dengar kata-kata bid’ah, udah capek ini telinga dengar kata bid’ah

    salafi no, muhammadiyah no, NU no, MUI no, umat Muhammad saw., yes

    • Manusia hy bs berda’wah, lbh dari itu tdk bs, tdk terkecuali nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hidayah hy hak Allah subhanahu wa ta’ala. Klo memang bid’ah ya katakan bid’ah, bukankah kata bid’ah diucapkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salafi yg bener tdk punya pemimpin, adanya ustadz kibar, ustadz muda, tdk ada organisasi yg berniat utk menarik anggota dan yg akhirnya anggotanya berujung ghuluw kpd pemimpin. Da’wah salafi (bener) hy mengajak kpd umat untuk beribadah kpd Allah subhanahu wa ta’ala krn ikhlas semata-mata mengharap wajah Allah & ‘ittiba apa diajarkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salaf yg begini aja kadang masih melenceng (scr individu) apalagi yg menisbatkan pd organisasi yg jelas py pemimpin. Ketahuilah bhw salafi tdk ada namanya salafi yamani, salafi haroki, salafi yg lain-lain. Itu smua hyalah salafi kecuali mengataskan firqah masing2.

      • Tulisan anda g sesuai dengan kata pa albani, bila hadists tersbut dari saya maka ikutilah, bila bukan sari saya jangan diikuti…kata pa albani.
        G sesuai juga dengan faktA, kebalikan malah
        semua firqoh sesat, semua mazhab sesat…. cek disitus salafylah
        atau nasssehat anda sebaiknya di lYangkan juga ke ustadz anda

    • Dua hadits ini sudah cukup untuk mengoreksi sikap jemaah salafi.

      “Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini apa yang tidak berasal darinya maka ia tertolak.” HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha

      “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan tersebut tertolak.” HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha.

      Memahami Bid’ah bukan secara teks saja tetapi memahami isi dari teks tsb.
      – mengada-adakan perkara baru ( Dikurangi atau ditambah )
      – amalan yang tidak kami perintahkan (Cukup yang diperintahkan saja)
      Jadi kita harus mengamalkan amalan yang ASLI, tidak ditambah dan tidak dikurangi.
      Sekarang ini banyak yang tambahan dan banyak pula yang mengurangi.

      -Allah swt menyuruh hambanya untuk beribadah, tetapi Allah tidak perlu beribadah.
      -Allah swt menyuruh hambanya untuk menuntut ilmu, tetapi Allah tidak perlu menuntut ilmu
      -Allah swt menyuruh hambanya untuk berdakwah,karena Allah juga berdakwah. Salah satu Dakwah Allah adalah : Apakah kamu mengira dengan bersedekah akan menjadi miskin ? Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Dan banyak lagi.
      -Nabi juga berdakwah.dan para sahabatpun dakwah.
      -Umat akhir zaman (saya, anda dan mereka)pun harus berdakwah.

      Bid’ah paling besar kata ulama adalah umat meninggalkan Dakwah.
      Bid’ah berikutnya umat islam meninggalkan salat berjemaah.
      Tadinya menghujat habis habisan Jemaah Tabligh sebagai pelaku bid,ah, akhlul bid’ah, dsbnya.
      Ternyata hujatan tsb berada pada mereka sendiri.

      Nah Jemaah mana yang mengamalkan dakwah diakhir zaman ini. Dakwah yang sesuai sunnah. Apakah kita tidak tahu atau pura pura, bagaimana dakwah sesuai sunnah tsb. Insya allah Jemaah Tablig berdakwah ke rumah rumah muslim menyampaikan pentingnya Iman dan Amal shaleh

    • Usaha Dakwah yang dilakukan oleh Jemaah Tabligh sebenarnya adalah perintah Allah swt. Jadi siapaun anda yang mengaku muslim harus dakwah. Yang tidak dakwah adalah pelaku Bid’ah terbesar.

      Kita singkirkan kata kata pelaku bid’ah terbesar tsb, mari kita mulai belajar bagaimana dakwah sesuai sunnah tsb. Mulai latihan 3 hari iktikaf di mesjid/mushalla. Iktikaf tidak bid’ah bukan ? Selaku tamu dimesjid sdr kita tentu cukup 2 atau 3 hari saja bukan ? Kalau kita ingin iktikaf 40 hari maka kita harus pindah kemesjid sdr kita yang lain dan disana kita menjadi tamu lagi dstnya samapi 13 mesjid untuk 40 hari.

      Kita iktikaf 40 hari banyak manfaatnya. Salah satunya, kita dapat mengamalkan hadits : ” Telah menceritakan pada kami Uqbah bin Mukram dan Nashr bin Ali: Telah menceritakan pada kami Salam bin Qutaibah dari Tu’mah bin Amru dari Habib bin Abi Tsabit dari Anas bin Malik berkata: bersabda Rasulullah: “Siapa mengerjakan shalat (5 waktu) dengan ikhlas karena Allah selama 40 hari berjamaah dengan mendapatkan takbiratul ihram, dicatat untuknya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.” (H R.Tirmidzi)

      Bebas dari neraka maksudnya langsung masuk surga
      Masuk surga itu ada dua cara; 1. Langsung masuk surga ke 2. masuk surga tetapi lewat pintu neraka.

      Sementara kita mengaku ngaku telah kembali dari Mekah, sudah zakat, sudah salat, sudah bangun mesjid dsbnya. tetapi salatnya jarang jarang berjemaah, apalagi untuk bisa mengamalkan seperti hadits diatas. Saya masuk surga kok lewat pintu neraka ? Padahal dia miskin nggak banyak amalan tetapi ia rajin berjemaah, dan sering meninggalkan keluarga 40 hari.

      Kenapa hadits ini tidak populer dizaman rasulullah dan sahabat? Karena di masa Rasulullah, dan sahabat semua mengamalkan salat berjemaah. Yang tidak salat subuh dan isya berjemaah dikategorikan munafik. Coba cari haditsnya lewat mbah google. Kita ini sekarang terbalik, yang salat berjemaah yang susah nyarinya.

      Nah itulah makna hadits diatas. Jadi penting bagi setiap muslim untuk mencoba usaha dakwah ini. Usaha dakwah ini bukan milik Jemaah Tabligh. Sebenarnya milik kita, umat islam. Yok dimulai 3 hari…
      Nah ini satu rahasia yang tersembunyi di dalam amalan dakwah dan masih banyak lagi, muamalah, muasyarah dan akhlak…….wow anda pasti seperti melihat Nabi Yusuf.

      Bisa bikinkan dalil gantengnya Nabi Yusuf.as ? Tidak bukan ?Seberapa sempurnapun ilmu kita. Setelah melihat Nabi Yusuf.as pun kita tidak bisa bikinkan dalilnya. Kita akan berkata Dalilnya sudah ditulis oleh pencipta kita dan ada dalam hati dan fikiran kita. Hanya kita belum sempat atau belum pernah menbacanya. Untuk membacanya harus dengan mencobanya, melihatnya dsbnya.

      Anda pasti tidak tahu rasa durian sebelum anda membacanya dengan cara mencobanya. Aneh nya setelah anda mencoba, tidak bisa juga menjelaskan kepada teman, palking paling cobasaja ( baca sendiri dalil yang ada dalam hati dan fikiran kita)
      Nah gitu juga dengan usaha dakwah ini, insya allah niat 40 hari ya sdrku…. Semoga Allah swt menambah hidayah kpd kita semua..

      http://icunabra.blogspot.com/2009/03/ketika-kebencian-menghilangkan-akal.html

  5. wah..kalau mau ikut umat rasululloh jangan gitu dong.,..karena tujuan kita adalah melatih iman yakin,membersatukan umat diseluruh alam dalam kalimah toyibah, dan menegakan ikromul muslimin, kalau ada yang ngejek2 itu dah biasa dalam dakwah doakan saja biar mereka menjadi lebih baik dan alloh beri kepahaman,karena usaha dakwah ini tidak sesimpel yang ada dalam pemikiran mereka yang sebenarnya gak tahu samasekali seperti apa dahsyatnya gerakan ini.

  6. terjun aja syeh langsung gak usah coba2….totall…. nanti alloh berikan kepahaman pada antum dimana kepahaman tersebut tak pernah ditemukan dimanapun dan bakal terasa kongkritnya dilapangan pengamalan Al-quran dan sunnah. .salafi…..itu saudara kita, salafy pakistan kini mereka banyak yng bergerak keseluruh alam khurujfisabilillah, di indonesia saja yg masih sibuk menutup diri dan sibuk berperasangka yang lain2. di bdg teman salafy ada beberapa yang telah membuka diri dan kemarin baru pulang kemakomi setelah 4 bulan intikoli.kalau merasa sudahh berilmu mari kita membuka diri bersilaturahim tukar pengalaman gak usah takut2.

  7. dari artikel ini yang saya baca kok nggak ada nama-nama ulama saudi yang antum sebutkan,hanya menuliskan 80% ulama-ulama saudi mendukung jt.kalau kasih informasi yang jelas dong,biar nggak kabur

  8. Aslm m alaikum wr wb, mmng udh tugas kta semua untuk amalkan dn da wah kn ini agama apa lagi yg namanya alim ulama dn para santrinya kalau mereka hnya duduk menghadap kitab2 Dn buku2 kjian mereka, tidak mau menyempatkan diri mereka untuk menda wahkan tentang pentingny ilmu dn amal agama yg tlh mereka ketahui trsbt, maka tunggula tragedi penyembelihab para ulama dan pembakaran kitab2nya akan terulang kembali wa allahu a’lam bisawaf wasal m alaikm wr wb ttd ABI WILDAN AZZUCHRI

  9. mmag salafi itu adlh manhaj.krakter or gaya hidup nabi saw.dan para sahabatxa.akn ttpi krakter dan gaya hdup ini tdak ada sma skli pda dri orang”yg mgaku”mgikuti manhaj salafussholih hususxa di indonesia.yg ada haxa krakterxa imam ibnu taimiyyah,syeh muhammd abdul wahab,dan nashiruddin al bani

  10. Hamba ALLOH

    Insya ALLOH niat khuruj 4bln

  11. insaalloh jt menyatukan umat…… seluruh alam

  12. innamal mu’minuna ikhwah..

  13. wahai para karkun (JT) coba berikan contoh kesamaan anatara metode dakwah Rasul dengan JT…… yang rinci

    • gk usah emosional gitu donk… katanya salafi mengikuti Rasulullah. Kok emosian gitu… Setahu saya Rasulullah itu sabar, lemah lembut…

    • Nabi da’wah dengan korban harta, diri dan waktu tidak minta upah dan kita diperintah mengikuti orang-orang yang da’wah tanpa minta upah.

    • BISMILLAH…..

      Karkun = Rosul + Sahabat = Da’wah dg Mengorbankan harta sendiri + bawa diri sendiri (gak minta bayaran dan gak diwakilin)

      Karkun = Rosul + Sahabat = Da’wah langsung mendatangi umat Face to Face, door to door, gank to gank (gak nunggu diundang; gak pake buletin,pamflet,dsb

      Karkun = Rosul + Sahabat = Da’wah kepada org yg senang maupun kpd yg tdk senang (tidak pilih2, bukan hanya kpd org yg sdh senang agama)…

      TOLONG DITAMBAHIN YAH, POINNYA….

  14. agar kami bisa komentari secara insof. sperti yg anda inginkan

    • Coba kunjungi situs berikut, maksudnya untuk mengurangi kuota.
      Allah suruh hambanya ibadah, tetapi Allah tak perlu ibadah
      Allah suruh hambanya nuntut ilmu, tetapi Allah tak perlu nuntut ilmu
      Allah suruh hambanya dakwah, karena Allah juga dakwah.
      Nabi dan sahabat dakwah, umat akhir zamanpun harus dakwah.
      Kenapa kita terlalu sibuk dengan kajian ilmu ?
      Kapan dakwah secara sunnah ?
      Apakah kita tidak tahu atau pura pura ?
      Siapa sebenarnya pelaku bid’ah ?

      http://icunabra.blogspot.com/2009/03/ketika-kebencian-menghilangkan-akal.html

  15. Metoda dakwah door to door dg pendekatan persuasif scr personal dilakukan Nabi bukan sekedar krn kondisi jaman saat itu, tapi krn memang metoda itu sgt efektif. Buktinya metoda itu skrg bukan hanya dicontoh oleh saudara2x JT, bahkan oleh penggiat Multi Level Marketing (MLM), walau utk tujuan berbeda, yaitu dunia.

  16. Alhamdulillah…

    • 1. Fatwa Darul Uloom Trinidad and Tobago tentang Jamaah Tabligh
      Mengenai banyak diskusi tentang Dawah dan Tabligh atau Jamaah Tabligh, banyak cendekiawan dan lainnya seperti Dr Zakir Naik dan ulama lainnya mengkritik dan mengatakan itu adalah bidah untuk berpartisipasi dalam Dawah dan Tabligh, dari mana mereka mendapatkan pandangan-pandangan seperti ini ? Mereka mengatakan Jamaah Tabligh tidak berdasarkan Quran dan Sunnah. Apa pendapat Anda tentang masalah ini?

      Upaya Jamaat Tabligh adalah salah satu yang sangat mulia yang telah sangat berhasil dan telah memperoleh penerimaan luas oleh ribuan Ulama besar dunia, dari permulaan hingga saat ini.
      Pekerjaan ini hanya mengingatkan umat Islam tentang iman mereka dan menanamkan dalam diri mereka, keseriusan berlatih Islam. Pekerjaan Tabligh tidak memberitakan hal apapun yang bertentangan dengan ajaran Quran dan Sunnah, dan menyebarkan pesan Islam yang sebenarnya. Pekerjaan yang membawa pesan tentang bagaimana seorang Muslim dapat meraih sukses di dunia ini dan berikutnya, dan mendesak umat Islam untuk berpegang teguh kepada Sunnah Nabi (SA).
      Pembicaraan, pidato dan nasihat diberikan, didasarkan pada Iman dan berjuang di jalan Allah, sehingga pesan Islam dapat mencapai rumah-rumah setiap orang Muslim. Jika survei diambil hari ini, akan terlihat bahwa Jamaah Tabligh adalah melakukan upaya seperti apa yang telah Nabi (SA) dan para sahabat buat. Saudara-saudara yang terlibat dalam Dawah dan Tabligh berupaya dengan susah payah dan menghabiskan uang mereka untuk bepergian ke tempat yang jauh dalam rangka menyebarkan pesan Islam. Mereka tidak meminta apa pun. Waktu mereka banyak dihabiskan dalam masjid.
      Mereka yang berbicara buruk tentang pekerjaan mulia ini, karena ketidaktahuan mereka tentang apa yang terjadi di dalam pekerjaan Tabligh, atau mereka salah informasi, atau ada kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak menyukainya tanpa alasan sama sekali.
      Alhamdulillah, melalui berkat-berkat yang Allah Telah diberikan kepada Usaha Da’wah dan Tabligh puluhan ribu Muslim telah berubah, dan telah mengubah perjalanan hidup mereka ke arah yang benar. Ribuan (orang muslim) yang tidak pernah melakukan shalat sudah mulai melakukan itu, dan juga melakukan tugas lain sebagai Muslim. Pada usaha ini, sebuah kebangkitan besar telah terjadi, dan Muslim sekarang menjadi lebih sadar akan agama mereka.
      Kita melihat setiap hari, bahwa sementara ada banyak umat Islam yang tinggal di sekitar Masjid, hanya sangat sedikit yang datang untuk shalat berjamaah. Mayoritas tinggal di rumah, sementara banyak bahkan mungkin tidak melakukan shalat sama sekali. Hal ini karena keadaan, kita menemukan bahwa saat ini, masjid masih banyak kosong, terkunci, kotor, menyedihkan dan tanpa pengawasan. Banyak Muslim tampaknya telah kehilangan semangat untuk menghadiri rumah Allah.
      Kita jarang melihat orang lain yang mengunjungi orang-orang Muslim yang tidak menghadiri masjid atau lemah dalam agama mereka. Untuk menambah ini, kita juga menemukan beberapa kali, misionaris Kristen datang ke berbagai tempat, mengajak orang-orang Muslim untuk Perang Salib. Setiap minggu, kita menemukan bahwa misionaris Kristen mengunjungi rumah-rumah semua orang, termasuk rumah-rumah umat Islam, untuk menyebarkan agama mereka.
      Sementara ketika semua ini berlangsung, kita menemukan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan, (pada kenyataannya, di banyak tempat, tidak ada yang dilakukan) untuk membawa umat Islam ke masjid, dan untuk mendatangi mereka dalam upaya untuk memperkuat mereka Imaan dan Islam. Dalam situasi ‘ingin’, kita menemukan bahwa sebagian besar waktu, itu adalah Jamaah Tabligh yang telah datang untuk menghidupkan kembali semangat Islam di kalangan umat Islam.
      Jadi, inti dari penjelasan ini, adalah bahwa pekerjaan Tabligh adalah upaya yang sangat penting dan mulia yang didasarkan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (SA).
      Dan Allah tahu yang terbaik.
      Mufti Waseem Khan
      2. Fatwa Mufti Ebrahim Desai Darul Ifta, Madrasah In’aamiyyah, Camperdown, South Africa tentang Jama’ah Tabligh
      Allah Taala menyatakan bahwa salah satu alasan bagi umat ini yang berjudul sebagai Ummat yang terbaik, adalah praktek ‘memerintahkan yang baik dan mencegah kejahatan’
      Nabi (shallallahu alayhi wasallam) menyatakan, “Apabila diantara kalian melihat kemungkaran, maka ia harus mengubahnya dengan tangannya Dan jika ia tidak mampu melakukannya maka ia harus mengubah dengan lidahnya.. Dan jika ia tidak dapat melakukannya dengan lidahnya, maka dia setidaknya harus meyakini bahwa itu adalah kemungkaran Dan ini adalah selemah-lemahnya Imaan.. ” (Mishkat)
      Hadhrat Nuúmaan bin Basheer (Radhiallaahu anhu) mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) memberikan contoh orang berlayar di sebuah kapal memiliki dek atas dan dek bawah. Orang-orang dari dek bawah membutuhkan air dan air permintaan dari orang-orang di dek atas. Orang-orang dari dek atas menolak air sehingga orang-orang dari dek lebih rendah memutuskan untuk membuat lubang di lantai kapal dan mendapatkan air dari laut. Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Jika orang-orang dari dek atas tidak berhenti orang-orang di bagian bawah dari membuat lubang, kapal akan tenggelam dan semua orang bepergian akan tenggelam.” (Mishkat vol 2 hal.. 436)
      Demikian pula, jika orang tidak melarang kejahatan dan dosa dalam masyarakat, seluruh masyarakat – yang tidak bersalah dan jahat – sama akan menderita.
      Hadhrat Abu Hurairah (Radhiallaahu anhu) menyatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Perintahkan manusia berbuat kebaikan dan melarang kejahatan atau Allah akan mengirim menerima hukuman yang akan menghancurkan semua orang.” (Ibid)
      Kutipan di atas Al-Quran dan Ahaadith Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) jelas bahwa memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan adalah menekankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Setiap orang harus melakukan perintah ini. Semua para nabi (Álayhimus salam) mengikuti jejak nabi masing-masing dan setelah kematian Nabi mereka, mereka melakukan misi yang sama.
      Para Sahaaba Rasulullah (Radhiallaahu anhum) menghabiskan seluruh hidup mereka dalam memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan. Karena tidak ada Nabi untuk datang, setiap ummat Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) adalah wakil Nabi dan memiliki untuk membawa pada misi Nabi. Orang-orang Tabligh Jamaah mengorbankan waktu, kekayaan dan kenyamanan untuk menjalani kesulitan dan kesulitan untuk pergi di jalan Allah – untuk melaksanakan Sunnah Nabi – memerintahkan yang baik dan melarang jahat.
      Sejauh yang Jamaat Tabligh yang bersangkutan, itu adalah pandangan kami yang sederhana bahwa mereka bertindak atas perintah Allah Taala dan memenuhi kewajiban dari Syariah. Jamaat menganjurkan ketaatan pada Sunnah dan agar semua orang mengikuti syariah. Tujuan dari perorangan mengambil bagian dalam pekerjaan mulia Tabligh adalah, pertama, untuk mereformasi diri sendiri dan menyelamatkan manusia dari api neraka. Keberhasilan luar biasa dari Jamaat ini terutama karena manifestasi dari enam poin yang melibatkan pemurnian Naffs dan entitas dari Tauhid.
      ‘Tashkeel’ Kata secara harfiah berarti ‘untuk membentuk’. Dalam terminologi Tabligh, artinya mendesak orang untuk memberikan waktu, untuk keluar di jalan Allah untuk diri reformasi dan menyebarkan baik selama beberapa hari 3, 7, 40, 4 bulan, 1 tahun, dll jumlah hari juga tidak wajib, hanya disarankan seperti disarankan agar seseorang mempelajari pertolongan pertama, misalnya berfungsi satu bulan sebagai practicals.
      Sementara ia tidak akan menjadi ahli dalam kedokteran, ia akan tahu hal-hal dasar yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Demikian pula, seseorang akan keluar selama 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dll tidak menjadi seorang ahli syariah, tetapi ia akan belajar persyaratan dasar Syariah. Semakin banyak waktu yang dia berikan, semakin dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sendiri. Kerangka waktu bukan kriteria menurut syariah.
      dan Allah Ta’ala Tahu yang Terbaik
      Mufti Ebrahim Desai
      3. Lembaga Fatwa Inggris tentang Jamaah Tabligh Jamaah

      Mufti besarArab Saudi tersebut telah jelas menyatakan ketidaksukaannya terhadap Jamaah Tabligh. pertanyaan saya adalah bahwa, APAKAH SALAH DENGAN KERJA INI bahkan imam dari Haramain telah jelas menyatakan ketidaksukaan mereka.
      Tolong anda beri mutiara nasehat mengenai masalah ini.

      Dalam nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
      Memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan adalah tanggung jawab dari umat Islam (al-Fardh Kifaya). Allah Swt mengatakan:
      “Kalian adalah Ummat yang terbaik , yang dikeluarkan untuk umat manusia, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran.” (QS. Ali Imran, V: 110).
      Ini tanggung jawab bersama umat Islam memerlukan upaya terorganisir, dan ini adalah apa yang Jama’ah Tabligh telah lakukan. Bagaimana bisa seseorang dihukum untuk melaksanakan tanggung jawab yang Allah SWT telah menetapkan atasnya?
      Perlu dicatat bahwa meskipun metode yang Jama’ah Tabligh untuk penggunaan Dakwah mereka tidak lazim dalam konteks penuh pada masa Rasulullah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian), namun tidak akan dianggap sebagai suatu inovasi (bid’ah).
      Syariah belum ditentukan metode khusus untuk pekerjaan Dakwah. Tanggung jawab Dakwah akan dibuang dengan menggunakan metode apapun, apakah ini adalah dengan mengajarkan ilmu agama kepada murid , menulis buku, mengundang orang-orang Islam, datang ke rumah orang-orang Islam dan memanggil mereka ke Masjid itu (seperti yang Jama’ah Tabligh lakukan) atau cara lainnya.
      Mereka yang berasal dari Arab Saudi yang mengkritik kelompok ini biasanya tidak menyadari realitas Tabligh Jama’ah. Ini harus dikatakan kepada mereka: jika pekerjaan ini adalah salah, maka Anda harus menutup universitas Islam di Makkah dan Madinah dan semua perbuatan da’wah yang lainnya , dikarenakan banyak cara yang tidak lazim sebagaimana pada zaman Rasul Allah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian).
      Kesimpulannya, tidak ada yang salah dengan kerja Jama’ah Tabligh secara umum. Orang harus didorong untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kerja yang menguntungkan ini. Kerja kebathilan sangat aktif dan kerja Jama’ah ini telah dianggap penting dan al-Hamdulillah Jama’ah ini secara keseluruhan telah melakukan tanggung jawab da’wah dengan sangat baik
      Jika ada kesalahan yang dilakukan orang yang terlibat dalam pekerjaan ini (seperti yang memang ada beberapa orang yang melakukannya), itu harus dikoreksi oleh para ulama dengan kebijaksanaan, wawasan, kelembutan dan kesopanan.
      Dan Allah tahu yang terbaik
      [Mufti] Muhammad bin Adam
      Darul Iftaa
      Leicester, Inggris
      4. Hukum Khuruj menurut Lembaga Fatwa Mesir
      Pertanyaan:
      Apa hukum khuruj yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Tablig? Apakah perbuatan itu termasuk bid’ah ?
      Jawaban:
      Mufti Agung Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad:
      Khuruj yang dilakukan oleh Jamaah Tablig adalah perbuatan yang boleh dilakukan bagi orang yang mampu untuk berdakwah dengan sikap lembut, penuh hikmah dan mampu memberi nasehat dengan baik serta bersikap ramah dan sopan kepada orang-orang. Selain itu, orang tersebut juga harus mengetahui dengan baik apa yang dia sampaikan kepada orang-orang, tidak menerlantarkan keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
      Adapun penetapan masa khuruj selama 4 hari, 40 hari dan lain sebagainya, hanyalah merupakan masalah teknis murni yang tidak ada hubungannya dengan masalah bid’ah. Ini selama pelakunya tidak meyakini bahwa penetapan jumlah hari itu adalah sesuatu yang disyariatkan.
      5. Keputusan Majelis Fatwa Negeri Sabah
      Jamaah Tabligh di Negeri Sabah
      1. Ahli Majelis Fatwa telah membincangkan perkara tersebut pada
      Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 1/2004 pada 19 – 20 Januari 2004 M
      Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 3/2004 pada 6 – 8 Oktober 2004 M dan
      Muzakarah Majelis Fatwa Negeri Sabah bil 1/2005 pada 12 – 14 September 2005 M
      Dan memutuskan bahawa ;
      a. Ajaran Jamaah Tabligh ini didapati tidak bercanggah dengan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah
      b. Jamaah ini tidak dikategorikan sebagai ajaran sesat
      Pendapat Alim Ulama Tentang Jamaah Tabligh
      a. Pendapat Syaikh Asyraf Ali Thanwi
      Ketika Syaikh Muhammad Ilyas berusaha menerangkan tentang usaha Dakwah dan Tabligh ini kepada beliau, beliau berkata, “Sungguh masalah ini sudah sangat jelas. Tidak perlu dalil-dalil lagi. Pengaruh dan hasil usaha ini telah begitu jelas. Dikemukakan dalil hanyalah untuk memperjelas kebenaran. Namun saya telah berpuas hati ketika menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, sehingga saya tidak memerlukan penjelasan atau dalil-dalil lagi. Bahkan usaha Anda telah merubah keputus-asaan saya menjadi harapan.”
      b. Pendapat Mufti Muhammad Syafi’
      Beliau berkata, “Sesungguhnya, gerakan yang telah dirintis oleh Syaikh Muhammad Ilyas ini telah memberikan sumbangan dan jasa yang besar bagi seluruh dunia. Oleh karena itu, kepada para ulama hendaknya mau mempelajari manhaj Syaikh Muhammad Ilyas dan membukukan sejarah gerakan imaniyah ini secara terperinci sehingga dapat diambil pelajaran oleh pihak-pihak yang ingin berusaha menjalankan dakwah, menyeru manusia kepada Allah swt, serta menjadi lampu penyuluh bagi generasi yang akan datang.”
      c. Pendapat Syaikh Muhammad Manzhur Nu’mani
      Beliau berkata, “Saya yakin bahwa usaha ini satu-satunya usaha yang dapat menghidupkan kembali ruh keimanan dengan sempurna dikalangan umat muslimin. Sesungguhnya kesimpulan ari hakekat usaha ini telah saya pelajari secara ilmiyah dengan matang. Saya tidak terpengaruh oleh pemikiran Syaikh Ilyas walaupun beliau sendiri sering menjelaskannya. Namun saya berusaha keras mempelajari dakwah ini melalui Alquran dan Assunah dan segala sesuatu yang diperlukan oleh umat dewasa ini. Dengan senantiasa mengaji dan menyertai perjalanan-perjalanan dakwah Syaikh ilyas, semakin kuatlah keyakinan saya, bahwa usaha dakwah dan tabligh ini yang seperti inilah yang sangat diperlukan oleh umat pada saat ini, dan cara seperti ini adalah suatu cara pembaharuan yang paling mudah dan menyeluruh.”
      Beliau berkata, “Mursyid saya berkata kepada saya, “Alangkah baiknya jika sekarang engkau berkenan meluangkan waktu bersama Syaikh ini (Syaikh Ilyas). Sesungguhnya ini beliau sedang berjalan dengan kecepatan ribuan mil perhari.” Sungguh selama ini saya tidak percaya dengan apa yang saya baca dalam sejarah perjuangan dan pengorbanan para pemimpin Islam, para wali Allah dan para shalihin dalam rangka menegakkan agama. Bahkan saya menganggap apa yang saya baca itu sesuatu yang berlebih-lebihan. Hal tersebut telah menyebabkan saya termasuk orang yang pada mulanya menentang usaha dakwah ini. Namun pada akhir-akhir ini, setelah saya meluangkan waktu bersama Syaikh ilyas dan menyaksikan sendiri pengorbanan, kerisauan, dan kasih sayang beliau dalam menegakkan kalimatullah, terbukalah mata saya terhadap kebenaran hal-hal yang saya baca dalam sejarah mengenai para pejuang yang gigih dan tangguh itu.”
      d. Pendapat Syaikh Husain Ahmad Madani
      Beliau paling bersemangat membela Jamaah Tabligh dari serangan orang-orang yang anti Jamaah Tabligh dari kalangan kaum muslimin atau dari luar. Beliau sangat yakin bahwa negara-negara Islam sangat memerlukan gerakan dakwah seperti ini. Beliau berkata dalam ceramahnya, “Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan. Sesungguhnya itulah tugas tetap Rasulullah saw. Betapa banyak generasi yang lalu tidak menghiraukan perjuangan dan pengorbanan ini, maka bersyukurlah Anda kepada Allah atas nikmat yang sangat besar ini. Allah berfirman.
      “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
      “Mereka merasa telah memberimu nikmat dengan keIslaman mereka, katakanlah, Jangan kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Sesungguhnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukimu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”
      Menurut beliau, cara dakwah seperti inilah yang dahulu pernah dipakai dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”
      e. Pendapat Syaikh Mufti Mahmud Ahmad
      Beliau berkata, “Gerakan dakwah Syaikh Muhammad Ilyas bukan merupakan pembaruan yang bersifat parsial dan terbatas, tetapi suatu pembaharuan dan penyelesaian yang menyeluruh. Gerakan tersebut merupakan gerakan pembangunan bagi seluruh manusia dan kehidupan agama secara sempurna. Ia adalah cara memasukkan hakikat agama ke dalam hati dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”
      f. Pendapat Allamah Mufti Azizurrahman
      Syaikh Mufti Azizurrahman telah menulis sebuah buku tentang Syaikh Muhammad yusuf Al-Khandahlawi. Diantara ungakapannya ia menulis, “Dengan penuh keyakinan saya tegaskan bahwa usaha dakwah dengan cara inilah yang dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Usaha inilah satu-satunya cara untuk mengembalikan kaum muslimin kepada Islam sebagaimana sediakala.”
      g. Pendapat DR. Dzakir Husain
      Beliau berkata, “Sungguh, saya melihat kerja jamaah dakwah dan tabligh sangat sederhana. Namun saya menjumpai di dalam menyeru manusia untuk taat kepada Allah.”
      h. Pendapat Allamah Ubaidillah As-Sindhi
      Syaikh Muhammad Ilyas berkata, “Dulu Syaikh Ubaidillah As-Sindhi berkata, “Gerakan ini telah dimulai pada waktu yang tidak tepat dan mustahil akan berhasil kecuali jika pemerintahan di negri ini telah berubah, yaitu jika India telah merdeka dari penjajahan Inggris. Namun kini Syaikh Ubaidillah berkata, “Saya telah berkunjung ke berbagai negara di dunia. Saya sangat berputus asa melihat negara-negara yang saya kunjungi. Namun, kini saya telah melihat adanya secercah harapan. Sungguh saya akan belajar dari gerakan dakwah ini. Saya akan mengunjungi Mewat untuk melihat para pejuang yang bergerak menjalankan dakwah dan pembaharuan mengikuti dakwah Syaikh Muhammad Ilyas.”
      i. Pendapat Syaikh Athaillah Syah Al-Bukhori
      Beliau pernah datang ke Markas Nizhamuddin, untuk melihat langsung usaha ini. Beliau berkata, “Saya percaya bahwa Syaikh Nizhamuddin yang dijuluki Auliya telah wafat. Namun, saya melihat bahwa beliau masih hidup dan diberi rezeki (yaitu adanya Syaikh Muhammad Ilyas). “Dan berkata, “Sungguh saya merasa baru masuk Islam ketika saya hadir di Markas Dakwah dan Tabligh di Nizhamuddin. Barang siapa ingin memperbagarui imannya dan ingin menjadi seorang muslim yang sempurna, hadirlah ke markas Dakwah dan Tabligh.” j. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
      Beliau berkata, “Penelitian secara ilmiah terhadap dakwah Syaikh Ilyas memerlukan pemahaman lingkungan maupun tempat yang menyebabkan timbulnya kerisauan Syaikh Ilyas. Juga perlu dipelajari sejarah gerakan ini dan cara-cara pembaharuannya di berbagai sejak awal.”——- “Sebenarnya, aturan yang berlaku di markas Syaikh Ilyas itu telah berlangsung lebih dari seperempat abad yang lalu. Tentu saja, itu suatu bukti yang jelas bahwa Syaikh Ilyas telah berusaha menghidupkan semua yang dibawa oleh Nabi saw, dan mungkin tidak ada duanya di seluruh dunia Islam. Meskipun di seluruh dunia banyak Markas yang menjadi pusat-pusat dakwah, tetapi tidak satu pun dari markas-markas tersebut yang memiliki contoh sempurna dari kegiatan Masjid Nabawi Syarif pada zaman Rasulullah saw, bukanlah hal itu telah cukup menunjukkan bahwa beliau memang mendapatkan taufik dari Allah untuk berkorban dalam usaha ini ?
      k. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
      Beliau berkata, “Jamaah Tabligh berdiri di india dengan kegiatan dakwahnya menyeru manusia kepada Allah, Ta’lim wat ta’lum, dan pendidikan ruhani yang menyeluruh. Jamaah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas pada tahun 1920 M. beliau menganjurkan agar di dalam dakwah lebih banyak bergerak dari pada sekadar menasehati lewat ceramah atau tulisan. Beliau mendidik kaum muslimin agar mengikuti cara-cara yang telah ditempuh oleh para sahabat, dan beliau juga menulis buku mengenainya sehingga jamaah Tabligh tersebar ke seluruh dunia.”
      l. Pendapat Imam Abu Zahrah
      Beliau menyaksikan langsung pergerakan jamaah-jamaah di markas Raiwind Lahore. Beliau berkata, “Sesungguhnya perang salib dan hru-hara Tartar telah melemahkan semangat bangsa Arab. Maka muncullah di India dan Pakistan semangat yang sangat kuat untuk melanjutkan dakwah Islamiyah hingga menyebar ke seluruh negara Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lainnya. Banyak kaum muslimin India yang telah keluar untuk berdakwah Islamiyah. Mereka berbekal sendiri di punggungnya serta menanggung segala kesusahan demi melaksanakan usaha dakwah sehingga Islam berkembang di beberapa wilayah di India Timur, di Philipina dan tempat-tempat lainnya. Bahkan di tangan merekalah banyak negro Amerika masuk Islam dan Islam berkembang di sana. Sungguh kita dapat melihat jamaah-jamaah itu di India dan Pakistan. Mereka keluar berdakwah, menyeru manusia kepada Islam. Mereka menyediakan diri dan harta mereka untuk menyiarkan Islam. Bahkan para pegawai pemerintah juga menyediakan waktu sepuluh persen, seolah-olah nisab zakat mereka.”
      m. Pendapat Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi
      Beliau dalam salah satu tulisannya menyatakan, “Di tengah masyarakat yang dipenuhi kelalaian, kejahilan, dan syahwat seperti itulah Syaikh Muhammad Ilyas bangkit mendirikan Jamaah Tabligh memikirkan alat dan cara yang tepat untuk menyelamatkan umat dari bahaya tenggelam dalam kejahilan, kegelapan, kefasikan, dan kemusyrikan. Kemudian Allah menunjukkan beliau cara yang sangat tepat dan efektif, yang dengan cara tersebut banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya dapat diselamatkan dari lemah iman menjadi kuat iman, dari jahil terdapat Islam kepada cahaya ilmu, dari bahaya kelalaian kepada benteng dzikir, serta dari kefasikan dan kedurhakaan kepada ketaatan.”
      Sekarang, saya akan jelaskan mengenai alat yang dipakai oleh Jamaah Tabligh yang telah diilhamkan Allah kepada hamba-Nya, Syaikh Muhammad Ilyas, dan telah dipraktekkannya sehingga dapat menyelamatkan sejumlah besar manusia. Alat tersebut sangat sederhana, tetapi sangat efektif dan tiada duanya, suatu alat dan cara yang menakjubkan yang tidak lebih dari enam point atau enam sifat.”
      Syaikh Ibnu Sirrin rah ra, berkata, “Jika sampai kepadamu berita tantang saudaramu, maka carilah alasan yang membenarkan tindakannya. Jika kamu tidak menemukannya, maka katakanlah, “Mungkin dia mempunyai alasan.”
      Abu Qilabah rah.a. berkata, “Apabila sampai kepadamu berita tentang saudaramu yang tidak menyenangkan, maka carilah baginya suatu alasan dengan sungguh-sungguh. Dan jika tidak menemukannya, maka katakanlah kepada dirimu, “Barangkali dia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya.”
      Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
      Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah
      Mereka berkata: Orang-orang Tabligh membuat bida’ah berupa keluar di jalan Allah secara berjemaah dan membatasi masa keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan.
      Kami katakan:
      Sesungguhnya keluar untuk memperbaiki diri adalah seperti keluar untuk menuntut ilmu dan hidayah. Juga seperti keluar untuk mendakwah manusia kepada Allah dan mengajar mereka hal-hal yang bermenafaat di dunia dan akhirat. Semuanya itu adalah keluar di Jalan Allah, apabila di landasi niat yang benar dan untuk mengapai redha Allah s.w.t, bukan untuk memperolehi harta dan penghormatan atau untuk hiburan, permainan dan kebatilan.
      Adalah termasuk kelakuan bodoh atau pura-pura bodoh apabila ada orang yang mengingkari keluarnya Jemaah Tabligh untuk kepentingan hidayah bagi manusia, mengajar mereka, memperbaiki diri mereka dan mendidik rohani mereka.
      Padahal Rasulullah s.a.w bersabda, “Sepetang atau sepagi keluar di jalan Allah, lebih baik daripada mendapatkan dunia dan segala isinya.
      Juga sabda Rasulullah s.a.w, “Barangsaiapa mendatangi masjid ini, semata-mata untuk kebaikan yang ia ajarkan atau ia pelajari, laksana mujahid fi sabilillah.”
      Dan banyak lagi hadith sahih dan hassan yang mengajarkan dan memberi semangat untuk keluar di Jalan Allah. Alangkah ajaibnya perkataan mereka bahawa keluarnya Jemaah Tabligh adalah bida’ah! Dan lebih ajaib lagi mereka berhujah terhadap “keluar fi sabilillah secara berjemaah adalah bida’ah” dengan jangkaan mereka bahawa Rasulullah s.a.w mengirimkan Mu’az r.a ke Yaman bersendirian saja dan tidak berjemaah.
      Mereka lupa atau tidak tahu bahawa Rasulullah s.a.w tidak mengirimkan Mu’az r.a sendirian tetapi mengirimkan Abu Musa Al Asy’ary r.a bersamanya. Baginda s.a.w bersabda kepada keduanya, “Gembirakanlah mereka dan jangan kalian buat mereka lari. Mudahkan mereka dan jangan kalian menyusahkan. Bertolong-tolonglah kalian dan jangan berselisih.”
      Juga beliau mengirimkan Ali bin Abi Talib dan Khalid bin Sa’id bin al Ash r.huma. Bersama mereka baginda s.a.w mengirimkan rombongan besar untuk dakwah, ta’lim dan memutuskan perkara diantara manusia.
      Tentang pembatasan masa keluar yang mereka katakan sebagai Bidaah, adalah peraturan dakwah sebagaimana peraturan sekolah dan universiti yang mengenal batasan masa belajar dan kerehatan, untuk menyiapkan bekal dan perbelanjaan selama masa keluar. Apakah dengan demikian, orang-orang Tabligh dianggap membuat bida’ah kerena mereka mengatur hari-hari untuk kepentingan dan khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah)?
      Alhamdulillah.
      Ditulis oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
      Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah
      Demikianlah sekilas ‘Apa itu Jamaah Tabligh’ dan beberapa pendapat ulama mengenainya. Uraian di atas setidaknya menyibak keasingan Jamaah Tabligh dan membuka hati terhadap maksud dan tujuan Jamaah Tabligh, yang semata-mata gerakan keimanan atas diri dan umat. Umar bin khattab ra. berkata, “Janganlah kamu berprasangka buruk terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu mukmin, kecuali dengan prasangka yang baik selama kamu dapati kemungkinan untuk memahaminya dengan pemahaman yang baik.”

  17. janganlah berdebat dg orang bodoh,mengeraskan hati.buat salafy..jgn menyakiti hati2 ummat dgn tidak mau senyum selain jamaah,tdk mau berbaur,mau bukti datang aja kbbrapa masjid dibali..

  18. ga usah ngurusi salafy(salah fykir)percuma,ibarat kt ini nyanyi didepan SAPI (SALAH PIKIR) juga percuma…percuma…percumaaaa…

    • Yang sabar….., enggak ada yang percuma. Tingkatkan saja pengorbanan kita, keluar di jalan Allah lebih lama lagi, lebih jauh lagi. Hidayah pasti akan datang. Sudah ada beberapa saudara kita yang tadinya salafi, sekarang ikut tabligh

  19. Tidak dapat dipungkiri masjid-masjid dan musholla yang sering dikunjungi Jamaah Tabligh lebih makmur dibandingkan yang tidak.

    Saya telah melihat itu selama 10 tahun terakhir. Mungkin bisa jadi pertimbangan buat DKM yang ingin masjidnya hidup.

    Saya sedih bila ada masjid yang sepi Shalat Berjamaah padahal bangunannya megah dan warganya banyak serta sering ada pengajian.

  20. Memang lw orang ga faham,bs murtad.

  21. Berilah kmi smua HIDAYAH MU ya ALLAH,,

  22. saya org awam,sy org banyk dosa,saya dlu gk pernah sholat.trs saya sering tobat (sambal) sy sering hilaf,dan sekarang aku bersukur sama allah,saya dikenalkan sm JT (jema ah tabligh) sy jadi sholat full 5 wak tu + sunnah nya.
    saya jd sering baca al Qur an walo terbata2 trs ada niat belajar,tp dah tua susah,untung ustad2nya rajin mengajar..makasih ya allah,mksh JT.

  23. hanya orang munafik yang membenci JT. walopun ngakunya SALAFY.
    geram ane , usaha dakwah begitu indahnya dimusuhi, disesatkan. BENAR-BENAR SESAT MEREKA YANG MENYESATKAN JT. ctt: ane bukan orang JT, cuma orang jujur yang menilai apa adanya……….

  24. JOSH !!!

  25. Bila sudah seperti itu, ada kemungkinan markaz Nizamudin akan pindah ke Madinah.

  26. AllahhuAkbar!!! perdebatan takkan menyelesaikan masalah… -_-

  27. pokoknya JT itu dakwah paling maju di dunia,,,,,dan kenyataan ini tdak terbantahkan,,JT mampu merubah keadaan jahiliyah menjadi islami,,,,inikah yang dikatakan orang2 bahwa JT itu awam, bid’ah, tidak ikut sunnah dll,????

  28. Semua kita muslim,dakwah itu merupakan kewajiban,,bagaimana suatu ilmu jika tidak pernah disampaikan dan di amalkan,,,mungkin akan berhenti hanya pada baginda rosul saja,..bertahan hingga sekarang muslim karena allah menjagadengan berbagai cara termasuk cara berdakwh,,,kita semua bersaudara,..ada yang ahlidzikir,ada yang dakwah tabligh,.ada yang jihadfisabilillah,..semua sudah ada panggilan dari allah swt,,..syukur syukurkita bisa dakwah,dan jihad fisabilillah,…krna allah telah menviptakan kita pada peran masing masing,..kita selalu umat islam saling mendoakan,..amin

  29. Untuk paham agama butuh pengorbanan….yakin saja dengan usaha dakwah buat lagi pengorbanan..Insya Alloh…walaupun orang tidak suka atau mendukung tapi kalau Alloh Ridhlo …apalah arti ketidaksukaan dari manusia.

  30. sdh 3 tahun kepemimpinan dikeluargaku..serasa belum cukup dakwahku trhdp istri dan anakku.,ibuku,kakak adikku,sepupuku.bahkan pd diriku sendiri..semoga Allah meringankan pertaxaan tanggungan dakwahku di Yaumul Hisab.

  31. AsSalamualaikum…mohon do’anya bay agar bisa keluar lagi….aamiin

  32. Bid’ah itu sesuatu hal yang baru, pendapat saya kl lebih banyak manfaatnya kenapa tidak…….

    Ney” Tonton aja Film “Omar” yang kisahnya menceritakan usulan Saidina Umar Ra untuk membukukan Al-Qur’an. Saidina Abubakar ra mengatakan wahai Umar sesungguhnya ini Bid’ah karena tidak pernah dilakukan Rosulullah saw, tetapi karena alasan Saidina Umar ra yang dapat diterima maka pembukuan Al-Qur’an dapat dilaksanakan.

    Pendapat saya usaha JT itu tujuannya baik untuk memakmurkan Masjid yg sebagai JANTUNG HATInya suatu Kampung. Nah saat ini saya pikir sudah sangat perlu JT.

  33. orang salafi jangan banyak komentar, sebaiknya antum yang mengaku paling benar hendaknya keluar 3 hari…trus 40 Hari ..trus 4 bulan, mka baru tau kalau antum tidak seperti yang antum bangga2kan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: