Naudhubillah: Salafi Saling Menjatuhkan Salafi (Mereka Menyebut Ini Dakwah)

Assalamualaikum,

Perdebatan panjang di tubuh salafi dapat dilihat di sini:

http://fakta.blogsome.com

Naudhubillah, malu rasanya membaca perdebatan yang tidak berguna oleh para da’i seperti ini. Benarlah sabda Rosulullah yang mafhumnya barang siapa membuka aib saudaranya sesama muslim maka Alloh akan membuka aibnya di dunia dan akherat. Semoga kita selamat dari fitnah seperti ini. Sungguh Rosulullah pasti sangat malu melihat orang yg mengaku da’i-da’i nya saling hujat seperti ini.

Wassalam,

Abu Izza Adduri

Buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak


Oleh
Ustadz Abu Ahmad As-Salafi

Telah masuk kepada kami dari sebagian pembaca Al-Furqon perihal buku Dakwah Salafiyyah Dakwah Bijak, Meluruskan Sikap Keras Da’i Salafi oleh Abu Abdurrahman Ath-Thalibi yang beredar baru-baru ini.

Melihat judul buku ini seakan-akan kita melihat sosok seorang yang peduli dengan Dakwah Salafiyyah sehingga berusaha membenahi kekurangan yang terjadi dari-da’i-da’i salafi yang bersikap keras tidak pada tempatnya di dalam berdakwah. Tetapi setelah kami cermati isi buku ini, ternyata di dalamnya penuh dengan syubhat-syubhat yang sangat berbahaya dibalik nasehat-nasehat yang dia sampaikan.

Karena itulah, dalam pembahasan kali ini kami berusaha menyingkap syubhat-syubhat tersebut sebagai nasehat kepada kaum muslimin dan pembelaan kepada manhaj yang haq.

PENULIS DAN PENERBIT BUKU INI
Buku ini ditulis oleh Abu Abdirrahman Ath-Thalibi dan diterbitkab oleh HUJJAH PRESS Cibubur Jakarta Timur, cetakan pertama, Februari 2006M

KEDUSTAAN ATAS SYAIKH ROBI BIN HADI AL-MADKHOLI HAFIZHAHULLOH
Dalam Pengantar penerbit tertera :
“Dalam salah satu artikelnya di sebuah situs salafi di Timur Tengah (www.sahab.net) , Dr Rabi Al-Madkhali menulis tentang bid’ah dan menyerang siapapun yang dianggap sebagai ahlu bid’ah secara membabi buta. Mengutip perkataan Yahya bin Yahya yang diriwayatkan Ibnu Taimiyyah dalam Majmu Fatawanya, Al-Madkhali mengatakan bahwa memerangi ahlu bid’ah lebih utama daripada berjihad fi sabilillah. Lalu dibelakang namanya, Al-Madkhali ini menuliskan gelar untuk dirinya sendiri, “Pemberantas Bid’ah dan Para Pelakunya, Penolong Sunnah dan Pengikutnya, dan Pembela Akidah”. Demikianlah sebagai contoh akhlak seorang tokoh kaum salaf masa kini yang mengaku sebagai penolong Sunnah, dengan bangganya dia labelkan pada dirinya sendiri dengan gelar-gelar yang tidak ada contohnya dari Alloh, Rasul-Nya, dan para ulama salaf”

Kami katakan : Ini adalah kedustaan yang ditimpakan atas Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahulloh. Sepanjang penelitian dan pengetahuan kami, beliau tidak pernah menuliskan gelar untuk diri beliau sendiri “Pemberantas Bid’ah dan Para Pelakunya, Penolong Sunnah dan Pengikutnya, dan Pembela Akidah”, meskipun kita semua yakin bahwa beliau adalah pembela Sunnah dan duri bagi ahli bid’ah. Para ulama telah memberikan pujian dan rekomendasi kepada beliau di dalam dakwah dan tulisan-tulisan beliau. Di antara para ulama yang memberikan rekomendasi kepada beliau adalah tiga imam Dakwah Salafiyyah zaman ini : Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Al-Albani, dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. [1]

Beliau menukil perkataan Al-Imam Yahya bin Yahya di atas di dalam kitab beliau yang berjudul Manhaj Ahli Sunnah Fi Naqdi Rijal wa Kutub wa Thowa’if hal. 83 dan penutup, demikian juga dalam kitab beliau yang berjudul Jama’ah Wahidah hal. 83, dalam ketiga nukilan tersebut beliau tidak menyebutkan “gelar” di atas bagi dirinya sendiri. (Untuk mengenal lebih lanjut tentang tulisan-tulisan beliau –yang dimuat oleh http://www.sahab.net dan yang lainnya- silahkan melihat program Maktabah Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkhali oleh http://www.islamspirit.com)

Demikian juga, sepanjang kehadiran kami dalam majelis-majelis beliau baik di masjid-masjid, di ruang kuliah di Jami’ah Islamiyyah Madinah, dan di kediaman beliau, kami tidak pernah mendengar beliau melabelkan “gelar-gelar” tersebut bagi diri beliau. Bahkan ketika ada sebagian hadirin menyebut beliau dengan “Samahatusy Syaikh”, beliau menolak seraya mengatakan : “lastu bi shohibi Samahah” (Aku tidak layak disebut Samahah).

Yang kami lihat dari akhlak dari sifat beliau adalah seperti yang ditulis oleh penulis biografi beliau : “Beliau memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) terhadap para saudaranya, para muridnya, para tamu, dan para pengunjungnya. Beliau sederhana dalam tempat tinggal, pakaian, dan kendaraannya, tidak menyukai kemewahan dalam semua hal itu. Beliau selalu ramah dan terbuka, tidak membuat bosan teman duduknya dari pembicaraan beliau, mejelis-mejelis beliau penuh dengna bacaan hadits dan sunnah …” (Dari Tarjamah Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi dalam http://www.rabee.net)

Kedustaan atas seorang ulama Sunnah seperti yang dilakukan oleh pemilik buku ini [2] bukanlah sikap Ahli Sunnah, tetapi salah satu tanda-tanda ahli bid’ah. Al-Imam Ali bin Harb Al-Maushili rahimahullah berkata : “Setiap pengekor hawa nafsu selalu berdusta dan tidak mempedulikan kedustaannya!” (Diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi dalam Al-Kifayah hal. 123)

Kedustaan-kedutaan seperti ini dilakukan oleh ahli bid’ah sebagai tangga untuk menjatuhkan Manhaj Salaf dengan menjatuhkan para ulama Salafiyyin lebih dahulu, dengan menjiplak metode orang-oran Yahudi : “Jika engkau hendak menjatuhkan suatu pemikiran, maka jatuhkanlah para pemikir dan tokoh-tokohnya” (!)

TALBIS SALAFI HAROKI
Penulis berkata (dalam hal.20 dari bukunya ini) :
“Salafi Haroki adalah gerakan dakwah Salafiyyah yang menerapkan metode pergerakan (harakiyyah). Metode tersebut meskipun tidak sama persis, serupa dengan metode yang ditempuh oleh jama’ah-jama’ah dakwah Islam, seperti Ikhwanul Muslimin (IM), Hizbut Tahrir (HT), Jama’ah Tabligh (JT), Jama’at Islam (JI), Negara Islam Indonesia (NII), dll”

Kami katakan : Sebutan “Salafi Haroki’ adalah bentuk talbis (pencampuradukkan antara haq dan bathil) antara manhaj Salaf dengan manhaj Harokah yang bid’ah. Dengan talbis ini mereka hendak memalingkan Salafiyyin –para pengikut salafush sholih- dari manhaj salaf dan menganut manhaj haroki yang bid’ah!.

Syaikh Al-Allamah Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahulloh berkata : “Menamakan diri dengan Salafiyyah tidak apa-apa jika benar-benar demikian keadannya. Adapun jika penamaan tersebut hanya sekedar klaim tanpa bukti, maka tidak boleh menamakan diri dengan Salafiyyah dalam keadaan dia tidak berada di atas manhaj salaf….” Maka tidak akan berkumpul antara Ahli Sunnah wal Jama’ah bersama madzhab orang-orang yang menyelisihi mereka seperti Khowarij, Mu’tazilah, dan hizbiyyin seperti orang yang mereka namakan sebagai Muslim Modern, yaitu orang yang hendak menggabungkan antara kesesatan-kesesatan modern dengan manhaj salaf” (Ajwibah Mufidah hal. 18-19)

Syaikh Al-Allamah Robi bin Hadi Al-Madkhaoli hafizhahulloh berkata : “ Saya menasehati orang yang mengatakan perkataan ini dan yang semisalnya agar bertaqwa kepada Alloh dan menjelaskan kepada kaum muslimin tentang manhaj Salafi yang shohih, janganlah mencampuradukan agama ini dengan manhaj Sayyid Quthub dan yang semisalnya, karena manhaj Salafi dan Manhaj Sayyid Quthub tidaklah keduanya melainkan dua hal yang kontradiktif (bertolak belakang) yang tidak akan bisa bertemu di dalam manhaj dan tidak pula dalam aqidah” (Dari kaset Ajwibah ‘Ala As’ilah Manhajiyyah tanggal 7 Syawwal 1419H) [3]

MENGKOAK-KOTAK SALAFIYYIN
Penulis berkata (dalam hal.10 dari bukunya ini) :
“Tiga Madrasah yang sangat dominan saat ini ialah : Salafiyah di Arab Saudi, Salafiyyah di Yaman dan Salafiyyah di Yordania-Syria (Syam). Masing-masing madrasah memiliki ulama-ulama, majlis-majlis, lembaga pendidikan, media, serta karya-karya buku”

Penulis berkata (dalam hal.10 dari bukunya ini) dengan judul pembahasan Komunitas Salafi Yamani:
“Madrasah Salafiyyah ada di berbagai negara Muslim, bukan hanya di Yaman. Bahkan diYaman sendiri, saya yakin garis Salafiyyah itu tidak satu warna, tetapi beragam. Hanya saja, dibandingkan dengan madrasah-madrasah Salafiyyah, maka madrasah Salafiyyah di Yaman terkenal paling keras sikapnya terhadap ahli bid’ah dan kelompok-kelompok yang menyimpang”.

Kami katakan : Salafiyyah bukanlah Hizbiyyah, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Sholih Al-Fuzan hafizhahulloh ; “Salafiyyah adalah firqotun najiyah (kelompok yang selamat). Mereka adalah Ahli Sunnah wal Jama’ah, bukan suatu hizb yang dinamakan sekarang sebagai kelompok-kelompok atau partai-partai. Sesungguhnya ia adalah suatu jama’ah, jama’ah yang berjalan diatas sunnah….. maka Salafiyyah adalah jama’ah yang berjalan di atas madzhab salaf dan di atas jalan Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum dan dia bukanlah salah satu kelompok dari kelompok-kelompok yang muncul sekarang ini, karena dia adalah jama’ah yang terdahulu dari zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berlanjut terus menerus di atas kebenaran, dan nampak hingga hari kiamat sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihgi wa sallam” (Dari kaset yang berjudul At-Tahdzir Minal Bida) [4]

Penulis mengatakan bahwa dirinya bukan dari kalangan Salafiyyin dengan mengatakan (dalm hal. 23):
“Saya tidak berdiri di salah satu kelompok. Saya bukan dari kalangan Salafi Yamani maupun Haroki”.

Kemudian penulis berkata (dalam hal. 112 dari bukunya ini):
“Persilangan pendapat antara ulama-ulama Salafiyyah di Arab Saudi, Yordania, Syria, dan yang lainnya sudah bukan rahasia lagi. Contohnya, persilangan pendapat antara Syaikh Nashiruddin Al-Albani dengan Syaikh Hamud bin Abdillah At-Tuwajiri. Persilangan itu begitu tajamnya ….”

Kami katakan : Setelah penulis menyatakan bahwa dirinya bukan dari kalangan Salafiyyin, maka merupakan suatu kewajaran jika dia sulit untuk menjaga lisannya dari perkataan yang tidak sopan kepada para ulama Salafiyyin, seperti terhadap dua imam dakwah Salafiyyah Syaikh Al-Albani dan Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahumalloh. Untuk menjelaskan hal ini, kami nukilkan perkataan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman hafizhahulloh penulis biografi Syaikh Hamud At-Tuwajiri rahimahullah.

“Beliau memiliki beberapa bantahan terhadap tulisan-tulisan Syaikh Al-Albani dan terjadi beberapa pebedaan pendapat antara beliau dengan Syaikh Al-Albani. Kendati demikian, tetapi terjalin ukhuwwah salafiyyah antara beliau dengan Syaikh Al-Albani. Bukti konkrit hubungan-hubungan yang baik antara keduanya, di antaranya.

[a]. Syaikh Hamud, di dalam bantahannya kepada Syaikh Al-Albani, tetap berusaha menjaga kedudukan Syaikh Al-Albani. Suatu misal, ketika beliau sudah hampir mencetak bantahan beliau, tiba-tiba ada seorang yang bersimpati kepada Syaikh Al-Albani datang kepada beliau memprotes beberapa kalimat dalam bantahan tersebut, maka seketika itu juga beliau menghapus kalimat-kalimat tersebut.

[b]. Ketika Syaikh Al-Albani mengunjungi tempat beliau di Riyadh pada tahun 1410H, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam berusaha menjamu dan menghormati Syaikh Al-Albani.
[c]. Di dalam batahan-bantahan kepada Syaikh Al-Albani, beliau banyak menyertakan pujian kepada Syaikh Al-Albani dalam kegigihannya membela sunnah dan melawan bid’ah seperti perkataan beliau : “Syaikh Al-Albani sekarang adalah lambang dari sunnah, mencela beliau akan memudahkan pencelaan kepada sunnah”. Pujian ini jelas hanya berlaku bagi para imam ahli sunnah, bukan kepada para gembong ahli bid’ah, sebagaimana yang dikehendaki oleh para pencetus manhaj muwazanah!” (Siroh Al-Allamah Hamud bin Abdullah At-Tuwaijiri hal. 19-20)

PANDANGAN PENULIS TERHADAP SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’I RAHIMAHULLAH
Penulis berkata (dalam hal. 109 dari bukunya ini):
“Orang-orang yang mau melihat secara jujur dan obyektif pasti setuju bahwa Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah adalah seorang ulama Salafi. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Beliau mendirkan Markaz Ilmiyyah Darul Hadits di Dammaj Yaman, beliau jug menulis karya-karya penting dalam hadits, beliau mendidik da’i-da’i Salafi, beliau juga berjuang keras menentang siapapun yang tidak sependapat dengan manhaj Salafiyyah. Bila perlu, Syaikh Muqbil bin Hadi akan bersikap keras terhadap musuh-musuhnya yang dianggap menyimpang. Dalam hal terkahir ini Syaikh Muqbil bin Hadi sangat menonjol”

Penulis juga berkata (dalam hal. 111 dari bukunya ini):
“Menurut saya, sebagaimana yang saya ketahui dari berita-berita yang ada, baik lisan atau tulisan, paling tidak ada tiga alasan yang bisa dianggap sebagai latar belakang sikap keras Syaikh Muqbil bin Hadi, yaitu : 1. Tradisi sosial masyarakat Yaman sendiri memang keras… 2. Konflik antar aliran-aliran agama di tengah masyarakat berlangsung keras… 3. Proses pribadi yang dialami Syaikh Muqbil bin Hadi sendiri. Syaikh Muqbil memiliki kebencian besar terhadap Syi’ah, sebab dalam salah satu proses hidupnya, beliau pernah mengalami konflik dengan komunitas Syi’ah di tingkat masyarakat maupun pemerintahan”

Kami katakan : Inilah pandangan penulis terhadap Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah, dan dibawah ini kami nukilkan pandangan Syaikh Al-Allamah Al-Muhadits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah terhadap Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah ketika sebuah pertanyaan dilontarkan kepada Syaikh Al-Albani ; pertanyaan itu berbunyi : “Meskipun jelas sekali sikap Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi dan Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i di dalam berjihad melawan kebid’ahan dan perkataan-perkataan yang menyeleweng, ternyata ada sebagian orang yang meragukan kalau keduanya berada di atas garis Salafi?”

Syaikh Al-Albani rahimahullah menjawab
“Kami –tanpa ada keraguan- bersyukur kepada Alloh Azza wa Jalla yang telah menganugrahkan kepada dakwah yang sholihah ini –yang tegak di atas Kitab dan Sunnah dengan manhaj Salafush Shalih- para da’i berbagai penjuru dunia Islam menegakkan tugas fardu kifayah ini yang jarang sekali menunaikannya pada hari ini. Maka merendahkan dua syaikh ini, Syaikh Robi dan Syaikh Muqbil, yang keduanya menyeru kepada Kitab dan Sunnah serta jalan yang ditempuh oleh salafush shalih, serta memerangi orang-orang yang menyelisihi manhaj yang shohih ini, maka ini –sebagaimana bukan hal yang tersembunyi atas semuanya- muncul dari salah satu di antara dua orang : bisa jadi dia jahil (bodoh) atau pengekor hawa nafsu” (Dari kaset Silsilatul Huda wan Nur no. 851)

Ketika kami menghadiri dars Sunan Nasa’i yang disampaikan oleh Syaikhuna al-Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad hafizhahulloh di Masjid Nabawi, ada sebuah pertanyaan yang disampaikan kepada beliau yaitu bagaimana pandangan beliau tentang Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, maka beliau memuji Syaikh Muqbil rahimahullah di dalam menuntut ilmu, menyampaikan ilmu, dan di dalam berdakwah.[5]

Tentang sikap keras Syaikh Muqbil rahimahullah kepada ahli bid’ah, memang hal ini tidak mengenakkan hati para hizbiyyin sehingga mereka menjadikan hal ini sebagai sasaran celaan mereka kepada beliau. Syaikh Abu Muhammad bin Ali Ash-Shouma’i hafizhahulloh telah menjawab hal ini dengan mengatakan.

“Sikap keras kepada ahli bid’ah merupakan keutamaan dan bukanlah merupakan kekurangan wahai Ibnu Gholib [6]. Sesungguhnya yang membuat kalian memiliki pemahaman terbalik ini adalah manhaj kalian yang jelek dan (akibat) kalian duduk-duduk dengan ahli bid’ah, kalian menghendaki muwazanah dan kelembutan bagi para ahli kebathilan. Dan inilah sebagian atsar dari salafuna tentang kerasnya mereka terhadap ahli bid’ah, barangkali kalian bisa mendapatkan manfaat darinya…

[1]. Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata : “Jika engkau melihat seseorang mencela Hammad bin Salamah maka ragukanlah keislamannya, karena Hammad bin Salamah keras terhadap ahli bid’ah (Siyar A’lam Nubala 8/209)
[2]. Al-Imam Baihaqi rahimahullah berkata ; “Adalah Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah keras terhadap ahli ilhad dan bid’ah, beliau terang-terangan membenci mereka dan menjauhi mereka. (Siyar A’lam Nubala 7/308)
[3]. Abul Hasan Al-Farro berkata tentang Abdurrohman bin Mandah : ‘Dia keras terhadap ahli bid’ah dan menjauhi mereka. (Thobaqoh Hanabilah 1/538).
(Lihat Nubdzah Yasiroh min Hayati Ahadi A’lamil Jaziroh hal. 74) [7]

PENUTUP
Penulis berkata dalam Kalimat Penutup (hal. 157):
“Tujuan penulisan buku ini ialah menyampaikan nasehat-nasehat kepada sebagian kalangan Salafi yang cenderung bersikap berlebihan di dalam dakwahnya. Nasehat itu disampaikan tentu demi kebaikan dakwah Salafiyah di Indonesia, bukan dalam rangka menyerang atau menjatuhkan nama baik pihak-pihak tertentu. Sebagai hujjah bagi nasehat-nasehat yang disampaikan, saya kemukakan dalil-dalil syar’iyyah, bukti-bukti yang saya ketahui, serta petunjuk-petunjuk referensi. Selain itu, dalam buku ini saya mencoba menghindari kata-kata yang bersifat menghina atau melecehkan. Hanya di beberapa tempat tertentu saya terpaksa mengutarakan ungkapan-ungkapan yang mungkin dianggap sinis”.

Kami katakan : Jika buku ini benar-benar ditulis untuk kebaikan dakwah Salafiyyah, pastilah akan membela para ulama dakwah Salafiyyah dari tuduhan-tuduhan dusta ahli bid’ah, tetapi kenyataannya buku ini justru berisi talbis terhadap manhaj salafi, celaan dan kedustaan tentang para ulama Salafiyyin yang ini semua merupakan cara-cara ahli bid’ah di dalam usaha mereka menjatuhkan Dakwah Salafiyyah

Terakhir, kami sampaikan nasehat kepada penulis agar bertaubat dari talbis, kedustaan dan ungkapan-ungkapan sinis terhadap para ulama Salafiyyin. Hendaklah penulis berusaha mengikuti manhaj yang shahih yaitu manhaj salafi, karena keshohihan manhaj menentukan tempat seseorang di surga atau neraka sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahulloh.

“Keshahihan manhaj menentukan tempat seseorang di surga atau di neraka. Jika manhaj seseorang shahih maka dia akan mauk surga. Jika dia mengikuti manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan manhaj salafush shalih maka dia akan menjadi penghuni surga –dengan izin Allaoh-, dan jika dia berada pada manhaj yang sesat maka dia diancam dengan neraka” (Ajwibah Mufidah hal. 77)

Kepada para pembaca, kami nasehatkan agar tidak menjadikan buku Dakwah Salafiyyah Dakwah Bijak ini sebagai rujkan, berhubung banyaknya syubhat yang ada di dalamnya yang di antaranya telah kami sebutkan di atas. Masih banyak kitab-kitab para ulama yang lebih layak dijadikan sebagai rujukan di dalam manhaj dakwah. Di antara kitab-kitab yang kami anjurkan untuk dijadikan rujukan dalam hal ini ialah : Min Aqwali Syaikh Abdul Aziz bin Baz Fi Da’wah, Ajwibah Mufidah oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan, Da’wah ila Alloh dan Ru’yah Waqi’iyyah lil Manahij Da’awiyah keduanya oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari, serta Manhajul Anbiya fi Da’wah ila Alloh dan Al-Hatstsu ‘alal Mawaddah wal I’tilaf wa Tahdzir minal Furqoh wa Ikhtilaf [8] keduanya oleh Syaikhuna Al-Allamah Robi bin Hadi Al-Madkholi.

Semoga Alloh selalu menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikutinya.

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 08 Tahun VI/Robi’ul Awwal 1428H [April 2007], Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153]
__________
Foote Note
[1]. Lihat kitab Tsana’ Al-badi minal Ulama ala Syaikh Robi oleh Kholid bin Dhohwa Adh-hufairi
[2]. Di akhir Pengantar Penerbit tertera nama Abu Abdillah Al-Mishri, kami tidak tahu ini adalah nama samaran lain dari penulis atau orang lain.
[3]. Untuk membentengi diri kita dari fitnah talbis ini, lihat pembahasan Talbis Salafi Haroki dalam Majalah Al-Furqon Tahun 6 Edisi 6 Rubrik Manhaj
[4]. Lihat pembahasan Salafiyyah Bukan Hizbiyyah dalam Majalah Al-Furqon Tahun 5 Edisi 8 Rubrik Manhaj
[5]. Ucapan beliau ini saya sampaikan maknanya, dan jika ada yang ingin lafazhnya bisa menyimak rekamannya di Tasjilat Masjid Nabawi
[6]. Dia adalah Abdulloh bin Gholib, penulis bait-bait syair yang penuh celaan kepada Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i.
[7]. Untuk mengenal lebih lanjut tentang Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, lihat kemabali Majalah Al-Furqon Tahun 5 edisi 1 Rubrik Tojoh
[8]. Untuk melihat sebagian kandungan kitab ini, silahkan melihat rubrik Manhaj ada edisi ini


Fitnah-fitnah Dakwah Salafyyah (Bagian 1)
Dakwah Salaf Dakwah Bijak

Oleh : Abu Salma Mohamad Fachrurozi

Alhamdulillah, segala pujian hanyalah milik Allah ta’ala, kami memuji-Nya dengan pujian-pujian yang banyak. Sholawat dan salam semoga Allah ta’ala senantiasa curahkan kepada Nabi Muhammad, sahabat-sahabatnya, para ulama dari kalangan tabiin, tabiut tabiin dan seluruh kaum muslimin yang berusaha dengan sungguh-sungguh mengikuti mjereka dengan ikutan yang baik.

Saya bersyukur kepada Allah ta’ala yang menakdirkan keluarga kami mengenyam manisnya menuntut ilmu agama ini yaitu Islam yang bermanhaj salaf. Dengan ilmu ini saya benar-benar merasakan indahnya hidup, nikmatnya nikmat Allah ta’ala yang diberikan kepada saya dan keluarga.
Semua itu atas kehendak Allah ta’ala kemudian upaya sungguh-sungguh Duat salafyah berdakwah di bumi Indonesia ini. Dakwah mereka menunjukkan hasil gemilang. Dakwah mereka atas kehandak Allah ta’ala mampu merobah anak muda yang semula tidak perduli dengan agamanya menjadi anak muda yang jatuh cinta dengan agamanaya, hari-harinya bergelut dengan ilmu agama.

Dakwah mereka menghasilkan muslimin beribadah dengan ikhlas dan tanpa kebid’ahan, tanpa taashub, fanatik mengekor tanpa ilmu. Sungguh ini prestasi besar yang patut disyukuri oleh seluruh kaum muslimin.

Namun tidaklah Allah ta’ala membiarkan hamba-hambanya tanpa ujian, Allah ta’ala terus menguji siapakah diantara kita semua yang terus dan akan terus berbuat kebaikan. Sebagaimana firman_Nya yang berarti “[QS. 67.1] Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, [QS.67.2] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Diantara fitnah (ujian) Dakwah Salafyah yang cukup memukul duatnya adalah buku ath-Thalibi DSDB. Buku itu mengambarkan dakwah mubarokah ini sebagai Dakwah yang keras, kasar, beringas dan yang semisalnya. Terbukti di lapangan (medan dakwah) buku tersebut banyak dikonsumsi oleh orang-orang / kelompok yang nota bene tidak suka dengan dakwah mubarokah ini. Entah tidak sukanya dikarenakan dakwah barokah ini membongkar kesesatan kelompoknya, entah disebabkan dakwah ini mampu menyadarkan pengikutnya sehingga meninggalkan kelompoknya atau sebab-sebab lain. Allah ta’ala lah yang maha mengetahui.

Yang pasti buku tersebut meninggalkan luka di kalangan salafyun, juga menimbulkan tabir yang kuat sehingga menghalangi kaum muslimin untuk menikmati manisnya Islam yang murni ini. Buku tersebut penghalang kaum muslimin dari manhaj yang lurus ini.

Mengapa dapat terjadi padahal dhohirnya ath-Tholibi tidak menolak manhaj salaf, Bahkan tampak bahwa Dia mendukung dan berusaha ingin berkontribusi dalam medan dakwah salaf ini. Sebab yang paling besar yang menjadikan Dia menjadi salah satu penghalang kaum muslimin mendikmati manhaj salaf adalah sikapnya yang tergesa-gesa. Dia ingin berdakwah, meluruskan hakikat manhaj salaf sementara Dia sendiri belum / tidak tahu hakikat manhaj salaf itu sendiri dan. Hingga kita saksikan Dia jatuh dalam banyak hal, niatan yang nampak ingin memperbaiki dakwah salaf membawa dirinya sebagai penghalang dakwah salaf .

Oleh karena itu dalam kesempatan yang terbatas ini saya akan sedikit memberi informasi kepada Ath Tholibi, semoga semua ini dapat diambil manfaatnya, olehnya, kaum muslimin dan semua saudara-saudaraku yang menjadikan dirinya sebagai pejuang dakwah namun dalam kenyataatnnya sering menyerang dan menuduh dengan tuduhan-tuduhan jelek terhadap dakwah salafyah.

Duat Salafyyah
Perlu diketahui siapa saja duat salafyah itu ? agar kita semua tidak terjebak dengan anggapan-angagpan menyimpang.

Penghulu dakwah ini tentu saja adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam, sahabat-sahabatnya dan para ulama dari kalangan tabiin, tabiut tabiin, ulama ahli hadits yang telah mengorbankan hidupnya untuk kemurnian islam. Merekalah Salafyah yang sesungguhnya.

Kemudian pada masa akhir ini muncul orang-orang yang komit dengan ajaran mereka semisal Syeh Al Bani, Syeh Bin Baz, Syeh Utsaimin, Syeh Muqbil (Semoga Allah ta’ala merahmati mereka), Syeh Rabi’, Syeh Fauzan, Syeh Muhsin dll (Semoga Allah ta’ala menjaga dan menambahi ilmu pada mereka).

Merekalah atas ijin dan kehendak Allah ta’ala melahirkan duat salafyah yang sampai di Indonesia ini. Mereka dengan gigih berdakwah, membangun pesantren, mengadakan kajian-kajian di masjid-masjid kaum muslimin. Dan tersebarlah dakwah ini di negeri ini.

Tidak ketinggalan dengan ilmu yang minim muncul dai-dai di rumah-rumah di kampung-kampung, di instansi-instansi, dan di mana saja. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu kecuali sedikit, dikarenakan semangatnya karena mengetahui kebenaran ada pada manhaj salaf mereka berdakwah ada yang menggunakan majalah, ada yang mengajak orang untuk hadir ke majlis taklim, ada yang berceramah dengan modal nekat, ada yang berdakwah dengan sikap dan perbuatan dll. Tersebarlah dakwah ini atas karunia dan kehendak Allah ta’ala semata.

Maka tidak heran, Manhaj Salaf yang semestinya sempurna terkadang menjadi kurang sempurna bahkan tampak menyimpang dari manhaj salaf itu sendiri, mengapa ? ya karena kurangnya ilmu dari beberapa dai-dai salafyah itu sendiri yang nota bene mereka sebenarnya bukan termasuk dari kalangan ustadz-ustadz salafyah.

Mereka adalah orang-orang yang telah mengakui kebenaran manhaj salaf ini namun kurangnya ilmu dan amal dengan penampilan salafyah dan dengan niatan yang baik mereka mengajak kaum muslimin, bergaul dengan masyarakat.

Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang menerima manhaj salaf dalam beberapa prinsip saja sedangkan prinsip yang lain tidak, sehingga tampak oleh Ath-Tholibi ada dua komunitas Salafyah di Indonesia. Ini bentuk kebodohan Ath-Tholibi terhadap hakikat dakwah salaf, Dia memasukkan kelompok-kelompok pergerakan kedalam duat salafyah yang dia sebut dengan Salafy Haroki.
Ketahuilah ath-Tholibi kalau memang identifikasi Anda benar yaitu ada kelompok-kelompok dakwah yang berpenampilan salafy akan tetapi di dalamnya ada ikatan-ikatan (seperti yang ada pada ikhwanul Muslimin dan pergerakan yang semisal) maka mereka itu sama sekali bukan salafyah sehingga semestinya anda mengeluarkan mereka dari barisan salafiyah dan jangan anda beri nama salafy haroki. Yang benar mereka adalah Hizbiyyun. Sekali lagi semua itu apabila identifikasi anda benar yaitu mereka melakukan pergerakan-pergerakan seperti ikhwanul Muslimin dan semisalnya. Salafyyah bukan pergerakan salafyah adalah ajaran.

Maka apabila Ath-Tholibi ingin mengkritisi dakwah salafyah sudah semestinya membedakan siapa yang sedang di bicarakan. Jangan secara umum, pembicaraan duat salafyah secara umum pastilah akan bias, kabur. Tentunya penelitian semacam itu bertentangan dengan metodologi ilmiyah.

Inilah sebabnya buku ath-tholibi jatuh dalam banyak kesalahan, tidak obyektif dan tidak proporsional.

Obyek Dakwah
Ath-Tholibi menganggap dakwah salafyah cenderung disampaikan dengan cara-cara keras dan kasar. Sayang Dia tidak merinci kepada siapakah dakwah ini disampaikan dengan keras dan kasar. Dia tidak menunjukkan bukti-bukti sama sekali.
Ketahuilah Obyek Dakwah ini banyak macam : Anak-anak di pesantren, kaum muslimin secara umum, dan Aktifis-aktifis dakwah.

Tentunya cara berdakwah terhadap masing-masing obyek tidak sama, adakah kekasaran dari ustadz-ustadz pesantren salafyah terhadap anak didiknya ?, adakah pemaksaan dan kekerasan ustadz-ustadz salafyah terhadap kaum muslimin secara umum ? Sebatas yang saya ketahui tidak Bahkan suat salafyah sangat hati-hati ketika berdakwah terhadap kaum muslimin.

Bodohnya ath Tholibi terhadap perkara ini sehingga Dia menyimpulkan dengan simpulan yang menyesatkan.

Obyek dakwah yang lain adalah aktifis dakwah dan yang nota bene mereka adalah orang-orang yang perduli terhadap Islam dan kaum muslimin, berilmu lapang dada dan sikap-sikap positif lain yang semetinya dimiliki oleh aktifis dakwah seperti : Obyektif, hati-hati, pemaaf , tidak taashub dll.

Maka sudah sewajarnya pada obyek yang ketiga ini, terkadang ada kalimat keras, perdebatan, adu hujjah dll yang semua tiu Insya Allah ta’ala apabila hati para aktifis dakwah itu bersih dan sungguh-sungguh berjuang untuk islam akan dapat memahami atas kekurangan dai-dai salafy yang bersifat manusiawi. Ingat mereka (Aktifis Dakwah) adalah orang-orang yang telah siap terjun ke masyarakat, diantara mereka berpendidikan tinggi, atau telah dididik di kelompoknya dengan ajaran-ajaran yang banyak. Sudah semestinya mereka dapat membedakan atara nasihat, kritikan (Walaupun Bernada keras) dengan hujatan.

Apabila untuk kalangan yang satu ini nasehat, kritikan dan adu argumentasi dianggapnya sebagai hujatan tentu yang salah bukan yang menasehati. Walaupun sudah semestinya yang menasehati harus berupaya dengan sikap lembut dan bijaksana namun tentunya yang dinasehati tidak dapat menuntut sang penasehat dengan sikap-sikap yang lembut dan bijak. Mengapa ?

Karena sang penasehat akan menggunakan kata, logat atau intonasi yang pas untuk siapa yang akan dinasehati menurut ukuran dan timbangan ilmu penasehatnya.

Maka janganlah kita atau siapa saja (khususnya Aktifis Dakwah) mau menerima nasehat hanya nasehat-nasehat yang di sampaikan dengan cara lembut, namun mestinya kita menerima nasehat (dengan cara keras sekalipun) asalkan semua tiu benar ditinjau dari Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah.

Sayang seribu sayang ath-Tholibi dalam perkara inipun tidak merinci sehingga dengan mudahnya Dia berkesimpulan dakwah Salaf disampaikan dengan cara-cara keras dan kasar.

Materi Dakwah
Dakwah salafyah mengajarkan tentang tauhid, fikih, akhlaq, shiroh, manhaj, kelompok-kelompok menyimpang, Ilmu alat dll.

Bagaimanakah asatidzah salafyah mengajarkan semuanya itu ? Benarkah duat salafyah mengajarkan semua itu kepada kaum msulimin dengan kekerasan dan kekasaran ?

Mungkin menurut ath-tholibi salafy keras dalam perkara kelompok-kelompok menyimpang. Mestinya kalau memang demikian yang Dia kehendaki Dia menjelaskan secara rinci dan jelas jangan hanya mengatakan dakwah salaf cenderung disampaikan dengan keras titik. Tanpa penjelasan.
Nampaklah kebodohan ath-tholibi terhadap bahayanya aliran-aliran menyimpang. Sehingga Dia tidak rela duat salafyah mengungkap keborokan-keobobrokan Hizbiyyun Sururiyyun.

Saya cukupkan tiga persoalan itu untuk diketahui ole ath-Tholibi dan kita semuanya sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang berharti-hati dalam membuat kesimpulan, tidak tergesa-gesa dan mudahnya mengeneralisir permasalahan. Membiasakan pembicaraan pada permasalahan-permasalahan secara khusus, apalagi untuk membicarakan urusan dakwah dan menilai dakwah.

Semoga Allah ta’ala memberi hidayah ath-Tholibi, kita dan seluruh kaum muslimin.

Nasehat Buat Salafyun
Tentunya sebagai orang yang bijaksana kitapun harus instropeksi diri, kekeliruan kaum muslimin terhadap salafyah itu dapat juga disebabkan kesalahan kita orang-orang yang menisbatkan diri pada manhaj salaf.

Ustadz Yuswaji berkata ketika membahas masalah Lisan, Dahulu Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam dakwahnya diterima oleh Musyrikin karena kebaikan akhlaqnya adapun kita dakwahnya ditolak bukan karena jeleknya ajaran salafyah akan tetapi terkadang manhaj ini ditolak karena kejelekan yang ada pada akhlaq kita salafyun.

Oleh karena itu marilah kita terus belajar dan beramal dan berdakwah dengan cara-cara yang benar hingga fitnah-fitnah salafyah ini sedikit demi sedikit hilang dan Allah ta’ala berkehendak kaum muslimin mau menerima dakwah mubarokah ini, Semoga Allah ta’ala memberi hidayah kita semua.
Shalawat dan salam pada Nabi kita Muhammad dan segala puji hanyalah milik Allah ta’ala.

DIarsipkan di bawah: Bantahan, Manhaj


Buku “Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah” itu untuk siapa?



Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah —salah seorang ‘ulama Ahlus Sunnah terkemuka pada masa ini yang tinggal di kota Madinah— telah menulis kitab kecil yang berjudul : Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah. Dalam kitab tersebut Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin memberikan nasehat kepada Ahlus Sunnah/Salafiyyin tentang bagaimana cara bersikap antar sesama Ahlus Sunnah.

Namun banyak dari kalangan hizbiyyun yang berusaha mencari celah dengan kitab tersebut dan menggiring pembaca untuk memahami bahwa buku tersebut ditulis untuk menasehati Ahlus Sunnah agar bersikap lembut terhadap ahlul batil. Mereka gunakan kitab tersebut sebagai senjata untuk memukul balik Ahlus Sunnah/Salafiyyin yang selama ini gencar menasehati dan memperingatkan umat akan bahaya paham dan aqidah sesat hizbiyyah, baik IM (Ikhwanul Muslimin) maupun yang lainnya. Sebagian mereka menyatakan bahwa Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin telah marah besar kepada Salafiyyin yang selama ini sibuk mentahdzir para hizbiyyun tersebut. Seakan mereka menyatakan kepada Ahlus Sunnah, “Janganlah kalian bersikap kasar kepada kami, tapi hendaknya kalian bersikap lembut, ingat nasehat ‘ulama kalian sendiri dalam kitabnya “Rifqan Ahlas Sunnah…”

Diantara pihak yang berusaha mencari celah melalui kitab tersebut dan merasa mendapat senjata “ampuh” untuk memukul Ahlus Sunnah adalah Abduh ZA dalam bukunya STSK ini. Dia berupaya mencatut keharuman nama Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin dan kitab karya beliau tersebut untuk memukul Ahlus Sunnah. Diantaranya bisa dilihat pada STSK hal.xix dan 306. Abduh ZA mengesankan bahwa Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin tidak setuju dengan sikap keras dan tegas yang ditunjukkan oleh Ahlus Sunnah kepada ahlul batil. Dia juga mengesankan bahwa sikap Ahlus Sunnah yang demikian itu merupakan bentuk pelecehan terhadap ‘ulama. Saudara Abduh ZA menyatakan :
“Melecehkan dan mendiskreditkan para ‘ulama (dan syuhada) seperti inilah yang dikeluhkan oleh salah seorang ulama besar pakar hadits abad ini, Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin bin Al-Abd bin Hamd Al-Abbad Al-Badr hafizhahullah dalam salah salah satu kitab (kutaib) beliau yang berjudul,”Rifqan Ahla As-Sunnah bi Ahli As-Sunnah.” …” (STSK hal. 306)

Apakah demikian adanya? Untuk siapa kitab tersebut beliau tulis? Benarkah kitab tersebut sebagai bentuk keluhan dan ketidaksetujuan Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin terhadap sikap Salafiyyin yang keras dan tegas terhadap kebatilan dan ahlul batil?

Hal ini terjawab dengan keterangan langsung dari penulis kitab itu sendiri, Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah, yang tentunya beliau-lah yang lebih tahu dan lebih mengerti untuk apa kitab itu ditulis dan kepada siapa ditujukan.

Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad hafizhahullah, sebagaimana dinukil dalam kitab Ittihaful ‘Ibad bi Fawa-idi Durusi Asy-Syaikh ‘Abdil Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad –kitab ini telah dibaca dan direkomendasi oleh Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin sendiri— (hal. 60):
“Kitab yang saya tulis pada akhir-akhir ini (yaitu kitab Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah, pent) …tidak ada hubungannya dengan pihak-pihak yang pernah saya sebutkan dalam kitab Madarikun Nazhar 1) . Dengan ini yang dimaksud dengan bersikap lembutlah wahai Ahlus Sunnah terhadap Ahlus Sunnah, bukanlah kelompok Ikhwanul Muslimin, bukan pula orang-orang yang terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran Sayyid Quthb, dan yang lainnya dari kalangan harakiyyin (para aktivis pergerakan, pent). Tidak pula yang dimaksudkan (oleh buku tersebut) orang-orang yang terpengaruh pemikiran fiqhul waqi’ 2), (orang-orang yang) mencaci maki pemerintah, dan meremehkan para ‘ulama. Bukan mereka yang dimaksudkan sama sekali. Tapi hanyalah yang dimaksudkan (oleh buku tersebut, pent) adalah intern Ahlus Sunnah saja, di mana telah terjadi diantara mereka ikhtilaf, sehingga mereka sibuk dengan sesamanya untuk saling menjarh, memboikot, dan mencela” 3); 4).

Demikianlah sikap kebanyakan para ahlul batil. Mereka selalu mencari celah dan kesempatan dari pernyataan, fatwa, dan kitab-kitab para ‘ulama Ahlus Sunnah untuk mendukung kebatilan mereka atau bahkan untuk memukul Ahlus Sunnah. Inilah yang kami istilahkan dengan Bahkan tidak jarang pula mereka berani melakukan kedustaan atas nama para ‘ulama tersebut. Sikap hina seperti ini, setelah sebelumnya banyak dipertontonkan oleh Imam Samudra —dan alhamdulillah telah dikupas dan dijelaskan kebatilan-kebatilannya dalam buku MAT— subhanallah … Ternyata sikap yang sama kembali ditunjukkan oleh orang yang “mengkritisi” MAT, yang ia lakukan dengan menempatkan pernyataan para ‘ulama tidak pada tempatnya.

Benarkah Hanya Pendapat Pribadi atau Kelompoknya?

Abduh ZA dalam STSK-nya sering mengesankan kepada pembaca bahwa apa yang ditulis oleh Al-Ustadz Luqman Ba’abduh dalam MAT itu semata-mata pendapat/pikiran pribadi atau kelompoknya saja.
Diantaranya :
“Bagaimana tidak, hampir tidak ada ruang pembenaran bagi semua orang dan kelompoknya yang berbeda sikap dan pendapat dengan si penulis.” (STSK hal. 2)

“…semua kaum muslimin termasuk para ulamanya yang tidak sepaham dengan penulis dan kelompoknya.” (STSK hal. 6/fn. 11)

“Seakan-akan yang paling tahu masalah makruf dan mungkar hanyalah beliau dan kelompoknya saja.” (STSK hal. 7)

“Artinya, mereka yang diserang adalah tokoh kemungkaran dan bergelimang dengan aroma bid’ah yang sesat lagi berbahaya, menurut pandangan Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh.” (STSK hal. 18)
[cetak tebal pada penukilan-penukilan di atas adalah dari kami]

Apa tujuan Abduh berbuat demikian? Jawabannya adalah untuk mengesankan bahwa bantahan-bantahan itu sekadar datang dari “Al Ustadz Luqman Ba’abduh dan kelompoknya”, dan seolah-olah sama sekali bukan dari kalangan para ‘ulama besar Ahlus Sunnah. Hal ini ia lakukan untuk mengelabuhi para pembaca bahwa sikap mengkritik dan membantah ini bukan dari kalangan ‘ulama Ahlus Sunnah.

Perlu kami tegaskan di sini, bahwa apa yang dida’wahkan dan diserukan oleh Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, baik di buku MAT secara khusus maupun da’wah beliau secara umum yang lainnya —baik dalam kaset-kaset maupun ceramah-ceramah beliau— adalah aqidah dan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Aqidah dan manhaj yang telah dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada para shahabatnya, kemudian para shahabat beliau mengajarkannya kepada para tabi’in, kemudian para tabi’in mengajarkannya kepada para tabi’it tabi’in, demikian seterusnya dari generasi ke generasi hingga sampailah aqidah dan manhaj ini dibawa dan diajarkan oleh para ‘ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Uraian tentang masalah ini telah kami bawakan secara panjang lebar dalam MAT. Pembaca bisa membuka kembali MAT halaman : 85-102 (cet. II)

Kalau ini mau dikatakan kelompok, benar ini adalah kelompok, karena memang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri yang menamakannya sebagai kelompok. Tapi ingat bukan sembarang kelompok, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyatakannya sebagai kelompok yang selalu mengikuti prinsip, aqidah, dan manhaj beliau dan para shahabatnya, sebagai satu-satunya kelompok yang selamat (Al-Firqatun Najiyah); selamat dari kesesatan dan penyimpangan di dunia ini, dan juga selamat dari adzab jahannam di akhirat kelak.

Jadi aqidah dan manhaj yang diperjuangkan Al-Ustadz Luqman Ba’abduh dan kelompok ini adalah kelompok Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang senantiasa berupaya mengacu kepada aqidah dan manhaj generasi as-salafush-shalih. Yang dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai satu-satunya kelompok yang selamat, menang, dan jaya.

Ahlus Sunnah tidak bisa disamakan — bahkan sekedar dibandingkan pun tidak bisa—dengan kelompok-kelompok semacam IM, HT, LDII, NII, Shufi, Syi’ah-Rafidhah, …dll.

œ › š


STSK dan Kacang Goreng

Mungkin pembaca akan terheran-heran dengan sub judul ini. Tapi memang antara keduanya ada kemiripan. Bagaimana itu? Mari kita ikuti bersama pembahasan berikut :
Dalam bukunya, Abduh ZA senantiasa “berpenampilan ilmiah”, sebagaimana pula dinyatakan oleh penerbit : “…penulis juga sangat memperhatikan metode ilmiah dalam penulisan sebuah buku,…” (STSK hal. xiv).

Namun sangat disayangkan, buku STSK yang —katanya— memiliki bobot ilmiah ini, ternyata menjadikan buku yang sangat (maaf) murahan dan sama sekali tidak memiliki bobot ilmiah sebagai salah satu sumber rujukan. Yaitu buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak. Yang dipuji oleh Abduh ZA sebagai “…dengan bukunya yang laris bak kacang goreng…” (STSK hal. xvi).
[cetak tebal dari kami]

Sangat tepat sekali penilaian Abduh ZA tersebut. Buku yang ditulis – oleh seseorang yang menyebut dirinya – Abu Abdirrahman Al Thalibi tersebut benar-benar tidak lebih nilainya hanya seperti kacang goreng. Nah, buku STSK yang katanya ilmiah ini, ternyata menjadikan buku tersebut sebagai rujukan.

Pembahasan menarik seputar masalah ini insya Allah akan dikupas oleh Al-Ustadz Luqman.

Sekedar contoh yang menunjukkan bahwa buku tersebut benar-benar “bak kacang goreng” :
a. Penulisnya selalu menyembunyikan jati dirinya dan segala hal yang berkaitan dengannya, termasuk jati diri orang-orang yang pernah berhubungan dengannya.
Contohnya : Pada halaman 44-46 :
“Saya mulai mengenal ajaran Salafiyah dari seorang teman di SMA dulu. Sebut saja namanya Abdullah (hamba Allah)…
Setelah lulus SMA, saya masuk sebuah perguruan tinggi negeri (PTN). Di PTN ini saya kemudian mengenal tiga komunitas dakwah Islam, …
Abdullah sendiri kuliah di UGM Yogyakarta, di sebuah jurusan yang cukup bonafide

Ketika saya pindah kuliah ke kota lain, saya melanjutkan proses halaqah IM yang saya ikuti… Di kota yang baru itu saya berkenalan dengan pengurus sebuah yayasan Salafiyah yang dipimpin oleh seorang ustadz tertentu. …kepada Abdulllah di Yogyakarta saya ceritakan tentang komunitas Salafy yang saya jumpai itu. Tetapi dia menjawab negatif, katanya ustadz yang saya sebutkan itu belum diakui oleh teman-teman Salafy di Yogyakarta …”

Demikianlah dia selalu berupaya untuk menyembunyikan segala hal yang terkait dengan dirinya, baik tempat, orang-orang yang pernah berhubungan dengan, nama yayasan, nama kota, dan sebagainya…, ada apa ini? Sumber atau referensi apa yang bisa dipertanggungjawabkan untuk mengetahui benar tidaknya cerita tersebut atau oknum-oknum yang terkait? Kenapa penulis buku itu begitu ‘takut’ untuk diketahui jati dirinya? Apakah ini yang namanya ilmiah itu? Inikah sikap obyektif dan proporsional itu? Jawablah dengan kejujuran…

Jika itu merupakan cerita biasa, mungkin tidak terlalu jadi masalah —walaupun tetap hal itu merupakan bukti ketidak ilmiahannya— namun cerita tersebut dijadikannya sebagai ukuran untuk menilai dan memojokkan suatu kelompok. Sekali lagi, apakah dengan cara yang tidak ilmiah seperti ini dia hendak menjatuhkan kelompok lain?

b.Data-data yang disajikan pun serba bias dan tidak jelas
Contohnya, pada halaman 54 :
“Dalam perjalanan pulang dari Makassar menuju pelabuhan Surabaya, saya bertemu dengan seseorang mantan anggota Laskar Jihad di atas kapal. Pemuda itu semula tidak menceritakan keadaannya, tetapi setelah bicara kesana-kemari dia mengaku bahwa dirinya pernah ikut Laskar Jihad. Tetapi karena satu dan lain hal dia akhirnya berhenti dan memilih menjadi orang biasa. Dia mengatakan bahwa dirinya telah menikah dengan salah seorang muslimah di Maluku. Seingat saya, dia anggota Laskar Jihad dari sebuah kota di Jawa Tengah.”

Demikian dia menyebutkan data dengan bias dan tidak jelas. Jika itu sekadar cerita biasa, mungkin tidak masalah. Namun masalahnya cerita itu dijadikan sebagai fakta yang ia sebutkan dalam rangka memvonis dan menunjukkan gambaran negatif atas sikap berlebihan “Salafy Yamani”. Apakah fakta bias yang tidak ilmiah seperti ini bisa diterima? Anehnya sikap seperti ini yang dinamakan adil dan obyektif oleh penulis. Perhatikan ucapan dia :
“Boleh jadi dalam penuturan ini ada data-data yang bias, tetapi saya berusaha sekuat tenaga untuk tetap bersikap adil dan obyektif.” (hal. 44)

Apakah seperti ini pula sikap adil itu menurut pandangan saudara Abduh ZA?

c.Sembrono dalam perkara yang sudah jelas
Contohnya : Pada halaman 39-40 :
“Setelah menimbang berbagai pertimbangan, lalu ulama-ulama yang menjadi rujukan Salafy Yamani, terutama Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali dan Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, merekomendasikan agar FKAWJ dan LJ dibubarkan. Sekitar pertengahan Oktober 2002, dewan eksekutif FKAWJ membubarkan FKAWJ sekaligus Laskar Jihad.”

Perhatikan kata-kata yang kami beri cetak tebal. Dari pernyataannya itu dia telah melakukan beberapa kesalahan :
1.Dia nyatakan bahwa bubarnya FKAWJ dan LJ atas rekomendasi ulama-ulama yang menjadi rujukan Salafy Yamani, termasuk diantaranya Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i. Padahal Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah telah meninggal dunia pada 1 Jumadil Ula 1422 H atau tanggal 22 Juli 2001 M. Sementara FKAWJ dan LJ bubar pada Oktober 2002. Bagaimana mungkin seorang ‘ulama yang sudah meninggal dunia satu tahun tiga bulan sebelumnya bisa memberikan rekomendasi agar FKAWJ dan LJ dibubarkan? Bagaimana ini wahai orang yang “adil” dan “obyektif”?
2.Dia nyatakan FKAWJ dan LJ bubar pada pertengahan Oktober 2002. Padahal faktanya FKAWJ dan LJ bubar tanggal 7 Oktober 2002 —sebagaimana ditegaskan sendiri oleh mantan Panglima LJ dalam majalah Salafy ed.05/th V/1426 H/2005 M hal. 13—, yakni awal Oktober 2002, bukan pertengahan.
3.Dia menyatakan FKAWJ dan LJ dibubarkan oleh dewan eksekutif FKAWJ. Padahal tidak ada dalam struktur FKAWJ yang namanya dewan eksekutif. Majelis tertinggi di tubuh FKAWJ adalah Dewan Pembina.
Demikianlah sang penulis ini, –yang digelari oleh Abduh ZA dengan “sang pemerhati dunia pergerakan Islam”— terjatuh dalam kesalahan.

d.Pengantar yang tidak ilmiah
Buku yang seperti ini mutunya, diberi pengantar penerbit, oleh Abu Abdillah Al-Mishri, secara tidak ilmiah pula. Contoh mudahnya : Pada halaman ix, Abu Abdillah ini mengatakan :
“Lalu, di belakang namanya, Al-Madkhali ini menuliskan gelar untuk dirinya sendiri, “Pemberantas Bid’ah dan Para Pelakunya, Penolong Sunnah dan Pengikutnya, dan Pembela Akidah.
Demikianlah sebagian contoh akhlak seorang tokoh kaum salaf masa kini yang mengaku sebagai penolong Sunnah; dengan bangganya dia labelkan pada dirinya sendiri dengan gelar-gelar yang tidak ada contohnya dari Allah, Rasul-Nya, dan para ulama salaf.”

Jelas ini merupakan tuduhan lancang dari Abu Abdillah Al-Mishri, dengan tanpa menyebutkan bukti dan rujukan. Perlu diketahui bahwa :
Kalau pun benar bahwa di belakang nama Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhali terdapat gelar-gelar tersebut, maka sesungguhnya yang meletakkan gelar-gelar tersebut bukan beliau sendiri. Namun para penulis, –baik di internet, di kitab-kitab, maupun orang-orang yang mencetak kitab beliau–, yang menaruh rasa hormat dan penghargaan yang sangat tinggi terhadap seorang ‘ulama besar sekaliber beliau hafizhahullah.

Sesungguhnya gelar-gelar tersebut datangnya bukan dari beliau sendiri. Tapi itu merupakan pujian dari para ‘ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah di masa ini terhadap beliau hafizhahullah, sekaligus merupakan kesaksian serta rekomendasi para ‘ulama tersebut akan kepasitas keshalihan dan keilmuan beliau hafizhahullah. Sekadar contoh :
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menyatakan : “Sesungguhnya pembawa bendera Al-Jarh wat Ta’dil di masa ini dengan sebenarnya adalah saudara kita DR. Rabi’ …”
Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata : “…dan Asy-Syaikh termasuk ‘ulama sunnah, termasuk ahlul khair, aqidahnya selamat (dari penyimpangan, pent), dan manhajnya lurus.”
Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdillah As-Subayyil –imam Al-Masjidil Haram–: “…beliau memiliki kesungguhan yang besar dalam da’wah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas manhaj as-salafush shalih, membela aqidah as-salafiyyah yang shahih, membantah orang-orang yang menyimpang, dari kalangan ahlul bid’ah dan ahlul ahwa’…”
[lihat Ats-Tsana-ul Badi’ minal ‘Ulama-i ‘ala Asy-Syaikh Rabi’ karya Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri]

Demikianlah, selayang pandang yang menunjukkan betapa buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak itu benar-benar bak kacang goreng.
Pembaca yang budiman…buku yang memiliki bobot dan kualitas seperti inilah yang dijadikan salah satu rujukan oleh penulis buku STSK, yang —katanya— mengedepankan “objektivitas”, “proporsional” dan “metode ilmiah”. Jika demikian, kira-kira sejauh manakah bobot buku STSK?

Bersambung ke “Bingkisan Ringkas untuk Abduh ZA – Kedua”
(Dikutip dari tulisan Al Akh Abu ‘Amr Ahmad Alfian, Bingkisan Ringkas untuk Abduh ZA. Url sumber : http://www.merekaadalahteroris.com/abduh.pdf).


Berdusta Ala Ustadz Sururi (BAUS) UPDATE 16/05/08

Pengantar redaksi

Bismillah. Mohon maaf, mungkin judul ini teramat janggal, demi memplesetkan buku Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi (BAUS), lantas diambil judul Berdusta Ala Ustadz Sururi. Memang yang hendak dikritik disini lebih tepat disebut “Ust. Ikhwani” menjadi BAU… Ikh (Sururi adalah cabang dari paham Ikhwani, pen). Tapi tak apalah, dalam bahasa ilmu komunikasi, judul dibuat sedemikian rupa agar menarik untuk dibaca isinya.

Darah dan kehormatan umat Islam masih belumlah kering. Sejarah Ikhwanul Muslimin masih berlumuran darah kaum Muslimin sebagian kecilnya telah diungkap dalam artikel terdahulu:

http://fakta.blogsome.com/2007/12/16/demokrasi-ikhwan-bersimbah-darah-umat-islam-1/

http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/demokrasi-ikhwan-bersimbah-darah-umat-islam-2/

Upaya untuk memperbaiki wajah dan tampilan yang begitu “sangar” dan “mengerikan” tentulah menjadi suatu keniscayaan. Mengubur dan menyembunyikan dalam-dalam sejarah kelam masa lalu, mempercantik dan me-make-up wajah seram agar tampil cantik menipu pirsawan. Bahasa dan akhlaq santun yang dikibar-kibarkan seolah sejarah hanya mereka sendirilah yang memegang kunci rahasia. Kenyataannya? Tuding sana, tuding sini, bak penasehat bijaksana nan penuh kelembutan, padahal tangan masih berlumuran darah umat Islam yang menjadi tumbal ambisi duniawi dan kedudukan. Siapa yang melakukan bombing dan kekacauan? Teror dan peledakan? Kudeta dan penggulingan kekuasaan? Upaya menegakkan ambisi menguasai negeri walau darah, air mata dan kehormatan saudara sendiri yang menjadi taruhan. Dengan entengnya mereka (menghargai nyawa dan kehormatan umat Islam) menjawab: “Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan!” Na’am, di Poso sedemikian sadis membunuh dan memutilasi beberapa pelajar wanita atas nama bendera jihad!

Ya Subhanallah, adakah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menjadi uswah dan teladan kalian dalam berjihad? Sementara wanita dan anak-anak tidaklah boleh untuk disembelih dan dikaparkan! Demikianlah jika Iblis yang menjadi teladan sehingga mengubah sosok “santun dan bijak” menjadi bengis tak berperasaan tanpa aturan. Bahkan pohonpun dilarang untuk dibakar dalam peperangan. Demikianlah rahmat dan kesejukan Islam menaungi seluruh penghuni alam dan mereka menampilkannya sebagai drakula-drakula bengis tak mau aturan! Jangankan wanita dan anak-anak kafir yang terlarang untuk dibunuh, bahkan ketika di wilayah Ambon (tepatnya di Loki, Pulau Seram) para “Mujahidin” itu dengan speedboat melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan di pantai, Allah takdirkan salah satu penyerang itu mati/sekarat.
Tahukah para pembaca sekalian bagaimana cara mereka menghilangkan jejak sebelum melarikan diri? Wajah kawan seperjuangan sendiri yang telah meninggal, diberondong peluru tajam untuk menghilangkan jejak. Mereka mengira dengan praktek kekejaman terhadap kawan sendiri akan terhapus jejak pelaku penyerangan, tetapi Allah Maha Pembuat Makar. Lihatlah wahai saudaraku aksi kebiadaban ini! Anda tentu telah mengetahui sejarah kekejaman PKI yang menyiksa dan membunuh para Jenderal TNI yang menjadi musuh mereka. tetapi, di sini anda sedang dihadapkan dengan fakta kebiadaban para Ikhwani terhadap saudara-saudara mereka sendiri! Yang dihancurkan wajahnya bukanlah musuh mereka sebagaimana aksi kekejaman PKI terhadap para Jenderal kita!! Sungguh Allah tidak ridha dengan semua aksi kebiadaban dan kekejaman ini, dan aparat-pun berhasil mengidentifikasi dan membekuk para penyerang. Walhamdulillah.

Ngeri, ngeri, bau anyir darah di mana-mana menghiasi sejarah kelam Ikhwanul Muslimin dan orang-orang yang teracuni oleh fikrah takfiri para dedengkot Ikhwanul Muslimin. Benar, wajah keji dan kejam sedemikian rupa tidaklah menguntungkan untuk menggaet dan mencari mangsa. Bedah plastik, bedah silikon murah dan instan dengan dokter gadungan menjadi solusi. Sok berlagak menjadi orang santun penuh pengertian dan toleransi pada sesama.

Dan artikel di bawah ini adalah salah satu “infeksi” akibat bedah plastik dengan silikon murah dari para “dokter gadungan” Ikhwanul Muslimin. Silakan pembaca menyimak bahwa mereka marah semata-mata karena tabir kejahatannya dipublikasikan kepada umat! Bisa bangkrut dakwah IM kalau semua umat mengetahui…” (selamat menyimak,red).

Selengkapnya…

BUTAK SUTAK, “keadilan” ala Partai Politik Ikhwanul Muslimin
BUTAK (Baik Untukmu Tidak bAik untukKu), SUTAK (Sopan Untukku Tidak sopAn untuKmu). Sungguh BUTAK SUTAK Ikhwanul Muslimin adalah jual beli yang tidak adil!

Abduh dan Pustaka Al Kautsar meradang dengan pengungkapan kejahatan dan kesesatan Ikhwanul Muslimin, menuduh pengungkapnya telah melakukan ghibah yang diharamkan, kasar, tidak santun dan tak beretika:
“…Apalagi menjadikannya sebagai dalil bolehnya membantah dan mengkritik dengan cara yang kasar, tidak santun, serta tidak memperdulikan etika” kemudian Abduh ZA memberikan contoh pernyataan di atas dengan sebutan Syaikh Muqbil rahimahullah terhadap gembong IM yang dielu-elukan kesesatannya oleh Abduh, yakni Yusuf Qaradhawi “sebagai anjing yang menggonggong” (BAUS, hal. 276).

Demikianlah orang-orang yang teracuni fikrah Ikhwanul Muflishin/bangkrut dan para pembelanya. Mereka menetapkan kaidah-kaidah kesopanan bagi diri-diri mereka yakni kudeta, gerakan pengkafiran kepada penguasa-penguasa Muslim sebelum menetapkan penghalalan darah mereka dan “anterk-antek” mereka, pembunuhan, terror bombing dan peledakan di tanah air, perampokan harta orang-orang kafir untuk biaya “jihad”, menghancurkan wajah temannya sendiri dengan berondongan senapan demi menghilangkan jejak penyerangan, memenggal kepala pelajar Nasrani di Poso. Itulah kesopanan dan kelembutan dakwah mereka! Dan itulah yang dibela-bela oleh Abduh, Tohir Bawazir dan Pustaka “Lady Di Conspiracy” Dusta Al Kautsar dengan slogannya “Kami berdiri untuk semua umat Islam, kami independen. Kami bukan milik suatu kelompok/golongan/aliran tertentu, dan tidak berafiliasi ke mana pun. Kami tidak disponsori juga tidak menjadi sponsor ataupun mewakili satu kelompok/golongan/aliran tertentu.” Semua ini nonsense, bukti fakta telah mendustakan omong kosong mereka. Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi, walhamdilillah.

Adapun orang-orang yang membongkar segala kepalsuan dan “kesopanan” kebiadaban Ikhwanul Muslimin di atas? Siap-siaplah menerima gelar sebagai orang kasar, tidak santun serta tidak mempedulikan etika!

Berbicara tentang “kesopanan” dan “kesantunan” Ikhwanul Muslimin, alangkah afdhalnya jika kita langsung mempertontonkan bukti kelembutan dan kejujuran dakwah mereka. Inilah 100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muflishin:
http://img362.imageshack.us/img362/8949/sampulbukuimhv5.jpg

Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin, Hasan Hudhaibi juga mengajarkan kesopanannya dalam meng”anjing-anjingkan” penguasa. Tidak percaya? Silakan klik fakta di bawah ini:
http://img216.imageshack.us/img216/5154/imvonisanjingjugaxa3.jpg

Cukuplah bermanis muka ketika Mursyidul ‘Am bertemu dengan “utusan anjing” itu, kemudian memasang “foto anjing” tersebut di toilet rumahnya!
http://img216.imageshack.us/img216/6701/kesopananimas7.jpg

Gerakan bawah tanah haruslah menggunakan “ssssst…perintah rahasia” agar bisa mengelabui dan mengecoh pemerintah “thaghut”:
http://img59.imageshack.us/img59/2943/albannaperintahrahasiaak4.jpg

Demi apa semua itu dilakukan? Demi ambisi dan kerakusan kekuasaan untuk menggenggam dunia! Walau organisasi telah dibubarkan. Akulah Khalifah Pemimpi Negara Khayalan:
http://img219.imageshack.us/img219/4845/imrakuskkuasaanxt2.jpg

Seperti kita ketahui, para pendusta, para pelaku teror suka memiliki beberapa nama, banyak nama, itulah ciri khasnya. Bagi pembaca yang sempat membaca rilis nama-nama terkenal ‘teroris’ takfiri. Misal, Imam Samudra alias ABDUL AZIZ alias ABU OMAR alias BIN SIHABUDIN alias FATIH alias HENDRI alias HERI alias KUDAMA alias Faiz YUNSHAR. Sebagian nama di atas diakui sendiri oleh pemiliknya di buku (katanya) AMT (Aku Melawan Teroris!), buku yang berisi dalil-dalil (baca:dalih-dalih) pembelaan untuk menjustifikasi terhadap aksi bombing yang dilakukannya. Itulah terpidana mati pelaku teror di Bali, yang sempat menulis buku dari balik jeruji penjara berjudul (asli) AMT (baca: Akulah Manusia Teroris!) lantas dibantah dengan mantap oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafidhahullah dengan buku berjudul Mereka Adalah Teroris! (MAT).

Rupanya tak tahan dibantah habis-habisan lewat buku MAT, karena tidak hanya buku Imam Samudra, sebab ustadz Luqman juga membantah pemikiran yang mendasari perilaku si “demen yang ribut-ribut dan berbau kematian”. Muncullah relawan “bergaji” yang berposisi sebagai manajer redaksi Pustaka Al Kautsar, Abduh Zulfidar Akaha, Lc, membuat buku berjudul STSK (baca : Saya [Bela] Teroris? Saya [Bela] Khawarij?)”. Tentu saja, pertarungan al haq dan al bathil akan terus berlanjut ila yaumil akhir. Bantahan demi bantahan disusun ulang dengan sekian koreksi oleh al Ustadz Luqman Ba’abduh menjadi buku Menebar Dusta, Membela Teroris-Khawarij (MDMTK).

Rupanya pembelaan atas Imam Samudra dan inspirator pikirannya dari kalangan Ikhwanul Muslimin tersebut terus berlanjut. Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi yang disingkat BAUS, itulah besutan terbaru karya Abduh. Grup penerbit Pustaka Al Kautsar yang diberi nama Hujjah Press juga tak tinggal diam dalam pertarungan pena ini. Pustaka Al Kautsar berkenan mengangkat prajuritnya yang setia menjadi penulis disana, yang bernama Joko Waskito. Dipilihlah nama samaran Abu Abdirrahman Al Thalibi untuk si JW ini saat membuat buku Dakwah Salafiyah Dakwah (DSDB), Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi, sampai berturut-turut dua edisi.

Siapa yang tidak kenal buku DSSB dan nama penulisnya? Tapi siapakah yang kenal nama aslinya? Demi mengobati penasaran pembaca, sebagian user forum myQuran yang berkata “jd penasaran wajah org yg menebar talbis dan penyesatan opini umat?“, “Iya nih bikin penasaran aja, mungkin banyak yg berdebar-debar ingin melihat wajahnya“. Maka perkenankan penulis melakukan hal-hal seperlunya di artikel Siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi – Lelaki (?) di balik cadar yang ditulis tanggal 16 Januari 2007. [1]

Memiliki Banyak Nama Samaran
Perilaku memiliki banyak nama samaran baik sekedar untuk kamuflase, agar tidak mudah terlacak, untuk alasan keamanan, rupanya menjadi kegemaran rekan Abduh ini. Sebenarnya lebih tepat karena takut setelah berbuat salah, keras, kasar, dia mencoba tidak bertanggung-jawab, lari dan sembunyi. Lempar batu, sembunyi tangan, kata pepatah.

Walhamdulillah, atas taufik dan hidayah dari Allah Ta’ala, yang menggerakkan hati hamba-Nya, upaya penulis mendapatkan titik terang, ybs ternyata berinisial JW dan tinggal di kota B, belakangan diralat di kota C. Siapa sih ikhwan Salafi yang tidak marah dengan ulah ‘kurang kerjaan’ si JW ini ? Walaupun dijamin tidak ada satu ustadzpun dari kalangan Salafi yang menghalalkan darah, harta, seorang muslimin bernama JW. Tidak seperti yang disangka oleh JW sendiri saat menyembunyikan diri setelah lempar batu ke asatidz Salafy, ikhwan Salafy bahkan ke ulama Salafy !

Demi mengetahui ‘belang’ dustanya terbongkar, meluncurlah kata-kata marah, bahkan membongkar aib ikhwan kita di tempat terbuka. Pembaca forum Myquran jadi saksi tingkah kekanak-kanakan si JW.

Si JW ini memiliki kepribadian yang labil, emosional dan mudah ketakutan dengan ulah tingkahnya sendiri. Suka membikin sensasi tetapi ngeri jika terkenal dan diketahui biodata pribadinya. Dilihat dari sekadar menulis nama saja sudah suka bergonta-ganti, berikut hal yang perlu dilakukan untuk mengecek siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi lewat sekedar masalah kecil yakni menulis nama sbb. Baiklah, mari kita lakukan searching lewat Internet, karena dari sanalah informasi berikut bisa kita dapatkan sbb:
a. Berawal dari nickname Hak Jawab yang dipakai Abu Abdirrahman Al Thalibi di Myquran, maka didapatkan informasi sbb :
– Nama Abu Abdurrahman At Thalibi [2] tanggal 2 Oktober 2006, 4 Desember 2006
– Nama Abu Abdirrahman Al Jawiy tanggal 2 Februari 2007
– Nama Abu Abdurrahman (min thulabil ilmi) tanggal 29 November 2006, 4 Desember 2007, 13 Juni 2007
– Nama Abu Abdurrahman An Nusantari (Joko Waskito) tanggal 4 Juni 2007
– Nama Abu Abdurrahman tanggal 9 Juni 2007
– Nick name yang dipakai ‘Hak Jawab’ tanggal 2 Oktober 2006 – 13 Juni 2007 [3]
– Email langitbiru1000@gmail.com [4]
– Email pronusantari@yahoo.com [5]

Kesimpulan, jelas nama aslinya Joko Waskito dengan beragam nama alias Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Abu Abdurrahman At Thalibi alias Abu Abdirrahman Al Jawiy alias Abu Abdurrahman alias Abu Abdurrahman An Nusantari alias Hak Jawab

b. Tambahan dari thread di myQuran [6] alamatnya : “…yang beralamat di Pondok Mutiara VI No. 4, Cibabat, Cimahi”.

c. Berbekal identitas email langitbiru1000@gmail.com didapatkan dari myQuran di atas, maka didapatkan sbb :
– Nick name yang dipakai ‘AM Waskito’ [7] tanggal 23 Juni 2007 – 21 Juli 2007
– Nama Abu Muhammad Waskito dari forum myQuran tanggal 23 Juni 2007 [8]
– Lokasi yang sering diakui, Bandung 13 Juni 2007, 11 November 2007 [9], [10], [11]

d. Berbekal nama “Abu Muhammad Waskito” yang muncul di poin c, ditemukan buku karyanya selain DSDB 1 dan 2, berjudul “Muslimah Wedding” diterbitkan Pustaka Al Kautsar, “Hidup itu Mudah” diterbitkan oleh Khalifa – Pustaka Al Kautsar Grup. Terbitan Khalifa lainnya adalah Retorika Islam karya Yusuf Al-Qaradhawi.[12] Jelas sudah siapa penerbit Khalifa ini.

e. Apa jadinya bila kita tulis kata kunci “joko waskito” cimahi di google ? Ternyata muncullah data pribadi yang diekspos oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Siapakah Joko Waskito suami dari seorang istri yang namanya tercantum disana, yang menghuni rumah Pondok Mutiara VI no 04 RT 05 RW 23, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Mudah-mudahan penulis disini tidak dicap dhalim, karena informasi yang diambil dari tempat umum, internet, yang diserahkan kepada Dinas Pendidikan tersebut yang sangat detail. [13]

f. Berbekal nama yang muncul dari poin a “Abu Abdurrahman an Nusantari” dengan menghilangkan ‘an’, maka ditemukan karya Joko Waskito lainnya. Menepis Godaan Pornografi ditulis dengan nama samaran Abu Abdurrahman Nusantari, penerbit Darul Falah, tahun terbit 2005.[14] Tanpa memakai kata Abu, ternyata juga menemukan karya Joko Waskito lainnya berjudul Life Is Beautiful, ditulis dengan nama samaran Abdurrahman Nusantari Hidup Tanpa Tekanan Stres, penerbit PT. Pena Pundi Aksara, Jakarta, tahun terbit 2006. [15]

g. Berbekal informasi nama “Abdurrahman Nusantari” seperti di poin f, ternyata ditemukan situsnya ada di http://nusantari.blogspot.com dengan profil ditulis di
http://www.blogger.com/profile/02199208706121103051 memakai nama Abdurrahman Nusantari, tertulis posting tanggal 7 Oktober 2006. Lokasi yang disebut sama seperti poin c yakni Bandung, Jawa Barat. Juga ditemukan karya lainnya di Pustaka Al Kautsar berjudul “21 Risiko Buruk Busana Seksi” dan “Ummat Menggugat Gusdur”

h. Berangkat dari nama putranya yang kedua, M ABDURRAHMAN QOWIY yang dipampangkan di publik [16] serta nama alias Joko Waskito lainnya yakni “Aa Qowiy” yang cocok dengan nama anaknya.[17] Maka kita coba searching di Google kembali. Maka kita temukan karya Joko Waskito dengan nama alias lainnya yakni berjudul 10 SIKAP POSITIF MENGHADAPI KESULITAN HIDUP, tahun terbit 2001 penerbit Remaja Rosdakarya. Penerbit Remaja Rosdakarya, siapa yang tidak mengenalnya sebagai penerbit milik Syi’ah ? Buku berjudul “Catatan kang Jalal” yang mendokumentasikan ucapan Jalaludin Rahmat pentolan Syi’ah, juga diterbitkan oleh penerbit ini. Berikut link rekomendasi dari situs milik Syi’ah terkenal di Indonesia yakni fatimah yang menyertakan nama-nama penerbit yang mencocokinya.[18] Duhai, makin nampak saja kekacauan manhaj dari ustadz Sururi bin Ikhwani ini! Manhaj fulus tentunya mudah terendus oleh siapapun.

i. Berbekal info tentang nama aslinya Joko Waskito, dapat kita kombinasikan dengan data awal alamat rumahnya di kota Cimahi di poin b. Misal ditulis di google waskito+cimahi. Apabila tekun melihat hasilnya, pada halaman ke 5 dari google, maka kita dapat lihat hal yang sangat mencengangkan. Ternyata Waskito pernah menulis proporsal kerjasama pada tanggal 4 September 2006 di forumnya orang kafir kristen milik Gereja Toraja (di
http://gerejatoraja.com/phpBB2/viewtopic.php?p=710&sid=e201df6701f4c09a7d9ab20680b02be3)

Berikut informasi selengkapnya :
“Posted: Tue Sep 05, 2006 9:45 am Post subject: seputar kenaskahan (text), misalnya merancang surat, menyus.”
Kutipan : Tulisan :
“Bapak, Ibu, Saudara, Saudari…
yang saya hormati.
Mohon maaf bila surat (e-mail) ini mengganggu kesibukan yang sedang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari jalani. Nama saya Waskito, saya seorang pekerja freelance, kini tinggal di Cimahi Bandung. Saat ini saya sangat membutuhkan **** untuk membiayai sekolah anak-anak kami. Melalui surat ini saya ingin menawarkan diri untuk mengerjakan ****-**** tertentu yang ada di perusahaan/lembaga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari.

Bidang kerja saya ialah seputar kenaskahan (text), misalnya merancang surat, menyusun proposal, membuat publikasi (seperti buletin), membuat naskah promosi, mengedit naskah, mencari data, dan menyusun analisis berdasarkan informasi. Semua ini dikerjakan secara individu dan freelance, sehingga tidak membebani anggaran sebuah perusahaan/lembaga.

Jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari memiliki **** seperti di atas, atau ****-**** lain yang kira-kira bisa saya kerjakan, silakan mengirimkan e-mail balasan. Sebutkan pekerjaan yang harus dikerjakan, sebutkan target waktunya, dan jangan lupa kirimkan data-data atau sample yang dibutuhkan. Adapun soal pembiayaan, hal itu disesuaikan anggaran yang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sediakan untuk pekerjaan tersebut.

Cara seperti ini akan sangat membantu perusahaan/lembaga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk menutup kekurangan-kekurangan yang ada. Biaya sesuai anggaran yang disediakan. Namun komitmen kerjasama yang baik dalam hal ini juga berarti akan meringankan beban keluarga kami. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemurahan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari karena kemurahan hati Anda kepada sesama.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Semoga kita bisa saling membantu!

Bandung, 4 September 2006

( Waskito ).

Alamat surat: Jl. Jati Serut, Pondok Mutiara VI, No. 4 Cibabat, Cimahi, Bandung (40513).”

Nah, silakan pembaca menyimpulkan sendiri **** (baca: fulus) siapakah yang dikejar oleh calon pembedah buku BAUS di masjid PUSDAI ini?

Lintas Manhaj, Lintas Agama
Begitulah prajurit Pustaka Al Kautsar ini bersikap, benci kepada Salafy dan Ulama Salafy, sayang kepada hizbi dan pentolannya. Bahkan demi materi semata, karena hendak mencari nafkah untuk anak-anaknya, tak segan melintas ke penerbit Syiah (Pemuda Rosdakarya) serta berupaya menjaring fulus ke situs gereja Tana Toraja. Inilah ciri khas hizbiyyah, mengutamakan hawa nafsu belaka yang melekat pada Joko Waskito.

Simak buktinya yang telah penulis simpan agar menjadi bukti, siapa tahu Waskito dkk mengupayakan dihapusnya bukti tersebut.
http://img150.imageshack.us/img150/579/jokowaskitotanatorajajq4.jpg

Lihat bahasa yang dipakai yang ditebalkan di forum gereja Tana Toraja tersebut. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemurahan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari karena kemurahan hati Anda kepada sesama.” Nampak sekali Waskito berharap diterima oleh komunitas kafir di forum gereja Tana Toraja ini dengan memakai kata ‘Tuhan’ dan ‘sesama‘. Bukankah engkau wahai pak Joko sudah menjadi penulis buku Islam yang menghasilkan sekian rupiah royalti sejak tahun 2001? Sebenarnya siapakah Joko Waskito ini? Apakah dia agen agama Syi’ah, agen Ikhwanul Muslimin ataukah agen Gereja Tana Toraja? Terus agen siapa lagi mengingat tidak semua hal bisa penulis ketahui.

Dan Subhanallah, inilah “sebagian” kunci jawaban mengapa Joko Waskito begitu ketakutan ketika nama dan identitas lengkap pribadinya sedikit dikuak oleh situs ini pada artikel yang lalu.

Kalaulah dirinya menulis karya-karya tersebut berdasarkan keyakinan kebenaran yang benar-benar terpatri di dalam hatinya, tentulah dirinya tidak perlu sampai ketakutan sedemikian rupa. Salafiyyin bukanlah segerombolan preman yang siap menghalalkan darah muslim lainnya. Salafiyyin diajari betapa berharganya nilai darah seorang muslim. Haram untuk ditumpahkan dan dialirkan tanpa haq! Adapun para takfiri yang menjadi teman-temannya? Tentulah lebih layak baginya untuk takut kepada mereka! Sayang, tulisan karyanya berlatar belakang duniawi untuk mencari dan mengeruk fulus semata telah menjadikan dirinya ketakutan luar biasa. BBKB, Berani Berbuat Ketakutan Bertanggungjawab. Allahul Musta’aan.

Mencari Fulus dengan Berselubung Dakwah
Pembaca yang budiman, silakan periksa berapa banyak halaqah-halaqah, daurah, pengajian yang diisi oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafidhahullah? Alhamdulillah, al Ustadz Luqman Ba’abduh sehari-harinya mengasuh ma’had As Salafy, membina hubungan dengan asatidzah dan ulama Salafy, mengisi daurah, ta’lim di kotanya maupun di luar kota, tanpa dikait-kaitkan dengan sekadar jualan buku. Jauh sekali beliau dari dakwah untuk materi ala Abduh Zulfidar Akaha, apatah lagi ala Joko Waskito.

Mungkin pembaca bisa melihat, tren yang berkembang di kalangan Turotsi, Ikhwani, dimana penerbit buku mempromosikan buku barunya dengan bedah buku, sambil menjajakan dagangannya di arena bedah buku tersebut dengan harga khusus tentunya. Bila tidak berjualan buku di lokasi, terkadang dibagikan voucher diskon di toko buku tertentu yang menjadi sponsornya.

Nama Abduh hampir tidak ditemukan dimanakah halaqah pengajian rutin seperti umumnya seorang ustadz. Maklum, gelar ustadz dari Pustaka Al Kautsar pada Abduh dan Joko Waskito ini baru muncul setiap ada bedah buku saja. Publikasi pengikut setianya di forum myQuran hanya berkisar bedah buku belaka, jelas untuk promosi bukunya. Baik sejak terbitnya buku STSK sampai buku barunya BAUS. Sehingga dapat disimpulkan, ketika Abduh ini datang berceramah, Abduh selalu membawa misi yakni menjajakan bukunya dan pemikiran anehnya, biar laris-manis bak kacang goreng.

Menurut situs penerbit Pustaka Kautsar, sebentar lagi tanggal 27 April 2008 di masjid PUSDAI, Bandung akan diadakan acara menjajakan buku, disebutkan “Ust. Abduh Zulfidar Akaha, Lc (Penulis)” dan “Ust. Abu Muhammad Waskito (Penulis & Pemerhati Gerakan Islam)”. Pembaca dapat mengetahui bahwa bedah buku Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi pertama dilangsungkan ‘kurang sukses’ di kota Bekasi tanggal 13 April 2008 yang silam.

Lihatlah dalam bedah buku Pustaka Al Kautsar itu, selalu ada wakil dari komunitas Imam Samudra, sebab bagaimanapun MMI terpukul dengan buku-buku ustadz Luqman mulai MAT dan MDMTK. Maka dari itu, tak salah bila Halawi Makmun (MMI) hadir disana untuk membela keduanya, membela Imam Samudra dan membela ‘si pembela’ Imam Samudra, Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Tentu saja dengan judul “Kajian dan Bedah Buku”, sambil menyelam minum air.

Belum lama ini, Halawi menjadi penceramah bersama Ganna Pryadharizal Lc (wartawan SABILI) di acara yang judulnya sangat buasTabligh Akbar Membongkar kekeliruan dan kebohongan Dakwah Salafy” tanggal 6 April yang silam di Bekasi yang diadakan Komunitas Penegak Syari’at Islam Bekasi (CP Ibnu Yasin : 94215251, Syamsudin Uba : 0815 1438 7470). User myQuran dengan nickname “Abu Hafizh” yang kebetulan menghadiri acara tersebut dan merekam ceramah disana, tergopoh-gopoh mengedit terlebih dahulu sebelum dibagikan ke rekannya sendiri di myQuran.[20] Maklum, ucapan Halawi Makmun si takpiri (maaf, beliau tidak fasih dalam mengucapkan takfiri, red) disana sangat kasar, tidak cocok dengan bendera ‘santun’ yang dikibarkan rekan dakwahnya, Abduh.

Pustaka Al Kautsar kini hendak menggarap kota Bandung dan sekitarnya untuk menjajakan bukunya. Dipilihlah Abu Muhammad Waskito bersama Abduh dalam kegiatan promosi buku berjudul “Kajian dan Bedah Buku …”, inilah bukti kegiatan-kegiatannya hanyalah mengeruk materi semata. Mereka tentu berharap dengan bedah buku keliling Indonesia tersebut, bukunya laris-manis seperti kacang goreng, menjadi best seller, naik cetak berkali-kali, semuanya bakal kecipratan fulus dari bapak Tohir Bawazir sang pemilik Pustaka Al-Kautsar. Termasuk acara bedah buku dengan di VCD-kan, akan mengalir fulus lagi. Di situs Pustaka Al-Kautsar, VCD Bedah Buku STSK dibandrol Rp. 25.000, dengan modal CD blank sekitar tiga ribuan!! [21] Duit lagi, lagi lagi ujung-ujungnya duit.

Berdusta sebagai Pekerjaan dan Menuduh Dusta
Melihat data yang masuk dapat disimpulkan bahwa nama Joko Waskito memiliki nama alias sampai sekian nama diantaranya sbb :
1. Abu Abdirrahman Al Thalibi
2. Abu Abdurrahman At Thalibi
3. Abu Abdirrahman Al Jawiy
4. Abu Abdurrahman
5. Abu Abdurrahman An Nusantari
6. Abu Muhammad Waskito
7. Abu Abdurrahman Nusantari
8. Abdurrahman Nusantari
9. Aa Qowiy
10. Abu Abdurrahman Qowiy
11. Abu Abdurrahman Al Qowiy
12. Anwar Shiddiq [19]

Lihatlah bahkan Imam Samudra saja kalah dalam jumlah nama aliasnya, kalaupun dikurangi karena ada kemiripan, yang benar-benar beda adalah nomor 1, 3, 5, 6, 8, 9 dan 12. Bisa dibayangkan betapa licinnya si Joko apabila nama-nama ini benar-benar tertulis di dokumen paspor maupun KTP, satu orang dengan sekian nama !

Kalau Joko Waskito berdusta dengan banyaknya nama aliasnya diantaranya Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Abu Abdurrahman At Thalibi alias Abu Abdirrahman Al Jawiy alias Abu Abdurrahman alias Abu Abdurrahman An Nusantari alias Hak Jawab alias Abu Muhammad Waskito. Inilah kenyataan yang ada penulis top dari buku best seller pujaan yang dielu-elukan Abduh ZA dan penerbit Hujjah Press, grup Pustaka Al Kautsar.

Sementara Pustaka Al Kautsar dengan terbitannya juga tak lepas dari kedustaan, seperti buku yang berjudul “The Lady Di Conspiracy” karangan Indra Aidil. Komentarnya : “Buku semi-fiksi ini mengambil latar belakang kematian Lady Di dan Dodi Al-Fayed. Layaknya buku semi-fiksi, batasan antara realita dan ceritanya cenderung samar, membuat kita tidak bisa membedakan mana info yang nyata dan mana yang fiksi.” “Alur logiknya sangat cerdas, dan mampu menggiring kita untuk mempercayai bahwa skenario pembunuhan Putri Diana takkan berbeda jauh dari cerita semi fiksi yang dikarang oleh Indra Aidil.” (Taufiq Ismail, Pujangga Angkatan 66)” [22] Apa kesimpulan pembaca tentang buku ini ? Jelas buku yang sarat dengan kedustaan, yang kedustaan “yang nyaris sempurna” yang dibuat untuk menipu dan mengelabui pembacanya, bahkan mana fakta, mana yang fiksi susah dibedakan! Sungguh suatu kejahatan yang luar biasa. Jelas bukan dienul Islam dan akhlaq Islam yang hendak dijajakan, tetapi tipu daya kedustaan untuk mengeruk fulus dan kekayaan. Benar-benar terobosan “pekerjaan” bagi Abduh dan Tohir Bawazir yang mengaku sebagai Ahlu Sunnah!! Berdusta sebagai lapangan pekerjaan!! Na’udzubillahi min dzalik.

Simak tulisan al Akh Abu Amr Ahmad Alfian “Dalam buku barunya yang berjudul Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi (BAUS), saudara Abduh Zulfidar Akaha masih pada kebiasaan lamanya, yaitu senantiasa menggiring pembaca untuk sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang dia maukan, seperti : menuduh Al-Ustadz Luqman berdusta, beliau menuduh tanpa bukti dan fakta, menjatuhkan kredibilitas beliau, atau meragukan keabsahan data dan bukti yang ditampilkan oleh beliau, yang itu semua dilakukan dengan gaya bahasa dan cara-caranya yang penuh jebakan dan permainan. Maka kami ingin mencoba menampilkan beberapa contoh kecil yang akan membantu para pembaca mengetahui gaya dan cara saudara Abduh yang penuh jebakan tersebut. Insya Allah kami akan bawakannya dalam beberapa tulisan/artikel. Semoga bermanfaat.

1.Keabsahan Penegasan Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-’Abbad hafizhahullah yang diragukan
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=40 ]
2. Cara Abduh Zulfidar Akaha Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=42 ]
3. Benarkah Pustaka Qaulan Sadida Mengkritik Pustaka Al-Kautsar??
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=43 ]
Untuk memudahkan para pembaca berikut tulisan berseri dalam arsip catatan baus kami buat dalam format pdf sekelumit catatan untuk Abduh Zulfidar Akaha
[ http://www.merekaadalahteroris.com/catatanabduh.pdf ]
4. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (1)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=44 ]
5. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (2)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=45 ]
6. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (3)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=46 ]
7. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (4)
[ http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=47 ] “.
(Dikutip dari http://www.merekaadalahteroris.com/mat/ )

Tambahan ringan, entah ini telah menjadi sifat lantas kebiasaan berdusta. Di iklan yang diposting tanggal 14 Maret 2008 tersebut untuk acara Kajian dan Bedah Buku “Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi”, tertulis: “Pembicara: Abduh Zulfidar Akaha (Penulis Buku) & Lukman Ba’abduh (dalam konfirmasi)*.” [23]
Sama persis ketika bedah buku STSK di Jogjakarta, banyak ikhwah yang tertipu gara-gara tertulis: “Ust. Luqman bin Muhammad Ba’abduh* “. [24]
Akhirnya Ibnu Abdul Muis webmaster situs ihwansalafy menambahkan pada tanggal 17 Maret 2008 agar tidak tertipu, nama Lukman Ba’abduh dibuang saja, “Sorry lupa, tadinya ana fikir dari pada mengecewakan hadirin, khan mending nggak usah di tampilin ajha ghitu loch”. Sudah tahu tidak bakalan hadir dalam acara bercampur-baur dengan orang MMI, Ikhwani, karena beliau jelas bukan seperti Abdullah Hadrami itu [25]?

Demikianlah sekelumit yang bisa penulis haturkan pada pembaca. Lebih kurangnya mohon maaf, kebenaran itu datangnya dari Allah Ta’ala dan kesalahan semata-mata dari penulis. Wallahu ta’ala a’lam.

Abu Abdillah Ibrahim

Catatan tambahan :
Penulis menyusun artikel Siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi – Lelaki (?) di balik cadar pada tanggal 16 Januari 2007 sesuai tanggal posting. Artinya penulis sama sekali blank sebelumnya tentang nama Abu Abdirrahman Al Thalibi. Ada postingan dengan nick AMW yang mengakui bahwa orang yang menamakan dirinya AM Waskito alias Joko Waskito (JW) memang mengirimkan penawaran itu, namun dia mengingkari posting di forum gereja Tana Toraja. Malah JW menuduh penulis justru merekayasa bukti di http://gerejatoraja.com/phpBB2/viewtopic.php?p=710&sid=e201df6701f4c09a7d9ab20680b02be3 yang diposting tanggal 4 September 2006. Wallahi, penulis tidak berkepentingan dengan nama Joko Waskito di September 2006, apalagi merekayasa bukti, karena belum dapat informasi siapakah sebenarnya jati diri si Abu Abdirrahman Al Thalibi. Rentang waktu 4 September 2006 – 16 Januari 2007 sampai 4 bulan lebih. Barulah Allah Ta’ala singkapkan siapakah Abu Abdirrahman Al Thalibi lewat al Akh Irfan Bastian, juga lewat forum myQuran. Padahal menurut nickname “Hak Jawab”, si JW sudah pamit dari myQuran dengan posting “Saya Undur Diri” pada 13 Juni 2007. Hak Jawab : “Saya Bangga Sebagai Alumni Forum MyQuran…” Dan ini bukti dua kedustaan JW dan kelabilan emosinya sekali lagi. Wallahul musta’an.

Footnote:

[1] Artikel ini baru diposting tgl 16 Januari 2007 di http://fakta.blogsome.com/2007/01/16/siapakah-abu-abdirrahman-al-thalibi-lelaki-dibalik-cadar/ .
[2] http://myquran.org/forum/index.php?topic=21772.0
[3] http://myquran.org/forum/index.php?topic=21772.0
[4] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=8018;sa=showPosts
[5] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=8018;sa=showPosts
[6] http://myquran.org/forum/index.php/topic,21248.msg472246.html#msg472246
[7] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=27306;sa=showPosts
[8] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=27306;sa=showPosts
[9] http://donowidiatmoko.wordpress.com/2007/06/23/harta-di-jalan-allah/
[10] http://bunda-thousand-word.blogspot.com/2007/11/sms-satu-kata.html
[11] http://fitrirama.blogspot.com/2006/11/hari-hari-di-mekkah-al-mukaromah-14-29.html
[12] http://rumahbukuislam.com/index.php?id=5&kode=16
[13]http://www.simdik.disdikkotabandung.com/direktori_sekolah_guru_detail.php?kode_sekolah=50161&id_pegawai=50161_501610002&nip=501610002
[14] http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=DRF0167
[15] http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=PEN0014
[16]http://www.simdik.disdikkotabandung.com/direktori_sekolah_guru_detail.php?kode_sekolah=50161&id_pegawai=50161_501610002&nip=501610002
[17] http://myquran.org/forum/index.php/topic,21727.0.html
[18] www.fatimah.org/pustaka/judul_qrs.htm
[19] Kontribusi akh Irfan Bastian, keluarlah nama Anwar Shiddiq. Lebih lengkapnya simak disini http://www.electronicfiles.net/files/10312/joko_waskito.rtf
[20] http://myquran.org/forum/index.php/topic,37089.30.html . Simak hasil cuplikan alias editan Abu Hafizh di http://www.fileflyer.com/view/pYA4kAx dan http://www.fileflyer.com/view/akMGNB3
[21] http://www.kautsar.co.id/vcd.php
[22] http://www.kautsar.co.id/detail_LadyDi.php
[23] http://ihwansalafy.wordpress.com/2008/03/14/kajian-dan-bedah-buku-belajar-dari-akhlaq-ustadz-salafi/
[24] http://img205.imageshack.us/img205/8348/abduhkautsar2ru4.jpg
[25] http://fakta.blogsome.com/2006/11/21/bedah-buku-siapa-khawarij-siapa-teroris-di-malang/


SDB ‘n DSDB (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak ‘n Dakwah Sururiyyah Dakwah Buas)

Bismillah…

Dalam sebuah mukadimah buku yang ditulis oleh Faishal bin Abdah bin Qa’id (mantan anggota Ikhwanul Muslimin), Syaikh Abdul ‘Aziz Al Bura’i hafidhahullah berkenan memberikan kata pengantarnya, sebagian nukilannya:
“…Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang perjalanannya bermula dan kemudian tersebar ke seluruh penjuru dunia semenjak kurang lebih tujuh puluh tahun yang lalu. Segala sesuatu yang baru tentu ada kelezatannya, tetapi sekarang…. telah datang waktunya bagi jama’ah ini untuk hengkang sebab telah jelas kedustaanya dan telah diketahui pula apa yang mereka tutupi dengan “cat”. Betapa indahnya ucapan orang yang berkata :

Setiap orang di suatu hari akan terlihat wataknya
Meski ia berhias dengan akhlak hingga sekarang

Yang lain mengatakan :
Bagaimanapun engkau berakhlak di hadapan seseorang
Meski kejelekan tersembunyi dari manusia

Tetapi, engkau tetap akan diketahui.

Inilah saudara kami, Faishal… beliau adalah salah satu dari ratusan, ribuan bahkan lebih, diantara orang-orang yang sebelumnya menjadi anggota Ikhwanul Muslimin yang kemudian meninggalkannya setelah tampak tipuan mereka yang batil. Mereka menjadi Ikhwani sebab menyangka Ikhwanul Muslimin berada di atas kebenaran. Andaikan Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa saudara kami, Faishal termasuk orang yang dapat dibeli dengan harta, niscaya mereka akan membelinya sebagaimana kebiasaan mereka membeli para pemilik jiwa yang lemah yang berperang dengan menggadaikan jiwa-jiwa mereka di pasar tukang tembaga. Tetapi saudara kami Faishal ini merupakan barang yang diwakafkan kepada Allah Ta’ala yang tidaklah halal kepemilikannya kecuali untuk Allah Ta’ala, Yang Maha Tinggi berfirman (artinya):

“Katakanlah! Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku serta matiku adalah untuk Allah Ta’ala Rabb bagi seluruh alam” (QS. Al An’am: 162)

Kemudian… jika anda ingin memastikan bahwa telah datang waktunya bagi Ikhwanul Muslimin untuk bersungguh-sungguh dalam rihlahnya (dan mereka telah mengupayakannya) maka aku menantang agar berdiri salah seorang dari mereka seraya berbicara kepada manusia: “Wahai manusia! Wajib atas kalian menjadi Ikhwanul Muslimin! ”

Ya, aku tantang agar ada di antara mereka yang (berani) melakukan hal itu. Andaikan salah seorang dari mereka berani mengerjakannya niscaya manusia akan meneriakinya.

Akan tetapi seorang dari kalangan Ahlussunnah dengan segenap kemampuannya ia akan mampu—dan sungguh kita telah dan sedang melakukannya—berbicara di dalam khutbahnya: “Wahai manusia! Sesungguhnya wajib atas kalian menjadi Ahlussunnah!” Karena dia mengajak manusia kepada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, karena dia mengajak kepada kebenaran sedang kebenaran itu lebih berhak untuk diikuti.”

Di buku yang sama, Syaikh Ali bin Muhammad Al-A’ruqi juga berkenan memberikan komentarnya. Sebagian nukilannya:

“…Sungguh beliau (Faishal bin Abdah bin Qa’id—peny) telah menukil ucapan dari sumber rujukannya yaitu kaum yang menceritakan kebobrokan akidah serta manhaj Ikhwanul Muslimin. Tidak diragukan lagi bahwa pemilik rumah pasti lebih mengetahui isi rumahnya dari pada orang lain, demikian pula saudara kami Abu Abdillah—sang penulis risalah ini sekaligus pengirimnya—kepada generasi umat ini. Sungguh dahulu beliau telah menghabiskan perjalanan hidup beliau bersama jama’ah Ikhwanul Muslimin Si Hizbiyah Mubtadi’ah ini dan melewati usia beliau beberapa waktu bersama mereka hingga tatkala jelas bagi beliau kebenaran maka beliaupun rujuk kepada kebenaran tersebut. Sungguh demi Allah Ta’ala, agama adalah sebagaimana dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullah keberadaannya:

“Kaum muslimin telah sepakat, barangsiapa telah jelas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam baginya, maka tidak halal dia meninggalkan sunnah tersebut karena pendapat seseorang.”

Kami tidak mengingkari bahwa ada orang yang ikhlas di dalam kafilah Ikhwani, akan tetapi karena pondasi manhaj yang ditempuh oleh kelompok ini adalah sesat maka wajib bagi seseorang untuk meninggalkan serta membuangnya kemudian berhukum dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Allah Ta’ala berfirman (artinya):

“Maka jika kalian berselisih dalam satu perkara kembalikanlah kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir hal itu lebih baik serta lebih bagus akibatnya” (QS. An Nisa’: 59)

Dalam hal ini ditambahkan pula, hendaklah di atas pemahaman Salafush Shalih sesuai dengan FirmanNya (artinya):

“Jika mereka beriman seperti apa yang kalian beriman kepadanya maka sungguh mereka telah mendapat hidayah sedang jika mereka berpaling maka hanyalah mereka itu dalam kesengsaraan” (QS. Al Baqarah: 137)

Dalam beberapa hari yang lalu, setelah penulis menyaksikan aksi duet pembenci dakwah Salafiyah, pembenci ikhwan Salafy, ustadznya bahkan Ulama Salafy. Buktinya sampai sekarang ini, buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak (DSDB) dan penulisnya terus mengobarkan peperangan pena ini, bahkan hendak menyeretnya ke ranah meja hijau.

Saudaraku sekalian rahimani wa rahimakumullah, bukankah anda sekalian telah menyaksikan bukti bahwa berbagai elemen sempalan telah bersatu-padu memerangi dakwah Salaf? Ya, kita tidak akan tertipu walaupun mereka (yang sangat alergi dengan istilah Salafi tersebut) juga mengakui dirinya sebagai pengikut Salafush Shalih. Alergi adalah suatu penyakit, dan merupakan kewajiban bagi kita untuk berikhtiar mencarikan obatnya
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&idartikel=106

Abdullah Hadrami yang selama ini bersatu di bawah panji Al Sofwa Al Muntada, Al Irsyad dan At Turots serta Ikhwanul Muslimin, di Malang telah berkolaborasi dengan kelompok takfiri NII yang diwakili oleh “pendekar bengis” Halawi Makmun (yang memprovokasi masyarakat untuk menebas leher Lukman Ba’abduh, ucapan ini direkam dalam bentuk VCD bedah buku Abduh ZA di Jakarta yang berjudul “Siapa Teroris? Siapa Khawarij?” dan disebarluaskan oleh penerbit komersial Pustaka “bid’ah milad” Al Kautsar Jakarta milik Tohir Bawazir. Milad ini sudah 18 kali, yang terakhir diadakan hari Sabtu tanggal 21 Juli 2007 dan dilaporkan oleh Yasir Maqosid, staff Al Kautsar sendiri di situs pribadinya (http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/26/MiladAl-Kautsarke18
dan http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/27/MiladAl-Kautsarke182)

Disamping dipromo-jualkan melalui situs resmi Pustaka Al Kautsar, Abduh ZA juga mempromosikan produk komersil VCD bedah bukunya bersama Halawi Makmun yang menjabat ketua Penerapan Syari’at MMI alias Khawarij NII di buku BAUSnya hal.2.

Tak ketinggalan da’i-dai “resmi” partai Ikhwanul Muslimin ikut meramaikan pula koalisi ini di Al Sofwa Al Muntada, di At Turots Indonesia – LBIA, L-DATA Jakarta dan cabangnya di Jogjakarta (Taruna Al Qur’an), Qiblati dan di Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Mereka, Sururi-Turotsi juga bergabung dengan KOMPAK DDII elemen-elemen Ngruki NII. Bahkan di acara Daurah Masyayikhpun, Salaf-i tak lupa mengundang saudara senasib seperjuangan dari jaringan teroris Khawarij!! Tergres, di Jogjakarta, Wahdah Islamiyah dan Turotsiyun “berasyik ria” demi mewujudkan kehadiran mahasiswa Universitas Islam Madinah Internasional cabang Indonesia!
http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/
Berbeda-beda, tetapi akhirnya tetap asyik jua.
Ose Ikhwani…
Beta Turotsi…
Katong basodara

Luar biasa [yang di luar kebiasaan]. Ini semua adalah fakta yang telah kami sertakan pula bukti dan datanya.

Model Salaf-i (sebagaimana muslim.or.id) seperti itulah yang beberapa kali dipuji, disanjung dan dielu-elukan oleh Abduh ZA dan orang-orang yang sefikrah dengannya sebagai “benar-benar salafi yang sebenarnya” (BAUS, hal.3)!!

“Salafi Moderat” adalah sanjungan lainnya dari Ikhwani ini:
”Contoh mudah saja, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang dikenal sebagai seorang salafi moderat dan aktif di Yayasan Al Sofwa, dikarenakan beliau mempunyai perhatian terhadap dunia politik; sudah dijauhi dan dianggap sebagai sururi quthbi” (Saya [Bela] Teroris? Saya [Bela] Khawarij?, footnote no.709, hal.356-356). Amboi, betapa rifqan dan mesranya…

Akhirnya kolaborasi dua penulis buku best seller di kalangan Ikhwani terbuka sudah, Joko Waskito penulis buku DSDB, serta penulis buku STSK, BAUS, Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Tentunya hal ini amat menyesakkan dada bagi orang-orang yang meniti jejak ajaran Salafush Shalih. Dua pembenci Salafy bergabung, membikin hati ini tidak akan nyenyak tertidur, mata susah terpejam, hampir dapat dipastikan Salafy di’bantai’ lagi di bedah buku BAUS yang di Bandung itu. Sehingga penulis perlu menurunkan tulisan seadanya guna membantah semampunya yang akhirnya menuai ancaman, kecaman yang tidak sedikit, do’a laknat dst. Wallahul musta’an.

Dalam mendidik anak, terkadang kita seakan menyakiti si anak tersebut, baik dengan pandangan tajam, atau pukulan ringan. Tega larane, ora tega patine, demikian diucapkan orang Jawa yang artinya tega sakitnya, tapi tidak tega meninggalnya. Orang tua yang normal tidak mungkin sampai hati membunuh si anak saat mengingatkan kesalahannya, justru itulah wujud kasih-sayang agar si anak tidak terus berkubang dalam kesalahan. Sekeras-kerasnya kritikan dari Salafy, apabila benar-benar meniti jejak Salafush Shalih, hampir dipastikan tak terbetik sedikitpun untuk menumpahkan darahnya bahkan membunuh lawan debatnya.

Demikian itulah perbedaan yang sangat jauh antara ciri khas dakwah Salafiyah dengan kebuasan dakwah yang menjadi “trade mark” gerakan Ikhwanul Muslimin beserta para pengekor dakwahnya sebagaimana Joko Waskito yang dakwahnya “tidak lagi bijak” seperti apa yang ditulisnya. Joko Waskito kini semakin nyata kekeliruannya, selain menggelari Salafy dengan Khawarij sejati, mencela sana-sini, namun serba paradoks. Joko Waskito juga membela terpidana mati Imam Samudra, pemberontak negara syah alias Khawarij seperti Kartosoewiryo, pun Kompak DDII yang dibina oleh mantan napi Abu Bakar Ba’asyir. Joko juga menginginkan adanya konfrontasi alias tindakan frontal atas kemusyrikan sebagai ganti dakwah Tauhid, loh bukannya ini gaya-gaya Khawarij pak? Main hakim sendiri ?

Para pembaca yang jarang mengikuti forum myQuran mungkin semakin penasaran untuk segera menyaksikan bukti kesantunan, kelembutan dakwah bijak ust. Abu Muhammad Waskito. Silakan simak si penjejak dakwah Ikhwaniyyah yang sedang mempertontonkan aksi kebuasannya di hadapan forum myQuran pada salafiyyin dan asatidznya bahkan ulamanya, perhatikan yang telah penulis tebalkan sbb:

1. Ucapan nan indah dari AMW, Abu Muhammad Waskito alias Joko Waskito dari a sampai z:
a. Memvonis bahwa Salafy = Khawarij
Di bawah topik “Salafi Ekstrem Kalian Harus Terimakasih Ke Google”, ada postingan dari AMW 28 April 2008, 09:21:53 : “Saya sungguh heran dengan semangat TAJASSUS orang-orang Khawarij yang menamakan dirinya “Salafi” itu. Baik salafy.or.id, fakta.blogsome, atau tuk pencari kebenaran (benar begini ya, saya lupa-lupa ingat).” “Ya Allah ya Rabbi, setiap mereka (Abu Ibrahim Cs.) menyakiti Ummat Islam, dengan segala cara yang mereka lakukan, timpakan kekalahan, sengsara, dan kehinaan yang semakin bertambah kepada mereka. ” [1]

b. Lagi, Salafy = Khawarij tanpa bukti
Di bawah topik “Menjawab Fitnah Abu Abdillah Ibrahim”, AMW 30 April 2008 10:03:04 : “Definisi Salafy ekstrem, kurang lebih: Orang-orang yang menyebut dirinya Salafi, pemangku paling absah manhaj Salafus Shalih, tetapi kelakuannya sangat jauh dari akhlak dan adab Salafus Shalih. Mereka menghalalkan penghinaan, pencemaran nama baik, melanggar kehormatan kaum Muslimin, berbahagia dengan memakan fitnah demi fitnah, bekerja mempromosikan aib-aib Muslim (termasuk hal-hal yang sebenarnya sangat privacy),…dan lain-lain tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Salafus Shalih. Mereka hendak menghina manhaj Salaf dengan kelakuannya yang sangat zholim itu, sepertimana orang-orang Rafidhah menghina Alhul Bait dengan perbuatan dan keyakinan hina. Kalau disini dipakai nama “Salafy” sebenarnya lebih untuk memudahkan mengenal mereka, sebab nama itu telah menjadi “trade mark” mereka. Adapun para pengikut Salafus Shalih sejati mustahil akan berbuat begitu. Mereka juga tidak bisa disebut cuma “oknum”. Oknum kok banyakan, modelnya sama, dari dulu sampai sekarang, tetap saja begitu. Sifat-sifat mereka lebih mirip dengan kaum Khawarij di Nahrawan.” [2]

c. Kembali menuduh Khawarij
Bahkan tak segan mengatakan yang berikut ini, di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, diposting : “AWM 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Sungguh menakjubkan, jari telunjuk mereka mengarah ke orang lain, sisa jari lainnya mengarah ke dirinya sendiri. Menuduh Khawarij, padahal dirinya sendiri justru Khawarij ‘ala haqiqah (Khawarij sejati). ” [3]

d. Kembali menuduh Khawarij dan mencela tanpa bukti
Di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, diposting AWM 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Si Fasid bin Dhalal, Luqman Ba’abduh itu, juga mencela habis-habisan Safar Hawali yang mengambil berita-berita dari orang kafir. Sementara Luqman sendiri dalam buku MAT juga mengambil berita dari CNN dan lainnya. Darimana dia tahu istilah “Attack” dari peristiwa WTC 11 September 2001 kalau tidak dari CNN? Banyak contoh lain. Ya begitulah Khawarij sejati, seperti para pendahulunya.” [4]

e. Asbun lagi, Salafy saudara kembar LDII katanya
Di bawah topik “Antara Salafy Ektrem dan LDII (Kesamaan Manhaj Mereka)”, diposting AWM 29 April 2008, 08:39:26 : “Sampai disini saya simpulkan: “Salafy ekstrem sama plek dengan LDII”. Sama persis, seperti saudara kembar. Dalam pengajian2 LDII mengikat hati-hati manusia dengan mengajarkan hadits-hadits dari Kutubus Sittah (kitab hadits yang 6). Mereka selalu beralasan, “Disini kami diajari hadits2 Nabi.” Maka itu mereka dulu disebut “Darul Hadits”. Nama Darul Hadits sama dengan nama pesantren Syaikh Muqbil di Dammaj Yaman.” [5]

e. Doa yang penuh kemarahan
Dibawah topik “Menjawab Fitnah Abu Abdillah Ibrahim”, ada postingan : “AMW 30 April 2008 08:41:49 : Begitu wahai “alien”. Moga-moga hidup kalian tambah sesak, tambah susah, tambah terhina. Allahumma amin.” [6]

f. Siap mendholimi sesama muslimin secara fisik
Di bawah topik “Abul Fitan atau Abu Google (pemilik blog Fakta) Itu Bisa Dimeja Hijaukan”, ada postingan : “AMW 30 April 2008, 09:52:40 : Saya sendiri bermaksud ingin membuat perhitungan dengan Irfan Bastian, sebab dia telah menyebarkan identitas privasi keluarga kami di seantero dunia maya. Jangan istirahat dulu wahai “pemuda konflik”, ada urusan-urusan hukum yang akan kami susun berkaitan dengan pelanggaran hak-hak kami.” [7]

Komentar:
Setelah anda menyusun buku, menulis dan berbicara semaunya tentang dakwah Salafiyah dengan menggunakan data-data yang absurd, menuduh Salafy sama dengan aliran sesat LDII, menuduh ma’had Darul Hadits Syaikh Muqbil / Syaikh Yahya al Hajuri = LDII, menuduh Khawarij apakah ini semua juga bukan urusan hukum wahai AMW? Kami belum pernah menyaksikan ada seorang yang terpelajar, penulis buku terkenal, best seller yang berakal melancarkan tuduhan hanya karena kesamaan nama kecuali AMW!!

Seberapa tahu anda tentang LDII sehingga berani menvonis Salafy sama plek dengan LDII? Kami tidak bermaksud untuk menggurui tetapi sebagai sebuah penekanan agar AMW menginstall ulang pemikirannya dengan pemahaman yang lebih sehat, lebih bersih, lebih ilmiah dan lebih selamat.

Tahukah anda bahwa LDII menerapkan bai’at? Adapun Salafiyin? Tentulah tidak mengenal syariat bai’at bid’ah sebagaimana amalan LDII dan para sufi. Bukan bermaksud menyamakan jika kami menjelaskan ulang bahwa Ahmad Surkati juga telah membaiat para Irsyadiyyin, dan tentu saja Ikhwanul Muslimin yang dilandasi Hasan Al Banna oleh thariqah Hasyafiyah telah menerapkan hal yang sama pula.
“Siapa yang tidak mau berbai’at maka silahkan mencari jama’ah selain Ikhwanul Muslimin” (100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin, hal.105, Robbani Press, Jakarta, 2001)

AMW dan MyIM menepuk air di dulang, basah kuyup tersiram muka AMW dan MyIM sendiri

g. Asal bunyi tanpa bukti, mana bukti pengkafiran oleh Ustadz Luqman itu?
Di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, diposting AWM 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Tetapi ketika menuduh “ahli bid’ah”, mengkafirkan Ahlul Islam (seperti Luqman Ba’abduh), membongkar aib para dai, memecah belah Ummat, menyebarkan kebencian, bahkan mengintimidasi Muslim, justru atas semua itu mereka sangat menikmati.” [8]

h. Kembali asal bunyi
Di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, diposting oleh AWM 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Luqman Ba’abduh sendiri dalam buku MAT mengkafirkan kaum Muslimin, khususnya Daulah Utsmaniyyah dan kaum Muslimin Mesir. Ya, Khawarij dulu juga seperti itu. Bahkan lebih terang-terangan”.[9]

i. Menuduh tanpa bukti, pernahkah Joko Waskito wawancara langsung dengan mantan petinggi Laskar Jihad ?
Di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)”, diposting AWM 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Tetapi lihatlah, apakah mereka pernah merugikan orang kafir seperti itu? Tidak sama sekali. Mereka bikin Laskar Jihad (LJ) karena memang ada “pesanan” untuk menangkal RMS; selain itu, mereka ingin menjadi “pahlawan” biar dakwahnya sukses di Indonesia. Saya bersyukur kepada Allah, Laskar Jihad hancur lebur. Kalau tidak, Ummat Islam akan mengangkat mereka sebagai “pahlawan”. Sama saja dengan Ba’abduh, dia serang semua organisasi Islam di Indonesia yang tidak sesuai syahwatnya, adapun dia tidak tampak kontribusinya dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali. Jember tempat Si Luqman Al Fasid ini kan sangat dekat dengan Bali.” [10]

Komentar:
Kalau bukan asmuni (asal bunyi, muni- bhs. Jawa Waskito) dan masih tersisa sisa-sisa dari kehormatan dan harga diri) tentulah AMW “mewajibkan kehormatannya” untuk menyertakan bukti tuduhannya bahwa LJ merupakan pesanan untuk menangkal RMS (Republik Maluku Sarani). Tetapi, apa mau dikata, tidak lagi tersisa dari sisa-sisa …yang ada kecuali lisan yang hanya bisa bicara dan tangan yang bisa menulis.

Kalau engkau tidak punya rasa malu
Berbuatlah semaumu

Dan mustahil bahwa orang-orang kafir dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang “memesan” untuk melakukan penumpasan terhadap RMS! Siapa yang tersisa dari tudinganmu wahai AMWay? Umat Islam Ambon!! Jeritan derita merekalah yang menggerakkan saudara-saudaranya, kaum muslimin di daerah lainnya untuk membantu meringankan penderitaannya! Bukankah dirimu—wahai AMW—tidak tergerak sedikitpun untuk menerima “pesanan” derita dan jeritan umat Islam Ambon dan sekitarnya ketika mereka dibantai orang-orang Sarani, Nasrani? Kenapa? Jangan-jangan karena anda lebih “asyik” mencari fulus dengan mengajukan “pesanan” order dari gereja Tana Toraja ?

Kedua, kami tidak tahu maksud dari ucapannya “…dia tidak tampak kontribusinya dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali”, tetapi kalau yang anda maksudkan adalah dakwah bombing dan kekacauan di negeri ini? Tentu harus kami akui bahwa kalian memiliki kontribusi yang besar di negeri ini. Bukankah bom Bali 1 dan 2 adalah bukti kontribusi dakwah anda dan orang-orang yang sefikrah Ikhwani dengan anda dalam mendakwahi orang-orang Hindu di Bali!

Imam Samudra berkata: “Karenanya, Jihad Bom Bali adalah salah satu bentuk ukhuwah Islamiyah (baca: Ikhwaniyah—peny.)” (AMT, cetk.1, 2004, hal.161).

Dan jangan lupa wahai AMW, berapa banyak umat Islam yang meninggal hasil dari operasi dakwah bombing saudara-saudaramu!

Anda ingin tahu kontribusi lainnya dari dakwah bombing saudara-saudaramu? Pasca kejadian tersebut, umat Islam Bali mengalami trauma dan ketakutan, para pedagang dan penjual makanan dari Jawa dihina, diludahi dan diusir dari tempat-tempat mangkal mereka! Penjual bakso, gerobag dagangannya dibalik dan dihancurkan hanya karena dirinya seorang Muslim dari Lamongan! Inilah kontribusi dahsyat kalian terhadap umat Islam dalam mendakwahi umat Hindu di Bali!! Orang-orang kafir barat malah mendapatkan “makanan empuk” untuk menekan, membatasi aktivitas dan mengancam umat Islam di seluruh negeri-negeri yang muslimnya minoritas!! Berbangga-banggalah kalian YourQuran (bukan MyQuran) dengan hasil dakwah bijaksana ini yang ditegakkan di atas puing-puing penderitaan kaum muslimin!! Dan sungguh kami tidak merasa bangga dengan orang-orang Islam yang mencomot nama kitab suci Al-Quran untuk melariskan dagangan teror Ikhwanul Muslimin! Meja hijau? Ini sudah termasuk delik penodaan terhadap agama Islam!

j. Sepakat pada kedustaan yang keji…sangat keji
Di bawah topik “Antara Salafy Ektrem dan LDII (Kesamaan Manhaj Mereka)”, diposting AWM 29 April 2008, 08:39:26 : “Mereka begitu hebat dalam sikap fanatik kelompoknya. Mereka begitu hebat dalam “sami’na wa atha’na” dengan para ustadz-nya. Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, “Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed.” Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na’udzubillah min dzalik” [11]

k. Tuduhan berbau pengkafiran, padahal AMW sendiri sedang membela izzah ybs alias ?
Di bawah topik “Antara Salafy Ektrem dan LDII (Kesamaan Manhaj Mereka)”, diposting AWM 29 April 2008, 08:39:26 : “Mereka memiliki Izzah yang sangat tinggi. Sekali mereka dikenal sebagai pemangku manhaj paling shahih yang paling berhak mengadili seluruh manusia, selamanya mereka tidak mau kehilangan muka. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, sebab hatinya sudah menyembah Izzah (harga diri)” [12]

Bagaimana bisa seorang muslim tertawa dengan gurauan fitnah dusta yang nyata-nyata mengarah pada Syirkul Akbar? Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

l. Memvonis Khawarij, Nasehat yang menyesatkan sambil membawa-bawa nama orangtuanya
Di bawah topik “Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)”, diposting AMW 01 Mei 2008, 07:38:56 : “Ya @ Aba Zaid, saya nasehatkan kepadamu, jika nasehat ini berguna bagimu. Tinggalkan kelompok sesat Khawarij itu. Mereka sangat berbahaya badi dunia dan akhiratmu. Sangat berbahaya bagi Umat Islam dan kehidupan manusia. Tinggalkanlah selagi engkau masih bisa meninggalkannya. Jika hatimu telah ditetapkan bersama kelompok mereka, alangkah malangnya ibumu yang telah melahirkanmu, atau ayahmu yang telah membesarkanmu dengan tetesan keringat dan kerja keras.”

m. Menolak bukti / ilmu karena kesombongan
abuzaid : “Demikian pertanyaan dari saya (Abu Zaid Abdurrahman), wa Insya Allah jika Anda tidak berkeberatan, akan saya kirimkan beberapa CD rekaman ceramah Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed kepada Anda. Semoga bermanfaat…(tolong disebutkan alamat Anda via PM) Baarakallaahufiikum”.

Dijawab di bawah topik “Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)”, diposting AMW 01 Mei 2008, 07:38:56 : “Tidak usah, tidak usah dikirim. Percuma! Saya sudah bara’ sama dia sebagaimana saya bara’ sama orang-orang JIL dan yang semisalnya. Mereka sama merusaknya terhadap Islam dan kaum Muslimin. Saya akan membela Islam sekuat kesanggupanku, termasuk seandainya untuk itu Allah Ta’ala harus memanggiku. Ya Rabbi, maafkanlah aku untuk semua kesalahanku. Semoga semua ini menjadi kaffarat atas dosa-dosaku kepada-Mu dan kepada Ummat Islam. Amin ya Karim.”

n. Memvonis semuanya sesat, ustadz maupun syaikh Salafy
Ditulis di bawah topik “Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)”, diposting AMW 01 Mei 2008, 07:38:56 : “- Salafy ekstrem = orang-orang yang menunggangi nama Salafus Shalih untuk menghancurkan ajaran dan kehormatan Salafus Shalih itu sendiri. – Mereka semuanya saja yang ghuluw dengan manhaj sesat itu, tidak cuma ustadz, bahkan syaikhnya sekalipun.”

o. Ucapan indah yang mestinya hanya buat Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed, tapi ditujukan kepada seluruh kabilah As Sewed ditambah tuduhan takfir
Ditulis di bawah topik “Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)”, diposting AMW 01 Mei 2008, 07:38:56 : ” – Contoh penyimpangan As Sewed Ad Dholal ini sederhana saja. Dia tadinya bikin surat rujuk kepada kebenaran karena penyimpangan Laskar Jihad. Surat itu kan beredar luas di internet. Tapi kemudian, sekitar tahun 2005, dia nulis tentang “Sururiyyah Masih Melanda Indonesia.” Disana saya temukan bukti dia melakukan takfir. Nanti lah ini disebutkan, terlalu panjang Mr. Abu Zaid. Insya Allah bi nashrihil karim. – Hujjah Al Qur’an dan Sunnah ya… Sudah dari dulu mereka dinasehati dengan hal itu, tapi Antum tahu sendiri, Izzah mereka terlalu tinggi untuk tunduk kepada wahyu Allah. Mereka lebih takut kepada ustadz/syaikh daripada kepada Allah Ta’ala. Na’udzubillah min dzalik.”

p. Kembali asbun menuduh Salafy adalah muqallid
Ditulis di bawah topik “Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)”, diposting AMW 01 Mei 2008, 07:38:56 : “- Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur’an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut “pendapat ustadz”. Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan “ucapan ustadz” lebih tinggi dari Al Qur’an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur’an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?”

q. Memvonis Salafy = Khawarij sejati
Ditulis di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)” oleh AMW pada 02 Mei 2008, 10:00:01 : “Lucu memang. Orang-orang itu menyemprot orang lain dengan tuduhan Khawarij, mereka menyumpahi manusia dengan istilah “kilabun naar” (anjing-anjing neraka), mereka mengecam orang lain tanpa sedikit pun rasa bersalah. Sungguh menakjubkan, jari telunjuk mereka mengarah ke orang lain, sisa jari lainnya mengarah ke dirinya sendiri. Menuduh Khawarij, padahal dirinya sendiri justru Khawarij ‘ala haqiqah (Khawarij sejati). ”

r. Mengumpat bagian dari dakwah hikmahnya, kini giliran ustadz Luqman mendapatkan hadiah terindah
Ditulis di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)” oleh AMW pada 02 Mei 2008, 10:00:40 : “Bagaimanapun, orang-orang ini sangat bodoh. Ini juga ciri lain dari Khawarij. Kalau Anda membaca buku MAT karya Si Dhalal Luqman Ba’abduh, Anda akan ketawa melihat cara dia menulis buku. Satu bagian membantah bagian yang lain. Dia mencela orang-orang yang menentang Dinasti Saud dengan celaan yang sangat sangat hebat, katanya memberontak kepada Ulil Amri. Tetapi saat yang sama dia menuduh Daulah Utsmani di Turki dengan perkataan “besi rongsokan yang jelek”. Padahal Daulah Utsmaniyyah adalah Ulil Amri kaum Muslimin, sebelum berdirinya Kerajaan Saudi. Si Fasid bin Dhalal, Luqman Ba’abduh itu, juga mencela habis-habisan Safar Hawali yang mengambil berita-berita dari orang kafir. Sementara Luqman sendiri dalam buku MAT juga mengambil berita dari CNN dan lainnya. Darimana dia tahu istilah “Attack” dari peristiwa WTC 11 September 2001 kalau tidak dari CNN? Banyak contoh lain. Ya begitulah Khawarij sejati, seperti para pendahulunya. Mereka tak mau makan korma yang ditemukan di jalan, takut syubhat; tetapi mereka berani membunuh putra Khabab bin ‘Arat (Ra) dan membunuh isterinya yang sedang hamil.”

s. Lagi-lagi ahli bid’ah, khawarij, hizbi sejati buat Salafy
Ditulis di bawah topik “Inilah Kelompok KBS (Khawarij Berbaju Salafi)” oleh AMW pada 02 Mei 2008, 10:00:40 : “Ya, kita semua sudah tahu bagaimana kelakuan orang-orang Khawarij yang mengatasnamakan Salafi ini. Mereka menuduh orang lain “ahli bid’ah”, padahal mereka itulah ahli bid’ah; mereka menuduh orang lain “hizbi”, padahal diri mereka sendiri a’zhamul hizbi minal ahzab (sebesar-besarnya hizbi sejati); mereka menuduh orang lain Khawarij, padahal tuduhan itu sejatinya lebih pantas mereka sandang sendiri. Dulu Khawarij menuduh Khalifah Ali (Ra) dan para Shahabat telah kafir, padahal kekafiran di pihak mereka sendiri.”

t. Al Ustadz Luqman Ba’abduh menghina orang yang pantas dihina seperti terpidana mati Imam Samudra, namun Joko terpanggil untuk membelanya dan menuduh semua klan Ba’abduh menghina Imam Samudra
Ditulis di bawah topik ” Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)” oleh AMW pada 03 Mei 2008 11:21:10 : “Biasanya munculnya “kelakar” itu karena ada alasannya. Seperti ungkapan, “Tidak ada asap, bila tidak ada api.” Biasanya, ketika kejahilan seseorang atau sekelompok orang sudah sedemikian rupa, baru muncul joke2 sebagai hiburan untuk memperteguh sikap kita terhadap kaum seperti itu. Anda tidak percaya? Abdul Ghafur Al Malanji itu daklam tulisan-tulisannya ketika melecehkan orang lain, dia juga membuat kelakar-kelakar seperti itu. Teman-teman Antum itu sangat piawai dalam melecehkan orang lain. Ba’abduh sendiri maaf juga melecehkan Imam Samudra.”

u.Data disebar sendiri lewat perusahaan dan internet tetapi menyalahkan orang. Maaf, kami tidak kenal Joko Waskito sebelum Januari 2007. Bisa jadi Joko lupa pernah posting di forum Lowongan Kerja di gerejatoraja.com alias torajacoffee.com atau dia dibantu perusahaan yang dikirimi olehnya untuk posting disana. Tiada asap tanpa adanya api. Dan alamat lengkap Joko Waskito dipublikasikan oleh siapa ? Tanggal 14 Apr 2008 15:26:11 kok terpampang di http://www.simdik.disdikkotabandung.com ? Lantas kenapa Joko lupa bahwa DSDB 1 dan 2 (Dakwah Sururiyyah Dakwah Buas) telah menyakiti Salafy dan asatidznya ? Walhasil tiada asap…?
Ditulis di bawah Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed) pada 03 Mei 2008 11:38:41 oleh AMW : “Hai “orang”…kamu jangan memutar-balikkan fakta dong. Maaf, siapa yang memulai pertikaian ini? Siapa yang menyebarkan data-data pribadi kami di internet? Siapa yang memfitnah saya telah menjalin kerjasama dengan gereja?”

v.Membela Imam Samudra lebih baik daripada Salafy
Ditulis di bawah Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed) pada 03 Mei 2008 11:38:41 oleh AMW : “Sebenarnya, saya sudah lama menyadari bahwa kalian itu lebih mewakili gambaran Khawarij daripada Imam Samudra Cs. Saya sudah lama mengetahui hal ini, baru sekarang saja saya tampakkan secara terbuka.”

w.Istilah untuk Salafy = Khawarij pengikut Syaikh Rabi’ alias Rabi’iyun, sekaligus bonus sebagai “musuh-musuh Islam”. Mencap Khawarij tapi memprovokasi tidak hanya dakwah tauhid, tapi juga konfrontasi fisik dengan melangkahi pemerintah. Inilah justru pemikiran Khawarij dari si penuduh Khawarij!
Ditulis di bawah topik “Beda Salafus Shalih dengan Khawarij Modern” pada 03 Mei 2008 11:51:57 : “Tetapi kaum Khawarij Rabi’iyun ini amal “jihad akbar” mereka justru mematahkan Ukhuwwah Islamiyyah, menyuburkan pertikaian antara sesama Muslim, mengobral penghinaan, pelecehanan, membongkar aib-aib Muslim, merusak kehormatan para dai, menghancurkan nama baik lembaga-lembaga Islam. Kalau ditanya, siapakah mereka? Aku tak ragu untuk mengatakan, bahwa mereka adalah musuh-musuh Islam. Mereka bukan pengikut Salaf, tetapi penghina Salaf. “Lalu lihatlah para Khawarij ini! Mana dakwah tauhid mereka? Mana konfrontasi mereka terhadap kemusyrikan? Tidak ada, atau sangat sedikit sekali. Kalau hati mereka peka dengan tauhid, hidupnya tidak akan tenang melihat kemusyrikan merebak dimana-mana. Omong kosong mereka mendakwahkan tauhid. Jauh, jauh, jauh sekali. Dengan mengajarkan Kitabut Tauhid mereka merasa telah “segala-galanya” dalam dakwah tauhid. Kalian itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Tuanku Nan Renceh, Haji Miskin, Haji Piobang, Imam Bonjol, dll. rahimahumullah.”

x. Memvonis Khawarij, Menghina kesahajaan Ma’had Darul Hadits, Yaman dan pelajaran di sana
Ditulis di bawah topik “”Beda Salafus Shalih dengan Khawarij Modern” pada 03 Mei 2008 11:51:57 oleh AMW : “Namun di tangan Khawarij jaman modern, segalanya jadi berubah. Mereka membenci urusan dunia, mendoktrin pengikut-pengikutnya untuk “belajar din saja”, tidak mau tahu urusan masyarakat, membenci masalah politik, tidak tahu perkembangan ekonomi, informasi, budaya, dst. Bahkan di Ma’had Daarul Hadits Syaikh Muqbil di Yaman, disana tidak ada listrik, rumah-rumah dari tembok tanah, tidak tersentuh teknologi. Padahal Islam hancur justru ketika urusan-urusan dunia diserahkan kepada orang-orang fasik, zhalim, kafir, bahkan musyrik.

Komentar: Subhanallah, apakah rumahmu yang berlistrik dan bertembok kukuh kuat dengan sentuhan teknologi paling mutakhir sekalipun akan menjadikanmu jaminan hidup di atas ridha Allah Ta’ala dan menjadi garansi untuk masuk surga? Apakah engkau lupa wahai Joko bahwa demikianlah lingkungan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hidup bersama para shahabat radhiyallahu ‘anhum yang Allah ridha kepada mereka. Demikianlah para ‘aimmah yang nama-nama mereka banyak dijadikan “rujukan” oleh saudaramu Abduh ZA di buku BAUSnya. Mereka belum tersentuh teknologi wahai Joko yang tak Waskito dengan sejarah kemuliaan para shahabat dan para ulama. Dan engkau bangga dengan teknologi. Apakah engkau lupa bahwa salah satu fitnah terbesar bagi umat ini adalah harta? Ya Allahu Ya Rabbi telah nyata apa yang selama ini dikejarnya…dunia…dunia..dunia. Dan demi mengejar ambisi rumah bertembok dan berlistrik dengan sentuhan teknologi engkau merasa bangga mengemis pekerjaan ke gereja Tana Toraja? Si miskin itu masih punya harga diri dan “si kaya” ini telah menjual harga dirinya kepada kuffar. Ini adalah kehinaan wahai saudaraku…

y. Membela perjuangan pemberontak Kartosoewiryo sambil memastikan Kartosoerwiryo telah dirahmati Allah Ta’ala dengan gelar almarhum, membela aksi pengeboman (jihad defensif) yang dilakukan teman-teman sefikrah
Ditulis di bawah topik “”Beda Salafus Shalih dengan Khawarij Modern” pada 03 Mei 2008 11:51:57 oleh AMW : “Lalu bagaimana dengan para Khawarij ini? Na’udzubillah wa na’udzubillah. Mereka benar-benar telah sesat dari jalan lurus. Seluruh amal-amal jihad yang dilakukan kaum Muslimin di jaman ini, meskipun sifatnya jihad defensif, mereka kecam habis-habisan. Dalam buku MAT itu Luqman Ba’abduh mencela habis-habisan jihad Ummat Islam. Perjuangan almarhum Kartosoewiryo, Relawan Kompak Dewan Dakwah di Ambon, Komandan Ibnul Khattab di Chechnya, mujahidin Afghanistan, sampai-sampai Hamas, Syaikh Yasin, dst. tidak selamat dari lidah api mereka.”

z. Hendak menuntut penulis ke meja hijau ‘yang katanya’ di bawah regim sekuler yang tidak Islami, menghina pemerintah SBY tapi butuh “mejahijau” mereka! Mungkin ini…mungkin itu..
Ditulis di bawah topik “Beda Salafus Shalih dengan Khawarij Modern” pada 03 Mei 2008 11:51:57 oleh AMW : “Adapun para Khawarij ini justru bermesraan, memuji-muji, bahkan mendoakan regim sekuler yang sebenarnya tidak Islami. Alasannya, taat kepada ulil amri. Mungkin, para Khawarij di Amerika sana juga menyerukan ketaatan murni kepada regim George Bush.”

2. Ucapan santun dari user myQuran dan email semodel AMW
a. Bunuh-membunuh, mengkafirkan, buas, itulah cirinya
Di bawah topik “”TELAH KAFIR BIN UTSAIMIN, BIN BAZ, DLL DALAM KACA MATA “SALAFY””, nick izzulIslam pada 06 Februari 2008, 21:28:57 memposting : “coba pikirkan ini: ada orang bodoh dalam Islam, kemudian dia berdiri bersama2 orang kafir dalam memerangi yg mereka sebut sebagai “teroris” kayak polisi irak itu tuh… kerjasama dengan amerika dalam menegakkan demokrasilah, nasionalisme arablah…
Mereka menghalangi tegaknya daulah Islam, bunuh saja…. khan gampang…..
matilah mereka sebagai orang kafir…. Kemudian tegaklah Daulah Islam dengan pertolongan Alloh. Gitu aja kalian kok susah mikir sih…”
[13]

b. Doa laknat yang indah itu, beraroma takfir
Di bawah topik “SMS-SMS ‘salafy teroris’ itu…………”, ada postingan nick Seger pada 03 April 2008, 10:52:37 : “Sebab apa ? Lihat tuh maniac maniac salafy, mereka bikin blog2 yang isinya fitnah, kebohongan, kehinaan, kenajisan, permusuhan, de el el. SMS gituan gak ada apa apanya dibandingin isi blog Fakta milik Abu Ibrahim laknatullah ‘alaih. Moga2 orang itu cepat diazab oleh Alloh karena lancang memfitnah para dai & lembaga2 Islam. ” [14]

Komentar:
Kalaulah yang ditulis adalah fitnah, kebohongan, kenajisan, bukankah akan sangat mudah bagi penulis doa laknat adzab di atas untuk membuktikannya? Dimana fitnah dan kebohongannya? Di artikel apa fitnah dan kenajisan itu? Adapun sekadar berbicara? Bukankah anak kecilpun mampu melakukannya?

c. Menuduh antek Yahudi, beraroma takfir
Ada postingan nick kipli pada 29 April 2008, 09:05:18 : “so, bwat TS.. ndak perlu sedih pak. sesungguhnya mereka berdampingan dengan syetan laknatullah, dan syetan sedang tertawa terbahak2 atas abu ibrahim pd antum. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tingkah polah org gila macam abu ibrahim dan dedengkotnya. dan ane yakin dia bukan dari kalangan salafi, melainkan antek2 yahudi..!! [15] “

Komentar:
Tahukah anda bahwa Hasan Al Banna terinspirasi oleh dakwah Jamaluddin Al Afghani Ar Rafidhi Al Masuni Al Yahudi? Bacalah artikel artikel sebelumnya jika anda belum sempat membacanya.

“Sesungguhnya, Al-Banna hanyalah mengambil ide Pan-Islamisme yang digulirkan Al-Afghani” (Al-Ikhwanul Muslimun Mendhalimi…, Farid Nu’man, Pustaka Nauka, Depok, 2003, hal.100).

“Sebenarnya, Pan-Islamisme adalah kewajiban agama dan memiliki landasan yang kuat di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah” (ibid, hal.97). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tahukah anda bahwa “jihad politik” hanyalah istilah bid’ah munkarah untuk memanipulasi demi menghiasi berhala demoskratos dari negeri kafir Yunani penyembah berhala dan berhali? Siapa yang gigih menjalani dan menikmatinya? Ikhwanul Muslimin.

Baiklah, inilah satu nukilan pengakuan jujur orientalis tentang jasa-jasa Jamaluddin Al Afghani dari artikel Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya Turots di Indonesia/ Badai Fitnah Dakwah Ihya Turots.
“Al-Afghani, Jamal Al-Din (1254-1314/1838-1897). Tokoh Modernis, reformer, dan penggerak politik. Ia lahir di Iran tetapi besar di Afghanistan……Selama beberapa tahun ia bersekutu dengan Muhammad Abduh di Paris dalam penyebaran ide pembaharuan Islam (mendirikan organisasi Urwatul Wutsqa, keduanya adalah idola Ahmad Surkati—lihat situs Surkatiyyin), namun akhirnya Abduh berpisah dengannya. Semenjak itu sampai wafatnya Al-Afghani melanjutkan kegiatan politik yang pesonanya mengungguli segala kekuasaan. Menjelang kematiannya pada tahun 1897, ia menerima tunjangan dan sebuah rumah dari Sultan Utsmani yang bernama Abd Al-Hamid, seorang autokrat yang seharusnya menentang rencana revolusioner Al-Afghani.

“POLITIK BUNGLON” ini melibatkan dirinya dalam permusuhan yang lama, dimana ia selalu memainkan dirinya sebagai penjahat. Daya tariknya sebagai politikus berpangkal dari keahliannya dalam memadukan dan memanipulasi antara agama dengan kekacauan kondisi, antara kelompok konservatif dan kelompok radikal liberalis” (Ensiklopedia Islam/The Concise Encyclopaedia of Islam, Cyril Glasse, hal.13, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999).

Demikianlah, Cyril Glasse tak hanya mengungkap peran Jamaluddin dalam menghancurkan Islam atas nama Islam, tetapi juga peran salah seorang Sultan Utsmani yang bekerjasama dengannya. Entah, apakah ini berita gembira ataukah berita sedih bagi para pemimpi gerakan yang baru bangun sehingga memunculkan istilah shahwah Islamiyah dan harakah Islamiyah.

Dakwah Islam tidak pernah berhenti sehingga mengharuskan mereka memunculkan istilah bid’ah harakah Islamiyah. Dan dakwah Islam pun tidak pernah tidur sehingga mengharuskan muncul istilah bid’ah Shahwah Islamiyah.

d. Ancaman pembunuhan, Sangkur Poso alias pembunuhan
Di bawah topik “Abul Fitan atau Abu Google (pemilik blog Fakta) Itu Bisa Dimeja Hijaukan”, ada postingan nickname kipli pada 30 April 2008, 12:52:04 : “ketika nabi pernah mengatakan (kurang lebih begini), jika kau di pukul bagian tubuhmu balas lah dengan memukul di bagian yg sama. Fair..!! dan ketika ane temukan jasad pem-fitnah ini yg memfitnah ane dan meresahkan keluarga ane, hmmm…urusannya sama sangkur Poso..!” [16]

e. Menyakiti seseorang secara fisik sudah biasa
Di bawah topik “Siapa yang Menaungi Manhaj ‘Killer’ ?”, ada postingan tuingtuing pada 29 April 2008, 16:51:12 : “wah, di-hajr masih mending pak. DI HAJAR AJA SEKALIAN yang namanya penipu khan bisa dimasukin delik PIDANA tuh. Kita bawa aja tulisan-tulisan Yamani ini, kemudian kita ajukan bantahannya. Kita SERET KE PENGADILAN PARA YAMANI PENIPU INI.
Bisa koq!” [17]

f. Menyakiti, buas secara ucapan dan perbuatan, sudah biasa
Selain itu juga berupa pesan yang dikirimkan pengelola website tukpencarialhaq sbb :
Mr X Bro | cyber
x@yahoo.com | 167.205.22.105 : ” Assalamu’alaikum…
Hai pemilik blog fakta, tukpencarialhaq, dasar BAJINGAN Makin hari makin kurang ajar kalian Blog kamu hanyalah blog fitnah sampah Ana akan lacak keberadaan antum, mari kita bikin perhitungan!!
2008/04/06 at 1:46 PM”
g. Bunuh lagi, bunuh lagi
Di bawah topik “Ane kesal ama SALAFY”, ada postingan salaf pada 03 Mei 2006, 14:07:17 : “ane ingin ngumpulin salafiyun trus tak sembelih satu-satu.
biar kapok
. setuju nggak ente-ente?” (http://myquran.org/forum/index.php/topic,2418.msg35330/topicseen.html#msg35330)

Demikianlah pesan-pesan indah nan penuh tuah dari JW dkk yang waskito, cerdas, cermat, hikmah yang amat sangat beda dengan teori-teori yang dilontarkan oleh rekannya yang berbenderakan santun itu, Ust. Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Ya, teori-teori kosong untuk membela kebengisan, kebuasan dan kebrutalan aksi bombing para Ikhwani. Sehingga mulai sekarang, amat tidak pantas apabila menyebut Salafy suka bersuudzan, kasar, mendzalimi orang seenaknya, keras, dst. Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Kalaulah ulama Salaf, juga ulama Salafy, asatidzah, ikhwah menggelari seseorang dengan gelar jelek karena kekeliruannya, tak lebih agar ummat lari dari mereka. Namun tidak pernah terbetik untuk menghalalkan darah lawannya. Maka tuduhan Salafy = LDII = Khawarij amat jauh dari kenyataan.[18] Bahkan kajian nasional yang diadakan Salafiyyin di Indonesia selalu melibatkan pihak yang berwajib untuk mendapatkan izin, terkadang sampai tingkat Mabes Polri. Tentu berbeda dengan para penduduk gerakan bawah tanah dengan negara bawah tanahnya, termasuk At Tilmisani yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan bawah tanah. (100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin, hal.134, Robbani Press, Jakarta, 2001)

Selalu lewat perintah rahasia, kucing-kucingan, licin-licinan, kecoh-mengecoh terhadap pemerintah menjadi salah satu pelajaran sopan santunnya. Hasan Al Banna mengajarkan:
“Tetapi Imam Syahid menyampaikan perintah rahasia….Rencana ini terlaksana dengan tepat dan polisi pun tidak mampu melarangnya” (100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin, hal.50, Robbani Press, Jakarta, 2001).

Tampaknya Joko Waskito sedang emosi yang amat sangat, sampai perlu tebar pesona dengan untaian kata nan indah menyejukkan hati demi menutupi kebuasan dan kelicikan serta kelicinan dakwah para Ikhwani. Wallahul musta’an.

Jadi wahai saudara-saudaraku sekalian rahimani rahimakumullah, difasilitasi oleh siapa semua kebuasan teror dan ancaman itu disebarkan? Difasilitasi oleh MyQur’an!! Wallahi ini adalah penghinaan terhadap Islam dan umat Islam. Kalaulah mereka merasa tersinggung, marah dan emosi kepada kita dengan pengungkapan berbagai bukti kejahatan mereka, tokoh-tokoh kesesatan yang mereka promosikan sebagai Asy-Syahid, para ulama besar serta para mujahid, maka lebih pantas bagi kita—seluruh kaum muslimin—untuk marah kepada mereka karena mereka telah menggunakan nama Kitab suci umat Islam (Quran) sebagai nama websitenya untuk menyebarkan tuduhan-tuduhan keji tanpa secuilpun bukti, vonis-vonis pengkafiran, terror dan ancaman pembunuhan! Bukankah semua bukti-bukti di atas sudah jauh melebihi kepantasan untuk dimeja hijaukan?

Adalah hal yang sangat memalukan bahwa mereka masih juga punya harga diri untuk bicara tentang “meja hijau”, bukankah orang-orang yang mereka bela telah menvonis bahwa hukum negeri ini adalah hukum jahiliyyah? Hukum neo Ilyasiq sebagaimana tulisan Imam Samudra dan negeri jahiliyah sebagaimana vonis pembesar kalian di negeri ini (yang masih menikmati tinggal di negeri jahiliyah)?
http://img220.imageshack.us/img220/4728/bhaserye9.jpg

Imam Samudra menulis: “Memohon grasi berarti pula membenarkan hukum kafir, KUHP adalah jelas produk kafir, mengakui ada “kebenaran” di luar Islam adalah suatu sikap yang membatalkan syahadat. Tsumma na’udzubillahi min dzalik!” (AMT, cetk.1, September 2004, hal.199)

Apa bedanya dengan pengajuan PK (Peninjauan Kembali) berkali-kali yang gagal sampai saat ini? Bukankah PK juga merupakan bagian dari KUHP produk ‘kafir’?

Itulah tulisan orang-orang yang kalian pahlawankan! Para “mujahid” Ikhwanul Muslimin, bukankah “seharusnya” kalian mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Samudra di atas? Ataukah demi taktik dan strategi masa depan kalian akan “merangkul” hukum ‘kafir’ ?

“Memeja-hijaukan berarti pula membenarkan hukum ‘kafir’, KUHP adalah jelas produk ‘kafir’, mengakui ada “kebenaran” di luar Islam adalah suatu sikap yang membatalkan syahadat. Tsumma na’udzubillahi min dzalik!”

Penulis sebagaimana manusia biasa memiliki kengerian, takut, seperti pembaca yang mungkin pernah mendapatkan ancaman dibunuh, ditodong ‘sangkur Poso’, diberondong peluru bahkan dibombardir dalam jarak dekat, ancaman penjara sekian tahun, hukuman mati, atau ancaman pisau operasi, diserang penyakit mematikan seperti kanker. Namun menanggapi secara emosional tidaklah membuahkan kebaikan.

Para ikhwah sekalian, dengan sedikit pemaparan bukti-bukti kebuasan Dakwah Buas di atas, semoga anda sekalian dapat memahami kenapa mereka marah sedemikian rupa, karena Allah-kah? Karena Islam dihina? Karena Al Qur’an dilecehkan? Tidak sekali-kali tidak. Mereka marah karena kejahatannya diungkap, mereka benci kepada kita karena kejahatan para tokoh-tokoh hizbi serta Ikhwanul Muslimin dibeberkan kepada umat. Asy-Syahid sudah terlanjur disematkan kepada umat, gelar ulama besar sudah keburu ditampilkan untuk menyanjung-nyanjung para penyesat dan mujahid dianugerahkan kepada para pengacau dan peneror masyarakat. Tetapi kemudian datang orang-orang yang tidak tega Islam dilecehkan, kemuliaan Al Qur’an para shahabat Rasulullah dihinakan, Sunnah-sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diingkari dan dicampakkan ajaran, berupaya memadukan antara kemuliaan Islam dengan kenajisan ajaran-ajaran kuffar…. Mereka membongkar kejahatan para “ulama besar, mujahid dan syuhada’ Ikhwanul Muslimin. Inilah sebagian kecil bukti kejahatannya….

(bersambung ke BAUS BUAS (3) Konspirasi untuk Mengelabui Dakwah Ikhwani)

DSDB vs DSDB (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak vs Dakwah Sururiyyah Dakwah Buas)

Para ikhwah sekalian, dengan sedikit pemaparan bukti-bukti kebuasan Dakwah Buas di atas, semoga anda sekalian dapat memahami kenapa mereka marah sedemikian rupa, karena Allah-kah? Karena Islam dihina? Karena Al Qur’an dilecehkan? Tidak sekali-kali tidak. Mereka marah karena kejahatannya diungkap, mereka benci kepada kita karena kejahatan para tokoh-tokoh hizbi serta Ikhwanul Muslimin dibeberkan kepada umat. Asy-Syahid sudah terlanjur disematkan kepada umat, gelar ulama besar sudah keburu ditampilkan untuk menyanjung-nyanjung para penyesat dan mujahid dianugerahkan kepada para pengacau dan peneror masyarakat. Tetapi kemudian datang orang-orang yang tidak tega Islam dilecehkan, kemuliaan Al Qur’an para shahabat Rasulullah dihinakan, Sunnah-sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diingkari dan dicampakkan ajaran, berupaya memadukan antara kemuliaan Islam dengan kenajisan ajaran-ajaran kuffar…. Mereka membongkar kejahatan para “ulama besar, mujahid dan syuhada’ Ikhwanul Muslimin. Inilah sebagian kecil bukti kejahatannya….

Tuduhan-tuduhan “Ulama besar, mujahid dan syuhada” Ikhwanul Muslimin
a. Salafy = Syi’ah dan juga Murji’ah
“Maka sesungguhnya dia bohong kalau berteriak-teriak ingin membela syari’at Islam! Ini adalah ajaran Syi’ah pak! Ajaran Syi’ah dipake oleh mereka itu! Gimana mereka itu mengaku salafy, bodoh begitu pak? Kok masih percaya itu orang-orang masuk kelompoknya itu pak? Syi’ah, bahkan Syi’ah sendiri juga dilanggar itu terutama setelah revolusi Khumaini. Karena orang Syi’ah tidak mau berjihad sebelum imam Mahdi yang dia maksud turun, baru ada jihad. Tapi karena terpaksa, didhalimi, Khumaini melanggar aturan itu pak, jihad duluan belum ada khalifah.
Kelompok ini ngakunya Ahlus sunnah! Ngakunya Salafy! Syi’ah dari konteks ini pak! Dari konteks ini Syi’ah! Dia juga Murji’ah!” (Halawi Makmun, transkrip VCD bedah buku di masjid Al Furqon, DDII Jakarta oleh Pustaka Al Kautsar, file ini hasil transkrip Abu Dzulqarnain )

Komentar:
Simak bantahannya di poin: [Persatuan Sunnah—Syiah, Slogan Buas Ikhwanul Muslimin]

b. Memvonis pemerintah sebagai thaghut dan mengkafirkan salafy
Coba kalau sekarang ada umat Islam yang justru bersatu dengan thaghut memerangi para mujahid, hukumnya apa pak? (KAFIIIR—jawab penonton).Kafir!(Halawi menegaskan—trnskrptr). Antum kan ragu, kalau ragu aqidahnya juga perlu dicek! (ha..ha..ha—penonton).
Iya, kata Al-Qur’an waman yakfir bithaghut waman yu’mimbillah faqadistamsaka bil ‘urwatil wutsqa. Antum ibadahnya sudah hebat, tidak menyekutukan Allah tapi ada thaghut nggak dikafirkan, tolak aqidah antum!! Itu ayat bicara!” (Halawi Makmun, ibid)

Di acara yang sama, senada dengan Halawi, Fauzan Al Anshari juga setali tiga uang:
“Jadi George Bush itu ternyata lebih pinter daripada kita (yang) sudah ngaji tauhid berpuluh-puluh tahun dihadapkan pada fenomena sekarang ini tidak bisa menjawab, ya. Sedangkan moncong meriam sudah ada di depan mengapa kita mengatakan:”Ah, kita belajar tauhid dulu, kita masih bab pertama tauhid ini, jika kita harus bersihkan tauhid dulu, ya.”

Atau juga perkataannya lain:”Kita belum punya imam, ya maka kita punya imam dulu…”
Syubhat-syubhat inilah yang telah menggugurkan tauhid uluhiyyah mereka. (ibid)

Komentar:
Sungguh patut untuk dikasihani bahwa seorang pembesar para mujahid ternyata merasa minder dan mengaku kalah pinter dengan George Bush! Teman-teman dekatnya, seperti Halawi tentulah memiliki PR besar untuk membesarkan hati sahabat dekatnya ini agar tidak lagi merasa berkecil hati menyaksikan tingkah polah George Bush yang ternyata lebih pinter darinya walaupun mengaku telah mengaji tauhid berpuluh-puluh tahun.

Adapun peremehannya tentang nilai-nilai tauhid yang dipelajari dan dikaji oleh Salafiyyin, maka hal ini tidaklah terlalu mengherankan karena demikianlah ciri khas dakwah Ikhwani. Tauhid bukanlah prioritas utama dan pertama bagi mereka, tetapi daulah Ikhwaniyah adalah tujuan utama dan pertamanya!

Tak heran jika anda menemukan berbagai fikrah dan aqidah yang saling bertentangan dan bercampur baur dari kalangan orang-orang yang mengaku berdakwah di bawah naungan dakwah Ikhwanul Muslimin dengan prinsip batil mereka untuk saling berlapang dada dari perbedaan-perbedaan yang ada. Dan inilah hakekat nyata dari dakwah para politikus demi menggalang massa dan bukan dakwah tauhid para Nabi yang memiliki garis batas yang jelas untuk membedakan antara ahlu tauhid dengan ahlu syirik, ahlu haq dengan ahlu batil, ahlu sunnah dengan ahlu bid’ah, ahlu Islam dengan kuffar,dst.

c. Premanisme, memprovokasi umat untuk membunuh Luqman Ba’abduh
“Kalau orang betul-betul cinta kepada iman dan ada keimanan, tidak mungkin orang itu bisa bergaul dengan orang kafir, walaupun hanya simbol! Apalagi kalau duduk bersahabat dengan mereka bahkan ikut membela misi-misi mereka termasuk yang dilakukan oleh Luqman bin Muhammad Ba’abduh itu. Jelas pak! Hukumnya sudah jelas sebetulnya ini! Sudah jelas! Dan jaman ini kalau ini tidak usah nunggu-nunggu mahkamah, kelambanan pak! TEBAS DULU BARU CERITA!! (Allahu Akbar Allahu Akbar teriak penonton). Seperti itu, sudah melintang pak, bahkan dia lebih jahat daripada JIL (he..he..he—tawa penonton)! Daripada JIL! Jaringan Iblis Liberal!”

Komentar:
Adapun ancaman dan upaya provokasi pembunuhan sudah jelas buktinya dan demikianlah peran besar dari sang sutradara, Pustaka Al Kautsar Jakarta dalam melindungi dan menyebarkan gerakan pengkafiran, pembunuhan dan teror Ikhwanul Muslimin yang dikemas dengan acara bedah buku Abduh ZA.

Sedangkan ucapan Halawi: “Kalau orang betul-betul cinta kepada iman dan ada keimanan, tidak mungkin orang itu bisa bergaul dengan orang kafir, walaupun hanya simbol! Apalagi kalau duduk bersahabat dengan mereka bahkan ikut membela misi-misi mereka…

Maka bagi para politikus partai Ikhwani (dan bukan Luqman Ba’abduh!) ini adalah hal yang sangat mungkin. Tidakkah anda menyaksikan duduk-duduk mesra mereka di parlemen-parlemen di seluruh penjuru dunia? Apakah mereka hanya duduk-duduk bersama kader-kader sesama Ikhwani? Ataukah mereka HARUS melalui tahapan bid’ah “jihad politik” demi mencapai “deal-deal” politik? Apakah Halawi akan berkelit bahwa itu adalah contoh nyata yang terlalu jauh dari lingkaran organisasi NII? Kita berikan bukti yang lebih dekat, sedekat-dekatnya. Lihatlah aksi saudaramu seBedah Buku, seManhaj seAqidah, Fauzan Al Anshari. Fauzan al-Anshari adalah anggota komunitas lintas agama untuk perdamaian. Dengan siapa dia bergaul? Dengan orang-orang kafir! Walaupun hanya simbol!

http://img80.imageshack.us/img80/561/fauzanlintasagama1ok6.jpg
http://img80.imageshack.us/img80/9098/fauzanlintasagama2hg9.jpg

Mereka yang menjadi teman si Ikhwani Abdullah Hadrami
http://img135.imageshack.us/img135/7684/fauzanhalawiabduhhadramcm8.jpg

Oleh karena itu, nasehat kami, berhati-hatilah dalam berbicara, kalau tidak….saudara sendiripun akhirnya dikafirkan!! “Jelas pak! Hukumnya sudah jelas sebetulnya ini! Sudah jelas! Dan jaman ini kalau ini tidak usah nunggu-nunggu mahkamah, kelambanan pak! TEBAS DULU BARU CERITA!! (Allahu Akbar Allahu Akbar teriak penonton). Seperti itu, sudah melintang pak, bahkan dia lebih jahat daripada JIL (he..he..he—penonton tertawa)! Daripada JIL! Jaringan Iblis Liberal!”

d. Kebiasaan tuduh tanpa bukti, Salafy ditunggangi Yahudi, bau pengkafiran
“Jadi jelas pak! Kita tahu pak kalau kelompok ini di mana sebetulnya mereka itu! Siapa di belakang mereka! Maka saya sendiri mengatakan,”Kalau ada orang ngebom, mungkin itu sebetulnya di belakang ada orang Amerika” orang mungkin percaya. Iya pak ya, mungkin percaya. Tapi kalau ana menyampaikan ada orang jenggotnya panjang, celananya setengah betis, ya kan pak? Ngomongnya ini bid’ah, ini khurafat, ini itu lalu ana mengatakan, “Mereka sebetulnya ditunggangi oleh Yahudi!” Orang sulit untuk percaya. Tetapi justru di situlah Yahudi kehebatannya, memancing atau menyusupkan orang yang sulit untuk dipahami, karena apa? Karena argumentasi yang dipake juga ada dari agama! Sehingga kalau orang-orang yang nggak cermat dan teliti akan terjebak pak, termasuk orang-orang yang sekarang menjadi pengikutnya! Pura-pura sok Islam, pura-pura sok yang lain batil, kalau ketemu nggak nyampe salam pak! Kan begitu yang ada?” (ibid)

Komentar:
Tidakkah anda menyaksikan kejujuran sang pendekar takpiri ini ketika dia mengakui: “…Maka saya sendiri mengatakan,”Kalau ada orang ngebom, mungkin itu sebetulnya di belakang ada orang Amerika” orang mungkin percaya”

Bagaimana kami tidak akan percaya jika anda sendiri yang justru membuka rahasia bahwa Amerika adalah dalang konspirasi di balik aksi pengeboman yang terjadi? “Justru di situlah Yahudi kehebatannya, memancing atau menyusupkan orang yang sulit untuk dipahami, karena apa? Karena argumentasi yang dipake juga ada dari agama!” Dan yang lebih sulit untuk dipahami adalah masih saja ada kaum muslimin yang terkecoh dengan mengelu-elukan para pengebom itu sebagai pahlawan Islam! Patut dikasihani, mereka mengira bahwa demikianlah aturan Islam dalam sebuah peperangan, tidak peduli wanita dan anak-anak, pokoknya kafir TEBAS DULU BARU CERITA!! (Allahu Akbar Allahu Akbar teriak penonton). Seperti itu, sudah melintang pak..”

Bedanya, Amerika menggelari pasukannya yang pulang dari medan perang membunuhi orang-orang sipil tak bersenjata sebagai pahlawan perang. Adapun para Ikhwani ini, menggelari teman-teman sefikrah semanhaj yang membunuhi turis sipil tak bersenjata itu sebagai para mujahid dan syuhada yang gagah perkasa melawan kebengisan orang-orang kafir! Inna lillah.

Kadang harus kita terima kenyataan bahwa memang batas antara gelar “pengecut” dengan “pemberani” amatlah tipis, sehingga bagi sebagian orang akan terjatuh, mengalami ketergelinciran, salah meletakkan antara gelar “pengecut” bagi si “pemberani” dan malah menyematkan pujian “pemberani” bagi seorang “pengecut”. Demikianlah kehidupan.Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Kalau ada diantara pembaca yang kurang yakin dengan ucapan Halawi, silakan langsung membaca “argumentasi dan dalih agama yang dipake” untuk operasi pengeboman yang dilakukan oleh teman-temannya (Imam Samudra cs) di buku AMTnya (Akulah Manusia Teroris!)

e. Menghina Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Fitnah Al Qur’an adalah makhluk adalah masalah pribadi!
“Ana Tanya, jadi imam Ahmad bin Hanbal pak, dia adalah Salafush Shalih ya kan? Kenapa dia tidak menentang masyarakat pada saat itu? Ana bilang, saat itu atau pada periode Rasulullah sampai Turki Utsmani itu yang jalan syari’at Islam sehingga kita tidak perlu memberontak! Buat apa? Syaria’t Islam sudah jalan! Kalaupun ada pertikaian, itu pertikaian pribadi antara seorang muballigh dengan imamnya karena yang dhalim imamnya! Bukan hukumnya, termasuk yang dilakukan oleh Ahmad dengan Makmun. Ya kan begitu kan? Kata imam Ahmad, “Man qala biannal qur’an makhluq fahuwa kafir!” Makmun mengatakan, walaupun Imam Ahmad nggak menyerang Makmun kafir tapi mengatakan “Barangsiapa” dan Makmun termasuk yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk. Maka sebetulnya kafir menurut Imam Ahmad! Ya kan?”

Komentar:
Ucapan di atas adalah bukti pelecehan kejinya terhadap Imam Ahmad rahimahullah, mengecilkan dan memandang sebelah mata penderitaan dan perjuangan gigih beliau dalam melawan kebatilan. Fitnah “Al-Qur’an Makhluk” ditudingnya hanya sebagai persoalan pribadi! Aqidah negara yang wajib untuk diimani oleh seluruh masyarakat ketika itu adalah “Al-Qur’an makhluk” dan Halawi menyebutnya “yang jalan syari’at Islam sehingga kita tidak perlu memberontak!” Anda katakan ini sebagai syariat Islam wahai Halawi? Innalillah.

Bahkan kami beri kalian hadiah obat yang sungguh sangat pahit ditelannya akan tetapi Insya Allah segera menyembuhkan, bahwa orang yang kalian hiasi dan gelari sedemikian hebat dan dahsyat sebagai “Asy Syahid” Sayyid Quthub ternyata memiliki aqidah rusak bahwa Al Qur’an adalah makhluk!

Sayyid berkata sesudah ia berbicara tentang huruf-huruf yang terputus-putus di dalam Al Qur’an:
“Akan tetapi mereka tidak akan mampu untuk menulis seperti kitab ini, sebab kitab ini dari ciptaan Allah bukan dari ciptaan seorang manusia”.[Fi Dzilalil Qur’an, 5/2719]

Dan dia juga berkata dalam menetapkan bahwa al Qur’an adalah sesuatu yang dicipta ( yaitu makhluk) : “Sebagaimana ruh termasuk rahasia-rahasia yang Allah mengkhususkan DiriNya dengan rahasia-rahasia tersebut, begitu pula al Qur’an merupakan ciptaan Allah yang seorang makhlukpun tidak akan dapat menyamainya”.[ Fi Dzilalil Qur’an, 4/2249-2250]

Bagaimana mungkin seorang “ulama besar”, pimpinan “mujahidin” Ikhwanul Muslimin, dedengkot “syuhada” bisa tertutup darinya khabar-khabar fitnah yang porosnya berputar menimpa Ahlus Sunnah di zaman al Makmun dan al Mu’tashim serta al Watsiq dan juga siksaan yang menimpa Imam Ahmad akibat perbuatan kaum Jahmiyah dan Mu’tazilah?

Salafush Shalih telah ijma’ bahwa al Qur’an adalah Kalamullah dan bukan makhluk. Kalamullah adalah satu sifat dari sifat-sifat Allah. Pengingkaran merekapun keras terhadap siapa saja yang berpendapat bahwa al Qur’an makhluk, Bukhari berkata : “telah berkata Ibnu Uyainah juga Mu’adz dan Hajjaj bin Muhammad dan Yazid bin Harun dan Hasyim bin al Qasim dan ar Rabi’ bin Nafi’ al Halabi dan Muhammad bin Yusuf dan Ashim bin Ali dan Yahya bin Yahya serta ahlul ilmi bahwa barang siapa mengatakan al Qur’an makhluk maka orang tersebut telah kafir ”.[Khalqul Af’alil Ibad, Muhammad bin Isma’il al Bukhari, hal. 25]

Maka katakanlah dengan tegas dan mantap wahai Halawi takpiri dengan ucapanmu sendiri:
“Kata Imam Ahmad, “Man qala biannal Qur’an makhluq fahuwa kafir!” Makmun mengatakan, walaupun Imam Ahmad nggak menyerang Makmun kafir tapi mengatakan “Barangsiapa” dan Makmun termasuk yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk. Maka sebetulnya kafir menurut Imam Ahmad!”

Bukankah ini ucapanmu sendiri di masjid DDII wahai takpiri? Adalah hal yang sangat menakjubkan akal-akal orang sehat bahwa orang semodel Sayyid Quthub yang telah “dikafirkan” oleh Halawi NII malah digelari Ikhwanul Muslimin dan pembela Ikhwanul Muslimin semodel Pustaka Al Kautsar dan manajer Abduh ZA sebagai Asy Syahid!! Asy Syahid “satu-satunya” yang memiliki aqidah rusak bahwa Al Qur’an adalah makhluk dan memang hanya satu yang demikian, “Asy-Syahid” miliknya Ikhwanul Muslimin. Duhai, akal sehat telah pergi dan rasa malu telah lari terbirit-birit meninggalkannya. Malu…

f. Bai’at Ikhwan, Belenggu Hizbiyyah yang Membinasakan
Pemimpin Ikhwanul Muslimin mengajarkan:
“Siapa yang tidak mau berbai’at maka silahkan mencari Jama’ah lain selain Ikhwanul Muslimin!”

Komentar:
Demikianlah ucapan sombong nan membinasakan dari Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin, Hasan bin Ismail Al Hudaibi untuk membelenggu orang-orang Ikhwanul Muslimin agar taat, tunduk, patuh terhadap aturan jama’ahnya.

Bai’at bid’ah ini cukuplah dibantah kebatilannya oleh seorang anak muda pada masanya:
“…seorang Tabi’in bernama Mutharrif bin Abdillah bin Syikhkhir mengingkari Zaid bin Shouhan dalam hal tulisan perjanjian yang ia siapkan untuk orang lain. Mutharrif mengatakan:”…Saya mendatanginya (Zaid bin Shouhan) di suatu hari dan mereka (yang bersama Zaid) sudah menuliskan sebuah tulisan serta sudah mereka rapikan redaksinya sebagaimana berikut ini: Sesungguhnya Allah Rabb kami, Muhammad Nabi kami, al Qur’an Imam kami dan barangsiapa bersama kami maka kami mendukungnya dan barangsiapa yang menyelisihi kami, maka tangan kami akan melawannya dan kami… dan kami…. Lantas ia sodorkan tulisan itu kepada seorang demi seorang dan mereka mengatakan: “Apakah engkau sudah mengikrarkannya wahai fulan?”, sehingga sampai pada giliran saya maka mereka pun mengatakan: “Apakah kamu sudah mengikrarkannya wahai anak?” Akupun menjawab: “Tidak!”

Zaid bin Shouhan mengatakan (kepada petugasnya, pent): “Jangan kalian terburu-buru pada anak ini, apa yang kamu katakan wahai anak?”

Saya katakan: “Bahwa Allah telah mengambil janji atas diriku dalam kitab-Nya, maka saya tidak akan mengambil janji lagi selain janji yang Allah telah ambil atas diriku.” Maka kaum itupun akhirnya tidak seorangpun dari mereka mengikrarkannya. [Riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya, 2/204 dengan sanadnya sampai kepada Mutharrif] dan jumlah mereka saat itu kurang lebih 30 orang.”

Subhanallah, seorang anak muda telah mengajari kita semuanya bahwa bai’at Ikhwan adalah bai’at bid’ah yang tidak mungkin bagi kita mentaatinya. Allah telah mengambil janji atas diri-diri kita di dalam kitabNya, kenapa kita harus menukarnya dengan mengikuti bai’at kebinasaan Ikhwanul Muslimin?!

Bantahan selengkapnya, klik:
http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&idartikel=743
http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id
artikel=744

http://salafy.or.id/print.php?idartikel=745

http://www.salafy.or.id/print.php?idartikel=746

g. Bila ISIH SINAU sok “Santun” dan Si Buas Takpiri Berkoalisi, Mampukah Menutupi Keganasan Dakwah Ikhwani?!
Sangat mengherankan bahwa Abduh BAUS dan Pustaka “milad bid’ah” Al Kautsar
tidak mau dicap “membela terhadap kelompok/aliran Ikhwanul Muslimin yang dianutnya…” (MDMTK, hal.6) dengan menyatakannya sebagai “perkataan tidak berdasar dan tanpa bukti maupun fakta” (BAUS, hal.16-17), “menebarkan kabar dusta, dari mimpi? Ilham ala shufi? Atau hanya bermain tebak-tebakan?…” (ibid, hal. 17). Padahal di buku yang dibantahnya (MDMTK hal.58-66) telah dengan jelas diterangkan SEKILAS bukti dan fakta kenapa Pustaka “milad bid’ah” Al-Kautsar disebut sebagai pengusung paham kelompok/aliran IM. Saudara Abduh dan Tohir Bawazir, inipun masih bukti sekilas dan anda sudah sedemikian panik dan meradang? Anda marah, tidak terima dan menuduh—pengungkapan berbagai kejahatan Ikhwanul Muslimin beserta para dedengkotnya—sebagai sebuah bentuk caci maki terhadap “para ulama besar dan mujahid serta syuhada berdasarkan kesaksian seluruh umat Islam di seluruh penjuru bumi,…” (BAUS, hal.111)?! Ya, ghibah yang terlarang menurutnya.

Tetapi, siapakah para ulama besar, mujahid dan syuhada yang “terang-terangan menampakkan kegigihan dan keberaniannya dalam berdakwah menegakkan al-haq, dan amar ma’ruf nahi munkar dan diklaim oleh penulis BAUS bahwa umat Islampun secara terang-terangan mengakui keikhlasan mereka dalam berdakwah yang sedang dighibah yang terlarang dalam agama Islam?

Penulis BAUS sendiri menyebutkan nama-nama mereka: Syaikh DR. Safar bin Abdirrahman Al Hawali hafizhahullah, Syaikh DR. Abdurrahman bin Abdil Khaliq hafizhahullah, Usamah bin Ladin, Syaikh DR. Nashir bin Sulaiman Al-Umar hafizhahullah, Syaikh DR. Salman Al-Audah, dan para ulama Ikhwanul Muslimin (BAUS, footnote hal.112). Asy-Syahid Syaikh Hasan Al-Banna, Asy-Syahid Syaikh Sayyid Quthub, Asy-Syahid DR. Abdullah Azzam…(BAUS, hal.153).

Abduh BAUS tak terima pula dengan buku MAT (Mereka Adalah Teroris!) yang membantah buku AMT (Akulah Manusia Teroris!) manusia berdarah dingin, Imam Samudra yang menyeru kepada paham pengkafiran, penghalalan carding (baca: pencurian) terhadap harta orang kafir. Perhatikan tulisannya: “Meskipun yang dikritik adalah Imam Samudra, terpidana mati kasus Bom Bali 1, tetapi mengatakan seseorang dengan perkataan “tidak memiliki bekal ilmu sedikit pun” sungguh merupakan sikap yang merendahkan orang lain.

Abduh BAUS menegaskan: “Bahkan, dalam buku STSK jelas-jelas kami katakan bahwa apa yang kami lakukan adalah untuk membela saudara-saudara kami sesama kaum muslimin yang dizhalimi” (footnote BAUS no.117, hal.43).

Kita katakan kepada Abduh BAUS:
Bagaimana anda BISA BERHASIL mengajari akhlaqul karimah kepada umat Islam jika anda sendiri bergaul mesra “bergandengan tangan”, bahu membahu berdakwah bersama si bengis, si kasar tak berakhlak dan si keji semacam preman “takpiri” NII Halawi Makmun yang siap “CEPROT, TEBAS” memprovokasi umat untuk membunuh muslim lainnya? Sesungguhnya wahai Abduh BAUS, bahasa-bahasa “ISIH SINAU” yang anda promosikan tidaklah mampu untuk menutup-nutupi setan bisumu terhadap kawan-kawan premanmu dan kebuasan dakwah Ikhwanul Muslimin! Ambillah satu atau dua kalimat di buku Luqman Ba’abduh yang menurut “perasaanmu” paling kasar, paling tidak santun dan paling tidak berakhlaq dan sekarang bandingkan dengan ucapan “santun” pengkafiran dan “akhlaq” CEPROT dari saudaramu takpiri Halawi Makmun dan Fauzan Al Anshari sebagaimana bukti transkrip yang terdahulu!!

Adapun tuduhanmu “perkataan tidak berdasar dan tanpa bukti maupun fakta” (BAUS, hal.16-17), “menebarkan kabar dusta, dari mimpi? Ilham ala shufi? Atau hanya bermain tebak-tebakan?…” (ibid, hal. 17). Maka inilah sedikit bukti mimpi ilham ala shufi yang anda bela dan elu-elukan…

h. Gandrungnya para dedengkot Ikhwan dengan aqidah shufiyah Wihdatul Wujud
Hanya di lisan dan tulisan mengaku sebagai Ahlussunnah dan pembela sunnah. Adapun bukti dan kesaksian para dedengkot Ikhwanul Muslimin sendiri?
Hasan al Banna berkata: “ aku bersahabat dengan Ikhwan al Hashafiyah di Damanhur dan aku rutin menghadiri hadrah (yakni acara berkumpulnya para shufi untuk berdzikir dan bernyanyi) di masjid at Taubah dalam setiap malamnya ” [Mudzakarah Dakwah wad Da’iyah, hal. 27]

Kemudian dia berkata :
“Dan hadir pula as Sayyid Abdul Wahab ( seorang pemberi ijazah dalam aliran Hashafiyah ) lalu aku mengambil al Hashafiyah as Syadzaliyah dari beliau dan beliau mengijinkanku dengan wirid-wirid serta amalan-amalannya ”. [Mudzakarah Dakwah wad Da’iyah, hal 33]

Jabir Rizq berkata: “Dan di Damanhur semakin kuat hubungannya ( yaitu Hasan al Banna ) dengan Ikhwan al Hashafiyah, serta beliau rutin menghadiri hadroh di masjid at Taubah pada setiap malamnya bersama Ikhwan Hashafiyah, dan beliau bersemangat untuk mengambil thariqah ini hingga beliau dapat berpindah dari derajat Muhib ke derajat at Tabi’ al Mubaya’ – yang diikuti dan diberi bai’at- ”. [Hasan al Banna Biaklami Talaamidzatihi wa Mu’ashirihi, hal. 8]

Hasan al Banna berkata: “Dan dipertengahan ini tampak bagi kami untuk membentuk di al Mahmudiyah sebuah organisasi perbaikan yaitu Jum’iyah al Hashafiyah al Khairiyah …serta mendirikan kantor sekretariat untuknya … dan aku serahkan pengendaliannya sesudah itu kepada organisasi Ikhwanul Muslimin ”. [Mudzakarah Hasan al Banna, hal. 28]

Dia juga berkata : “Adalah hari-hari di Damanhur dan di madrasah Mualimin merupakan hari-hari tenggelaman dalam perasaan tasawwuf dan ibadah… sehingga itu adalah masa tenggelam dalam ibadah dan tasawwuf ” kemudian dia berkata : “ aku tinggal di Damanhur kenyang dengan pemikiran Hashafiyah, dan Damanhur adalah tempat kuburnya as Syaikh Sayyid Hasanain al Hashafi yang merupakan syaikh thariqah yang pertama ”.[Mudzakarah, hal.32]

Jabir Rizq menukil pembicaraan Abdurrahman al Banna dari saudaranya yaitu Hasan al Banna, dengan berkata : “Dan sesudah shalat Isya’ saudaraku –yaitu Hasan al Banna- duduk bersama orang-orang yang berdzikir dari kalangan Ikhwan al Hashafiyah, sedang qalbunya telah terang dengan cahaya Allah, maka akupun duduk disebelahnya berdzikir kepada Allah bersama orang-orang yang berdzikir. Masjidpun telah kosong kecuali oleh orang-orang yang berdzikir dan penerangan masjidpun telah redup kecuali sumbu dari obor, dan malampun telah sunyi kecuali oleh bisikan doa atau oleh kilatan cahaya, ruangan dipenuhi dengan cahaya langit diselimuti oleh kemuliaan sang robbani dan tubuh-tubuhpun ketakutan dan para arwah linglung serta lenyaplah segala sesuatu dalam wujud dan tersapu, lalu mengalunlah suara nyanyian dalam kemanisan dan kegembiraan :

Allah, katakanlah dan
Jika engkau menginginkan puncak kesempurnaan
Maka segala sesuatunya selain Allah jika kamu teliti
Adalah tiada secara rinci maupun global”

[Hasan al Banna Biaklami Talamidzatihi wa Mu’ashirihi, hal. 80-81]

Bait syair ini jika tidak bermaksud kepada wihdatul wujud maka kita tidak mengetahui apa lagi yang dimaksudkannya? Ia adalah –demi Allah- sangatlah jelas bagai terangnya matahari di siang bolong, bait ini menjelaskan bahwa Allah adalah setiap sesuatu, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dan ini adalah aqidahnya shufi wihdatul wujud

Mungkin seseorang akan berkata bahwa ini terjadi pada awal-awal kehidupan Hasan al Banna. Ini adalah mustahil! Mayoritas para penulis biografi Hasan al Banna yaitu para murid dan orang yang semasa dengannya, tidaklah mereka menyebutkan akan hal itu bahkan mereka menetapkan apa yang bertentangan dengan anggapan tersebut, bahwa apa yang dinukil dari ucapan Abdurrahman al Banna tadi adalah terjadi sesudah kematian saudaranya.

Said Hawwa dalam kitabnya Jaulat fil Fiqhain berkata: “Sesungguhnya gerakan Ikhwanul Muslimin sendiri pertumbuhannya adalah sufi serta mengambil hakikat tasawwuf bukan salbiyahnya ” [Jaulah ke 8].

An Nadwi berkata:
“As Syaikh Hasan al Banna dan tonggak pendidikan ruhiyah dalam dirinya dan dalam jama’ah besarnya. Bahwa dia di awal urusannya –sebagaimana pengakuan dirinya- berada pada thariqoh al Hashafiyah as Syadziliyah dan dahulu dia sibuk oleh kesibukan dan oleh dzikir-dzikir mereka serta senantiasa rutin dengan hal itu dalam waktu yang lama. Telah bercerita kepadaku seorang pembesar sekaligus orang khusus di kalangan mereka bahwa dia berpegang dengan kesibukan dan wirid-wirid ini sampai diakhir hayatnya juga disela-sela kesibukan amalnya ”. [Tafsir as Siyasi al Islami, hal. 138-139]

Said Hawwa berkata:
“Pergerakan Islam di masa ini berpegang pada kesufian sebagai landasan pemikiran serta landasan budi pekerti dengan bentuk yang global. Ustadz al Banna telah menyebutkan didalam Risalah at Ta’alim bagaimana diterapkan kesufian dalam satu marhalah diantara marhalah-marhalah yang ada, dan pada sisi lain diterapkan kesalafian, dan menyebutkan pula dalam risalah muktamar yang ke lima bahwa ciri khas dakwah kita adalah hakikat kesufian ”.[ Tarbiyyah ar Ruhiyyah, hal.17]

Dan berkata pula : “Dan pada waktu yang bersamaan aku ingin kalau seorang muslim itu mengenali makna hakikat kesufian yang itu merupakan ciri khas dakwah ustadz al Banna ”.[ibid, hal.18]

Bagaimana dengan dedengkot Ikhwanul Muslimin lainnya? Apakah juga beraqidah Shufi?
Sa’id Hawwa berkata:
“Sesungguhnya kaum muslimin memiliki imam dalam aqidah untuk masa yang panjang, maka imam mereka dalam masalah aqidah adalah seperti Abul Hasan al Asy’ari dan Abul Hasan al Maturidi ”.[ Jaulah fil Fiqhain, hal.22-62]
Telah maklum adanya bahwa aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah bukanlah aqidah Salafush Shalih.

Sa’id Hawwa berkata lagi:
“Berdasar pada kaidah-kaidah yang lembut dalam ilmu aqidah maka munculah ilmu mantiq Islami sesudah mengalami modernisasi dari mantiq Yunani” [ibid, hal.48]

Dan berkata pula:
“Sesungguhnya ilmu mantiq dapat menjaga akal dari kesalahan dalam masalah aqidah ”.[ibid, hal.118]

Adapun jawabannya:
Sesungguhnya para imam Salaf telah melarang dari ilmu kalam dan mereka memperingatkan manusia darinya serta mencelanya.

Abu Yusuf –murid Abu Hanifah- berkata:
“Barangsiapa mempelajari agama ini dengan ilmu kalam maka ia telah menjadi zindiq –menyembunyikan kekafiran dalam hati dan menampakan keislaman- ”.[ Dikeluarkan oleh Al Khatib dalam kitab Syarfu Ashabil Hadits hal. 5 dan lihat Syarh at Thahawiyah, hal. 78 ]

As Syafi’i berkata :
“Hukumanku terhadap ahlul kalam adalah hendaknya mereka dipukul dengan pelepah kurma dan dengan sandal-sandal serta diarak keliling kabilah-kabilah dan diucapkan: “Inilah balasan bagi orang yang meninggalkan al Kitab dan as Sunnah serta berpaling kepada ilmu kalam ”.[Syarah Ath Thahawiyah, hal.72]

Imam Ahmad mensifati ahlul kalam sebagai:
“Mereka adalah ahlul bid’ah, mereka berselisih dalam al kitab dan mereka menyelisihi al kitab, mereka bersepakat untuk memisahkan diri dari al kitab, mereka membicarakan al kalam yang mutasyabih dan mereka menipu kalangan bodoh dari manusia dengan apa yang terperangkap didalamnya ”.[ Muwafaqatu Shahihil Mankul lish Sharihil Ma’qul, Ibnu Taimiyah 1/23]

Kalaulah bukan karena waktu dan keterbatasan tempat, tentulah kita akan memperpanjang daftar bukti kejahatan Ikhwanul Muslimin beserta para dedengkotnya terhadap dakwah tauhid. Tetapi demi kepuasan ilmiyah anda, kita akan sedikit melanjutkan kisah ini dengan tarian dansa dan dansi pemimpin Hizbul Ikhwan.

Umar at Tilmisani berkata:
“Aku mempelajari tarian Inggris di kantor-kantor Imaduddin, dan waktu itu pelajaran satu tarian membayar tiga pond Mesir maka aku belajar dansa, juga fokester juga charliston dan tango, aku juga belajar musik secara rutin ”.[Dzikrayat la Mudzakirat, hal.8]

Wahai saudaraku, kadang engkau akan menyangka bahwa hal ini adalah di awal kehidupannya yang kemudian dia bertaubat darinya. Akan tetapi at Tilmisani sendiri yang menjawab keraguanmu dengan berkata : “Sesungguhnya dalam kehidupanku ada beberapa yang tidak diridhai oleh kalangan mutasyadid –keras- dari Ikhwan atau dari selain mereka seperti tarian Inggris dan musik, sedang kehidupan bagi bertolaknya kehidupanku adalah jauh dari belenggu ikatan yang satupun agama dari agama-agama ini tidak memerintahkannya, khususnya Islam kita yang oleh Nabi kita disifati dengan yang maknanya “Sesungguhnya ia adalah toleran dan tidaklah seseorang bersikap keras didalamnya kecuali ia akan mengalahkan orang tersebut ”.[ibid, hal.3]

Di bawah judul “Aku Shalat di Bioskop”, at Tilmisani bercerita:
“Sesungguhnya saat aku bekerja sebagai pengacara, di suatu hari Jum’at aku mengunjungi beberapa film di bioskop lalu aku merasa sangat gembira dengan adanya kesempatan istirahat, kutunaikan shalat Dzuhur dan Ashar dengan cara jama’ qashar di salah satu sudut bioskop di mana aku sedang berada di dalamnya ”.[ibid, hal.12]

Yang terakhir dari ucapan Tilmisani tentang dirinya adalah :
“Jika kalian bertanya kepadaku tentang hawa nafsu maka akulah hawa nafsu, akulah anak hawa nafsu dan akulah bapak hawa nafsu serta saudara hawa nafsu ”.[ibid, hal.263]

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mushibah dan bala’ di depan mata, gerakan Ikhwanul Muslimin yang telah menokohkan dan mengelu-elukan hawa nafsu sekaligus merangkap anaknya, bapaknya dan saudara hawa nafsu.

Imam al Lalikai telah meriwayatkan dalam Syarhus Sunnah dari jalan Ibnu Thawus dari ayahnya berkata:
“Berkata seseorang kepada Ibnu Abbas : “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hawa nafsu kami sesuai hawa nafsu kalian”, Maka Ibnu Abbas berkata : “Setiap hawa nafsu adalah kesesatan!”.

i. Mereka dipecat bukan karena cacat agama, tetapi Jama’ah memiliki aturan yang harus dipatuhi!
Saudaraku, kalau kita berbicara tentang firqah partai Ikhwanul Muslimin, jangan anda terkecoh dengan orang-orang yang mengingkarinya karena “merasa” tidak pernah tercatat atau mendaftarkan diri sebagai anggota resmi partai tersebut, jangan. Atau ucapan lainnya semisal: “Apakah mereka pernah membaca pengakuan kami di sebuah media bahwa kami orang IM atau kelompok IM atau beraliran IM?” Kita sedang membahas sebuah fikrah, pemikiran yang tertanam di otak, dibenarkan, dicetak, dibela dan disebarluaskan di kalangan pengikutnya dan seterusnya. Cukuplah anda mengenali mereka (orang-orang Ikhwanul Muslimin) d, simpatisan dan paa pembelanya dari kemarahan dan kebencian luar biasa mereka ketika sejarah kesesatan dan kejahatan partai ini beserta tokoh-tokohnya diungkapkan kepada umat.
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&idonline=303

Betapa sebuah partai yang berupaya keras untuk menanamkan pondasi ta’ashub hizbiyyah, fanatisme kelompok demi meruntuhkan prinsip al wala’ dan al bara’ fil Islam, cinta dan benci karena Allah!

Pembaca tentu akan bertanya, “Apa bukti yang mendukung ucapanmu?”
Buku “100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin
” (terbitan Robbani Press, Jakarta, 2001) mengajarkan kejelekan dan kehinaan dakwah hizbiyyahnya:

“”Bisa jadi (ilmu agama—pen.) mereka (yang dipecat—pen.) lebih baik dari kita.” Hanya saja Jama’ah memiliki aturan yang harus dipatuhi! (100 Pelajaran dari Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin, hal.101, Robbani Press, Jakarta, 2001)

Subhanallah, inilah hakekat nyata ta’ashub hizbiyyah! Bukti terang benderang bahwa Ikhwanul Muslimin menjunjung tinggi aturan kelompok di atas prinsip agama Islam itu sendiri! Bukan lagi aturan agama yang mesti menjadi timbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, tetapi aturan Jama’ah Ikhwan-lah yang harus dipatuhi dan dilaksanakan. Tetapi…“Mereka menentangnya lalu mereka dipecat hingga barisan kembali stabil.” Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Bantahlah kebatilan prinsip mereka:
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id
online=304
Akan tetapi, demikianlah memang kebatilan al wala’ dan al bara’ di sisi Ikhwanul Muslimin!

Jasim bin Muhalal al Yasin—salah satu guru di kalangan Ikhwan—berkata:
“Bahkan dakwah Ikhwan meninggalkan keberadaan dalam barisannya siapapun yang lari dari belenggu aturan-aturan mereka walaupun orang tersebut adalah da’i yang terwara’ dalam pemahaman terhadap Islam dan aqidah Islam, juga walaupun ia adalah orang yang paling banyak membaca kitab-kitab dan orang yang paling gigih pembelaannya terhadap umat Islam dan terkhusyu’ dalam sholat ”.[Liddu’at Faqot, hal.122, kitab ini telah dibantah oleh Ahmad al ‘Ajmi dengan bantahan yang tak perlu ada tambahan lagi atasnya . Walhamdulillah]

Tak heran jika seorang pedansa tango semacam Umar at Tilmisani dapat mencapai kedudukan sebagai Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin dan tak heran pula jika dengan belenggu bai’at yang diterapkan, seorang muwahhid akan mengalami “nasib baik” karena dipecat oleh mursyid “mudansa” atau “mutengo” Ikhwanul Muslimin!

Demikianlah bukti persaudaraan hizbiyyah yang sempurna terhadap siapapun yang satu shaff dengan jama’ahnya walaupun orang tersebut rusak aqidahnya dan rusak pula pemahaman agamanya! Begitu juga kebencian yang sempurna terhadap orang-orang yang di luar kelompoknya walaupun orang tersebut adalah orang yang gigih membela aqidah Salafush Shalih! Tidak diragukan lagi, inilah kebinasaan, kebinasaan dan kebinasaan. Semoga Allah melindungi kita semua dari dakwah Ikhwanul Muslimin yang membinasakan, amin.

j. Teror Ikhwanul Muslimin Terhadap Aqidah Tauhid
Abduh ZA. yang salah satu bukunya ditazkiyah Caldok Muhammad Arifin Badri berkata:
“Adapun tuduhan Al Ustadz Luqman bahwa aqidah Ikhwanul Muslimin tidak bermanhaj salaf, ini juga tidak benar. Apakah hanya karena tidak suka dengan Ikhwanul Muslimin, lalu mengatakannya tidak beraqidah salaf? Al Ustadz Asy Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah berkata, “Dan kami meyakini bahwa pendapat salaf dalam masalah mendiamkan dan menyerahkan sepenuhnya ilmu tentang makna-makna ini semua kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah lebih selamat dan utama untuk diikuti.”[ Majmu’ah Rasa’il/ Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna/ hal. 328/penerbit Maktabah At-Taufiqiyah/Tanpa tahun ].

“Al-Allamah Prof. DR. Yusuf Al-Qaradhawi hafizhahullah berkata. “Ikhwanul Muslimin tidak menginginkan dalam masalah aqidah dan penjelasannya hanya sekedar kalimat-kalimat yang dihafal dan diulang-ulang. Ikhwan juga tidak menghendaki masalah ini dijadikan ajang perdebatan dengan orang lain, tanpa ada pengaruh apapun di dalam kehidupan orang bersangkutan…..Lihatlah, betapa sejak awal didirikannya dan mulai dari pendirinya sendiri, Ikhwanul Muslimin telah nyata bermanhaj salaf. Hanya saja yang membedakan adalah bahwa Ikhwanul Muslimin menerima perbedaan pendapat yang terjadi antara salaf dengan khalaf.” (Siapa…., hal.88-89)

Saudaraku sekalian, anda telah melihat legalisasi Abduh terhadap aqidah tafwidh pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan Al-Banna dan penerus perjuangannya, Yusuf Al-Qaradhawi!! Benarkah Salafush Shalih menganutv aqidah tafwidh sebagaimana tuduhan Al-Banna? Siapakah yang berdusta dalam permasalahan ini, Ustadz Luqman Ba’abduh ataukah Hasan Al-Banna, Yusuf Qaradhawi serta pendukungnya Abduh ZA. Yang ditazkiyah Caldok Muhammad Arifin Badri. Lc. MA.?! Silakan anda simak “sedikit” ulasan Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah di bawah ini:

“Saya (Syaikh Ahmad An-Najmi) katakan:
Apa yang dia sebutkan sebagai mazhab Salaf bukanlah mazhab Salaf yang sebenarnya, bahkan itu adalah mazhab ahli tafwidh yang dibantah oleh Salaf .

Ketahuilah tafwidh (menyerahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) ada dua macam: penyerahan cara atau penyerahan maknanya. Adapun Salaf, yaitu menyerahkan cara dan menetapkan maknanya, mereka menetapkan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala apa yang Dia tetapkan bagi Diri-Nya dalam Al-Quran dan apa yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hadits-hadits yang shahih dengan makna-makna yang dituntut oleh nash tersebut menurut bahasa, sedangkan mereka menyerahkan ilmu tentang caranya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beginilah ucapan mereka dan telah dijumpai dalam jumlah yang banyak, misalnya Imam Malik Rahimahullah, ketika ditanya oleh seseorang tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (artinya):

“Allah beristiwa’ di atas ‘Arsy .” (QS. Thaha: 5)

Maka beliau Rahimahullah tertunduk sejenak sementara beliau Rahimahullah bermandikan keringat, setelah itu beliau mengangkat wajahnya seraya berkata: “Istiwa’ itu sudah diketahui, sedang caranya tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib dan menanyakan (bagaimana)-nya adalah bid’ah, adapun kamu adalah seorang yang buruk, keluarkan dia !!”

Maka, barangsiapa yang menyangka bahwa Salaf men-tafwidh maknanya, maka dia telah membuat kedustaan terhadap mereka.

Al-Banna telah menekankan pemahamannya yang keliru bahwa Mazhab Salaf ialah tafwidh, bahkan dia juga menegaskan bahwa Salaf dan Khalaf semuanya memastikan bahwa yang dimaksudkan oleh lafazh-lafazh dari semua nash yang berbicara tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah makna tekstualnya sebagaimana ketika berbicara tentang makhluk. Hingga perkataannya: “Kalau sudah tetap hal ini, maka sesungguhnya Salaf dan Khalaf telah bersepakat atas asas ta’wil (makna kontekstual), sehingga menjadi minimlah perselisihan antara keduanya bahwa Khalaf menambahkan pembatasan makna yang diinginkan tatkala ada keterpaksaan yang mendesak mereka untuk melakukannya demi menjaga akidah awam dari kesamaran menyamakan (Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk), ini adalah sebuah perselisihan yang tidak pantas menimbulkan polemik dan permusuhan.” [Majmu’ah Rasail Al-Banna, hal. 330]

Dengan ini Al-Banna menyangka dia telah menyelesaikan perkara yang menyibukkan pikiran kaum muslimin dan mengobarkan permusuhan di antara mereka selama dua belas abad, tanpa melihat kepada abad pertama di mana tidak terjadi perselisihan tentang penetapan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan hanya sesekali. Lalu terbayang dalam pikiran Al-Banna bahwa dirinya telah mendamaikan antara kaum muslimin dengan satu pertemuan saja sehingga mereka saling berpelukan tanda sepakat dan membuang perselisihan. Yang benar, ini adalah ucapan seorang yang tidak mengetahui akar dan kedalaman suatau permasalahan sehingga dia menyangka perkara tersebut begitu sederhana dan remeh .

Sesungguhnya permasalahan ini tidaklah mudah begitu saja, tidak mungkin salah satu dari kedua belah pihak akan mengalah terhadap pihak lain dari akidahnya. Kaum Salaf yaitu para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan pengikut mereka di setiap masa yang berjalan di atas manhaj mereka Radhiyallahu ‘anhum dan mengikuti jalan mereka Radhiyallahu ‘anhum meyakini bahwasanya sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tersebut di dalam Al-Quran dan As-Sunnah wajib untuk diimani sesuai dengan tuntutan makna yang ditetapkan oleh bahasa Arab, adalah penetapan yang layak bagi kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa takyif (menanyakan bagaimananya), tamtsil (memisalkan), tasybih (menyerupkannya dengan makhluk), ta’thil (menolaknya), tahrif (merubah maknanya) dan ta’wil (menafsirkannya dengan keliru).

Dalam permasalahan istiwa misalnya, mereka mengatakan “Istiwa’ yang layak bagi-Nya”, dalam masalah tangan, kaki, betis, telapak kaki, wajah dan mata mereka katakan “Yakni tangan… yang layak dengan kemuliaan-Nya, suci dari penyerupaan dan kesamaan” .

Penjelasannya:
Kesamaan dalam nama tidaklah mengharuskan keserupaan dalam hakekat. Kalau kita katakan “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala itu Maha Hidup” lalu kita mensifati manusia bahwa dia juga hidup, maka kesamaan nama ‘Hidup’ ini tidaklah mengharuskan keserupaan hakekat kehidupannya; hidup Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah azali Dialah yang Maha Awal tidak ada sesuatupun sebelum-Nya dan Dialah yang Maha Akhir tidak ada sesuatupun sesudahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya .” (QS. Al-Furqan: 58)

“Hidup”nya Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah qadim tanpa permulaan dan kekal tanpa penghabisan, sedangkan ‘hidup’ manusia bergantung kepada makan, minum dan tidur, maka apakah kesamaan nama ini mengharuskan keserupaan hakekatnya? Jawabnya: Tidak. Begitulah seterusnya .

Ahlussunnah konsensus bahwa sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tsabit (telah ditetapkan di dalam Al-Quran dan Sunnah) maka wajib bagi setiap hamba mengimani dan meyakini makna yang dituntutnya secara lughat (bahas) sesuai dengan yang layak bagi kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan dalam risalah tanya-jawabnya yang bernama Al-Hamawiyyah: ((Mazhab Salaf mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan apa yang Dia Subhanahu wa Ta’ala sifatkan bagi Diri-Nya dan dengan apa yang disifatkan bagi-Nya oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tanpa tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil. Telah kita ketahui juga bahwa apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sifatkan bagi Diri-Nya, maka itu adalah kebenaran yang tidak ada padanya kesamaran atau teka-teki, bahkan maknanya dapat diketahui dari maksud orang yang berbicara dengan firman-Nya, terlebih lagi kalau orang yang membicarakannya adalah makhluk yang paling berilmu tentang apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan, makhluk yang paling fasih penjelasan, keterangan dan petunjuknya. Di samping itu, tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya, tidak pada Diri-Nya Yang Maha Suci yang disebutkan dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya dan tidak pula pada perbuatan-perbuatan-Nya .

Sebagaimana telah kita yakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai Dzat yang hakiki dan perbuatan yang hakiki, maka demikian pulalah Dia Subhanahu wa Ta’ala mempunyai sifat yang hakiki, namun tidak ada yang serupa dengan-Nya, baik dalam Dzat, sifat atau perbuatan-Nya itu .

Semua yang mewajibkan adanya kekurangan dan sifat baru maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tersucikan darinya secara hakiki, sebab Dialah yang berhak dengan kesempurnaan yang tidak ada lagi kesempurnaan yang lebih sempurna dari-Nya. Tidak mungkin ada sifat baru pada-Nya sebab tidak mungkin Dia Subhanahu wa Ta’ala tertimpa ketiadaan, dimana sifat baru itu mengharuskan ketiadaan lebih dulu dan sesuatu yang baru membutuhkan siapa yang memunculkannya. Juga karena Dia Subhanahu wa Ta’ala itu wujud ada dengan sendiri-Nya .

Madzhab Salaf berada di tengah antara tamtsil dan ta’thil, mereka tidak menyerupakan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat makhluk sebagaimana mereka tidak menyamakan Dzat-Nya dengan dzat makhluk-Nya (Ini berbeda dengan ahli tamtsil). Salaf tidak meniadakan apa yang Dia sifatkan bagi Diri-Nya dan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sifatkan bagi-Nya, sedangkan mereka yang bertentangan dengan salaf, menolak asmaul husna dan sifatul ulya yang dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, merubah kalimat dari tempat-tempatnya dan menyimpangkan makna nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ayat-ayatNya. Setiap dari dua kelompok ini: yakni ahli tamtsil dan ta’thil, sebenarnya mengumpulkan antara ta’thil dan tamtsil sekaligus .

Adapun ahli ta’thil, mereka tidak memahami nama-nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali apa yang pantas bagi makhluk lalu dengan segera mereka meniadakan apa yang mereka fahami itu. Ini membuat mereka melakukan ta’thil dan tamtsil sekaligus, awalnya dia menyamakan (dengan makhluk) dan akhirnya menta’thil (menolaknya). Artinya: Dia menyamakan dan menyerupakan pemahaman tentang asma dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pemahaman tentang asma dan sifat makhluk, setelah itu dia men-ta’thil (menolak) nama-nama dan sifat yang menjadi hak dan layak bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala .”[ V/26, Al-Fatawa Al-Kubra]

Salah seorang tokoh para imam yaitu Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah Rahimahullah berkata dalam kitab Tauhid: “Kami dan seluruh ulama kita dari penduduk Hijaz, Tihamah, Yaman, Iraq, Syam dan Mesir menyatakan mazhab kami adalah: Kami menetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diri-Nya, kami mengikrarkannya dengan lisan kami dan membenarkannya dengan hati kami, tanpa menyerupakan Wajah Khaliq kami dengan wajah seorang makhluk, Maha Perkasa Rabb kami dari penyerupaan dengan para makhluk-Nya, Maha Mulia Rabb kami dari ucapan para ahli ta’thil, serta Maha Perkasa eksistensi-Nya dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang menolak (nama-nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut) sama sekali.”[ Kitab Tauhid I/26, tahqiq Syahwan . (Syaikh Muhammad bin Hadi) ]

Imam Al-Baihaqi menyebutkan dalam kitabnya Al-I’tiqad sebuah bab tentang ayat-ayat dan hadits yang menetapkan sifat wajah, dua tangan dan mata bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Semua sifat ini ditetapkan melalui nash dan telah diriwayatkan hadits-hadits dari tersebut kabar Sang Jujur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentangnya, tanpa kita menyebutkan kaifiyyat-nya.”[ Kitab Al-I’tiqad, hal. 88, cetakan Darul Afaq Al-Jadidah, tahqiq Ahmad Isham Al-Khatib . (Syaikh Muhammad bin Hadi)]

Al-Khatib Al-Baghdadi menyatakan: (Adapun pembicaraan tentang sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka sesungguhnya riwayat-riwayat tentangnya telah ada dalam Sunnah yang shahih. Madzhab Salaf Rahimahumullah ialah: Menetapkannya dan membiarkannya sebagaimana makna tekstualnya, namun meniadakan penyebutan kaifiyat (bagaimananya) dan penyerupaan darinya.
Sekelompok orang meniadakan nama-nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mereka menghilangkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada juga sekelompok orang yang menetapkannya namun mereka berlebihan sehingga menyerupakan (dengan makhluk) disertai penyebutan kaifiyat-nya, sedangkan yang tepat hanyalah dengan menempuh jalan tengah antara keduanya. Dinullah ada di antara orang yang berlebihan dan orang yang melalaikan. Dasar dalam hal ini: Pembahasan tentang sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan cabang dari pembicaraan tentang Dzat-Nya, maka permasalahan ini dan yang semisal dengannya mengikuti (kaedah tersebut).

Jika telah diketahui bahwa penetapan Rabb alam semesta Subhanahu wa Ta’ala hanyalah penetapan wujud-Nya dan bukan kaifiyat-Nya, maka demikian pula di dalam penetapan sifat-sifat-Nya hanyalah penetapan wujud dan bukan penetapan bentuk dan kaifiyatnya.[ Lihat Jawab Abu Bakr Al-Khathib Al-Baghdadi ‘an Sual Ahli Damasyq fish Shifat, halaman 19-22, cetakan Maktabah Ibnu Taimiyah, tahqiq Amr Abdul Mun’im dan halaman 64-65, cetakan Darul Rayyan Uni Emirat Arab, tahqiq Jamal Azwan . (Syaikh Muhammad bin Hadi)]

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi Rahimahullah mengatakan: “Di atas jalan ini Salaf dan Khalaf Rahimahumullah semuanya sepakat mengikrarkan (penetapannya), membiarkan sebagaimana adanya dan menetapkan sifat yang disebutkan oleh nash-nash Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tanpa mendahuluinya dengan ta’wil (menafsirkan dengan keliru). Sementara kita diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka dan mengambil petunjuk dari menara-menaranya dan telah diperingatkan dari perkara-perkara yang diada-adakan dan dikabarkan kepada kita bahwa itu adalah kesesatan.”[ Lum’atul I’tiqad, hal. 10, cetakan Ad-Darus Salafiyah Kuwait, tahqiq Badrul Badr (Syaikh Muhammad bin Hadi ]

Abu Muhammad Al-Juwaini Rahimahullah berkata dalam risalahnya Itsbatul Istiwa’ wal Fauqiyyah: “Kita menetapkan Rabb kita Subhanahu wa Ta’ala ada di atas, ketinggian dan istiwa’-Nya di atas Arsy-Nya sebagaimana yang layak bagi kemuliaan dan keagungan-Nya. Kebenaran telah terang dalam masalah ini dan dada telah lapang menerimanya sebab akal yang sehat enggan merubahnya, misalnya merubah istiwa’ (bersemayam) menjadi istila’ (menguasai) dan lain-lain. Sedangkan memilih sikap diam dalam menyikapinya adalah kejahilan, sebab Rabb ‘Azza wa jalla tidaklah menyebutkan sifat-Nya kepada kita melainkan agar kita menetapkan bagi-Nya apa yang telah Dia ‘Azza wa Jalla sifatkan untuk Diri-Nya dan bukannya kita mendiamkannya.”[Majmu’ah Ar-Rasail Al-Muniriyyah I/181. Kalimat sebelumnya yang dinukilkan oleh Syaikh kita Hafidhahullah dari Al-Juwaini Rahimahullah adalah: Fasal: Kalau kita telah mengetahui hasil itu dan meyakininya, maka kita membersihkan diri dari syubhat ta’wil, kesesatan ta’thil, serta ketololan tasybih dan tamtsil. Dan kita menetapkan adanya Rabb kita ‘Azza wa jalla di atas…….. (Syaikh Muhammad bin Hadi)]

Inilah sebagian nukilan tentang pegangan Salaf, andaikan kita mau sedikit lebih memperpanjang tentu kita akan membutuhkan satu jilid kitab atau lebih dan benar-benar pembicaraan kita akan menjadi panjang, namun apa yang telah kami sebutkan telah mencukupi dan memuaskan. Siapa yang hendak mendapat tambahan maka silahkan merujuk kepada kitab-kitab khusus bidang ini, seperti kitab; Tauhid Ibnu Khuzaimah, Sunnah Abdullah bin Ahmad bin Hambal, Ar-Radd ‘ala Jahmiyyah Ad-Darimi, Al-Fatawa Al-Kubra dan Al-‘Aqlu wan Naql Ibnu Taimiyah, kitab-kitab Ibnul Qayyim, kitab-kitab Ibnu Abdil Wahhab, Ma’arijul Qabul Syaikh Hafizh Al-Hakami (semoga Allah Ta’ala merahmati semuanya), serta kitab-kitab lain yang dikarang oleh para pemeluk akidah Salafiyah, misalnya; ‘Alaqatul Itsbat wat Tafwidh bi Shifati Rabbil ‘Alamin Doktor Ridha Na’san .
Dari nash-nash lalu telah dapat engkau ketahui bahwa apa yang ditetapkan oleh Ustadz Hasan Al-Banna bahwa Salaf dan Khalaf sepakat tentang asas ta’wil, adalah ucapan yang bathil dan kedustaan terhadap Salaf Rahimahumullah. Salaf telah mencela ahli tafwidh dan mengatakan mereka itu ahli bid’ah, maka kapankah Salaf menyepakati mereka dalam ta’wil ?!” (Al-Maurid, hal.186-191)

Pembaca sekalian Rahimakumullah, pengakuan dan bantahan tentang aqidah Hasan Al-Banna telah kita saksikan sendiri sebagaimana nukilan Abduh ZA. Dari buku Al-Banna sendiri yang diperkuat oleh Al-Qaradhawi. Kita lanjutkan kembali “promosi Abduh ZA. bahwa penerus dakwah Al-Bannapun ternyata beraqidah “salaf”. Abduh berkata: “Kemudian Al-Qaradhawi melanjutkan, “Ikhwanul Muslimin menolak berbagai bentuk kemusyrikan, khurafat, dan semua kebatilan yang dilekatkan pada aqidah tauhid, seperti dilakukan banyak orang awam di banyak negara muslim. (Sayangnya), Sebagian tokoh terhormat di tempat tersebut membenarkannya. Mereka melakukan thawaf mengelilingi kuburan orang-orang shaleh, bernadzar untuk orang mati, memanggil-manggil orang yang sudah mati, meminta tolong kepada orang yang sudah mati, dan berbagai kemungkaran lainnya.” (Siapa…, hal.89)

Alangkah seru dan menarik jika bantahan kali ini datang dari salah satu anggota koalisi Ikhwani-Sururi, Ma’had Al-Irsyad yang telah terbukti mendatangkan gembong-gembong besar Ikhwanul Muslimin Jawa Timur di markas Dakwah mereka selama 3 tahun berturut-turut (hanya bukti itu yang dapat kami pegang). Di dalam majalah Neo Adz-Dzakhiirah, Edisi 16, Th.III, Ramadhan 1426 H/ Oktober 2005 M, hal.10-15 diturunkan artikel terjemahan karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al-Jazairy yang diterjemahkan oleh Abu Zahrah Imam Wahyudi Lc. Beberapa nukilannya:

“1.Imam Harokah, Hasan Al-Banna meyakini bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa menghadiri perayaan-perayaan maulid orang-orang sufi, Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga memberikan ampunan kepada semua yang hadir –dilanjutkan dengan uraian———

2.Wakilnya, Al-Mursyid Al-Aam, Umar At-Tilmisaaniy membela para penyembah kubur. ‘Umar at-Tilmisaaniy berkata di dalam bukunya yang berjudul “Syahidul Mihrob ‘Umar Ibnul Khoththob” hal. (226):
“Jadi tidak ada perlunya mengingkari dengan keras orang-orang yang meyakini karomah para wali, dan berlindung kepada kubur-kubur suci mereka, dan berdo’a di depannya ketika tertimpa berbagai musibah. Karomah para wali itu merupakan bagian dari dalil adanya mu’jizat para nabi!!”
Inilah sikap ekstrem (berlebih-lebihan) terhadap derajat kewalian, sekaligus sebagai sikap permusuhan terhadap Dzat yang disembah; Kami berlindung kepada Allah dari kemurkaan-Nya.

3.Imam harokah di Syiria pada masanya, Sa’id Hawwa memuji aktifitas para tukang sihir——dilanjutkan dengan bukti tulisan Sa’id Hawwa di “Tarbiyatuna ar-Ruhiyyah, hal.218, cetakan kedua——-

4.Al-Mursyid Al-Aam Syiria, Musthofa As-Siba’iy beristighotsah kepada selain Allah, Disebutkan di dalam majalah “Hadhorotul Islam”, no.4,5,6, edisi bulan:Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban tahun 1384 H, sebagaimana disebutkan juga oleh syekh yang mulia Muhammad bin Hadi ketika memberikan catatan kaki atas buku Syaikh Ahmad An-Najmi yang berjudul “Al-Maurid al-‘Adzb az-Zullal” (hal.149), bahwa ketika Musthofa As-Siba’iy berada di depan kuburan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dia mengatakan:

Wahai pemberi air minum untuk para musafir yang menuju Ka’bah dan Mekah
Juga yang pergi menuju Madinah, demi mencari tuannya seluruh umat
Jika perjalanan anda menuju Al-Mukhtar [Ini adalah salah satu gelar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam—pent.] adalah sunnah
Maka bagi orang sepertiku adalah wajib, menurut orang yang bersemangat tinggi
Wahai tuanku, kekasih Allah [Yakni: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam—pent ], aku datang meniti
Tangga pintumu, saya mengeluhkan pedihnya penyakitku
Wahai tuanku, sungguh begitu lama penyakit ini bersarang di tubuhku
Begitu pedih penyakit ini, sampai saya tidak bisa istirahat dan tidur

Saya (penulis) mengatakan: Maka lihatlah oleh anda –semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rahmat kepada anda- dengan siapa kita diuji. Apakah mereka ini akan menjadi para pemimpin kaum muslimin?! Apakah pantas di dalam masalah Wala’ dan Baro’ (loyal dan benci ini), Ahlussunnah terbagi menjadi dua kelompok ketika menyikapi orang-orang seperti ini?!…”(Neo Adz-Dzakhiirah, Ed.16, Th.III, Ramadhan 1426 H, hal.10-14)

Kita katakan:
Pada kenyataannya memang Salafiyyin tidaklah terpecah (baca: tidak ada Kaidah Emas Firanda Khilafiyyah Ijtihadiyyah) dalam menyikapi kejahatan Ikhwanul Muslimin!! Hanya saja—harus kita akui- di sana…..ada sekelompok Sururiyyin yang selalu mendakwakan diri mereka sebagai Salafiyyin yang tanpa rasa malu terbukti mengundang jajaran dedengkot Ikhwanul Muslimin Jawa Timur untuk menjadi khatib Jum’at di markas dakwah mereka Bahkan 3 tahun terus-menerus!! Di sela-sela acara Daurah masyayikh Yordan!! Di sana…. ada pula jajaran da’i-da’i kondang yang bersanding dengan gembong Ikhwani berkaliber nasional!! Di sana…masih ada pula yayasan tong sampah yang mengumpulkan berbagai sampah Hizbiyyah untuk bekerjasama dalam berdakwah!! Ya, di sana ….ternyata masih ada pula gembong Ikhwani yang terbukti menjamu anak-anak kandung Sururi-nya di Sulawesi, di pondok megahnya, di masjid yang berkapasitas 1000 orang hasil bantuan Ihya’ut Turots melalui Al-Haramain/Al-Manahil Indonesia Allahul Musta’an.

Pembaca sekalian, kita lanjutkan lagi sedikit bukti yang diuraikan Syaikh Ahmad An-Najmi, betapa penisbatan Abduh tentang aqidah Salafnya Ikhwanul Muslimin dan gembonggembongnya tidak lebih dari kebohongan besar yang disemburkannya kepada umat!! Ya, kebohongan besar!! Syaikh berkata:
Adapun Umar At-Tilmisani, telah dinukilkan bahwa dia menyatakan di dalam bukunya Syahidul Mihrab Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu (Halaman 225-226 ):

“Sebagian orang berkata “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanyalah memohonkan ampunan untuk mereka ketika mereka mendatangi Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sewaktu Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masih hidup saja”. Saya kurang mengerti apa sebab mereka membatasi ayat ini dengan doa permohonan ampunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika Beliau masih hidup saja, padahal tidak ada yang menunjukkan pembatasan dalam ayat tersebut ?!
Jadi, At-Tilmisani menganggap boleh berdoa kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan meminta ampunannya sepeninggal Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .

Dia juga mengatakan (Hal. 226):
“Oleh karena itu nampaknya saya cenderung memilih pendapat pihak yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dapat memohonkan ampunan saat Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masih hidup dan setelah wafatnya bagi orang yang mendatangi Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan maksud mendapatkan kelapangan dan kedermawanannya.

Sesudah itu dia katakan pada halaman yang sama:
“Jika demikian, maka tidak ada alasan untuk bersikap keras mengingkari orang-orang yang meyakini keramat para wali, mendatangi mereka di kuburnya yang suci, dan berdoa di sana ketika susah dan keramat para wali termasuk bukti mu’jizat para nabi.”

Dia juga mengatakan (Hal. 231):
“Kita tidak ambil pusing dengan orang-orang yang menjunjung para wali Allah Subhanahu wa Ta’ala, peziarahnya dan orang-orang yang berdoa di kuburan mereka.

Al-Ajami (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memeliharanya) memberi komentar: “Tidak tertinggal satupun kesyirikan kubur melainkan telah dihalalkan oleh Penasehat Umum Ikhwanul Muslimin dengan kata-katanya ini .” (Waqafat, hal. 17)

Saya katakan:
Kalau keadaan para penasehat dan cendikiawan manhaj Al-Ikhwan ini demikian, maka coba anda bayangkan bagaimana dengan pengikutnya??
Jika seperti ini yang sempat tertulis, maka bagaimana dengan yang belum tertuliskan??
Apakah masuk akal, seorang menyangka dirinya berakidah tauhid sementara dia memberikan loyalitasnya kepada siapa yang menghalalkan syirik akbar (syirik besar), dan sebaliknya marah serta memperingatkan orang-orang agar menjauhi para pembela akidah tauhid??

Saya telah mendengar sebuah kabar, jika itu benar maka sungguh ini adalah bencana dahsyat. Saya mendengar seorang pengikut manhaj kontemporer membeli semua kitab yang mengkritik manhaj mereka dalam jumlah yang sangat banyak lalu mereka membakarnya .

Kalau benar demikian, maka ini benar-benar perkara yang buruk dan saya khawatirkan kemurtadan atas pelakunya, sebab siapa yang membakar kitab tauhid, yakni kitab yang membela akidah tauhid dan membantah kaum musyrikin serta menjelaskan keburukan akidah mereka, sungguh perbuatannya itu telah ternilai sebagai memperjuangkan keberhalaan dan memerangi akidah tauhid, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Selanjutnya Al-Ajami menyatakan dalam kitabnya Al-Waqafat (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasinya dengan kebaikan):

“Tentunya At-Tilmisani mengetahui bahwa pada kuburan-kuburan yang ada di Mesir—sebuah negara dimana buku Syahidul Mihrab Umar bin Al-Khaththab terbit dari sana serta Umar At-Tilmisani sebagai Mursyid Umum di sana—telah dilakukan syirik terbesar yang pernah dikenal oleh bumi; kuburan dithawafi oleh orang-orang dan dimohon darinya semua yang dimohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebab para penghuninya (dianggap sebagai) wali.

Sesungguhnya banyak di antara mereka (yang dianggap sebagai wali itu) adalah golongan orang-orang zindiq yang menyimpang, misalnya; Sayyid Al-Badawi seorang da’i Al-Fathimi yang tidak pernah menghadiri shalat (jama’ah) sama sekali! Juga kelompok sufi sesat, misalnya; Asy-Syadzali, Ad-Dasuqi, Al-Qanawi dan selainnya di berbagai tempat.

Saya katakan:
Berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah syirik besar siapapun yang diseru, apakah malaikat yang dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, nabi dan rasul, atau siapa saja, semuanya adalah perbuatan mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang membatalkan keislaman……

Lalu Al-Ajami meneruskan:
“Itukah wali-wali mereka?! Itulah kubur yang diseru oleh Mursyid Umum Ikhwanul Muslimin yang juga pernah berkata (Halaman 231) dengan pernyataannya: “Kalau demikian, keinginan, cinta dan ketergantunganku kepada para wali Allah…..kalau demikianlah perasaanku yang melimpah ruah dengan ketenangan dan keelokan sewaktu berziarah dan berada di sisi mereka, sesungguhnya ia tidak mencacatkan akidah tauhid!? Sesungguhnya saya tidak mengajak untuk menghadap kepada dzatnya dan seluruh urusan ini dari awal hingga akhirnya adalah urusan menikmati. Lalu saya katakan kepada orang-orang yang keras mengingkari: Pelan-pelan, tidak ada kesyirikan dalam perkara ini, keberhalaan dan pengingkaran terhadap Ilah .”

Al-Ajami mengatakan: Apalagi yang tersisa sesudah diremehkannya perkara tauhid dan akidah ini, sampai-sampai dia menjadikan berdoa kepada mayat ketika susah sebagai kenikmatan yang tidak ada kesyirikan padanya ataupun keberhalaan, inilah prasangka Mursyid Umum Ikhwanul Muslimin……… (Selanjutnya:) Apakah manhaj akidah Ikhwani yang melahirkan semacam At-Tilmisani adalah manhaj Salaf tanpa diragukan lagi?! Apakah sebuah jama’ah yang rela barisannya dipimpin oleh Mursyid Umum yang berkata seperti ini bisa dikatakan Jama’ah Salafiyah?! Kecelakaan bagi jama’ah salafiyah kalau alumnusnya seperti ini demikian pula tokoh, mursyid dan pemimpinnya.

Saya (Syaikh Ahmad An-Najmi—peny) katakan:
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasmu dengan kebajikan wahai Ajami dan memberikan sebaik-baik balasan bagi semua yang memperjuangkan akidah tauhid dengan kalimat yang diucapkannya atau huruf-huruf yang ditulisnya.” (Al-Maurid, hal.180-183)

Kita katakan:
Abduh ZA. Yang salah satu bukumu ditazkiyah oleh Caldok Muhammad Arifin Badri Lc; MA!! Inikah aqidah “salaf” gembong Ikhwanul Muslimin yang engkau iklankan kepada kaum Muslimin?! Bahkan semua pemaparan ini adalah bukti “TERORISME TERHADAP AQIDAH TAUHID” yang dilancarkan oleh gembong-gembong besar Ikhwanul Muslimin guna mensyirikkan kaum Muslimin!

Ingat perkataan Syaikh Hafidhahullah sebelumnya, “Saya katakan: Kalau keadaan para penasehat dan cendekiawan manhaj Al-Ikhwan ini demikian, maka coba anda bayangkan bagaimana dengan pengikutnya Jika seperti ini yang sempat tertulis, maka bagaimana dengan yang belum tertuliskan Apakah masuk akal, seorang menyangka dirinya berakidah tauhid sementara dia memberikan loyalitasnya kepada siapa yang menghalalkan syirik akbar (syirik besar), dan sebaliknya marah serta memperingatkan orang-orang agar menjauhi para pembela akidah tauhid ?

Kita tambahkan (penyusun): Lebih heran lagi melihat kenyataan di sekeliling kita betapa sekelompok orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah Salafiyyah dan bahkan mengundang – dengan penuh kebanggaan- murid-murid ulama besar ternyata berkoalisi dengan para penerus gerakan sesat tersebut!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dan katakan kepada Direktur Pustaka Al-Kautsar dan Farid Okbah Takfiriyyin—Ba’asyiriyyin—Irsyadiyyin—Illegaliyyin agar jangan cuma bisa bermain di belakang punggungmu!! Allahu yahdik!! (dinukil dari sub judul: “Sejenak Bersama Caldok Muhammad Arifin”, Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ Turots di Indonesia)

k. “Asy-Syahid” IM Melecehkan Islam sebagai perpaduan antara ajaran Kristen dengan Komunis!
Sayyid Quthub berkata: ”Islam harus berkuasa (memerintah) karena hanya dialah satu-satunya aqidah yang positif dan adaptif yang memadukan antara ajaran Kristen dan Komunisme, perpaduan yang sempurna, yang mencakup tujuan keduanya, saling menambah, saling melengkapi dan seimbang”(Ma’rakah Al-Islam wa Ar-Ra’samaliyah, hal.61)

Betapa anehnya bahwa kesesatan dan pelecehan terang benderang terhadap Islam seperti ini malah dibela, upaya membongkar pengkafiran-pengkafiran yang dilakukan oleh Sayyid Quthub terhadap umat Islam dan masyarakat muslimin di buku-bukunya malah dibalik sebagai pengkafiran terhadap Sayyid Quthub!

”Justru kami merasa heran dengan para penghujat yang menganggap Sayyid berbau Khawarij atau tukang mengkafirkan orang, padahal mereka sendiri telah berlaku demikian terhadap Sayyid Quthb. Itu bukanlah isapan jempol. Tokoh mereka, Syaikh Hammad bin Muhammad Al-Anshari berkata ketika mengomentari pemikiran Sayyid Quthb yang dianggap nyeleneh (bukan hanya nyeleneh! Tetapi sesat dan menyesatkan!!—peny);” Jika orang yang berkata seperti itu masih hidup, maka dia harus dicela jika mau bertaubat, jika tidak mau, maka dia harus dibunuh karena murtad. Jika dia telah meninggal, maka harus dijelaskan bahwa perkataan semacam itu adalah perkataan batil dan kita tidak perlu mengkafirkannya karena tidak mengetahui alasannya mengatakan demikian” (Al-Ikhwan Mendhalimi.., hal.137).

Farid Nu’man rupanya lupa untuk memberikan “solusi’, lantas menurut anda, apa vonis yang tepat bagi orang yang mengatakan bahwa Islam adalah hasil perpaduan `yang sempurna antara ajaran Kristen dengan Komunisme? Pantaskah orang yang sedemikian jahat dan keji terhadap Islam anda elu-elukan sebagai seorang yang mati Syahid?! Semoga hukuman gantung yang dijalaninya menjadi kafarah dari kejahatan dan dosa dosa besarnya terhadap Islam, terhadap Al Qur’an, terhadap para shahabat dan terhadap umat Islam yang telah dikafirkannya.

l.Kebuasan dakwah Sayyid Quthb dalam memerangi Islam dan Ahlul Islam
Sekarang saatnya bagi kita untuk mengambil lagi satu dua contoh keshalehan dan keilmuan seorang gembong besar gerakan pengkafiran Masyarakat Muslimin, Sayyid Quthb yang menjadi panutan kalian!! Dan engkau wahai Abduh Zulfidar Akaha menyebutnya sebagai ASYSYAHID SAYYID QUTHB yang ditazkiyah oleh Caldok Muhammad Arifin Badri Lc., MA!!

a. Inilah kelancangan “ASY

SYAHID KALIAN” yang luar biasa terhadap Nabiyullah Musa ‘Alaihis Salam di buku yang ditulisnya sendiri :
“1. Kita ambil Musa. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental, fanatik kesukuan, dan tidak bertabiat stabil” (at-Tashwirul Fanniy fil Qur’an halaman 200)?!![19]

Sungguh ini adalah serangan brutal tak berakhlaq terhadap Nabiyullah Musa ‘Alaihis salam!! Sekaligus penghinaan terhadap Allah yang telah memilih Beliau ‘alaihis salam untuk berdakwah menyeru kepada umatnya agar mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata!! Bukankah di sisi Sayyid Quthb gembong besar Ikhwanul Muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilih seorang manusia sebagai utusan-Nya yang tidak lebih dari “seorang pemimpin yang temperamental, fanatik kesukuan, dan tidak bertabiat stabil?!”
Binasalah hawa nafsu!! Binasalah kesesatan!! Gembong Ikhwanul Muflisin!!

b. Sayyid Quthb juga sangat berlebihan dalam memberikan penilaian bagi seni perfilman, lakon, dan musik, maka menjadilah seni dan Din sebagai dua hal yang sepadan bagi Sayyid Quthub, sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku at-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada al-Masyahid: “DIEN DAN SENI ADALAH DUA HAL YANG SEPADAN di kedalaman jiwa dan penegasan indera, sedangkan tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan[20], ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu” .

Abduh ZA dan Pustaka al Kautsar! Inikah bukti nyata seorang ulama besar, mujahid dan syuhada berdasarkan kesaksian seluruh umat Islam di seluruh penjuru bumi?! Hadza buhtanun ‘adzim!

c.Keterlepasannya dari aqidah Islamiyah yang dia sendiri menegaskan:
“Saya dengan terang-terangan mengatakan hakekat yang terakhir ini, juga menyatakan dengan terang-terangan bersamanya, bahwa Saya Tidak Tunduk Dalam Hal Ini Kepada Aqidah Religius Yang Membelenggu Pikiranku Dari Pemahaman .” (at-Tashwirul Fanniy hal. 255)

“Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak dapat melakukan pembahasan bebas, bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya dari sifat kufur ni’mat dan cerita berhiaskan kebohongan .” (at-Tashwirul Fanniy, hal. 258)

Sekali lagi, inikah bukti ulama besar yang diakui kesalehan dan keikhlasannya?! Mujahid dan Syuhada yang “terang-terangan menampakkan kegigihan dan keberaniannya dalam berdakwah menegakkan al-haq, dan amar ma’ruf nahi munkar?”
La haula wa quwwata illa billah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Maka di atas pondasi penghinaan terhadap Nabiyullah Musa ‘alaihis salam, di atas pelecehan terhadap dienul Islam, serta di atas ikrar ketidakmauan Sayyid Quthb untuk tunduk pada aqidah Islamiyah yang diteriakkannya tanpa rasa malu dan tanpa ragu, datanglah Abduh ZA beserta kelompok sempalannya, para aktivis dan pembela Ikhwanul Muslimin merasa marah dan murka kepada Luqman Ba’abduh dan orang-orang yang bangkit menerangkan kejahatan Ikhwanul Muslimin! Menggelari mereka sebagai Salafi bengis, kasar tak beretika, suka perselisihan dan perpecahan! Ya Subhanallah!

Siapa yang ingin perpecahan? Siapa yang kasar tak beretika? Siapa yang bengis tak berperasaan? Siapa yang suka berbuat onar dan menumpahkan darah kaum Muslimin? Siapa yang suka mengkafirkan penguasa muslim dan masyarakat muslimin?

Siapakah sesungguhnya ulama besar, mujahid dan syuhada yang dijarh oleh Salafiyyin? Para penjahat-penjahat dakwah, penghina Islam, penghina Nabiyullah yang sesungguhnya mereka memang layak untuk mendapatkan celaan dan hinaan dari segenap kaum muslimin.

Lalu siapa sesungguhnya orang-orang yang kalian bela dan elu-elukan wahai Ikhwanul Muslimin? Jawablah dengan jawaban yang sama, Para penjahat-penjahat dakwah, penghina Islam, penghina Nabiyullah yang sesungguhnya mereka memang layak untuk mendapatkan celaan dan hinaan dari segenap kaum muslimin. Kenapa kalian membelanya?!

Benarlah bahwa akal sehat telah hilang dan rasa malu telah pergi tunggang langgang. Para takfiri penghina Islam dan yang gemar menumpahkan darah umat Islam yang dielu-elukan. Kekacauan dan tercabik-cabiknya kehormatan Islam dan umat Islam yang sesungguhnya mereka datangkan!

Maka dengan semua kehinaan di atas, tidak layak dan tidak pantas bagimu (wahai Abduh dan Pustaka Al-Kautsar) untuk menyembunyikan status IMmu di belakang kesalafiyahan para ulama Salafiyyin dan Syaikh Bin Bazz rahimahullah, karena beliau sendiri telah berfatwa tentang “Asy Syahid IMmu” yang menghina Nabiyullah Musa ‘alaihis Salam:
“Mengolok-olok para Nabi merupakan kemurtadan tersendiri” (kaset Aqwal al Ulama fi Mu’allafat Sayyid Quthb”, hasil rekaman Studio Minhaj As-Sunnah, Riyadh, KSA).

Syaikh Ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat ini:
“Sesungguhnya mengolok-olok Allah, ayat-ayatnya dan Rasulnya merupakan kekafiran yang mengeluarkan seseorang dari agama. Karena prinsip agama terbangun di atas dasar mengagungkan Allah, agama-Nya, dan Rasul-Nya. Sedangkan mengolok-olok sesuatu diantaranya adalah bertentangan dengan prinsip ini dan membatalkannya dengan sekeras-kerasnya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.342-343, cet. Maktabah Ar-Risalah)

Lajnah Daimah lil Buhuts Al-Ilmiyah wa Al-Ifta’ pernah mengeluarkan fatwa sehubungan dengan pertanyaan yang sampai kepada mereka tentang hukum mencela Allah dan Rasul-Nya. Isi fatwanya:
“Mencela Allah dan Rasul-Nya, serta agama merupakan kafir akbar dan kemurtadan dari Islam. Maka dia harus dimintai taubat. Jika dia taubat, maka dibebaskan. Jikalau tidak, maka wajib atas pemerintah untuk membunuhnya karena berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya) [Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah, 2/18, cet. Balansiyah, yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdur Razzaq Ad-Duwaisy]. Lihat Buku Beda Salafi dengan Hizbi, hal.51-52).

Belum lagi celaan-celaan Sayyid Quthub terhadap para shahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tetapi demikianlah, setan telah berhasil menipu para pengekornya sehingga ekor-ekor Sayyid Quthub tersebut merasa marah dan tersinggung ketika kejahatan gembong besar Ikhwanul Muslimin ini diungkap dan diterangkan kepada umat!! Lihatlah mereka para Ikhwani, ekor-ekor Sayyid Quthub tersebut sama sekali tidak marah ketika Islam dihinakan, ketika Nabiyullah Musa dilecehkan, ketika dinyatakan bahwa Al Qur’an adalah makhluk buatan Allah, ketika Asy-Syahid (berdasarkan persaksian Ar Rasul Al Musthafa Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) Utsman bin Affan direndahkan, dan ketika menuduh shahabat Mu’awiyah dan Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dituduhnya dusta, curang, penipu, munafik, menyogok dan membeli kehormatan!!

Dimana para aktivis dakwah, pejuang penegak syariat Islam, mujahid, para ulama besar dan syuhada ketika terjadi pelecehan dan penghinaan besar-besaran ini dilancarkan oleh Sayyid Quthub? Mana bukti kemarahan mereka karena Allah Ta’ala ketika kehormatan para shahabat dirampok dan dicampakkan oleh Sayyid Quthub? Dimana suara pembelaan mereka?! Sungguh dan sungguh syaithan telah meninabobokkan mereka-mereka ini sehingga tidur terlelap dengan bantal kebanggaan hizbnya! Syaithan telah berhasil membangkitkan kebencian dan kemarahannya karena makar syaithan untuk meruntuhkan Islam , Al Qur’an, Nabiyullah Musa ‘alaihis salam, dan para shahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah dibongkar dan dijelaskan beserta bukti-bukti nyatanya dari buku-buku Sayyid Quthub sendiri yang dijadikan pegangan dan rujukan oleh para pengikut Hizbul Ikhwan oleh Syaikh Rabi’ hafidhahullah, jazahumullahu khaira!! Tulisan-tulisan beliau telah membikin hizbiyyin yang tidur terlelap berbantalkan buku-buku sesat tokoh-tokohnya menjadi tersentak bangun!! Makan tidak lagi nyaman. Maka jangan heran jika kebencian dan kemurkaan kelompok-kelompok sempalan ini terutama diarahkan kepada beliau…

g. Persatuan Sunnah—Syiah, Slogan buas Ikhwanul Muslimin
Benarkah tuduhan Halawi bahwa Salafy adalah Syi’ah? Bagaimana jika tuduhan ini ternyata berbalik
Adakah kejahatan yang lebih buas daripada menjerumuskan kaum muslimin agar bersaudara dan berkasih sayang dengan kelompok yang mengkafirkan para shahabat, murid-murid rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang-orang yang rakus akan ambisi duniawiyah, mengubah ayat-ayat Al Qur’an, pembunuh Amirul mukminin sebagai pahlawan, menggelari Abu Bakar Ash Shidiq dan Umar bin Khaththab sebagai dua berhala Quraisy, menuduh Jibril ‘alaihis salam salah alamat menyampaikan wahyu, praktek perzinaan (mut’ah, kawin kontrak) sebagai sebaik-baik ibadah kepada Allah dan berbagai tuduhantuduhan busuk dan najis yang akan mendirikan bulu kuduk orang-orang yang beriman? Tetapi tidak demikian dengan Ikhwanul Muslimin, merekalah yang getol dan bersemangat untuk mendekatkan antara orang-orang kafir itu, pewaris perjuangan si Yahudi Abdullah bin Saba’ dengan Ahlus Sunnah!

Syaikh Ahmad An Najmi berkata:
“Upaya dia (Hasan Al Banna—peny.) dan seluruh pengikutnya untuk mendekatkan antara Syi’ah—pembawa virus yang dapat membuat kafir atau fasik seseorang muslim- dengan Ahlussunnah, dengan asumsi bahwa Syi’ah dan Sunni seluruhnya adalah muslim.

Saya katakan:
1.Apakah masih teranggap muslim seorang yang mencela Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘anhuma dengan celaan yang paling buruk, hina dan busuk ?

2.Apakah masih muslim seorang yang mencela Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anha yang telah dilepaskan dari tuduhan zina oleh Allah Ta’ala dari atas tujuh lapis langit?! Namun Syi’ah masih tetap melemparkan kepada beliau tuduhan perbuatan keji itu, padahal Allah Ta’ala telah membebaskan beliau radhiyallahu ‘anha di dalam Al-Quran, yang sama artinya mereka telah mendustakan Al-Quran yang telah menyucikan beliau.

3.Apakah masih muslim siapa yang menghukumi seluruh shahabat telah murtad dari Islam kecuali segelintir dari mereka saja. Mereka menyangka seluruh shahabat Radhiyallahu ‘anhum adalah kafir sebab bersepakat merampas jabatan khalifah dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, padahal Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Umatku tidak akan sepakat di atas kesesatan”. Para shahabat adalah sebaik-baik manusia, paling afdhal dan teladan umat, maka apakah dapat diterima oleh akal bahwa mereka semua akan bersepakat di atas kesesatan ?!

4.Apakah masih muslim siapa yang mempropagandakan kema’shuman Ali bin Abi Thalib dan dua belas orang keturunannya?! Padahal kema’shuman tidak tsabit bagi selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Juga demi Allah, Ali Radhiyallahu ‘Anhu sendiri tidak pernah mengaku dirinya ma’shum, tidak pula Al-Hasan, Al-Husein dan siapapun keturunan mereka yang mulia sebagaimana digembar-gemborkan kema’shumannya oleh Syi’ah.

5.Apakah masih muslim siapa yang menyembah makhluk baik yang hidup atau sudah mati, memanggil mereka ketika menghadapi kesusahan, thawaf di kubur mereka, bahkan menduga berhaji ke Karbala’ sama dengan berhaji ke Baitullah Al-Haram ?!

6.Apakah masih muslim siapa yang menjadikan anak cucunya sebagai hamba para makhluk, menamainya dengan Abdul Husein, Abdul Kazhim, Abdu Az-Zahra’ dan lain selainnya (bahkan menandinginya dengan nama Allahu Akbar yakni Ali Akbar—peny)?

7.Apakah masih muslim siapa yang berkeyakinan bahwa Jibril telah berkhianat dengan membawa misi kerasulan kepada Muhammad ?! Menurut mereka seharusnya kerasulan itu diberikan kepada Ali radhiyallahu ‘anhu, namun Jibril ‘Alaihis Salam memalingkannya. Dengan itu mereka telah melakukan konsekwensi mengkafirkan sebagai berikut:
a.Menuduh Jibril Al-Amin ‘Alaihis Salam sebagai pengkhianat, padahal Allah mensifatinya (artinya):
[193] dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), [194] ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, [195] dengan bahasa Arab yang jelas. [QS Asy Syu’ara: 193 – 195]
Berarti mereka telah mendustakan pengabaran Allah Ta’ala , inilah kekufuran yang nyata .

b.Meniadakan ilmu tentang ghaib dari Allah Ta’ala. Berarti Allah Ta’ala dapat dikhianati tanpa sepengetahuan-Nya sebagaimana seseorang dapat melakukan pengkhianatan terhadap sesamanya makhluk tanpa diketahuinya. Ini adalah kekafiran berdasarkan kesepakatan kaum muslimin .

c.Allah Ta’ala tidak mengetahui kemaslahatan sedangkan Jibril-lah ‘Alaihis Salam yang lebih mengetahuinya, sebab sebenarnya Allah memperuntukkan risalah itu kepada anak berumur delapan tahun (Ali radhiyallahu ‘anhu) lalu diselewengkan oleh Jibril ‘Alaihis Salam dan diberikannya kepada seorang dewasa yang berumur empat puluh tahun (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), yang berarti menuduh Allah bodoh dan tidak bijak, sungguh ini termasuk kekafiran yang terbesar .

8.Apakah masih muslim seorang yang berkeyakinan bahwa Hari Kiamat adalah hari menghidupkan para musuh keluarga Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu telah keluar, lalu ditegakkan qishash untuk kerabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap semua manusia?! Mereka berprasangka bodoh bahwa orang pertama yang akan dikenakan hukuman qishash adalah Abu Bakar dan Umar radhiyallahu’anhuma .

9.Apakah masih muslim seorang yang berprasangka bodoh bahwa Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu kalau telah keluar, maka dia akan mewujudkan sesuatu yang belum diwujudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?! Beginilah ucapan Al-Khameini yang dia tegaskannya di dalam kitabnya .

10.Apakah masih muslim siapa yang menghalalkan zina dalam bentuk nikah mut’ah?! Andaikan itu dihalalkan, maka tidak ada perbedaan antara nikah satu malam, beberapa malam, satu bulan, kurang dari sebulan ataupun lebih, inilah zina itu sendiri.

11.Terakhir, apakah masih muslim siapa yang melekat padanya semua bala’ ini bahkan lebih banyak lagi?! Apakah mungkin diadakan rekonsiliasi antara mereka dengan Ahlussunnah?! Apakah mungkin terjadi rekonsiliasi antara orang-orang yang beraqidah saling bertentangan sementara salah satu atau kedua pihak tidak ada yang mau mengalah melepaskan asas aqidahnya?! Apakah Rafidhah (Syi’ah) sudah menanggalkan semua aqidah mereka atau sebagiannya yang telah mereka anut lebih dari seribu tahun lalu? Tidaklah hal ini terjadi kecuali Allah Ta’ala menghendaki!?

Apakah mungkin Ahlussunnah akan mengalah melepaskan aqidahnya demi bersepakat dengan Rafidhah? Tentu ini tidak akan terjadi, kecuali Allah Ta’ala yang menghendaki. Sesungguhnya siapa yang mengkhayalkan hal tersebut, maka sebenarnya dia sedang terkecoh oleh fatamorgana yang dia kira air padahal tidak ada air padanya dan dia mengkhayalkan berbagai sangkaan yang tidak ada realitanya .

Upaya untuk mendekatkan (Syi’ah—Ahlussunnah) tidak hanya dilakukan oleh Al Banna semasa hidupnya, namun dilanjutkan oleh para pengikutnya. Al-Ikhwan telah mengutus dutanya kepada Al Khameini di hari-hari pergerakan revolusinya (Revolusi Iran), memberikan ucapan selamat kepadanya dengan menyebutnya (sebagai) ‘Revolusi Islam (?!)’. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un .

Izzuddin Ibrahim pengarang Mauqif ‘Ulama Al-Muslimin minasy Syi’ah wats Tsauratil Islamiyyah mengatakan: “Sebelum kita meninggalkan Al-Azhar, maka kita akan mendengarkan fatwa yang dikeluarkannya, khususnya tentang mazhab Syiah. Isi fatwa itu adalah sebagai berikut: “Sesungguhnya Mazhab Al-Ja’fariyyah yang dikenal sebagai mazhab Syi’ah Dua Belas adalah sebuah mazhab yang secara syar’I boleh beribadah dengannya sebagaimana seluruh mazhab Ahlussunnah. Maka seharusnya kaum muslimin mengetahui hal ini dan berlepas diri dari sikap ta’ashshub yang tidak benar dengan mazhab-mazhab tertentu. Dinullah dan syari’at-Nya tidak akan mengikut pada mazhab tertentu atau terbatas pada satu mazhab, mereka semua adalah para mujtahid yang diterima di sisi Allah ” .

Fatwa yang muncul dari Syaikh Mahmud Syaltut Syaikh Al-Azhar yang lalu ini dikomentari oleh Syaikh Muhammad Al-Ghazzali salah seorang penulis dan penasehat Al-Ikhwan. Dia katakan dalam bukunya Difa’ ‘anil ‘Aqidah Al-Islamiyyah Dhiddu Matha’in Al-Mustasyriqin : “Seseorang dari kalangan awam datang kepadaku dalam keadaan emosi mempertanyakan bagaimana bisa Syaikh Al-Azhar mengeluarkan fatwanya bahwa Syi’ah adalah sebuah mazhab Islam sebagaimana mazhab-mazhab yang sudah dikenal lainnya .

Maka saya katakan kepada laki-laki tersebut: Apa yang engkau ketahui tentang Syi’ah? Dia terdiam sebentar kemudian menjawab, “Orang-orang yang tidak sejalan dengan Dien kita”. Maka saya katakan kepadanya, “Akan tetapi saya melihat mereka itu melakukan shalat dan puasa sebagaimana kita shalat dan puasa”. Laki-laki tersebut terheran seraya berkata, “Bagaimana itu?!” Saya katakan, “Lebih mengherankan lagi, mereka itu membaca Al-Quran, mengagungkan Rasulullah dan berhaji ke Baitul Haram”. Dia katakan, “Sampai kabar kepadaku bahwa mereka mempunyai Al-Quran yang lain dan datang ke Ka’bah untuk menghinakannya”. Saya memandang kepada laki-laki itu dengan kasihan pada keadaannya dan saya katakan: “Kamu mendapat udzur, sesungguhnya ada sebagian orang dari kita yang menyebarkan keadaan orang lain untuk menghancurkan dan melukai kehormatannya .”

Saya katakan:
Semoga Allah Ta’ala membinasakan hawa nafsu! Seorang awam telah mengetahui bahwa Syi’ah menganut agama yang tidak sama dengan Dien kita sekalipun mereka itu shalat dan berpuasa, juga mempunyai aqidah yang tidak sama dengan aqidah kita walaupun mereka menutupinya dengan tirai dan mengingkarinya di hadapan orang lain sebagai pengamalan salah satu dasar aqidah mereka yaitu ‘taqiyah (menyamar)’, sementara Al-Ghazzali berupaya untuk menutupi dan mengingkari semua atau sebagian aqidah mereka itu.

Izzuddin Ibrahim dalam Mauqif Ulama Al-Muslimin min Asy-Syi’ah wats Tsauratil Islamiyyah sesudah menukil dari berbagai kitab Al-Ghazzali yang mendukung ide ‘pendekatan’, lantas mengatakan: “Al-Ghazzali menegaskan dalam Thali’ah Islamiyyah edisi 26 Maret/nomor 85 memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan kepadanya seputar peranannya dalam ‘Kelompok Rekonsiliasi’, ia katakan, “Ya, saya dulu termasuk orang yang ditunjuk untuk mengupayakan pendekatan antara tiap-tiap mazhab Islam. Saat itu saya mempunyai pekerjaan marathon di kantor Kelompok Rekonsiliasi Kairo. Saya berteman dengan Syaikh Muhammad Taqi Al-Qami dan Muhammad Jawwad Mughniyah, serta saya juga mempunyai banyak teman dari kalangan ulama dan pembesar Syi’ah. Saya benar-benar menginginkan hilangnya saling antipati dan permusuhan pahit yang telah tersebar di antara kaum muslimin” .”

Lalu penulis buku di atas menyertainya dengan penukilan dari para tokoh manhaj Al-Ikhwan, di antaranya: Subhi Shaleh, DR.Abdul Karim Zaidan, Muhammad Abu Zahrah, Dr. Mushthafa Asy-Syak’ah, Syaikh Hasan Ayyub, Hasan At-Turabi, Fathiyakan, Syaikh Sa’id Hawa, Anwar Jundi, Ustadz Samih Athif Az-Zain, Ustadz Shabir Tha’imah, Ustadz Ali Sami An-Nasysyar, Dr. Ali Abdul Wahid Wafi, Zainab Al-Ghazali, At-Tilmisani, Yusuf Al-Azham dan Al-Ghannusyi. Semuanya mempunyai tulisan yang termaktub dalam berbagai kitab karangan ataupun jawaban pertanyaan untuk mendukung ide upaya pendekatan antara Ahlussunnah dan Syi’ah .

Mereka membebaskan Syi’ah dari tuduhan mempunyai aqidah menyimpang yang menyebabkan kekafiran atau kefasikan. Semuanya menetapkan bahwa Syi’ah adalah muslimin sebagaimana layaknya seluruh kaum muslimin lainnya, sebab Syi’ah mengucapkan La ilaha illallah, shalat, puasa dan berhaji, serta perselisihan yang terjadi antara mereka dengan Ahlussunnah hanyalah seperti halnya antara mazhab-mazhab.

Tatkala Al Khameini melakukan revolusi di Iran, dengan segera Al Ikhwan memberikan dukungan: Si A mengirim surat, Si B memoles tulisan di koran-koran, Si C turun ke jalan menampakkan dukungan bagi Al-Khameini sebagai Pemimpin negara yang benar dan negaranya itulah satu-satunya negara yang beriman. Dengarkanlah ucapan Yusuf Al-Azham ketika dia berkata:

Demi Khomeini Sang Pemimpin dan Imam
Merobohkan istana kezhaliman tanpa takut akan kematian
Kami telah memberikannya selempang dan bintang jasa
dari darah kami dan kami berjalan untuk Sang Imam
Kami menghancurkan syirik dan menghapus kegelapan
Agar alam ini kembali menjadi cahaya dan keselamatan

Lihatlah wahai pembaca saudaraku kepada kebutaan dan kebodohan ini, syirik apa yang dihancurkan oleh Al-Khameini sementara syirik di tubuh kaum Syi’ah telah tertanam dan bertunas?! Syirik apa yang dihancurkan oleh Al Ikhwan sedangkan mereka sejak hari pertamanya telah ridha kepadanya dan menyetujuinya bahkan mereka sendiri terjatuh ke dalamnya?! (Al-Maurid, hal.201-206).

Fatwa Ulama terhadap Kejahatan Sayyid Quthb terhadap Islam dan Ahlul Islam
Terakhir di buku BAUSnya , setelah Abduh ZA menukil tulisan ustadz Luqman Ba’abduh: “Siapa Ahlus Sunnah yang beliau maksud? Apakah kelompok IM? Ataukah Sayyid Quthb dan para pengikut pahamnya, semacam Safar, Salman, dan konco-konconya? Jawabannya adalah, sebagaimana kami nukilkan di atas, bahwa beliau (Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin) sendiri menegaskan bahwa Ahlus Sunnah sajalah yang beliau maksud bukan kelompok IM serta para pengikut paham Sayyid Quthb, atau paham fiqhul waqi’” (BAUS, hal.311)

Maka Abduh memberikan catatan kaki no.804 dengan tulisan:
“Di sini jelas-jelas Al Ustadz Luqman mengeluarkan Ikhwanul Muslimin dari golongan Ahlu Sunnah wal Jama’ah…Padahal Syaikh Abdul Muhsin tidak pernah…”

Kita katakan:
Adalah suatu “kehormatan” bagi saudara Abduh ZA jika permasalahan vonis di atas (mengeluarkan Ikhwanul Muslimin dari golongan Ahlu Sunnah wal Jama’ah) tidak diputus sanadnya hanya sampai ke Al Ustadz Luqman, karena justru ulama yang sering dinukil fatwanya oleh Abduh BAUS demi menyamarkan identitas fikrah Ikhwaniyahnya yang telah memvonis IM sebagai firqah sesat!

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya : “Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, tentang berpecahnya umat-umat (yakni) sabda beliau : “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan kecuali satu”. Apakah Jamaah Tabligh dengan kondisi mereka yang memiliki beberapa kesyirikan dan bid’ah, dan Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kondisi mereka yang memiliki sifat hizbiyah (berkelompok), dan menentang penguasa, serta tidak mau tanduk dan patuh, apakah dua golongan ini masuk ?” (ke dalam hadits tadi,red).

Maka Syaikh menjawab : “Dia masuk dalam 72 dolongan ini (golongan sesat, red), barangsiapa yang menyelisihi akidah ahli sunnah maka ia telah masuk kepada 72 golongan. Maksud dari sabda beliau (umatku) adalah umat ijabah artinya mereka yang menerima dan menampakkan keikutan mereka kepada beliau, tujuh puluh tiga golongan, yang lolos dan selamat adalah yang mengikuti beliau dan konsekwan dalam agamanya. Dan tujuh puluh dua golongan, di antara mereka ada bermacam-macam, ada yang kafir, ada yang bermaksiat dan ada yang berbuat bid’ah.”

Lalu si penanya berkata : “Maksudnya kedua golongan ini (Jamaah Tabligh dan Ikhwan) termasuk dari tujuh puluh dua ? Syaikh menjawab : “Ya. Termasuk dari tujuh puluh dua, begitu juga Murjiah dan lainnya, Murjiah dan Khawarij. Oleh sebagain ahli ilmu memandang Khawarij tergolong dari orang kafir yang keluar dari Islam, akan tetapi ia termasuk dari keumuman tujuhpuluh dua itu. (Direkam dalam pelajaran syaikh Bin Baz, Syarh al Muntaqa di kota Thaif, sebelum beliau wafat kira-kira dua tahun atau kurang).
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=329

Semestinya bagi Abduh agar lebih bersikap “gentle” dengan mengakui terus terang pembelaannya terhadap Ikhwanul Muslimin beserta para tokoh-tokohnya daripada bermain kucing-kucingan demi menyembunyikan identitas Ikhwaninya dengan cara “nebeng” di belakang nama-nama besar para ulama Ahlussunnah seperti halnya Syaikh bin Baz rahimahullah. Kalau ketahuan begini? Bukankah rasa malu akan menghinggapinya? Itupun kalau masih tersisa dari sisa-sisa rasa malu yang ada…

Cukuplah kita sebagai manusia yang lemah, meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala yang Maha Kuasa dengan mengucapkan: “Hasbunallah wa ni’mal wakiil…”. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Itu saja dari penulis,
semoga memberikan pencerahan tersendiri bagi pembaca. Allahu a’lam.

Abu Abdillah Ibrahim (dengan tambahan dari Abdul Hadi)

Footnote:

[1] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38103.msg1052425.html

[2] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38204.msg1057709.html

[3] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

[4] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

[5] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38150.0.html

[6] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38204.msg1057544.html

[7] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38208.msg1057740.html

[8] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

[9] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

[10] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38302.0.html

[11] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38150.0.html

[12] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38150.0.html

[13] http://myquran.org/forum/index.php/topic,32919.105.html

[14] http://myquran.org/forum/index.php?topic=36735.105

[15] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38103.30.html

[16] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38208.msg1058144/topicseen.html#msg1058144

[17] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38160.msg1056622.html

[18] http://myquran.org/forum/index.php?topic=38150.0

[19] Namun yang sebenarnya ialah beliau Musa ‘Alaihis Salam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah Ta’ala yang wajib bagi manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para nabi .

Allah Ta’ala berfirman tentangnya (artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah .” (QS. Al-Ahzab: 69) “Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu) .” (QS. Thaha: 13)

Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para Nabi di kitab Shahih Al-Bukhari, agar dia dapat mengetahui kalau dia telah melampaui batas, melenceng, melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang, uslub pengisahannya yang memburukkan, serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa; temperamental, fanatik suku, kasar, kagetan tidak tenang, dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘Alaihis Salam.

Imam Al-Bukhariy Rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membagikan pembagian, maka seseorang berkata “Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah Ta’ala”. Saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengabarkannya, maka Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam murka. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya, lalu Beliau (b) bersabda: “Semoga Allah Ta’ala merahmati Musa ‘Alaihis Salam. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini maka dia bersabar .”

Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘Alaihis Salam itu menafikan apa yang seharusnya Beliau ‘Alaihis Salam dapatkan dari penghormatan dan pemuliaan. Ini adalah persoalan yang membuat berdiri bulu kuduk, serta hukum perbuatan berbahaya ini sangatlah besar dan berat di sisi para ulama. Silahkan merujuk kepada kitab Asy-Syifa’ karya Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul ‘Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah.

[20] Apakah para nabi Alaihimus Salam, para shahabat Radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang shalih Radhiyallahu ‘anhum Ajma’in mereka semuanya mempunyai keadaan bergantung kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu ?!
Dengan bukti terang benderang ini, jawablah secara jujur wahai Hizbul Ikhwanul Muflisin! Siapakah yang mengekor dan berkiblat pada Amerika dan hasil budaya sekulernya? Siapa sesungguhnya yang menjadi agen-agen liberalisme-sekulerisme untuk menghancurkan dunia Islam dan kaum Muslimin?!

Berkata Al-Qaradhawi :
”Dan di antara hiburan yang menenangkan jiwa, menyenangkan hati, dan dinikmati oleh telinga adalah nyanyian. Islam telah membolehkannya selama tidak mengandung unsur-unsur fahisy (keji), kata-kata kotor atau mendorong perbuatan dosa. Dan tidak apa-apa pula jika diiringi musik (yang tidak terlalu keras) dan mustahab diadakan dalam acara-acara ceria, untuk menunjukkan suka cita dan ketenangan jiwa seperti hari raya, pengantin, menyambut kedatangan, saat pesta, nikah, akikah, dan kelahiran anak”. (Al Halal wal Haram, hal. 391)

Dalam kesempatan lain Qaradhawi menambahkan :
“Sesungguhnya nyanyian tersebut pada dasarnya tidaklah haram, baik memakai alat musik ataupun tidak memakai alat musik. (Sayyidati 678)

Ketika diwawancarai oleh wartawan sebuah koran dengan pertanyaan : “Apa pendapatmu tentang musik?” Qaradhawi menjawab :

Apabila tidak terlalu keras dan tidak merangsang pemikiran yang ditolak oleh Islam maka tidak ada halangan. (Harian Adibbarul Usybu’ nomor 401, 5 Maret 1994)

Pembaca yang budiman, pernyataan tersebut mempunyai beberapa kejanggalan, antara lain :
Pertama, batasan tidak terlalu keras dan tidak merangsang perasaan. Hal ini dikomentari oleh Syaikh Al Albani rahimahullah sebagai berikut :

“Batasan ini hanyalah teori yang tidak mungkin dipraktekkan karena yang membangkitkan perasaan adalah relatif berbeda seiring dengan perbedaan watak dan karakter seseorang laki-laki dan perempuan, tua dan muda, panas dan dingin, dan sebagainya. Ini tidak tersamar lagi bagi orang yang pandai. Sungguh demi Allah, aku sangatlah heran dengan ulama Al Azhar yang selalu mendakwahkan batasan teoritis ini, di samping menyelisihi hadits-hadits yang shahih, madzhab imam yang empat, perkataan para ulama Salaf, mereka juga menciptakan alasan-alasan dari diri mereka sendiri yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun dari imam yang diikuti. Maka dampak akhirnya adalah membolehkan apa yang diharamkan (seperti musik dan lagu) ini menurut mereka juga.” (Tahrimu Alath Ath Tharb, hal.7)

Kedua, perkataannya dan mustahab diadakan dalam acara-acara ceria, aku tidak mengerti apa yang dimaksud dengan disenangi (istihbab). Apakah ini secara syar’i sehingga orang yang mendengarnya dalam acara-acara pesta, resepsi, dan lain-lain mendapatkan pahala? Seandainya ini yang dimaksud sungguh Qaradhawi telah mengada-ada atas nama Allah Ta’ala dengan kedustaan atau yang dimaksudkannya sesuai dengan apa yang disenangi syaithan. Karena nyanyian adalah seruling mereka yang menyampaikan kepada zina dan fahisyah (perbuatan keji). Maka hendaknya dia memilih salah satu di antara keduanya.

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2008/05/05/baus-buas-3-konspirasi-untuk-mengelabui-kebuasan-dakwah-im/trackback/


STSK – Sururi Turotsi Selalu Koordinasi

Bukan bermaksud menyaingi saudara Abduh ZA dengan bukunya STSK (Siapa Teroris? Siapa Khawarij?) jika kami memberi judul artikel seperti di atas. Akan tetapi hanya sekadar menggelitik saudara Abduh, bahwa judul kami di atas juga patut untuk diperhatikan. Pembaca tentu pernah mendengar sedikit tentang yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang berpusat di Makassar itu. Kalau mungkin belum pernah bisa disimak di artikel Turotsi – Wahdah Ikhwaniyyah keceplosan.[1] Salah satu ide penulisan ini, ternyata ada thread di forum myQuran yang mempertanyakan Wahdah Islamiyah. Akhirnya penulis yang penuh kekurangan ini terpaksa mengajukan draft ini di depan para pembaca.

Menurut situsnya sendiri, Wahdah Islamiyah menuliskan sejarahnya di situsnya : “Organisasi ini pertama kali didirikan pada tanggal 18 juni 1988 M dengan nama Yayasan Fathul Muin (YFM), berdasarkan akta notaris Abdullah Ashal, SH No.20. Untuk menghindari kesan kultus individu terhadap KH.Fathul Muin Dg.Mangading (Seorang ulama kharismatik Sulsel yang di masa hidupnya menjadi Pembina para pendiri YFM) dan agar dapat menjadi Lembaga Persatuan Ummat, pada tanggal 19 Februari 1998 M nama YFM berubah menjadi Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang berarti “Persatuan Islam” perubahan nama tersebut diresmikan berdasarkan akta notaris Sulprian, SH No.059. Sehubungan dengan adanya rencana untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi islam, YWI menambah sebuah kata dalam identitasnya menjadi Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) yang dimaksudkan agar dapat juga menaungi lembaga-lembaga pendidikan tingginya, berdasarkan Akta Notaris Sulprian, SH No.055 tanggal 25 Mei 2000. Perkembangan Dakwah Wahdah Islamiyah yang sangat pesat dirasa tidak memungkinkan lagi lembaga Islam ini bergerak dalam bentuk Yayasan, maka dalam Musyawarah YPWI ke-2, tanggal 1 Shafar 1422 H (bertepatan dengan 14 April 2002 M) disepakati mendirikan organisasi massa (ormas) dengan nama yang sama, yaitu Wahdah Islamiyah (WI). Sejak saat itulah, YPWI yang merupakan cikal bakal berdirinya ormas WI disederhanakan fungsinya sebagai lembaga yang mengelola pendidikan formal milik Wahdah Islamiyah.(untuk selengkapnya baca buku :Sejarah Wahdah Islamiyah)”[2]

“Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As Salaf Ash-Shalih (Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah). Organisasi ini bergerak di bidang da’wah, pendidikan, sosial, kewanitaan, informasi, kesehatan dan lingkungan hidup.” [3] Demikian manhaj ‘tertulis’ yayasan Wahdah Islamiyah itu. Apakah YWI konsisten dengan manhaj ‘tertulis’ itu atau sekedar nebeng ?

Baiklah untuk membuktikan bahwa YWI sekedar nebeng belaka, kembali penulis menukilkan sepintas terkait Wahdah Islamiyah ini. Organisasi WI yang diketuai Muhammad Zaitun Rasmin, Lc seperti yang telah dijelaskan asatidzah, diantaranya Al Ustadz Dzulqarnain (Makassar)[4], Al Ustadz Askari (Balikpapan) [5], memiliki banyak penyimpangan. Diantaranya melakukan demonstrasi, membolehkan demokrasi dan terlibat didalamnya, partai politik, pemilu, membolehkan berbilangnya jama’ah/aliran, membela tokoh hizbi seperti Safar Hawali, Salman Al Audah [6], Muhammad Quthub[7], Sayyid Quthb [8] dll.

Dari situsnya sendiri, WI tidak dapat menutupi jati-dirinya yang mengaku bermanhaj Salaf, namun ternyata menebarkan pemikiran Quthbi, Sururi alias Ikhwanul Muslimin dan melakukan kerjasama dengan hizbi dan tokohnya dan menyerang pengusung dakwah Salafiyyah itu sendiri. Seperti dalam artikelnya berjudul “Mayoritas Yang Tak Berkualitas” yang merujuk pada tulisan Muhammad Quthub [9], mendukung Sayyid Quthub dalam tulisan “Wanita dan Pologami[10], memuji matinya Sayyid Quthb di tiang gantungan “Untaian Nasihat Tuk Para Pejuang di Jalan Da’wah” [11], dll.

Tertera jelas Wahdah Islamiyah memakai pada angka “2/3″ yang menunjukkan praktek demokrasi, salah satunya di pasal 13 Bab XI Penetapan dan Perubahan, Wahdah Islamiyyah menetapkan AD-ARTnya berbunyi, “1. Penetapan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Wahdah Islamiyah dilakukan melalui muktamar dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 peserta yang hadir.” [12]

Pustaka Al Kautsar & Wahdah Islamiyah

“Motto kami “PENERBIT BUKU ISLAM UTAMA.” Kami berdiri untuk semua umat Islam, kami independen. Kami bukan milik suatu kelompok/golongan/aliran tertentu, dan tidak berafiliasi ke mana pun. Kami tidak disponsori juga tidak menjadi sponsor ataupun mewakili satu kelompok/golongan/aliran tertentu.” Demikian manhaj tertulis ala Pustaka Al Kautsar.[13]

Marilah kita lebih mengenal Pustaka Al Kautsar menurut informasi publik lewat internet, bukan hasil tajassus, hasil kegiatan mata-mata yang disusupkan disana. Silakan lihat footnote yang ada sebagai sumber penulisan artikel ini. Berikut nama-nama yang ada di Pustaka Al Kautsar bernaung di bawah CV Pustaka Al Kautsar, direktur/pemiliknya adalah Drs. Tohir Bawazir itu :

1. Riki Nugroho (Staf Direktur) [14]

2. Abduh Zulfidar Akaha, Lc (Manager Redaksi) [15]

3. Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany

4. M. Nur Kholis Ridwan [16]

5. Muslich Taman (Staf Redaksi) [17]

6. Yasir Maqosid (Staf Redaksi) [18]

7. Yasir Muthalib (Staf Redaksi) [19]

8. Hasan Hartanto (Staf Redaksi) [20]

9. Agus Rozali (departemen HRD) [21]

10. Setiawan (departemen Marketing) [22]

11. Sugiyono (departemen Gudang & Warehouse) [23]

12. Abdullah Ali (departemen Keuangan) [24]

13. Ganjar (departemen Produksi) [25]

Sebagai gambaran ‘kenetralan’ Pustaka al Kautsar, marilah kita lihat nama-nama penulis ‘nyeleneh’ yang karyanya diterjemahkan atau diterbitkan oleh pustaka al kautsar serta judul buku yang ‘nyeleneh’ sbb :

- Dr. Yusuf Al-Qaradhawy (70 Tahun Al-Ikhwan Al-Muslimun, Anatomi Masyarakat Islam, Akidah Salaf & Khalaf, As-Sunnah Sebagai Sumber Iptek, Bagaimana Berinteraksi Dengan Al-Qur’an, Bagaimana Berinteraksi Peninggalan Ulama Salaf, Cadar Antara Yang Mewajibkan dan Membid’ahkan, Distorsi Sejarah Islam, Fatwa-Fatwa Kontemporer 3, Fatwa-Fatwa Kontemporer Edisi Pilihan, Fikih Daulah Dalam Perspektif Al Qur’an dan As Sunnah, Fiqih Maqashid Syariah, Fikih Taysir; Methode Praktis Mempelajari Fiqih, Fikih Thaharah, Islam Abad 21: Refleksi Abad 20 & Agenda Masa Depan, Islam Agama Ramah Lingkungan, Islam Dan Globalisasi Dunia, Islam Inklusif Dan Eksklusif, Islam Peradaban Masa Depan, Kebangkitan Gerakan Islam, Kebangkitan Islam Antara Harapan & Rintangan, Kita & Barat, Menjawab berbagai pertanyaan menyudutkan islam, Kumpulan Ceramah Pilihan, Masa Depan Fundamentalis Islam, Menghidupkan Nuansa Rabbaniyah & Ilmiah, Muslimah Masa Depan, Niat Dan Ikhlas, Al Quds Masalah Kita Bersama, Pedoman Bernegara dalam Perspektif Islam, Pengantar Kajian Islam, Perjalanan Hidupku, Retorika Islam – Khalifa, Sekuler Ekstrim, Seni Dan Hiburan Dalam Islam, Takdir, Taubat, Tawakal, dll)

- Musthafa Malaikah (Manhaj Dakwah Yusuf Al-Qardhawi)

- Ishom Talimah (Manhaj Fikih Yusuf Al-Qardhawi)

- Khalid As-Sa’ad (Kumpulan Khutbah Yusuf Al-Qaradhawi, Kumpulan Ceramah Pilihan Syaikh Al-Qaradhawi)

- DR Jum’ah Amin Abdul Aziz (Pemikiran Hasan Al Banna dalam Akidah dan Hadits)

- Muhammad Al Ghazali (5 Intisari Al-Quran)

- Muhammad Shaleh Al-Munajjid (Aku Ingin Tobat, 33 Kiat Khusyu dalam Shalat—di Malang telah dipromosikan dalam acara Bedah Buku oleh siapa lagi kalau bukan oleh Turotsi Abdullah Hadrami http://img141.imageshack.us/img141/5665/ahadromilovemunajjidxr7.jpg)

- Nawaf Hail Takturi (Aksi Bunuh Diri Atau Mati Syahid)

- Abdurrahman Abdul Khaliq (Bagaimana Menghapal Al-Qur’an)

- Muhammad Al-Khalaf (Catatan Kecil Bagi Pelajar Mukminah)

- ‘Aidh Abdullah Al-Qarni (30 Renungan Ramadhan, Belajarlah Dari Alam Dan Zaman, Berbahagialah, Gerbang Kematian, Jagalah Allah Niscaya Dia Menjagamu, Obat Penyakit Hati)

- Dr. Nashir Sulaiman Al-’Umar (Tafsir Surat Al-Hujurat, Sendi-Sendi Kebahagiaan Suami Istri)

- Muhammad Quttub (Dibawa Kemana Wanita Kita)

- Muhammad Al-Khalaf (Catatan Kecil Bagi Pelajar Mukminah)

- Amir Syammakh (Syaikh Ahmad Yasin)

- Salman Bin Fahd Al Audah (Generasi Ghuraba: Studi Kontemporer)

- Dr. Ismail Asy-Syarafa (Ensiklopedi Filsafat)

- Abu Abdirrahman al-Thalibi (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi, Menjawab Tuduhan (Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 2)

Berapakah buku karya Yusuf Qaradhawi yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar ? Jawabannya sekitar 38 judul buku, itu yang bisa terpantau. Siapakah Aidh Al Qarni, Muhammad Quthub, Salman Al Audah, Abdurrahman Abdul Khaliq, Nashir Sulaiman ? Nah, pembaca tahu sendiri kan ? Jelas manhaj Pustaka Al Kautsar dari nama-nama penulis dan buku terbitannya yang sebagian besar ‘nyeleneh‘.

Pustaka Al Kautsar ternyata latah mengadopsi budaya Barat, padahal mengaku sebagai penerbit buku Islam utama. Pustaka ini ternyata tak luput dari bid’ah Milad alias ulang tahun (ultah). “Sabtu, 21 Juli 2007 Pustaka Al-Kautsar mengadakan acara tasyakuran atas ulang tahunnya yang ke 18.”, demikian laporan Yasir Maqosid, salah satu editor Pustaka Al Kautsar di situsnya.[26]

Seperti layaknya sebuah acara Ultah, ada lomba, seperti lomba makan kerupuk, khitanan massal dst. Thohir Bawazir, Abduh ZA juga hadir di acara Milad tersebut. Sedangkan acara khitanan massal pada tanggal 1 Juli 2007 turut mewarnai hari bahagia bagi Pustaka Al Kautsar. “Milad Pustaka Al Kautsar. Peduli terhadap sesama. “KHITANAN MASSAL“.” Demikian tulisan spanduk acara itu, yang tentunya dibarengi berfoto-ria.

Adapun campur-baurnya lelaki dan perempuan yang dipromotori Pustaka Al Kautsar, dapat disimak dalam acara bedah buku ‘dusta’ [27] yang berjudul “The Lady Di Conspiracy” karangan Indra Adil. Dalam bedah buku itu, hadir disana WS. Rendra, Indra Adil, Anis Baswedan, Ph.D dimoderatori oleh Ratih Sanggarwati—mantan peragawati—, yang diadakan di Margo City Mall Depok pada tanggal 19 Maret 2007.[28] Demikianlah kenyataan tentang Pustaka Al Kautsar yang membuat kita sedih itu.

Pustaka Al Kautsar & Wahdah Islamiyah

Bagaimana koneksitas Wahdah Islamiyah dengan Pustaka Al Kautsar ? Tentu roh-roh sejenis akan saling mengenal dan berkumpul. Pelatihan Jurnalistik Wahdah Islamiyah Pusat yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 22 Rabiul Tsani 1427 H/20 Mei 2006, didukung oleh tim pada penerbit Al Kautsar Jakarta.

Siapa yang menyangka nama Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc alias Abul Miqdad al Madany, anggota Dewan Syariah WI sekaligus staf editor Departemen Redaksi Pustaka Al Kautsar Jakarta, ternyata Ihsan juga tercatat sebagai ketua WI cabang Jakarta menurut situs Wahdah pusat [29]. Dalam artikel berjudul Pengukuhan Wahdah Islamiyah Cabang Jakarta dan Palopo itu juga disebutkan link yang terkait WI yakni nama-nama sebagai berikut, Yani.Abd.Karim, Lc (Direktur Ma’had Ar Royah Sukabumi) dan Taufan Jafri, Lc (Pengelola Pesantren Al Bina’ Bekasi).

Nah, si Ihsan inilah yang menulis sinis tentang dakwah Salafiyyah yang dimuat situs WI dengan tulisan berjudul “Gerakan Salafi Modern Di Indonesia”. Tulisan tersebut ditulis saat ybs masih menempuh program S-2 Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Kajian Timur Tengah dan Islam, kekhususan Kajian Islam, dengan Beasiswa Budaya dan Masyarakat di Indonesia kerjasama The Indonesian International Education Foundation (IIEF) – dengan yayasan yang paling getol mendanai kegiatan Yahudi dan mengusung paham Liberal – Ford Foundation.

Pembaca bisa menilai, sangat tidak aneh bukan ? Seseorang yang didanai yayasan kuffar Ford Foundation lantas menyerang para asatidzah dan ulama Ahlussunnah, para pembela Islam. Juga seorang editor Pustaka Al Kautsar yang terkenal menerbitkan buku yang mencibir atas dakwah Salafiyyah dan para dainya, yakni yang berjudul “Siapa Teroris ? Siapa Khawarij ?” karya Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Juga seperti Hujjah Press—Pustaka Al Kautsar Grup—yang menghujat Salafy lewat bukunya yang berjudul “Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 1 & 2″, penulisnya Abu Abdirrahman Al Thalibi alias Joko Waskito.

Joko juga menulis buku “Hidup Itu Mudah” yang diterbitkan Penerbit Khalifa – Pustaka Al Kautsar grup, salah satu bedah bukunya disisipkan dalam acara Wahdah Islamiyah Expo 2008. Duhai kenapa ruh-ruh itu berkumpul, tentu pembaca tahu jawabannya ? Akan menyusul buktinya, insya Allah.

Buku terbitan pustaka Al Kautsar yang dikarang oleh Dr. Yusuf Qardhawi juga menjadi acuan dalam artikel berjudul “Dakwah Dalam Sekam” di situs Wahdah pusat[30], juga tulisan Abdullah Bin Ali Al-Ju’aitsin dalam artikel berjudul “Ketika Musibah Menuai Hikmah” [31], tulisan Samson Rahman dalam artikel “Meluruskan Beberapa Persepsi Tentang Poligami”[32], tulisan Abduh Zulfidar Akaha dalam artikel “Sejarah Penulisan Al-Qur’an Dan Perkembangannya Pasca Utsman Hingga Sekarang”, dll. Demikianlah keakraban itu terjalin, antra Wahdah Islamiyah dan Pustaka Al Kautsar, yang tercermin dalam situs-situsnya.

Kiranya hal ini dapat memberikan informasi terkait kontribusi Pustaka Al Kautsar dan kaitannya dengan ormas Wahdah Islamiyah. Dalam prakteknya, justru WI membenci dakwah pemahaman As Salaf Ash-Shalih, tidak sesuai dengan AD-ARTnya sendiri. Sementara itu, Pustaka Al Kautsar yang mengaku independen, namun justru memihak ke 38 buah pikiran Yusuf Qaradhawi dkk alias ke pemahaman Ikhwanul Muslimin. Beginilah kebiasaan berdusta dan nebeng ala Ikhwanul Muslimin itu.

Wahdah Islamiyah Bandung

Di halaman situs utama WI Bandung, tertulis Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As “, dst, [33] juga di situs forum WI Bandung. [34] Marilah kita kenal WI Bandung dan siapa petingginya.

Suatu ketika ada tulisan yang santun : “Tetapi oleh syaitan-syaitan itu malah dibukakan ke publik, disiarkan ke umum, dengan label kerjasama “Lintas Agama Lintas Manhaj”. Betapa degilnya akhlak dan pikiran mereka. Hanya syaitan saja yang akan melakukan perbuatan seperti itu.”. Siapa pemilik tulisan itu ? Ternyata Joko Waskito di forum myQuran[35]. Siapakah dia gerangan ? Dengar-dengar dia adalah ustadz Wahdah Islamiyah Bandung ?

Iya, hari Sabtu kemarin, tanggal 9 Mei 2008 pukul 16:59:17, curahan untaian mutiara kata yang indah untuk penulis, kali ini kosakata yang dipakai “syaitan-syaitan“. Pada hari yang sama, kebetulan Joko Waskito dinobatkan kembali sebagai pembicara di acara Wahdah Islamiyah Expo 2008 pukul 09.00 – 11.00 WIB.[36] Tentu saja acara ini diperuntukkan untuk menyemarakkan dakwah Wahdah Islamiyah di Bandung. Dan terang saja, yang dipilih sebagai pembicara adalah ‘orang dalam’ WI sendiri pada acara Expo itu.

Maka jelaslah tempat duduk Joko Waskito ini, ternyata juga kru da’i WI Bandung. Kini Joko membedah bukunya sendiri yang diterbitkan penerbit Khalifa – Pustaka Al Kautsar Grup, berjudul “Hidup Itu Mudah” di Masjid At-Takwa Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Geger Kalong, Bandung. [37] Sepintas pembaca mungkin tersenyum, diantara “Dapatkan buku INILAH ISLAM untuk pendaftar 50 peserta VIP pertama “. Tentu saja hal ini akan membikin praktik judi terselubung di pentas WI Expo tersebut, karena akan ada gambling dari sekian pendaftar peserta VIP, akankah dia termasuk ke 50 atau 51 ? Wuih… aroma judi tercium disana demi melariskan dagangannya…

Apa dan siapakah Wahdah Islamiyah Bandung ? Bagaimana bisa Joko Waskito juga direkrut WI Bandung ? Baiklah kita crosscheck dengan browsing situs WI pusat. Bisa kita dapatkan informasi dengan search kata bandung, diantaranya adanya acara Parade Taubat” bahwa acara WI Bandung tanggal 20-21 Maret 2008 di Mesjid Al-Muhajirin Buahbatu Bandung berlangsung sukses. [38] “Dauroh ini diiisi oleh asaatidza teras WI Bandung, yaitu Ust. Ridwan Hamidi, Lc, Ust.Abu Yahya,S.Si, Ust.Wawan Kurniawan,S.HI serta Ust. Topan Setiadipura,M.Si.”. Dari sini sedikit kita mendapati tentang da’i di WI Bandung.

Nah, penulis mencoba search di situs WI pusat ini pada bagian search dengan mengetik kata waskito. Muncullah tulisan “WI Bandung Gelar Syariah Expo 2008 (Serba Serbi Cabang/Serba Serbi Cabang) …tajuk “menuju sehat yang kaffah” ini akan menampilkan Bedah Buku ‘Hidup Itu Mudah’ oleh Ust.Joko Waskito (penulis) Juga akan diadakan seminar Thibbun Nabawi oleh Ust. Isa Sadrah (Apithera … 07 Mei, 2008“. Sebagai informasi lengkapnya, bisa lihat pamfletnya.[39] Kali ini tidak perlu memakai Google agar tidak dibilang “Abu Google”, antek Yahudi karena Google katanya milik Yahudi. Padahal bung Joko memakai email yang masih aktif yakni langitbiru1000@gmail.com[40]. Paradoks sekali bukan?

Masih menurut informasi situs WI pusat, disebutkan bahwa situs WI Bandung adalah http://www.wahdahbdg.heavenforum.com[41]. Nama “Isa Sadrah” yang menjadi pembicara di WI Expo 2008 itu ternyata sebagai Ketua Dewan Pengawas KSUS AL-WAHDAH Bandung. Juga ada nama lain Mochamad Budiman, S. Pd sebagai Ketua KSUS AL-WAHDAH. [42]

Pembaca bisa mendapatkan nama-nama siapakah dai-dai WI selain Joko Waskito dkk. Caranya, kita pakai Yahoo saja, mungkin gelar penulis nanti menjadi “Abu Yahoo”. Kita ketik “wahdah islamiyah, bandung”, dengan mudah pembaca akan mendapati nama-nama orang WI Bandung. Pada hasil search nomor 3, muncul Wahdah Islamiyah Bandung wahdahbandung.multiply.com. Kalau disimak pada diagram kepengurusan Wahdah Islamiyah DPC Kota Bandung bagian photos, nampak nama-nama yang identik bila kalau kita search bandung di situs Wahdah pusat. Kesimpulannya, berarti situs multiply tersebut juga situs WI Bandung.

Kalau di situs WI pusat, di WI Bandung ada nama Abu Yahya Purwanto, S.Si, juga muncul nama Ust. Wawan (nama lengkapnya Wawan Kurniawan, S.HI), Ust. Abu Ahmad Topan yang nama lengkapnya Topan Setiadipura, M.Si[43], Ust. Unang, Abu Hilyah[44] Adapun di situs yang numpang di multiply, muncul nama ketua Topan Setiadipura, M.Si, wakil ketua Wawan Kurniawan, S.HI, sekretaris Mochamad Budiman, S.Pd, bendahara Taufik Hidayat, A.Md.

Menurut situs resmi WI Bandung yang disebutkan oleh WI Pusat, Sekretariat WI Bandung menurut informasi per tanggal 28 Maret 2008 di Jl.H.Eme No.42 Rt7 Rw4 Sukajadi Bandung 40262, demikian ditulis situs forum WI Bandung.[45] Sementara Markaz WI Bandung terletak di Masjid Nurul Madinah yang dibangun di atas 1150 m, terletak di sebelah timur kota Bandung, atau terletak di bilangan di Jl. Asri Ds. Padasuka RT.07/07 Bandung.[46]

Dari situs forum WI Bandung, diperoleh informasi lebih lengkap, diantaranya nama ketua dewan pembina Abu Yahya Purwanto, S. Si (0811228839), pembina Ridwan Hamidi, Lc (08122775559), Dr. Trio Adiono (08122021133), drh. Ramdan (08112204773) . Pengurus WI Bandung disebutkan Ketua : Topan Setiadipura, M. Si (081388237859), Wakil Ketua : Wawan Kurniawan, S. HI (081355079420), Ketua Dep. Ekonomi Isa Sadrah (08156051276) dst. [47]

Cikal-bakal WI Bandung yang semula hanya daerah Binaan saja, lantas meningkat jadi cabang, bermula dari Yayasan Al Hikmah, lantas menjadi Forum Kajian Islam Nur Madinah sejak tahun 1999, lantas berubah Yayasan Islam Nur Madinah di tahun 2004, barulah menjadi WI Bandung sejak Februari 2007. Sumbangsih Ridwan Hamidi, Lc da’i L-Data/Taruna Al Quran Jogjakarta, yang juga ketua daerah Binaan Jogjakarta sangat penting disini.[48]

Sebagai tambahan, ternyata WI Bandung merekomendasikan situs-situs yang cocok dengan manhajnya, diantaranya Yayasan Al Sofwa sehingga di link oleh situsnya [49] di bagian teratas, juga situs Al Manhaj yang dikelola penjejak Turotsi dari Bandung, juga melink situs forum WI Bandung serta merekomendasi situs ‘tidak resmi’ WI cabang Jogjakarta atau Yayasan Al Madinah, belajarislam binaan Ridwan Hamidi, Lc. Demikianlah roh-roh yang sama saling berkumpul, bertautan dan saling merekomendasikan.

Wahdah Islamiyah Jogjakarta

Bilamana pembaca dapat mudah menelusuri nama-nama da’i Wahdah Islamiyah Bandung, ternyata tidak demikian untuk Wahdah Islamiyah Jogjakarta. Mungkin salah satu alasannya, karena WI Jogjakarta masih bersifat “Daerah Binaan”. Nama yang muncul sebagai da’i WI Yogyakarta hanya satu, yakni Ridhwan Hamidi, Lc yang disebut-sebut WI pusat sejak tanggal 2 Juni 2006. [50]

Artikel yang di situs WI pusat juga tidak memadai menginformasikan pada pembaca. Hanya ada di link yang judulnya nampak berbau ikhwani ‘murabbi’ yang berbeda dengan manhaj tertulisnya. “Pelatihan Murabbi- Daurah Takwiniyah WI Yogyakarta” [51] Tertulis disana ” Wahdah Islamiyah daerah binaan Yogyakarta melaksanakan Daurah Takwin, yang dirangkaikan dengan pelatihan murabbi (Pembina). Kegiatan berlangsung, Sabtu-Ahad/2-3 Februari, di Masjid Al Ihsan Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 25 orang pengurus WI binaan Yogyakarta, yang mayoritas Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Adapun pemateri pada kegiatan tersebut, di antaranya, H. Ridwan Hamidi, Lc (Ketua Daerah Binaan WI Yokyakarta), H. Jahada Mangka, Lc (Ketua Dep. Dakwah dan Kaderisasi DPP WI), Ishaq Shubuh (Sekertaris DPC WI Makassar). Sedangkan materi pada kegiatan tersebut, seperti; motivasi bertarbiyah, kenapa harus bertarbiyah, teknik pengelolaan halaqah, serta materi lainnya, sebagai bekal bagi pengurus, yang sebentar lagi akan dijadikan cabang.” Dari sini jelas Ridhwan Hamidi, Lc adalah ketua WI Yogyakarta.

Pembaca yang budiman. Minimnya informasi lewat Internet terkait WI Jogjakarta memang menyulitkan langkah untuk menguak siapa sajakah nama-nama orang WI Jogjakarta. Kerjasama WI Pusat dengan personnya di Jogjakarta dengan tujuan mendirikan “Universitas Islam Online” seakan menjadi kabur. Mengingat situs WI Makassar semula merilis di situsnya http://www.wahdah.or.id/wahdah/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1, lantas akses ke halaman HTMLnya ditutup.[52] 009 Akhirnya pembaca yang sempat menyimak di artikel “Turatsi..Wadah Ikhwaniyyah Keceplosan?”, dapat menyimpulkan kerjasama lembaga LBIA a.k.a YPIA [53] dengan Wahdah Islamiyah pusat menjadi “safe mode“. Akan tetapi WI masih menunjukkan adanya kerjasama ini lewat url lainnya. Yakni pamflet Ma’had ‘Aly Al Wahdah (STIBA milik Wahdah Islamiyah) masih menunjukkan kepastian adanya kerjasama ini tertulis “Kesempatan emas kuliah gratis di AL MADINAH INTERNATIONAL UNIVERSITY“.[54] “Keunggulan Belajar di Ma’had ‘Aly al-Wahdah. Tersedia kelas khusus Al-Madinah International University (online system)”. [55]

Menurut daftar situs yang direkomendasi WI Bandung, salah satunya tampak situs belajarislam. Situs belajarislam yang dikelola yayasan Al Madinah itu ternyata representasi gerakan Wahdah Islamiyah di Jogjakarta. Hanya ini yang penulis dapatkan dari situs belajarislam sbb : “Profil Yayasan Al-Madinah Yogyakarta. Nama Al-Madinah. Berdiri 2001.Alamat Purwodiningratan NG I/796 Yogyakarta 55261. Pembina PP Wahdah Islamiyah (Korwil Jawa). Misi Menjadi Lembaga Dakwah dan Tarbiyah yang berlandaskan manhaj Ahlus sunnah wal jama’ah. Struktur Lembaga Yayasan Al-Madinah untuk masa kerja 1428-1430 H./2007-2009 M. Penasehat M. Agung Bramantya,S.T., M.T., M.Eng. Ikhwan Nuri, S.Ag. Ketua Abu Abdurrahman Beny. Sekjend Wandi Suwarno, S.E. Humas Irfan Rodli, S.Ag. Keuangan Rofik. Departemen Kaderisasi Abu ‘Ayyub Pardiono, S.PdI. Departemen Dakwah Yudi Wahyudi. Departemen Sosial & Ekonomi Rudi Hudzaifah. [56]

Bisa kita lihat juga situs Yayasan Al Madinah, yang menjadi cikal-bakal WI Jogjakarta ini, mensponsori kajian yang langsung diasuh oleh ketuanya sendiri Ridhwan Hamidi, Lc dan didampingi oleh rekan akrabnya di PP Taruna Al Quran, Aris Munandar, SS. Kutipan : “Pemateri Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. dan Ustadz Aris Munandar, S.S. Tempat Masjid Taruna Al-Qur’an Jl. Lempong Sari 4A Sariharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.[57] Selain itu juga muncul nama lainnya yakni : “Ustadz Alfi Sahr. Ustadz Yayat Hidayat. Ustadz Rudi Hudzaifah. Ustadz Ikhwan Nuri. Ustadz Rafiq dan Ustadz Yudi Wahyudi. Ustadz Abu Ayyub. Ustadz Abu Abdurrahman.”[58] Kalau menurut pamflet MADINA (Madrasah Dirasah Islam N Arab) yang disponsori Departemen Dakwah Ma’had Al Madinah Yogyakarta, nampak nama Qashim Atha (Staff Pengajar Bh Arab al-Madinah), Alfi Sahr (Alumni Sudan), Yayat Hi (Staff Litbang Bahasa Arab al-Madinah). [59]

Tentang Ridwan Hamidi, Lc, untuk tidak memperpanjang tulisan disini, silakan mendalami sendiri profil Ridhwan Hamidi, Lc di artikel yang berjudul “Empat Puluh Satu Informasi tentang Ridwan Hamidi” di footnote ini.[60] Dari sinilah pembaca bisa menilai sendiri apakah saudara Ridwan Hamidi, Lc ini bermanhaj sesuai manhaj ‘tertulis’ WI atau ternyata seorang yang terpengaruh pemikiran gerakan Íkhwanul Muslimin.

Terakhir, ada nama yang disebut di pamflet kajian di Masjid Mu’allimin Yogyakarta yang disebutkan oleh situs WI Yogyakarta. Disana nampak nama-nama baru lagi, selain Ridwan Hamidi, Lc, juga Musthofa Amada, Lc dan da’i YPIA/LBIA Arifin Riddin, Lc[61]. Acara itu diberi judul Kajian Islam Masjid Mu’allimin Yogyakarta, disponsori oleh Yayasan al-Madinah Yogyakarta, Pusdam Al-Shohwah dengan alamat resmi belajarislam.

Kesimpulan

Sugeng rawuh kepada bapak Abu Muhammad Waskito, silakan buktikan sendiri kota Yogyakarta berhati nyaman. Kabar terbaru, akan ada acara yang digagas Yayasan Al Madinah alias WI daerah Binaan Yogyakarta, yang memadukan dua dai Wahdah Islamiyah, Ust. Ridwan Hamidi, Lc (Pemateri Kajian Ahad Masjid Kampus UGM) & Ust. Abu Muhammad Waskito (Penulis Buku dari Bandung). Akan tetapi para pembaca, sebelumnya harap menyimak kesantunan bapak Abu Muhammad Waskito dengan nickname AMW ini, seperti dimuat dalam BAUS Buas (2) di http://fakta.blogsome.com/2008/05/05/baus-buas-2-konspirasi-untuk-mengelabui-dakwah-ikhwani/. Siapa tahu ada manfaatnya.

Sekian pembahasan ini, potret Wahdah Islamiyah yang bersaling-silang dengan Turotsi, Pustaka Al Kautsar, Ikhwani, dll cukup membuat kita prihatin. Terbukti kini yang dulu malu-malu bergabung seperti Turotsi, kini tidak masalah lagi. Sururi – Turotsi Selalu Koordinasi (STSK). Yah, ruh-ruh itu menempatkan dirinya bersama-sama dalam satu jaringan. Baik di Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Makassar, di pelbagai kota, bahkan di luar negeri, dst.

Akhirnya ‘perjuangan’ yang melelahkan bagi penulis untuk menyusunnya, juga bagi hadirin sekalian untuk membacanya, berakhir sampai disini. Tak lebih tujuannya untuk demi mengungkap informasi sekelumit tentang ormas Wahdah Islamiyah. Semoga bermanfaat. Wallahu ta’ala a’lam bish showab.

Abu Abdillah Ibrahim


[1] http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/

[2] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=626&Itemid=83

[3] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=626&Itemid=83

[4] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Al Atsariyyah, CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain, Nasihat Ilmiah Tentang Penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) Makassar. Kontak tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id 085652119189. http://tasjilat.wordpress.com/2007/10/31/katalog-tasjilat-al-atsariyyah/15/

[5] Dapatkan CD tentang hal ini di Tasjilat Ilmi, (0274) 8972 14, 0813 2822 5541, CD-53 Al Ustadz Abu Karimah Askari terkait kesesatan Wahdah Islamiyyah, http://www.cddakwah-online.com/

[6] Dengarkan CD-07 Al Ustadz Dzulqarnain dari tasjilat Al Atsariyyah

[7] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=60

[8] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=588&Itemid=60

[9] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=60

[10] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=545&Itemid=60

[11] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=588&Itemid=60

[12] http://www.wahdah.or.id/wahdah/images/stories/AD_ART.pdf

[13] http://www.kautsar.co.id/profil.php

[14] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[15] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[16]http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/82/Ralat_Work_Shop_Penulisan_dan_Penerbitan?&item_id=82&view:replies=reverse

[17] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[18] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[19] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[20] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/23

[21] http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/44/Karyawan_Teladan_di_Penerbitan_Buku_Tempat_Kerjaku

[22] http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/44/Karyawan_Teladan_di_Penerbitan_Buku_Tempat_Kerjaku

[23] http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/44/Karyawan_Teladan_di_Penerbitan_Buku_Tempat_Kerjaku

[24] http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/44/Karyawan_Teladan_di_Penerbitan_Buku_Tempat_Kerjaku

[25] http://yasirmaqosid.multiply.com/journal/item/44/Karyawan_Teladan_di_Penerbitan_Buku_Tempat_Kerjaku

[26] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/26/Milad_Al-Kautsar_ke_18

[27] http://fakta.blogsome.com/2008/04/26/baus-buas1-konspirasi-untuk-mengelabui-kebuasan-dakwah-im/

[28] http://yasirmaqosid.multiply.com/photos/album/21/Bedah_Buku#

[29] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=618&Itemid=51

[30] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=255&Itemid=60

[31] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=487&Itemid=60

[32] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=597&Itemid=0

[33] http://wahdahbdg.heavenforum.com/kelembagaan-f4/manhaj-wahdah-islamiyah-t63.htm

[34] http://wahdahbandung.multiply.com

[35] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=54175;sa=showPosts

[36] http://www.servimg.com/image_preview.php?i=6&u=12210702

[37] http://img176.imageshack.us/img176/8240/pamfletjwwahdahislamiyauh7.jpg

[38] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1057&Itemid=51

[39] http://www.servimg.com/image_preview.php?i=6&u=12210702&lang=en

[40] http://myquran.org/forum/index.php/topic,38262.msg1063631.html#msg1063631

[41] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1079&Itemid=51

[42] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_akobook&Itemid=65&startpage=8

[43] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1043&Itemid=51

[44] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=885&Itemid=51

[45] http://wahdahbdg.heavenforum.com/kelembagaan-f4/sarana-prasarana-t100.htm.

[46] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=868&Itemid=53

[47] http://wahdahbdg.heavenforum.com/kelembagaan-f4/struktur-organisasi-wi-cabang-bandung-t21.htm

[48] http://wahdahbdg.heavenforum.com/kelembagaan-f4/sejarah-singkat-wi-bandung-t62.htm

[49] http://wahdahbandung.multiply.com/links

[50] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=424&Itemid=0

[51] http://www.wahdah.or.id/wahdah/index.php?option=com_content&task=view&id=1025&Itemid=51

[52] http://img514.imageshack.us/img514/4350/univmadinahcabmakassarhi8.jpg

[53] http://fakta.blogsome.com/2007/12/26/lbia-lembaga-satelit-yayasan-majelis-at-turots-al-islami/

[54] http://www.wahdah.or.id/wahdah/images/stories/Panflet_Stiba.jpg

[55] http://img127.imageshack.us/img127/4144/pamfletstiba12052008cc7.jpg

[56] http://belajarislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=158&Itemid=98

[57] http://belajarislam.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=48&Itemid=82

[58] http://www.belajarislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159:liputan-daurah-marhalah-tarifiyah&catid=42:liputan-dakwah&Itemid=70

[59] http://img161.imageshack.us/img161/6607/belajarislamtimalmadinaus0.jpg

[60] http://fakta.blogsome.com/2007/02/10/empat-puluh-satu-informasi-tentang-ridwan-hamidi/

[61] http://img72.imageshack.us/img72/6141/ridhwanhamidiew6.jpg

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2008/05/12/baus-buas-4-konspirasi-untuk-mengelabui-kebuasan-dakwah-im/trackback/


MEMETIK BUAH DARI POHON KEDUSTAAN

(Tanggapan atas tulisan: “Nasihat Untuk Sebuah Blog Yang Telah Menjauhkan Kami Dari Salafy”)

Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim.

Ngakunya sih sudah bertaubat dari Sururi dan ruju ke Salafy pada awal 2007. Tetapi lihatlah aksi “kejujurannya” di pertengahan 2007:

Nukilan:
“Ana dimarahi ust As Sewed, “ngapain antum duduk di majlis Hakim Abdat, gak
usah baca buku lau kaana khoiron lasabaquna ilaihi, itu buku susuri..”
Ana juga dimarahu ust Yazid, ngapain antum duduk di majlis As Sewed, jgn
dengerin kajian Asykari nanti seperti dia…”
Ya Allah… ana ikhlas di marahin sana sini, ana ikhlas diomelon temen-temen,
“antum dah berubah haluan ya.. antum salafy campur aduk. Ana ikhlas dijauhi
temen-temen. Tugas dakwah ana masih banyak, tugas ana masih banyak di kampung
ngebina anak-anak kecil yang awam, ngelawan dukun dan kiayi bid’ah, dihajar
sana sini oleh para sufi dan penyembah kubur.
Allahu musta’an… Allahul musta’an…
yaa ikhwah salafiyyin bersatulah antum dan biarkan para ustadz yg memahami
masalah ini yang lebih paham, boleh antum ngaji terserah antum tapi jgn
menghalang-halangi penuntut ilmu dan taklim mereka !!” (La Adri…)

Ketika saat ini anda mengetik alamat situs Fakta, kemudian “berani” membaca artikel kami, berhaklah bagi kami untuk bertanya, “Kenapa anda masih “nekat” juga membuka website pribadi kami? Bukankah “penyimpangan” kami sudah dimasukkan ke dalam locker “manhaj” dan “hizbiyyah” oleh La Adri At Tilmidz? Tidakkah anda takut bahwa kami akan menjerumuskan anda sekalian ke dalam penyimpangan manhaj dan mengajak anda berhizbiyyah ria?” Ataukah anda sedang menanti-nanti apa sikap yang akan kami tempuh setelah dihizbiyyahkan oleh orang yang bernama La Adri?
http://img215.imageshack.us/img215/6916/vonisfaktafirqohmanhajtg7.jpg

Jika ada orang yang ditanya tentang suatu permasalahan dan dia menjawab tidak tahu (karena benar-benar tidak tahu), maka ini adalah sebagian dari ilmu, tidak ada aib padanya dengan jawaban itu. Akan tetapi jika ada orang yang nggak tahu apa-apa kemudian menulis artikel ini dan itu apa kira-kira yang terjadi? Kekisruhan dan kekacauan, fitnah dan tipu daya.
Tetapi, benarkah ada orang yang tidak tahu apa-apa berani menulis fakta? Simak saja…
http://img527.imageshack.us/img527/5120/laadrigaktauapaapaiz0.jpg
http://img215.imageshack.us/img215/9522/akutdktauapaapaep3.jpg

Benarkah dia nggak tahu apa-apa? Atau justru bersembunyi di balik cadar “nggak tahu apa-apa” untuk memuluskan ambisi “apa-apa”-nya?

Dengan timbangan apa orang yang nggak tahu apa-apa ini menghukumi Salafy sebagai sosok yang “serem, kasar, beringas, gak beradab, jutek, galak, kaku, sama sekali gak sopan, berbicarnya beringas, dan seterusnya… dan seterusnya… ?”. Dengan timbangan menurut “lembut, penuh hikmah, dan penuh adab” dari firqah Jama’ah Tabligh!
http://img372.imageshack.us/img372/488/imjtlembuthikmahadabqw2.jpg

Na’am, demikianlah orang yang nggak tahu apa-apa ini ternyata telah menghukumi kami dengan ‘kelembutan kesesatan’ penuh adab kesyirikan dan khuruj ‘penuh hikmah’ dari Jama’ah Tabligh As Sufi Al Hindi. Allahul Musta’aan.

Sungguh tulisan La Adri—yang nggak tahu apa-apa ini—telah membetot perhatian sebagian ikhwah sehingga terpesona sampaipun website Ikhwanul Muslimin, MyQur’an mengasap-asapinya juga, menyambut gembira pahlawan ke”surup”an (sore, Jw), La Adri—yang nggak tahu apa-apa—padahal tanpa selembar benang datapun dia meracau vonis kebencian untuk situs Fakta. Subhanallah.

Tetapi hal ini tidaklah mengagetkan kami, karena terbukti dia tetap menjalin hubungan dengan teman hizbinya, tetap bergaul dan beramah-tamah, yang dengannya dia bisa menjadi wakil suara mereka untuk “memberangus” situs Fakta!
http://img228.imageshack.us/img228/5765/tetapgauldgntmanhizbixi8.jpg

Ya, fakta kehizbiyahan ustadz-ustadz mereka benar-benar telah menyesakkan dada. Bukankah “kambing hitam” ada di depan mata? ‘Kambing hitam’ Fakta yang senantiasa berupaya mengkliping kejahatan dan kehizbiyahan para ustadznya dan memamerkannya kepada umat? Segera tutup Fakta, bisiknya, biar kita tidak bisa menyaksikan lagi bukti-bukti kejahatan orang-orang terhormat kita! Nampaknya, bahasa orang awam, penyebab bingung, kasar tak beretika adalah proposal lempang untuk memuluskan ambisi orang yang nggak tahu apa-apa.

Bukan, bukan fakta yang menjadikannya bingung, tetapi pergaulan bebasnya yang membikinnya bingung, simak bagaimana seorang Akhwat berupaya “menaklukkan” kebingungan orang yang nggak tahu apa-apa ini:
http://img215.imageshack.us/img215/2073/sibingungvsakhwat01yg0.jpg
http://img228.imageshack.us/img228/6695/sibingungvsakhwat02kc5.jpg

Sebentar, berbicara hal yang tidak sopan, kasar, beringas tak beretika kita jadi terigat kembali dengan Joko Waskito dengan ‘Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak’, yang pada setelah kelabakan amunisi lemah-lembutnya kedodoran, akhirnya mempertontonkan dirinya sebagai orang yang ngawur, bicara seenaknya dan dan… (telah berlalu bukti dan penjelasannya di artikel BAUS Buas 2).

Kami akan tunjukkan kepada anda sebuah contoh kesopanan bahasa dan kebaikan tutur-kata Amrozi sang terpidana mati Bom Bali itu :
http://img232.imageshack.us/img232/1962/korbanbombalikurangbykvt2.jpg

Amrozi berkata dalam Jawa Pos 26 Januari 2008 : “… seharusnya, “…menyesal mengebom di Bali karena korbannya 200. Kurang banyak itu. Seribu gitu loh,” katanya lalu tertawa.”

Silakan anda perhatikan ucapan teroris Amrozi di atas (di sisi Abduh, Tohir Bawazir, Pustaka Al kautsar dan teman-temannya mereka adalah mujahid). Adakah kalimat yang tidak senonoh, tidak beretika dan kasar? Tetapi kalau kami (Fakta) menyatakan bahwa ucapan Amrozi itu adalah ucapan biadab, bukankah La Adri dan orang-orang yang sepemikiran dengannya akan menuding kami kasar, brutal dan tak tahu sopan santun?

Jadi wahai saudaraku sekalian rahimakumullah, tidaklah kami dicap brutal, kasar, beringas, gak beradab kecuali karena kami “nekat” mempublikasikan bukti-bukti kejahatan dan kehizbiyahan mereka! Sungguh merekalah yang mencampakkan Tauhid, menolak Sunnah, berenang di lautan hizbiyyah dan kebatilanlah yang brutal, tak beretika dan tak beradab kepada Islam, kepada Allah Ta’ala dan kepada Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam! Setelah dia mengebom dan membunuh umat Islam, dengan entengnya dibayar dengan kafarah puasa dua bulan berturut-turut! Apakah Amrozi telah menggauli istrinya di siang bulan Ramadhan, sehingga cukup membayar kafarah untuk nyawa muslim yang terkena imbasnya? Inilah tingkah laku tidak beradab terhadap Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!

Tidaklah kami divonis sedemikian jahatnya, kecuali karena kami menyimpan dan mengarsipkan bukti-bukti kejahatan hizbiyah mereka. Maka cukuplah Allah sebagai tempat mengadu.

Lihatlah bagaimana Abduh sampai kehilangan pegangan dan amunisi untuk meladeni bantahan ustadz Luqman Ba’abduh, sampaipun Abduh ZA membikin judul bukunya “Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi”. Tidak ada lagi tempat bagi Abduh untuk menghindar dari bukti-bukti kejahatan aqidah, manhaj dan khurafat harakah Ikhwanul Muslimin, sampai akhirnya “akhlaq” yang dikejar untuk menutupi kerusakan manhaj dan aqidah para tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin.

Jadi, kalau aqidah dan manhaj Ikhwanul Muslimin sesat dalam timbangan Al Qur’an dan Sunnah maka ini masihlah sopan, ramah dan hikmah di sisi Abduh dan kawan-kawan Ikhwanul Musliminnya. Akan tetapi jika anda sampai berani menulis kesesatan dan kerusakan aqidah mereka, maka ini sudah termasuk tidak berakhlaq, kasar dan tak beretika!

Subhanallah, sampai-sampai untuk meyakinkan para pembaca bukunya bahwa ustadz Luqman tak beretika, kasar, berkata-kata yang jauh dari norma kesantunan, Abduh sampai perlu menuliskannya dalam dua catatan dalam buku BAUSnya. Yakni catatan ke 6: “Pemakaian kata-kata yang jauh dari norma kesantunan, kasar, bernada menuduh, dan berlebihan”, yang terdiri dari 11 halaman dan catatan ke 18 yang berjudul, “Tidak suka kesantunan dan menjaga etika dalam mengkritik”, yang terdiri dari 40 halaman!!

Bahkan dibuktikan di artikel kami, BAUS BUAS (1), Abduh juga bersikeras meyakinkan pembacanya bahwa salafiyyin kasar dan tak beretika dengan menukil ucapan “anjing” dari Syaikh Muqbil rahimahullah terhadap kesesatan Yusuf Qaradhawi. Padahal yang ucapan ‘tidak sopan’ ini juga diajarkan Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin, Hasan Hudaibi (diangkat pada tanggal 17 Oktober 1951). Lihatlah Hasan Hudhaibi yang mengajarkan kesopanannya dalam meng”anjing-anjingkan” penguasa.

http://img216.imageshack.us/img216/5154/imvonisanjingjugaxa3.jpg

Cukuplah bermanis muka ketika Mursyidul ‘Am bertemu dengan “utusan anjing” itu, kemudian memasang “foto anjing” tersebut di toilet rumahnya!

http://img216.imageshack.us/img216/6701/kesopananimas7.jpg

Memang, BUTAK SUTAK, ‘Baik’ Untukku , TidAk’ UntuKmu, ‘Sopan’ Untukku ‘TidAk’ untuKmu.

Menengok lebih ke belakang lagi, bukankah pembaca masih ingat bagaimana Syaikh penjajah kafir Belanda, Ahmad As Surkati As Sudani menggelari dakwah tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sebagai dakwah keras, musyaddid? Jadi, dakwah yang hikmah, santun dan beretika adalah ketika anda berkolaborasi dengan penjajah, menghalalkan lotre untuk kemudian menerimanya untuk pendirian Stichting Al Irsyad Al Islamiyah. Inilah dakwah bil hikmah!! Dan bukan dakwah musyaddid!!

Tudingan La Adri bukanlah hal baru dan bukan pula suatu kejutan, toh dia nggak tahu apa-apa. Buktinya? Dia tidak membawa selembar ‘benang’ datapun untuk menulis artikel “pendeknya” (agar tidak pegel ?). Sampaipun sanad ‘setengah’ si istri dibawa-bawa pula, bukti lain tidak percaya diri pada kemampuan yang nggak ada apa-apanya guna meyakinkan orang lain. Menyedihkan…

Bukan untuk membela diri, kadang, obat terasa pahit memang, tetapi insya Allah menyembuhkan. Jangan tergesa-gesa bersikap apriori, “Aku sangat marah kepada blog itu”, dengan menuduhnya kasar dan tak santun, toh teman-teman hizbi anda sendiri yang berbicara demikian.

http://img215.imageshack.us/img215/6356/jgntolakkebenarandrorgyjy2.jpg


Walhamdulillah, iseng-iseng membawa berkah…

Suatu ketika ada sepucuk surat yang isinya tertera tanya-jawab antara seseorang yang bernama “Abu Tilmidz | Sunniy Salafy”, yang dikirim pada tanggal 13 Mei 2008 yang silam. Wallahul musta’aan… saya jadi bertanya-tanya apa dan siapakah Abu Tilmidz itu ? Mungkin juga diantara pembaca ada yang mengalami hal yang sama. Maka perlu kita mintai bantuan lewat internet yang irit daripada harus mencari-cari lewat pulsa telepon atau langsung di lokasi.

Iseng Pertama : Siapakah Abu Tilmidz ?

Sepertinya nama yang janggal dan tidak dikenal dari sekadar nama kunyah “Abu Tilmidz, ditambah lagi nama aneh di situsnya “La Adri at Tilmidz” yang belakangan berubah Abu Harun (http://img204.imageshack.us/img204/5666/sunniywordpresscomaboutpw2.jpg). Lantas saya mencoba melakukan cek-ricek, ternyata benar ada yang memakai nama itu di sebuah situs, di halaman Profil & Buku Tamu, nampak nama samaran lengkapnya sesuai surat tsb. Apakah sehari-harinya ybs dipanggil la, la adri ? Atau semata-mata nama samaran di Internet agar bisa lepas tanggung-jawab ? Wallahu a’lam. Sebelum berpemikiran yang bukan-bukan, perlu adanya ‘keisengan’ tersendiri untuk menyelidikinya. Anggaplah sebagai ‘balasan’ atas keisengan ybs bertanya ke ustadz kita itu.

Secara iseng saya mencoba mengobati penasaran tentang siapa Abu Tilmidzi yang menanyakan ke ustadz ttg situs fakta itu. Akhirnya saya menemukan tahdzir itu juga dimuat oleh si penanya yang alamat situsnya www.tilmidzi.tk yang redirect ke www.cahayasalafy.blogspot.com dan otomatis pindah ke www.sunniy.wordpress.com .

Tertera identitas ybs menurut situsnya http://sunniy.wordpress.com, nama yang diakuinya di halaman “Man Ana”adalah : La Adri At Tilmidz atau Abu Tilmidz[1] atau Abu Tilmidzi at Tilmidzi[2] atau La Adri At Tilmidzi[3] atau Abu Harun. Dijelaskan disana alamatnya di Bekasi Timur. Alamat email belakangan secara berturut-turut ditemukan adalah tilmidzi@yahoo.com[4]. Di situsnya merekomendasikan situs http://muslimsalafy.googlepages.com yang di halaman utamanya tertulis milik “La Adri at Tilmidzi, Bekasi Timur – Indonesia”, berarti ybs punya email lain yakni muslimsalafy@gmail.com [5]. dewa_ihp@yahoo.com[6], Dewa.Putra@snsgroup.co.id.[7]

Man Ana
La Adri At Tilmidz aw Abu Tilmidz | 1401 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia

Seorang Murid, tholibul ilmi yang tidak tahu apa-apa dan mencoba untuk mengetahui Islam dengan pemahaman yang benar. Semangat dakwah yang tinggi, insya Allah bi idznillah dengan bimbingan ulama Ahlus Sunnah wal jamaah. Karena apa ? karena betapa banyak kebodohan manusia, terutama kaum Muslimin dan ilmu harus diajarkan.

Istri : Ummu Tilmidz aw Masithoh Al Atsary | 1402 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia

Putra : Harun Dzulfahmi Salaf As Shalih | 1428 H | Sunniy Salafy | Bekasi Timur – Indonesia“. [8]

Sampai disini jelas sudah namanya Abu Tilmidz ini tinggal di Bekasi Timur dan memiliki sekian alamat email dan website.

Iseng Kedua : Nama aslinya ?

Keisengan itu terus berlanjut, maklum di situs Fakta banyak tulisan saya yang dimuat, yang tidak mungkin saya kirim ke situs dakwah resmi atau situs ikhwan lainnya. Selain kapasitas saya cuma orang bodoh di dalam dienul Islam, bukan representasi mewakili ustadz Salafy, murid ustadz, ulama, murid ulama atau seorang santri ma’had. Kebetulan saya dipercaya memiliki sertifikat untuk orang yang iseng ini, yakni “riset internet dan evaluasi”, maka hanya itu yang saya mampu, menyajikan informasi dan meracau dari data dan fakta semata. Selebihnya terserah redaksi situs fakta.blogsome.com itu sendiri.

Berbekal informasi awal alamat emailnya yang paling sahih dan valid, serta sering dipakai adalah tilmidzi@yahoo.com , maka yang tampak dari hasil pencarian bahwa Abu Tilmidz adalah aktifis mailing list atau milis manhaj-salaf@yahoogroups.com .[9] Nampak disana tertulis : “From: Abu Tilmidz Date: Jan 16, 2006 7:18 PM Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 10] Arti Sebuah Keteguhan Iman To: manhaj-salaf@yahoogroups.com .”Demikian hasil searching itu, lantas coba kita crosscheck ke situs milis tersebut.

Alamat utama situs mailing list manhaj-salaf adalah http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf. Ternyata saat kita buka yang tampil justru ybs adalah Admin alias pembuat mailing list manhaj-salaf ini.

Gambar 1. Screen shot halaman utama situs mailing list manhaj-salaf@yahoogroups.com dan komentar. [10]

Seperti kita ketahui, mailing list atau milis adalah sarana untuk seseorang yang telah memiliki email untuk dapat saling berkomunikasi dengan sesama anggota. Sehingga seseorang yang ingin mengirimkan email ke seluruh anggota milis manhaj-salaf cukup mengirimkan ke email manhaj-salaf@yahoogroups.com. Secara otomatis sistem Yahoogroups mendistribusikan ke alamat email yang telah terdaftar ke milis manhaj-salaf.

Mengingat sebuah fasilitas tanpa aturan pasti akan mengacaukan seluruh elemen sistem, maka sebagai Admin atau yang mendaftarkan milis ini ke Yahoogroups, Abu Tilmidz berhak mengangkat dan memberhentikan moderator disana. Fungsi moderator nantinya berupaya memfilter tulisan yang laik/tidak untuk disebarkan ke seluruh anggota milis tersebut. Tercatatlah alamat email tilmidzi@yahoo.com sebagai pemilik dan pengelola merangkap moderator, dibantu nickname (nama alias) nashirussunnah (nashirussunnah@yahoo.com) dll. Nantikan di “Iseng Keempat” tentang nashirussunnah ini, insya Allah.

Berbekal tulisan “La Adri At Tilmidz”, ternyata dapat ditemukan bahwa nama aslinya Dewa Inskari Harry Putra[11]. Menurut situsnya sendiri yakni http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm, ternyata nama aslinya adalah “Dewa Inskari Harry Putra“. Tertulis nama nick namenya “Abu Tilmidz | La Adri At Tilmidz”. “Putra ke dua Bpk. R. Harry Trianto”[12]. Disana diinformasikan ybs Akad Nikah : Ahad, 9 Juli 2006 Pkl. 10.00 WIB Bulak Perwira RT. 05 / 17 No. 20 Kelurahan Perwira, Bekasi Utara. Menurut informasi database di milis Salafiyyin adalah Dewa Inskari Harry Putra[13] untuk nama hijrah “La Adri At Tilmidzi”dan beralamatkan di Bekasi Timur.

Sampai disini mulai terbuka sudah jati diri yang ada di balik nama aneh tersebut.

Iseng Ketiga : Melacak aktivitas lewat Internet

Demi mencari jejak yang terkait dengan kata “La Adri at Tilmidzi”, maka perlu dilakukan pencarian, bila lewat Google ditemukan sbb :

a. http://sunniy.wordpress.com/ alias http://www.tilmidzi.tk alias

http://www.jendelasalafy.blogspot.com adalah milik Abu Tilmidz

Jelas siapa pemiliknya. Di bagian Hizbiyyah, dimasukkan tahdzir ustadz Abdul Mu’thi pada Fakta, berarti situs fakta sudah termasuk situs hizbiyyah
b. http://jeda.co.nr/ alias http://sunniy.wordpress.com/buku-sunniy-chm/ adalah milik Abu Tilmidz

Ini adalah situs Jendela Dakwah yang dibuat oleh Abu Tilmidz. Artikel kategori Firqah-Hizbiyyah, juga dimasukkan tahdzir ustadz Abdul Mu’thi pada Fakta, berarti situs fakta sudah termasuk situs hizbiyyah menurut anggapan Abu Tilmidz [14]

c. http://tilmidzi.googlepages.com/ adalah milik Abu Tilmidz

Bukti kepemilikan website ini, selain dari namanya, juga pernah dipromosikan di milis Assunnah pesan ke 31085 [15] yang bertajuk “Re: tanya ebook – Pengurusan jenazah”. Pada file http://tilmidzi.googlepages.com/praysalat.zip, yang berjudul “Sholatlah Kamu Sebelum Ajal menjemputmu”, terdapat video bergambar manusia

d. http://www.geocities.com/dewa_inskari adalah milik Abu Tilmidz
Sesuai hasil temuan lewat kata kunci di atas, ditemukan nama asli La Adri adalah Dewa Inskari. Tentunya situs ini cocok dengan nama aslinya. Lewat artikel di milis Assunnah@yahoogroups.com nomor 29261 [16], dipastikan adanya pesan bertajuk “ebook | Pra Nikah & Pasca Nikah”yang dikirim oleh Abu Tilmidz pada Fri Nov 3, 2006 4:35 pm. Isinya menukil situsnya sendiri “Berikut ini adalah ebook pasca nikah dan pra nikah, semoga bermanfaat http://www.geocities.com/dewa_inskari/download/ZAWJI.zip”.

e. http://www.geocities.com/tilmidzi/AbuTilmi.htm adalah milik Abu Tilmidz
Jelas ditulis sesuai namanya, memakai direktori tilmidzi dan melink ke situs utamanya, http://www.tilmidzi.tk, yakni : “Abu Tilmidz At Tilmidzi HOME http://www.tilmidzi.tk”. Dikuatkan dengan posting Abu Tilmidz pada milis assunnah pesan ke 20739 bertajuk “Tanya Adab Berbicara/Mengobrol Di Jalan”pada Mon Oct 31, 2005 4:31 pm.[17] Isinya nukilan situsnya sendiri”dari situsnya sendiri yang beralamat di http://www.geocities.com/tilmidzi/tilmidzi/Etika_Kehidupan_Muslim_Sehari.htm”.

f. salafuna.wordpress.com adalah milik Abu Tilmidz
Situs yang dikelola Abu & Ummu Tilmidz, banyak memuat artikel gubahannya sendiri, nampak tidak mengutip sana-sini.

g. Abu Tilmidz mengirimkan pesan penuh keakraban di buku tamu situs http://salafiyunpad.wordpress.com/buku-tamu/ milik Abu Zayd Amirulhuda el-Posowy. Padahal situs ini lengkap sekali menunjukkan hubungan situs-situs Turotsi se Indonesia, publikasikan kajian mereka, dst. Simak gambar 1a yang menunjukkan keramahannya pada Turosi itu :

Gambar 1a. Screen shot keakraban Abu Tilmidz dan pengelola situs salafiyunpad.wordpress.com, terekam pada tanggal 26 Oktober 2007. [18]

h. Kembali Abu Tilmidz mengirimkan pesan ke situs abuzubair.wordpress.com yang dikelola oleh Danny K Abu Zubair. Abu Zubair merekomendasi situs Turotsi se Indonesia, termasuk abusalma.wordpress.com milik Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi dan situs LBIA muslim.or.id, muslimah.or.id, manhaj.or.id, situs Muhammad Salman al Farisi almanhaj.or.id, Simak gambar 1b untuk lebih jelasnya.

Gambar 1b. Tulisan Abu Tilmidz pada 15 Maret 2008 di buku tamu situs abuzubair.wordpress.com milik Abu Zubair Danny K[19]

i. Abu Tilmidz juga pembaca situs yayasan Al Sofwa, lantas meninggalkan pesan seperti di buku tamu pada tanggal 8 Maret 2007 di gambar 1c sbb :

Gambar 1c. Seorang yang memakai nama Abu Tilmidz yang beralamat internet jeda.co.nr meninggalkan pesan di buku tamu situs yayasan Al Sofwa http://www.alsofwah.or.id pada 8 Maret 2007 yang silam [20]

j. Abu Tilmidz juga meninggalkan pesan di halaman buku tamu situs penjejak dakwah yayasan Al Sofwa (tampak ada kajian Al Sofwa disana http://aditya06.wordpress.com/jadwal-pengajian/) yakni aditya06.wordpress.com milik Aditya.

Gambar 1d : Abu Tilmidz mengisi buku tamu situs yang merekomendasikan yayasan Al Sofwa dkk [21]

Situs Aditya juga merekomendasikan situs Muhammad Salman Farisi http://www.almanhaj.or.id, Yayasan Al Sofwa http://www.alsofwah.or.id, Muslim.or.id, situs FSMS Surabaya yang diketuai Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya, situs Darul Haq milik Al Sofwa

k. Abu Tilmidz juga menunjukkan keakraban dengan Abu Muadz Yusuf Al Malanji (. Dia mengirim pesan nan akrab pada tanggal 12 April 2008 di almalanji.wordpress.com. Lihat gambar 1e sbb :

Gambar 1e: Abu Tilmidz mengirimkan pesan ke situs almalanji.wordpress.com milik Abu Muadz Yusuf al Malanji pada tanggal 12 April 2008.[22]

Situs Abu Muadz merekomendasikan situs sesama penjejak Turotsi seperti Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi dari Al Irsyad Surabaya, Abu Zaid el-Posowy, situs FSMS Surabaya yang diketuai Abu Salma, Al Manhaj yang dikelola Muhammad Salman Al Farisi, dst.

Berikut screen shot terakhir tgl 26 Mei 2008 pukul 12.23 WIB berisikan keakraban dgn Abu Zaid el-Posowy di buku tamunya. http://img248.imageshack.us/img248/5872/sunniywordpresscomaboutss2.jpg

l. Sementara bila memakai nama aslinya “Dewa Inskari”, dapat ditemukan sbb :

“Dewa Inskari
07-05-2007 | 07:41:07 | koneksi: 1.0 proxy.corp.snsgroup.co.id: | ip: (202.152.17.52) | proxy: (unknown) (http://www.ilmuwebsite.com/detil_php_tutorial/2/_Membuat_System_LOG_dengan_FLAT_FILE/)”. Nampaknya Abu Tilmidz kerja di PT. Sinar Niaga Sejahtera Bekasi dengan alamat internet snsgroup.co.id.

Ditambah lagi menurut milis Manhaj-Salaf yang dikelolanya, pada pesan ke 1042 yang dikirimkan nickname La Adri pada Tue, Oct 4, 2005 at 7:41 AM, disebutkan :

“Best Regards,
Dewa Inskari Harry Putra

tilmidzi’s personal website http://www.tilmidzi.tk

Logistics Crew Of Jabekban

PT. Sinar Niaga Sejahtera

Jl. Wahab Affan No. 135 Medan Satria, Bekasi Barat 17132
Jawa Barat – Indonesia
(021) 8843210 Ext. 1116″
Semoga tulisan nyata yang dapat diakses oleh siapapun ini tidak menjadi cap “mata-mata”, penyusup, makin lekat pada diri penulis. Lihat saja sumbernya adalah tempat-tempat publik yang mudah dijangkau oleh siapapun yang rela menyempatkan waktunya.

Iseng Keempat : Membedah milis-milis LAT
Sementara aktivitas “La Adri at-Tilmidz” alias LAT yang mampu dipantau di mailing list Internet untuk mengetahui siapa saja teman duduknya, bagaimana manhajnya, sbb :

a. http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/ [dihapus, untuk menghilangkan jejak ?]

LAT adalah admin mailing list manhaj-salaf@yahoogroups.com. Berikut buktinya : “Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu Alhamdulillah… segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala, Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan untuk Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam dan keluarganya, shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salaf. Insya Allah forum ini dapat digunakan untuk berdiskusi tentang Islam yang Istiqomah pada Al Qur’anul Kariim dan As Sunnah berdasarkan pemahaman Salafus Shalih Wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu. Admin tilmidzi@yahoo.com”. [23]

Mailing list ini dibuat 10 September 2004, dipakai mulai 11 September 2004, terakhir ada aktivitas tanggal 18 Mei 2008. Surat ini ditulis pada 20 Mei 2008 / 14 Jumadil Awal 1429 H.

Pada tanggal 30 Maret 2008, mailing list Manhaj Salaf yang dikelola Abu Tilmidzi masih berbau Turotsi, misal http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00584.html [24]. Bila pembaca menjadi anggota milis manhaj-salaf ini, maka ketika klik pada bagian Show message options – lantas View Source, maka pembaca akan melihat header email dari pesan email tersebut.

Mohon maaf, sekarang kuliah per-emailan, agak sulit sedikit harap maklum. Perlu diketahui bahwa setiap pesan yang masuk ke milis lewat alamat manhaj-salaf@yahoogroups.com, apabila milis tersebut diset untuk “Messages require approval”, maka email akan ditunda penayangannya, sampai disetujui salah satu moderator. Guna memantau siapakah yang mengijinkan email tersebut tersebar ke seluruh anggota milis tersebut, maka diberi cap “X-eGroups-Approved-By:”pada header email tersebut.

Penulis mengambil contoh untuk pesan bertajuk “>>informasi kajian Kebangkitan Abu Jahal – Cikarang<<“yang tampil di versi webnya di alamat http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3372. Nah disana ada tombol Show message options, klik lanjutkan klik View Source. Maka akan tampil sbb :

Gambar 2 : Tampak header email pada pesan nomor 3372 tertulis X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 31 Mar 2008. Artinya pesan ini diloloskan oleh moderator sekaligus Admin milis Manhaj-Salaf@yahogroups.com yang bernama Abu Tilmidz <tilmidzi@yahoo.com> [25]
Dengan cara yang sama, simak pesan ke 3410 yang diloloskan oleh moderator bernama nashirussunnah pada tanggal 12 Mei 2008 pada gambar 3 berikut ini.


Gambar 3 : Moderator rekan dari tilmidzi yang bernama nashirussunnah, via web pada tanggal 18 Mei 2008 meloloskan posting ke 3410 terkait promosi penerbit buku At Tibyan http://www.at-tibyan.com. Milik siapakah penerbit buku ini ? [26]

Sebenarnya pesan yang diloloskan itu hanya ‘pesan biasa’ yang tidak masalah secara manhaj Salaf ataukah pesan biasa, atau justru pesan ‘lintas manhaj’ yang disajikan ke seluruh anggota milis itu ? Penulis perlu memberikan penekanan tentang “Approved-By” yang maknanya “Disetujui olehuntuk diloloskan dan disebarkan ke seluruh anggota milis lewat alamat emailnya yang telah terdaftar…”. Sementara milis yang sedang kita sorot adalah milis berlabel Salaf, cukup indah namanya “Manhaj-Salaf”. Orang awam akan mengira inilah praktik penjejak Manhaj Salaf yang itu, dst. Ternyata pesan istimewa itu yang bernomor 3372 adalah ? Simak gambar 4 di bawah ini.

Gambar 4 : Pesan ke 3372 yang diloloskan LAT adalah kajian Abu Haidar as Sundawy di milis yang dia kelola manhaj-salaf.

Baiklah, kini dengan cara yang sama, kita dapat menyimak karakter aneh dari LAT, yang mengaku telah ruju’ pada Salafy sejak awal 2007. Berikut ucapannya sendiri : “Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy [27]”.

Marilah kita uji kejujuran manhajnya lewat kutipan mailing list yang dia kelola selama rentang bulan Maret 2007 – bulan Mei 2008, mengingat bulan Januari – Februari 2007 termasuk “awal 2007“, ybs masih bimbang dst. Berikut posting email yang diloloskan Abu Tilmidz dengan nama nick tilmidzi dan rekannya sendiri nick Nashirussunnah sbb :

1. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Dukung Proyek Pencetakan Buku Gratis!!”yang dikirim oleh “Ronny as-Salafi” pada Wed Jan 30, 2008 8:18 pm.
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 04 Feb 2008 05:29:20 0000″
Kutipan keanehan email : “PROYEK PENCETAKAN BUKU GRATIS. Sumber:

http://abusalma.wordpress.com/2008/02/03/proyek-pencetakan-buku-gratis/

Ditulis oleh abu salma di/pada Februari 3, 2008. Rekening: BCA KCP Lawang 3161247471 a.n. Moch. Rachdie Pratama. Setelah melakukan transfer, harap memberikan konfirmasi dengan mengirimkan sms atau email ke alamat di bawah ini : Email: abu.salma81@gmail[dot]com HP: 0888353558 [28]”.
Komentar : Tahukah LAT siapakah Abu Salma ? Inilah yang diloloskan oleh Tilmidzi pada 4 Februari 2008 yang silam

2. Rekan Tilmidzi yang juga dipercaya sebagai moderator—nashirussunnah—meloloskan pesan berjudul “Cerita Tsa’labah”yang dikirim oleh “Donny Aliredja” pada Thu Nov 8, 2007 10:19 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 09 Nov 2007 06:26:12″
Kutipan keanehan email : “Assalamu’alaykum, Ini hasil cari2 di almanhaj.or.id Mudah2an bermanfaat Meluruskan Cerita Tentang Tsa’labah Bin Haathib Senin, 5 Nopember 2007 10:21:42 WIB MELURUSKAN CERITA TENTANG TSA’LABAH BIN HAATHIB Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas[29]”.
Komentar : Moderator nashirussunnah meloloskan posting Turotsi terkenal Yazid Jawwas. Inilah akibat manhaj campur-aduk itu.

3. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “tanya: solat jumat musafir” yang dikirim oleh “alghurahy” pada Wed Oct 3, 2007 5:04 am
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 04 Oct 2007 00:10:23 0000″
Kutipan keanehan email : “tulisan ustadz abdullah al-hadromi—> SEPUTAR HUKUM SHALAT JAMADAN QASHAR. tulisan ustadz abu salma al-atsari—> Shalat Jama’ dan Qashar.[30]”
Komentar : Tilmidzi sendiri yang katanya ruju’ di awal 2007, masih meloloskan pesan milis yang ditulis oleh alghurahy dengan kutipan tulisan Abdullah Al-Hadromi dan Abu Salma.

4. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Silaturahmi” yang dikirim oleh Budi Ari pada Sun Sep 30, 2007 7:43 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 02 Oct 2007 00:14:15 0000″
Kutipan keanehan email : “Silaturahmi Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullaH “[31]
Komentar : Tilmidzi meloloskan tulisan Yazid Jawas lagi

5. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul “Tanya : hadits dan salat ghaib”yang dikirim oleh indra abu dawud pada Sat Sep 8, 2007 3:12 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 08 Sep 2007 22:20:07 0000″
Kutipan keanehan email : “Di situs almanhaj.or.id, pembahasan tentang puasa,dituliskan penjelasan dari Ustadz ‘Abdul Hakim mengenai dhaifnya hadits berikut ini…[32]”
Komentar : Kali ini mempromosikan situs Turotsi almanhaj dan Abdul Hakim, disetujui nashirussunnah

6. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Dauroh Islam Ilmiyyah Batam bersama Ustad Abu Qotadah”yang dikirim oleh Agus Purwanto pada Sun Aug 19, 2007 11:37 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 21 Aug 2007 03:55:48 0000″
Kutipan keanehan email : “Dauroh kajian islam ilmiyyah bersama al ustadz Abu Qotadah dari Tasik Malaya. Lajnah dauroh Yayasan Islam al Kahfi Batam[33]”
Komentar : Tilmidzi meloloskan posting terkait kajian Abu Qotadah, da’i resmi yayasan Al Sofwa

7. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Undangan = Kajian Islam Intensif – Daurah Kobe 11 – Jepang”yang dikirim oleh pada Joy Rizki PD joy_rizki pada Mon Aug 6, 2007 3:09 am.
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 07 Aug 2007 00:09:40 0000 Kutipan keanehan email : “*Pembicara: *Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas[34]
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan posting Yazid Jawas, padahal katanya sudah ruju’ awal 2007. Tanggal 07 Agustus 2007 adalah pertengahan tahun 2007, sudah lewat 8 bulan dari awal tahun 2007.

8. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Waspadailah Fitnah Sururiyyah !! “yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Sun Jul 29, 2007 11:36 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 08:29:54 0000 “
Kutipan keanehan email : “Waspadailah Fitnah Sururiyyah !! Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Syaifullah[35]”
Komentar : Arif Fathul Ulum, dai Turotsi dari Surabaya diloloskan oleh Tilmidzi

9. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “BUKU DAKWAH SALAFIYAH DAKWAH BIJAK” yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Sun Jul 29, 2007 11:46 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 08:30:24 0000 “
Kutipan keanehan email : “BUKU DAKWAH SALAFIYAH DAKWAH BIJAK Oleh Ustadz Abu Ahmad As-Salafi. [Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 08 Tahun VI/Robi’ul Awwal 1428H [April 2007], Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153] “[36]
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

10. Tilmidzi kembali meloloskan pesan berjudul “TALBIS SALAFI HAROKI “yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Sun Jul 29, 2007 11:42 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 08:31:06 0000 “
Kutipan keanehan email : “TALBIS SALAFI HAROKI Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh[37]”
Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

11. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH” yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Sun Jul 29, 2007 11:57 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 08:31:41 0000″
Kutipan keanehan email : “GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh[38]”
Komentar : Komentar : Tilmidzi kembali meloloskan da’i yang seide untuk membela Ihya-at Turats al Islami

12. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Tidak menyukai Jabatan dalam Urusan Pemerintahan (1)” yang dikirim oleh Budi Ari pada Sun Jul 29, 2007 9:00 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 05:18:58 0000″
Kutipan keanehan email : “Hadirilah Kajian rutin mingguan (khusus ikhwan/laki-laki) Kitab Shahih al Bukhari beserta syarahnya (Kitab Fathul Baari). Setiap Sabtu, jam 08.30-11.00 WIB, di Mesjid al Mubarak, Krukut-Kota (Belakang Gedung Pos Kota) bersama al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.[39]”
Komentar : Meloloskan promosi kajian Abdul Hakim Abdat

13. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Daurah Syar’iyyah Surabaya 28-29 Juli 2007 Ust Abu Qotadah & Ust” yang dikirim oleh “Teguh Prihattanto” pada Thu Jul 26, 2007 3:47 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 27 Jul 2007 00:05:20 0000″
Kutipan keanehan email : “Hadirilah, Daurah Syar’iyyah Surabaya Insya ALLOH diadakan pada : Hari : Sabtu, 28 Juli 2007 Pukul : 08.00-13.00 WIB Tema : Kaidah2 dalam Beribadah Ustadz : Abu Qotadah Hari : Minggu, 29 Juli 2007 Pukul : 08.00-selesai Tema : Masih dalam konfirmasi .. Ustadz : Yazid bin Abdul Qodir Jawas[40]”
Komentar : Tilmidzi meloloskan promosi Yazid Jawas dan Abu Qotadah

14. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “DAUROH SYAR’IYYAH di Sidoarjo” yang dikirim oleh riva fauziah rifa fauziah pada Tue Jul 24, 2007 3:06 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 26 Jul 2007 00:31:42 0000″
Kutipan keanehan email : “Tanggal/Hari : Tgl. 22 Juli 2007 / Ahad( Jam 06.00 – 08.00 ) Tempat : Masjid Al-Kholil Abu Tauhid ( Jl. Monginsidi / Depan KBIH Rohmatul Ummah ) Materi : “BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI & MASYARAKAT” Pembicara : Ustadz Abu Ihsan Al Atsari, Lc. (dari Medan) { Penerjemah Kitab Tafsir Ibnu Katsir diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi’i } [41]”
Komentar : Benar, Abu Ihsan adalah penerjemah kitab tsb bersama-sama dengan Dr. Hidayat Nur Wahid dkk. Dan Tilmidzi lagi yang meloloskannya.

15. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Orang Mulia, Putra dari Orang Mulia … “yang dikirim oleh Budi Ari pada Sun Jul 22, 2007 9:01 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 23 Jul 2007 04:24:02 0000″
Kutipan keanehan email : “Hadirilah, Kajian rutin mingguan (khusus ikhwan/laki-laki) Kitab Shahih al Bukhari beserta syarahnya (Kitab Fathul Baari). Setiap Sabtu, jam 08.30-11.00 WIB, di Mesjid al Mubarak, Krukut-Kota (Belakang Gedung Pos Kota) bersama al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat[42].”
Komentar : Kembali Tilmidzi promosi kajian Abdul Hakim Abdat

16. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Antara Kritik Syar’i Dengan Kebencian Pribadi” yang dikirim oleh pada “Abu Fahmi Abdullah” pada Wed Jul 18, 2007 7:50 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 19 Jul 2007 03:40:03 0000″
Kutipan keanehan email : “BULETIN: Fiqh Nasehat, Antara Kritik Syar’i Dengan Kebencian Pribadi Oleh: Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz[43]”
Komentar : Tilmidzi meloloskan tulisan Fariq bin Gasim Anuz dari tetangga sebelah

17. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul “Beragama Yang Benar, Kunci Kebahagiaan Seorang Hamba (Diambil dari Makalah Kajian PT Telkom Semarang) Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.[44]” yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Thu Jul 5, 2007 9:09 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 06 Jul 2007 06:37:16 0000″
Kutipan keanehan email : “Beragama Yang Benar, Kunci Kebahagiaan Seorang Hamba (Diambil dari Makalah Kajian PT Telkom Semarang) Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.”
Komentar : Rekan Tilmidzi, nashirussunnah sedang menyetujui promosi Kholid Syamhudi

18. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul “MENYINGKAP SYUBHAT TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH” yang dikirim oleh “Abu Fahmi Abdullah” pada Thu Jul 5, 2007 7:09 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 06 Jul 2007 03:34:07 0000″
Kutipan keanehan email : “MENYINGKAP SYUBHAT TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH Ditulis oleh abusalma di/pada Juli 5th, 2007″[45]
Komentar : Jelas, nashirussunnah meloloskan sesamanya

19. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Re: [manhaj salaf] Konfirmasi Kajian” yang dikirim oleh “melda syl” pada Wed Jun 27, 2007 12:56 am
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 27 Jun 2007 08:13:10 0000″
Kutipan keanehan email : “Thema : “TELAH DATANG ZAMANNYA “Pemateri: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat ( Abu Unaisah ) (Penulis Buku)[46]”
Komentar : Jelas, Tilmidzi meloloskan posting terkait Abdul Hakim Abdat

20. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul “Bedah Buku Dosa-Dosa Besar” yang dikirim oleh “Warno” pada Mon Jun 25, 2007 2:17 am
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 25 Jun 2007 13:41:06 0000″
Kutipan keanehan email : “Bedah Buku “Dosa-dosa Besar” Pemateri : Ustadz Ali Saman LC Waktu : KAMIS, 28 Juni 2007, Jam 18.00 – 19.30WIB”
Komentar : Nashirussunnah loloskan kajian ustadz Ma’had Ali Al Irsyad, Butuh, Tengaran, Salatiga

21. Nashirussunnah meloloskan pesan berjudul “Kajian di Seputaran Kebon Jeruk-JakBar” yang dikirim oleh “Muhammad Haryo” pada Wed May 2, 2007 9:35 pm
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: nashirussunnah via web; 03 May 2007 05:40:11 0000″
Kutipan keanehan email : “hari sabtu, di masjid Ar-Rahmat Slipi, Jl Anggrek Cendrawasih. Jam 09-11 WIB. Materinya Shahih Bukhari, RIyadhush Shalihin, dan materi tematis lainnya [bergantian]. ustadz2nya juga bergantian :: Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Ust. Djazuli, Ust. Syaikh Mudrik.[47]”
Komentar : Nashirussunnah meloloskan kajian da’i resmi yayasan Al Sofwa, Zainal Abidin dkk
Ditambahkan lagi posting yang paling kontroversial menurut manhaj Salaf, yakni meloloskan pemikiran nyeleneh dan para pembawanya sbb :

22. Tilmidzi memposting sendiri pesan berjudul “Bedah Buku : JIHAD DALAM PANDANGAN ISLAM - Bekasi Timur” yang dikirim pada Mon Mar 12, 2007 5:07 pm.

Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 13 Mar 2007 00:08:42 0000″
Kutipan keanehan email : “Hadirilah Bedah Buku: “JIHAD” Dalam Pandangan Islam Karya: Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas Pembicara: Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas”
Komentar : Bulan Maret 2007 apakah termasuk awal 2007 ? Akan tetapi masih juga posting kajian Yazid Jawas

23. Tilmidzi memposting sendiri pesan berjudul “[Bagian 1] Sepercik Cahaya Keindahan Islam” pada Wed Mar 14, 2007 5:20 pm berseri sampai bagian 14 yang terakhir diposting pada Mar 14, 2007 5:24 pm.
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 15 Feb 2007 00:39:57 0000″
Kutipan keanehan email : “Sepercik Cahaya Keindahan Islam * Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri [48]”
Komentar : Tulisan Muhammad Arifin Badri yang getol membela Ihya-at Turats diposting dirinya sendiri secara berseri 1- 14 sejak Feb 14, 2007 4:45 pm

24. Tilmidzi meloloskan pesan berjudul “Pengakuan Jujur Seorang Penyusun Buku “Hakikat IM”” yang dikirim oleh “aa_teds” pada Thu Jul 26, 2007 2:54 am
Kutipan header email : “X-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 27 Jul 2007 00:04:52 0000″
Kutipan keanehan email : “Pengakuan Jujur Seorang Penyusun Buku “Hakikat IM “Written by gaza Friday, 01 June 2007 “
Komentar : Inilah tulisan si seribu wajah, Joko Waskito dengan nama Anwar Shiddiq, postingan ini juga diloloskan Tilmidzi

25. Tilmidzi juga memposting pesan berjudul “Re: [manhaj salaf] Tentang perpecahan…”yang dikirim oleh La Adri tilmidzi pada Sun Jul 29, 2007 6:21 pm

Kutipan header email : “-eGroups-Approved-By: tilmidzi via web; 30 Jul 2007 01:25:22 0000″
Kutipan keanehan email : “masya Allah… yaa tholibul ilm, kita ini para umat yang sedang tertatih-taih menegakkan dakwah salafiyah di kampung atau di kantor yang object dakwahnya awam semua, kita ini tidak memiliki apa-apa dan musuh kita mulai dari orang kafir sampai ahlul bid’ah. Ana dimarahi ust As Sewed, “ngapain antum duduk di majlis Hakim Abdat, gak usah baca buku lau kaana khoiron lasabaquna ilaihi, itu buku susuri..” Ana juga dimarahu ust Yazid, ngapain antum duduk di majlis As Sewed, jgn dengerin kajian Asykari nanti seperti dia…” Ya Allah… ana ikhlas di marahin sana sini, ana ikhlas diomelon temen-temen, “antum dah berubah haluan ya.. antum salafy campur aduk. Ana ikhlas dijauhi temen-temen. Tugas dakwah ana masih banyak, tugas ana masih banyak di kampung ngebina anak-anak kecil yang awam, ngelawan dukun dan kiayi bid’ah, dihajar sana sini oleh para sufi dan penyembah kubur. Allahu musta’an… Allahul musta’an… yaa ikhwah salafiyyin bersatulah antum dan biarkan para ustadz yg memahami masalah ini yang lebih paham, boleh antum ngaji terserah antum tapi jgn menghalang-halangi penuntut ilmu dan taklim mereka !! Bantulah saudara antum dan dakwahkan manhaj ini semampu antum !”
Komentar : Tilmidzi sedang menasehati agar pembaca ikutan bingung bersama dirinya

Kalau dicari berdasarkan kata “abu ihsan”, maka bertaburan di milis manhaj-salaf sbb : 23 November 2007 [49], May 11, 2006, Feb 2, 2005. Disebarkan anggota milis lain bertaburan antara Oct 18, 2004 – Jul 25, 2007 sebanyak 18 email.[50] Sementara nama Abdul Hakim bin Amir Abdat disebarkan oleh Abu Tilmidz sendiri di milist manhaj salaf sbb : Dec 11, 2005, Dec 5, 2005, Aug 13, 2005, Aug 9, 2005, May 31, 2005, Dec 15, 2004 dst. Disebarkan anggota milis lain bertaburan antara Oct 7, 2004 – Dec 17, 2007 sebanyak 106 email.[51] Itulah hakikat milis Manhaj-Salaf yang membingungkan ummat.

Siapakah rekan moderator Abu Tilmidz yang ber-yahoo-id nashirussunnah ini ? Lewat catatan kaki yang tampil pada setiap pesan di milis manhaj-salaf, bisa nampak tulisan yang terkait kata “nashirussunnah”yakni : “Yayasan Nashirussunnah Indramayu Akta Notaris Fatimah Saleh SH No. 96 tanggal 25 April 2006 … an Taryaman (Ust. Abu Ayyub Taryaman Ibrahim)…”Ya, nama Ibrahim Taryaman, Indramayu pernah diusulkan oleh rekannya, Yusuf Utsman Ba’isa,—da’i resmi Ihya’at Turats Al Islami Kuwait—pada acara daurah Ma’had Ali Al Irsyad 10 – 13 Juli 2006 pada nomor urut 141 file peserta_daurah_alirsyad_10072006-4.jpg di direktori kelompok – turotsi – bukti. Jadi ternyata Abu Tilmidzi berdampingan dengan seorang ‘anggota turotsi’ aktif?

Link yang direkomendasikan di milis manhaj-salaf, bisa ditemukan di halaman awal situs milis Manhaj-Salaf, klik Links sbb [52] :
– Al – Manhaj
Kumpulan artikel- artikel yang cukup lengkap diatas pemahaman As-Shalafus shalih
http://www.almanhaj.or.id

Perekomendasi : tilmidzi
– Bagi-Bagi File
Download Center File Bermanfaat
http://annajiyah.notlong.com

Perekomendasi : tilmidzi
– Jendela Dakwah Online
Kumpulan ebook versi chm yang dicompile oleh La Adri At Tilmidz
http://jeda.co.nr

Perekomendasi : tilmidzi
– Ma’had Nashirussunnah Al-Islamiy
Situs Ma’had Nashirussunnah Al-Islamiy yang berlokasi di Indramayu – Jawa Barat
http://nashirussunnah.cjb.net

Perekomendasi : nashirussunnah
– Salafy Indonesia
Salafy Indonesia

http://salafy.or.id

Perekomendasi : tilmidzi
– tilmidz’s personal website

website pribadi Abu Tilmidz
http://cahayasalafy.blogspot.com

Perekomendasi : tilmidzi
Website Almanhaj jelas milik penjejak Turotsi, lihat screen shot berikut ini pada gambar 5 :

Gambar 5 : Lihat link teratas adalah situs Al – Manhaj yang menjejaki pembela Ihya-at Turats al Islamy direkomendasikan. Sumber : http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/links atau disimpan di http://img212.imageshack.us/img212/9766/groupsyahoocomgroupmanhjo8.jpg

Bersambung ke BAUS BUAS (6) … http://fakta.blogsome.com/2008/05/21/baus-buas-6-penyusup-itu-bernama/

Footnote:
[1] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[2] http://www.geocities.com/tilmidzi/AbuTilmi.htm
[3] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1
[4] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[5] http://muslimsalafy.googlepages.com / [redirect ke http://sunniy.wordpress.com/buku-sunniy-chm/ ] berarti memiliki Googlee ID muslimsalafy. Dan terlacak alamat emailnya muslimsalafy@gmail.com . Diperkuat posting ke milis manhaj-salaf@yahoogroups.com , pesan ke 3113 yang bertajuk “Download Rekaman mp3 http://audiosalafy.co.nr/ | Hak Seorang Muslim ” pada Wed Aug 1, 2007 5:41 pm, yang memakai nick name (nama samaran) “La Adri” dengan email ini.
[6] Menurut http://www.geocities.com/dewa_ihp/tilmidzi/ , berarti memiliki Yahoo ID dewa_ihp, dan emailnya dewa_ihp@yahoo.com . Diperkuat posting ke milis manhaj-salaf@yahoogroups.com , pesan ke 2063 yang bertajuk “RE : Bantahan syaikh Al Albani Tentang Cadar” pada Tue May 16, 2006 6:08 am, yang memakai nick name “La Adri” dengan email ini.
[7] Nampak alamat email ini saat mengirimkan posting ke milis Manhaj-Salaf pesan ke 3032 dikirim pada Jul 3, 2007 11:30 pm bertajuk ” [Bagian 11-16][TAMAT] Membongkar Pikiran Hasan Al Banna dan Pewarisnya”, nampak jelas pengirimnya “Dewa Inskari Harry Putra .”

[8] http://sunniy.wordpress.com/man-ana/
[9] http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-10-arti-sebuah-keteguhan-iman.html
[10] http://img441.imageshack.us/img441/7735/groupsyahoocomgroupmanhln9.jpg
[11] http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm . Atau di http://img501.imageshack.us/img501/5995/wwwgeocitiescomdewainsker3.jpg . Berarti Yahoo ID Abu Tilmidz yang ketiga setelah tilmidzi, dewa_ihp, juga dewa_inskari.
[12] http://www.geocities.com/dewa_inskari/nikah/ZAUJATI2.htm
[13] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1
[14] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/#more-414
[15] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31085
[16] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/29261
[17] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/20739
[18] http://img514.imageshack.us/img514/1833/salafiyunpadwordpresscocf6.jpg
[19] http://img292.imageshack.us/img292/3636/abuzubairwordpresscomburp8.jpg
[20] http://img139.imageshack.us/img139/3263/alsofwahoridgbit5.jpg
[21] http://img412.imageshack.us/img412/263/aditya06wordpresscomaboza1.jpg
[22] http://img263.imageshack.us/img263/8683/almalanjiwordpresscomahiy3.jpg
[23] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/ atau http://img441.imageshack.us/img441/7735/groupsyahoocomgroupmanhln9.jpg
[24] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3372
[25] http://img263.imageshack.us/img263/7859/milismanhajsalaf3372tglny4.jpg
[26] http://img179.imageshack.us/img179/1498/groupsyahoocomgroupmanhzx6.jpg
[27] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/
[28] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3324
[29] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3231
[30] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3203
[31] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3198?source=1&var=1&l=1
[32] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3174?source=1&var=1&l=1
[33] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3144?source=1&var=1&l=1
[34] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3120
[35] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3104
[36] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3103
[37] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3102
[38] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3101
[39] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3099?source=1&var=1&l=1
[40] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3084
[41] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3077?source=1&var=1&l=1
[42] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3071
[43] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3064
[44] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3037
[45] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3033?source=1&var=1&l=1
[46] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/3023
[47] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/2908?source=1&var=1&l=1
[48] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/message/2664?source=1&var=1&l=1
[49] http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00481.html
[50] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/msearch?query=%22abu+ihsan%22&submit=Search&charset=UTF-8
[51] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/msearch?query=%22abdat%22&pos=100&cnt=10
[52] http://groups.yahoo.com/group/manhaj-salaf/links atau di http://img212.imageshack.us/img212/9766/groupsyahoocomgroupmanhjo8.jpg

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2008/05/21/baus-buas-5-penyusup-itu-bernama/trackback/


Lanjutan dari BAUS BUAS (5)…

Kesimpulannya cukup jelas, menurut pengakuan LAT, bahwa LAT ruju’ kepada Salaf lewat asatidzah Salafy yang bukan Sururi/Turotsi sejak awal 2007. Akan tetapi tidak nampak kejujuran pengakuannya, mengingat LAT tetap bercampur-aduk dengan nickname nashirussunnah, berwala’ dengannya, membela kajian-kajian tetangga sebelah, di awal tahun 2007 bahkan sampai tanggal 12 Mei 2008. LAT terbukti berteman dengan Turotsi dan merekomendasikan pemikiran, buku, kajian dari Turotsi lewat approvalnya saat mendapati email dari member Manhaj-Salaf. Temukan buktinya di gambar 2 & 3 di awal tulisan ini. Maka penulis amat sangat yakin bahwa pengakuan LAT telah berganti manhaj Salaf—menurut bukti yang ada—adalah pengakuan yang tak ada kenyataannya. Wallahu Ta’ala A’lam.

b. Milis Salafiyyin http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin
Situs resmi milis ini http://salafiyyin.sensualwriter.com atau http://salafiyyin.blogsome.com/
Abu Tilmidzi dengan email muslimsalafy@gmail.com dan tilmidz@yahoo.com aktif dari Jan 22, 2005 sampai Oct 30, 2007.
Mailing list ini didominasi oleh para penjejak Ja’far Umar Thalib sebagaimana milis mediasalafy@yahoogroups.com seperti Ibnu Qittun, Muhammad Zacky Fajar (mzackyf@gmail.com 0274-895790 Ma’had Ihya ‘UsSunnah- Jl. Kaliurang KM. 15 Degolan Sleman Yogyakarta Thullabul Ilmi bersama Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib.) [53], terkadang Abu Salma Ibnu Burhan murid Abdurrahman Tamimi juga aktif disana.
Abu Tilmidz memposting http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/message/1595 Tue Jan 30, 2007 4:49 pm posting daurah yang diadakan oleh Yayasan Imam Bukhari, Jakarta. Abu Tilmidz terakhir aktif 30 Oktober 2007 posting “Re: [salafiyyin] [INFO] BLOG Artikel-artikel salafiyyin@yahoogroups.com : http://salafiyyin.sensualwriter.com/ .” dengan email muslimsalafy@gmail.com [54] dst.

Sebenarnya masih banyak lagi, akan tetapi sudah cukup membongkar milis Manhaj-Salaf yang dikelola LAT, yang jelas membongkar pemikiran LAT.

c. Milis Assunnah http://groups.yahoo.com/group/assunnah
Situs resmi milis ini :

http://www.assunnah.or.id

http://assunnah.mine.nu

http://www.almanhaj.or.id

Milis ini banyak sekali anggotanya yang berpaham Turotsi, Abu Salma Muhammad Rachdi Pratama murid Abdurrahman at-Tamimi Surabaya, termasuk aktivis disana. Tercatat Abu Tilmidz adalah aktivis milis As Sunnah sejak 16 Desember 2004 – 4 Maret 2007 http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602. http://groups.yahoo.com/group/assunnah/msearch?query=tilmidzi&pos=30&cnt=10.

Di milis ini jangan harap bisa mengirimkan hal-hal terkait situs dakwah kita, salafy.or.id, darussalaf.or.id, kajian asatidzah kita, karena banyak moderatornya yang tidak suka. Sebaliknya apabila kita tulis abdat, jawwas, maka bertaburan hasil pencariannya sampai ribuan temuan. Misal tulis abdat, ditemukan 1486 pesan, tulis jawas ditemukan 1307 pesan, tulis jawwas ditemukan 83 pesan. Tapi kalau coba menulis “salafy.or.id”, hanya 2 pesan yang memuat artikel tentang salafy.or.id, selebihnya email-email pertanyaan bahkan tahdzir.

Abu Tilmidz terakhir posting pada tanggal Mar 4, 2007 dengan topik “Mohon bantuan untuk meramaikan musholla”[55], juga pada Feb 8, 2007 topik “Re: [assunnah] tanya ebook – Pengurusan jenazah “promosi websitenya http://tilmidzi.googlepages.com [56], topik “ebook Pra Nikah & Pasca Nikah “pada Nov 5, 2006 promosi websitenya http://www.geocities.com/dewainskari/download/ZAWJI.zip[57], pada Oct 31, 2005 topik “Re: [assunnah] Tanya Adab Berbicara/Mengobrol Di Jalan” promosi websitenya http://www.geocities.com/tilmidzi/tilmidzi/EtikaKehidupanMuslimSehari.htm[58], topik “Info kajian di Bekasi Timur” promosi kajian di Bekasi Timur sbg CP 0813-16776443 pada Mar 24, 2005[59], dll.
Jadi milis ini juga milik Turotsi yang campur-aduk didalamnya berbagai manusia lintas manhaj, lintas pemikiran, sementara LAT aktif disana sampai Maret 2007. Sementara pengakuan LAT, telah ruju’ menjadi Salafy di awal 2007. Inilah yang amat membingungkan dari saudara kita, LAT.

Iseng Kelima : Membedah pertanyaan LAT
Kita amat mafhum bahwa pertanyaan yang diajukan pada ustadz, ulama, lantas dijawab sesuai pertanyaan si penanya, dengan kemampuan ilmiah ustadz/ulama. Maka tidak heran apabila didapatkan jawaban dari ustadz/ulama, perlu juga dibedah sejauh mana kejujuran si penanya.

Berikut kutipan si penanya kita, Abu Tilmidz alias La Adri at Tilmidz yang ditanyakan pada tanggal 13 Mei 2008 :
“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya mau tanya ttg blog fakta http://fakta.blogsome.com saya sudah lama tahu ttg fitnah Surury, tepatnya sejak 2004-2005. Namun hingga awal 2007 saya masih ngaji dengan mereka dan blog saya berisi artikel dan kajian dari asatidz Surury. Hal ini disebabkan saya alergi melihat sepak terjang yang terkesan galak dan kurang adab dari sebagian ikhwan Salafy. Saya ndak suka dengan sikap seperti itu yang galak dan tidak menaruh rasa belas kasihan bahkan membuat bingung orang awam, seperti Saya. Hal itulah yang membuat saya terus menjauh dari Salafy bahkan memberi nasihat kepada temen2 untuk tdak ambil pusing melihat tingkah Salafy dan mengajak mereka untuk terus menuntut ilmu kepada Abdul hakim Abdat, yazid Jawas, Zainal Abidin, dan lainnya dan semisalnya. Hal ini terus berlanjut.
Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy, diawali dengan menghadiri daurah dua hari di Karawang bersama Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed dan Abdurrahman Lombok, lalu semua daurah-dauarah Salafy saya datangi, saya juga memborong semua rekaman mp3 asatidz di seluruh indonesia, sebagian saya download di internet sebagian lagi minta kiriman dari sahabat dakwah di luar daerah.
Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury karena akibat dari kejamnya blog fakta yang menjauhkan saya dari Salafiyyin. Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog fakta, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya. Istri saya malah berkata, “ini orang gak ada kerjaan, dia kaya mata-mata yang ada di film, kan kasihan orang awam” Dan mmg pernyataan istri saya iyakan. [60]

Saya mau tanya :
Apakah Ustadz tahu siapa yang berada di balik cadar blog fakta ?
Apakah ketika melihat isinya, ustadz merekomendasikan untuk kami ?
Apakah blog fakta adalah blog Salafy ?
Apa nasihat ustadz kepada kami selanjutnya ?

Mohon penjelasan yang jelas dan gamblang disertai dgn hujjah dan dalil sehingga ini bisa kami jadikan acuan dalam bersikap. Saya pikir efek blog fakta kepada org awam sungguh sangat keterlaluan.
Barokallahu fiika wassalmualaikum warohmatullahi wabarokatuh.”

Baiklah, kita membaca bersama-sama kata-kata yang amat bombastis “Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury…”. Wallahul musta’an. Hidayah Allah Ta’ala itu mahal, ini buktinya. Terhalang selama 3 tahun, kalau dari ucapannya, yang dimaksud si penanya adalah sejak tahun 2004 – 2007. Sebab setelah tahun 2007, ybs mengaku sudah pindah ke majelis asatidzah Salafy. Tentunya kita tidak mengetahui hati seseorang, hanya Allah-lah yang tahu keikhlasan kita, pembaca dan semua manusia dalam menetapi jalan Allah Ta’ala dan manhaj Salaf yang mulia ini.

Akan tetapi, kiranya pembaca melihat bukti yang hendak penulis ajukan, agar kita dapat adil menyikapi keadaan sesuai kadarnya. Apakah patut seseorang/sekelompok manusia, atau bahkan sebuah situs disalahkan, dikambing-hitamkan, yang membuat seorang rugi waktu 3 tahun, bagaimana kalau dalam rentang waktu 3 tahun itu ybs tetap berkubang kesalahan dan qadarallah meninggal ??? Masya Allah, sepintas akan sangat besar dosa yang diemban penulis dan pengelola situs itu.

Baiklah, kita mencoba membuka situs fakta.blogsome.com dan melihat tanggal posting pertama. Simak screen shot pada gambar ke 6 sbb :

Gambar 6 : Bukti bahwa situs Fakta.blogsome.com baru terbit pada tanggal 21 November 2006. Bila nanti November 2008, baru genap 2 tahun umurnya. Bisa juga ditemukan di http://img174.imageshack.us/img174/4098/faktablogsomecom2006112gf2.jpg

Gambar 7 : Artikel pertama dalam situs fakta.blogsome.com terbit, tanggal 21 November 2006. [61]

Nah disinilah poin kedustaan LAT yang hendak membayangkan kepada al Ustadz al Fadhil Abu Muhammad Abdul Mu’thi al Maidani hafidhahullah kesalahan fatal dari blog Fakta. Jangankan seorang ustadz, bahkan seluruh ustadz, masyayikhnya, pasti akan memberikan jawaban yang sama bagi si penghalang hidayah ini. Akan tetapi LAT telah berdusta demi memuaskan ambisi “kebenciannya” terhadap Fakta dan sekarang dia mendapatkan jawaban yang memuaskan, bagaimana bila LAT diketahui mendustai ustadz, kira-kira apa akibatnya ? Wallahul musta’aan.

Dari sini dapat penulis dan pembaca ketahui bahwa umur blog Fakta masih belum genap 2 tahun, akan tetapi kenapa secara bombastis LAT menyalahkan hidayah Allah Ta’ala tidak turun karena situs Fakta? Janganlah karena buruk muka, lantas cermin dibelah. Banyak sekali situs Salafy—selain Fakta—di tahun 2004-2005 yang dapat ditekuni, baik berbahasa Indonesia, Inggris, Arab dst. Bahkan yang lebih baik lagi, belajar langsung, ta’lim melalui masjid-masjid, ma’had, kaset/CD/DVD, siaran radio ma’had, dst. Jangan semata-mata melalui media Internet saja, terlebih hanya menjadi sambilan di waktu kerja, itupun cuma memelototi satu situs saja. Bisa jadi seperti katak dalam tempurung nantinya, padahal upaya mencari hidayah Allah Ta’ala banyak sekali. Dan memang, hidayah Allah Ta’ala itu amat mahal harganya, tak ternilai. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.”

LAT berkata : “Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog fakta, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya”. Pembaca akan tersenyum melihat kekanak-kanakan si LAT, silakan sebutkan ustadz siapakah yang menyuruh taqlid, mengkomando secara membabi-buta, dengan mewajibkan membaca situs Internet untuk belajar ? Siapa yang menyuruh mencintai sebuah web tanpa dasar ? Apalagi seorang ustadz sampai memaksa muridnya hanya satu situs Internet saja, yakni Fakta. Terang saja seseorang akan capek membaca bukti yang dipaparkan secara detail, yang menyusun saja pegel apalagi yang membaca secara terpaksa. Fitnah pecah belah dakwah Salafiyah yang dilakukan oleh Ihya’ut Turots yang sudah berlangsung sepuluh tahun lebih ingin dibaca oleh LAT sependek “sms-sms” dari sebuah handphone! Inilah lelucon yang diadukan LAT kepada al Ustadz kita, mudah-mudahan pembaca ikut tersenyum.

Perlu dibaca dulu aturan yang dibuat oleh pembuat situs Fakta yang telah ada sejak tanggal 21 November 2006 sbb :
———————————————————————-
“Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh… (untuk muslim)
Sebelum membaca tulisan dan postingan disini, harap diketahui bahwa tulisan disini sifatnya hanya untuk kalangan sendiri, haram/terlarang dibaca/dikopi oleh non muslim. Dan bagi muslimin, ini untuk kalangan sendiri, karena hanya opini pribadi semata.

Insya Allah postingan disini tetap membawa amanat ilmiah, menyertakan nama asli penulisnya, hal ini sesuai dengan misi kami membawakan fakta, untuk dicatat oleh kami sendiri dan yang seide dgn kami, walau terkadang pahit dirasa pihak lain, pahit diungkapkan dan dikata, FAhit diKata tapi nyaTA.

Mudah-mudahan dengan bantuan kami, fakta tersebut dapat tercatat, menjadi nyata bagi kita semua dan yang terpenting dicatat sebagai amalan baik oleh Allah Azza wa Jalla.

Kenapa ditulis di blog ? Bukankah akan membikin publik membacanya ? Ya, terkadang diantara rekan-rekan memiliki file-file bagus, hanya sayang sekali baru didokumentasikan pada email-email pribadi. Nah untuk memudahkan diri kami, kiranya situs catatan/blog pribadi ini membantu, mencatatnya, mengarsipkannya.

Sekali lagi bagi pengunjung, diharapkan materi disini tidak digunakan untuk perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, dst, sebab postingan disini apa adanya, tidak diperhalus bahasa, bukan representasi atas nama seorang da’i, ulama, dakwah secara umum, tapi apa adanya. Harap maklum, tulisan disini sifatnya DRAFT dan Insya Allah kami revisi apabila ada fakta baru. Sehingga tulisan bernada faktual dengan ketiadaan dewan redaksi, editor, terkadang kurang santun, harap maklum adanya.

Maka dari itu, sebelum para pengunjung melihat disini lebih jauh, diharapkan mengetahui bahwa tulisan disini hanya opini pribadi, bila tidak tertarik atau marah, benci, harap meninggalkan situs ini segera, tidak usah membacanya, menyalinnya, menyebarkannya, mengkonfrontir, memprovokasi pihak lain, karena kami hanyalah hamba Allah yang awam, bukan seorang ulama, apatah lagi da’i, santri, atau pelajar.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh… (untuk muslim)
Abdul Hadi as Salafi
———————————————————————-
Dari sini saja memang diakui oleh pengelola situs Fakta, bahwa situs ini bukan untuk semua kalangan, apalagi muslimin awam. Jelas sekali aturan saat membaca situs tersebut, bukan representasi atas nama seorang da’i, ulama, dakwah Salafiyyah. Itu diakui pengelolanya, sebagai situs pribadi, karena ketiadaan redaksi yang memadai sebagaimana layaknya situs profesional, situs dakwah, sehingga tulisan kadang kurang santun, keras, kasar, dst. Sehingga dulu penulis sempat meminta kepada situs ikhwan Salafy untuk tidak melink situs fakta, agar mereka tidak terkena dampaknya.

Nah, disaat pembaca mulai marah, benci, diminta oleh pemilik situs untuk dilarang membaca, menyalin, menyebarkan, mengkonfrontir, memprovokasi pihak lain. Tapi entah kenapa tanpa membaca “Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung“, serta-merta pengunjung itu marah-marah, menghubungi lewat email, memprotes karena ketiadaan tempat untuk komentar, buku tamu, untuk sekedar meluapkan kemarahannya, mengajak debat, mengecap pengecut, dst. Itulah hizbiyyun yang marah ketika kedoknya dibongkar secara detail disertai bukti-buktinya.

Iseng Keenam : Senyum kemenangan LAT
Amat wajar ketika artikel “BAUS Buas?” mulai edisi 1 sampai 4 diterbitkan, yang menjelaskan posisi Joko Waskito dengan Wahdah Islamiyahnya, Pustaka Al Kautsar dengan Abduhnya, Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya di myQuran, sebagai pihak yang perlu dicermati. Amat sangat wajar bila kini LAT pun ikutan marah, rupanya hal itu dikarenakan LAT masih bergumul dengan hizbiyyun, sururiyyun, turotsiyyun dan tampil untuk berdusta untuk mendapatkan jawaban yang memuaskannya.

Kini LAT sedang tersenyum kemenangan, mendapatkan ucapan selama dari rekan-rekannya seperti ditulis sbb [62]:
– Abu Muhammad Heriyanto, di/pada Mei 15th, 2008 pada 1:27 am Dikatakan:

Terima kasih juga telah bertanya kepada Al Ustadz ‘Abdulmu’thi tentang FAKTA. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih hikmah dan bijaksana dalam dakwah ini

Jazakallaahu khoyr wa baarokallaahu fiikum.

– Rijal, di/pada Mei 15th, 2008 pada 4:42 am Dikatakan:

Assalamu’alaikum

Barakallahu fiikum.
Na’am. Ana jg tau dr bulletin friendster yg dipost oleh seorang ikhwan. Dan setau ana FAKTA ud “diusir” dr list http://blogsalaf.co.cc sejak beberapa hari yg lalu.

Maka jelas sudah, LAT dkk tertawa kegirangan. Bahkan saking senangnya, LAT sengaja menaruh artikel tanya-jawab dia dengan ustadz Abdul Mu’thi di bagian kategori Firqah-Hizbiyyah. Artinya bisa dipahami bahwa kesalahan pengelola Fakta yang ‘menghalangi 3 tahun’ si LAT adalah kesalahan Manhajiyyah. Berikut buktinya :

Gambar 8 : Nampak artikel Nasihat Untuk Sebuah Blog Yang Telah Menjauhkan Kami Dari Salafy dimuat disitus LAT dalam kategori Firqah Hizbiyah, yang diikuti oleh ghuroba.blogsome.com dengan judul “Tentang Blog FAKTA” dalam kategori Firqah Hizbiyah. [63]

Berikut kutipan lengkap ungkapan kegembiraan LAT :

” Ditulis pada 15 Mei 2008 oleh Abu Tilmidz | Sunniy Salafy
La Adri At Tilmidz
Aku sangat marah kepada blog itu [1], karena ia telah membuat image buruk Salafy di mataku, sehingga membuatku menjauh dari Salafy sejak ahir 2004 sampai dengan awal 2007. Ketika mengetahu isinya maka dapatlah diketahui sepertinya blog tersebut adalah blog dari ikhwan Salafy karena blog tersebut adalah sebuah blog yang berisi berbagai data dan fakta tentang keadaan sebagian kaum Muslimin yang lekat dengan ahlul bid’ah dan pengekor hawa nafsu. Blog itu juga berisi data keadaan Hizbiy dan Surury. Bagi sebagian kaum Muslimin blog ini amatlah menyesakkan dada sehingga mereka sakit hati oleh data yang disajikan, mereka adalah ahlul bid’ah dan hizbiy. Dan sebagian kaum muslimin lainnya merasa pusing membacanya, pegel karena panjang tulisannya, dan bingung karena isinya yang gontok-gontokan, mereka adalah orang awam yang sedang semangat dalam menuntut ilmu.

Tolong dicamkan, ketika anda membaca nasihat untuk blog tersebut, apa yang akan kami sajikan akan ada dua jenis manusia dalam mensikapi :

1. Sebagian manusia akan semakin bersemangat dalam menimba ilmu dan semakin yakin tentang dakwah yang menyeru kepada Al Quran dan As Sunnah mengikuti manhaj Salaf, karena mereka yakin semua ahlus sunnah adalah berhati bersih dan jika ada satu atau dua Salafy yang keluar dari akhlak dan adab adalah mencerminkan pribadinya dan sama sekali tidak mengurangi nama harum dakwah Salaf. Dan ini adalah sikap yang utama.

2. Sebagian manusia lain akan tertawa, tersenyum, bahkan terbahak-bahak, siapa lagi mereka kalau bukan hizbiy dan ahlul bid’ah, karena mereka akan menyangka bahwa di antara Salafiyyin sendiri ada yang saling sikut-sikutan, itu sangkaan mereka. Jika saja mereka melihat dengan seksama akan nasihat yang akan kami bawakan kepada blog tersebut, dan mereka jujur tentu ini adalah nasihat kepada saudaranya untuk kembali dalam menuntut ilmu dan bukan apa yg mereka sangkakan. Kasihan sekali jika mereka menyangka bahwa di antara Salafiyyin saling gontok-gontokan. Padahal ketahuilah bahwa seluruh Salafiyyin bersatu dan sebagai perwujudan rasa kasih sayang, mereka memberi nasihat jika ada saudaranya kaum Muslimin yang terjatuh ke dalam penyimpangan sebagai rasa kasih sayang.

[[Maka kami/Fakta katakan: Pantaskah seorang Salafy yang jujur akan menjerumuskan saudara-saudaranya dalam pergolakan khilaf dan fitnah seperti ini? Lihatlah bahwa La Adri benar-benar menyadari bahwa tulisannya ini akan membikin para hizbiyyun tertawa dan La Adri tetap mempublikasikannya!! Dia telah membantu hizbiyyun dalam menertawakan Salafiyyun. Dan sungguh para hizbiyyun tersebut tidak pantas tertawa karena “penyusup” ini, tetamnya sendiri telah ketahuan belangnya dalam upayanya untuk mengadu domba sesama saudara seiman semanhaj. Walhamdulillah]]

Beda dengan Hizbiy. Karakteristik hizbiyah adalah melindungi tokohnya meskipun tokohnya salah. Inilah ta’ashub mereka yang fanatik serta taqlid kepada kelompoknya. Mereka membela mati-matian tokohnya, sebut saja Hasan Al Banna sang Sufi, Sayyid Quthb yang suka mengkafirkan atau Yusuf Al Qardhawi sang rasionalis, mereka tahu akan hal itu dan mereka bisa baca karya-karya tokoh tersebut yang tertulis jelas sikap mereka, namun mereka membela dengan berbagai-bagai alasan diputar-putar dengan tujuan membela manhaj kelompok mereka.

Namun tidak bagi seorang Muslim sejati, kebenaran adalah datang dari Allah dan jika ada yang salah dari saudaranya hendaklah diperbriki dan diberi nasihat, semoga saja ia kembali menempuh Islam di jalan Al Quran dan As Sunnah dengan pemahman yang benar. Jika diterima ya syukur walhamdulllah dan jika tidak diterima ya terserah dia, wong kita ndak maksa koq, Wabillahi taufik.

Yakfi, inilah nasihat kepada blog tersebut, yaitu blog yang telah menjauhkanku dari Salafy selama tiga tahun dan juga menjauhkan temen-temenku yang saat ini masih ngaji dengan Surury karena menyangka Salafy adalah serem, kasar, beringas, gak beradab, jutek, galak, kaku, sama sekali gak sopan, berbicarnya beringas, dan seterusnya… dan seterusnya…

Ditanyakan oleh Abu Tilmidz, seorang penuntut ilmu dari Bekasi Timur kepada Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, seorang asatidz Salafiyyin di Jogja yang beliau adalah pengajar Pondok Pesantren Al Anshor, Yogyakarta, melalui blog beliau [2].

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Saya mau tanya ttg blog deleted saya sudah lama tahu ttg fitnah Surury, tepatnya sejak 2004-2005. Namun hingga awal 2007 saya masih ngaji dengan mereka dan blog saya berisi artikel dan kajian dari asatidz Surury. Hal ini disebabkan saya alergi melihat sepak terjang yang terkesan galak dan kurang adab dari sebagian ikhwan Salafy. Saya ndak suka dengan sikap seperti itu yang galak dan tidak menaruh rasa belas kasihan bahkan membuat bingung orang awam, seperti Saya. Hal itulah yang membuat saya terus menjauh dari Salafy bahkan memberi nasihat kepada temen2 untuk tdak ambil pusing melihat tingkah Salafy dan mengajak mereka untuk terus menuntut ilmu kepada Abdul hakim Abdat, yazid Jawas, Zainal Abidin, dan lainnya dan semisalnya. Hal ini terus berlanjut.

Hingga kemudian di awal 2007 saya semakin tidak tenang hingga ahirnya Allah memberikan ketetapan kepada saya untuk pindah majelis untuk memindahkan tempat duduk saya bermualazamah menuntut ilmu kepada asatidz Salafy, diawali dengan menghadiri daurah dua hari di Karawang bersama Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed dan Abdurrahman Lombok, lalu semua daurah-dauarah Salafy saya datangi, saya juga memborong semua rekaman mp3 asatidz di seluruh indonesia, sebagian saya download di internet sebagian lagi minta kiriman dari sahabat dakwah di luar daerah.

Sungguh 3 tahun saya bertahan di Surury karena akibat dari kejamnya blog deleted yang menjauhkan saya dari Salafiyyin. Ketika saya telah menjadi Salafy saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog deleted, kami paksakan untuk membaca semuanya. Namun hasilnya tetap sama seperti dulu, membuat kami pusing dan pegel bacanya. Istri saya malah berkata, “ini orang gak ada kerjaan, dia kaya mata-mata yang ada di film, kan kasihan orang awam” Dan mmg pernyataan istri saya iyakan.

[[Kami/Fakta katakan: Sungguh ucapannya di atas adalah bukti bagaimana La Adri menghiasi tulisannya dengan sesuatu yang tidak masuk akal, Ya La Adri sedang “menunggu Kuda bertanduk”! Bagaimana mungkin artikel yang diawalinya dengan kalimat “Aku sangat marah kepada blog itu” , kemudian “kejamnya blog deleted” dan dia membumbui masakannya dengan MSG (Monosodium Glutamat) “saya paksa-paksakan diri untuk mencintai blog deleted”.

Apakah ada diantara pembaca yang bisa mencintai sekaligus membenci satu “sosok” yang kejam? Apakah Al Wala’ dan Al Bara’ dapat diterapkan pada satu hal? Semoga La Adri tidak akan menjawab, “La Adri, Saya nggak tahu apa-apa?” ]]

Saya mau tanya :
Apakah Ustadz tahu siapa yang berada di balik cadar blog deleted ?
Apakah ketika melihat isinya, ustadz merekomendasikan untuk kami ?
Apakah blog deleted adalah blog Salafy ?
Apa nasihat ustadz kepada kami selanjutnya ?

Mohon penjelasan yang jelas dan gamblang disertai dgn hujjah dan dalil sehingga ini bisa kami jadikan acuan dalam bersikap. Saya pikir efek blog deleted kepada org awam sungguh sangat keterlaluan.
Barokallahu fiika wassalmualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Jawab:
Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

Terkait dengan pertanyaan antum tentang blog deleted, saya nasehatkan kepada segenap ikhwan salafiyyin untuk tidak menghiraukannya. Anggaplah keberadaannya seperti tidak ada. Blog itu tidak mewakili dakwah yang mulia ini (Salafy, red) dan asatidzah yang menyerukannya.

Setahu saya blog itu tidak dikelola dan ditulis oleh orang

orang yang berilmu. Hendaknya para pengelola blog itu bertaqwa kepada Allah. Kewajiban mereka untuk menyerahkan urusan dakwah ini kepada orang-orang yang telah diberi amanah ilmu oleh Allah. Orang-orang yang bodoh sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama kita: “mereka membuat kerusakan dari arah yang mereka menyangkanya adalah perbaikan”. Segala yang mereka perbuat akan dimintai pertanggung jawabannya disisi Allah. Termasuk ketika blog itu menjadi bumerang atas dakwah yang mulia ini sehingga memalingkan manusia dari jalan Allah. Barangsiapa yang memperburuk wajah dakwah yang mulia ini niscaya Allah tidak akan membiarkannya.

Bisa jadi Allah menyesatkan seseorang pada suatu masa karena dia memiliki andil dalam menjauhkan manusia dari jalan Allah. Oleh karena itu, saya mengajak para pengelola blog itu untuk meninggalkannya dan bergiat untuk menuntut ilmu. Masih banyak ilmu yang harus mereka pelajari. Serahkan urusan dakwah yang mulia ini kepada ahlinya. Karena apa yang meraka lakukan itu adalah tugas para ulama, da’i, ustadz untuk menyampaikannya kepada manusia, baik melalui lisan maupun tulisan, dengan ilmu dan hujjah dari kitabullah beserta sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas pemahaman salaf yang dihiasi dengan ketelitian, kehati-hatian, dan cara yang benar, bukan semata-mata dengan meracau melalui fakta yang mereka temukan. Wallahu A’lam Bish Shawab.

sampai di sini jawaban ustadz

Yups… jawaban ini membuat hatiku dan istriku tenang, setidaknya memang benar indahnya dakwah Salafiyah. Memang kami kenal dakwah Salaf sejak 2001 dan kami berazam menjadi Salafy di tahun 2004, kemudian kami dibenturkan dengan masalah Surury di ahir 2004 dan kami cuek aja wong kami ndak paham yang begituan dan kami menganggap bahwa ini berita surury bikin bingung dan memang gaya bahasa di blog itu sangat jauh dari adab seorang Salafy. Alhamdulillah Allah Tabaroka wata’ala memberikan kami hidayah sehingga kami tahu bahwa selama ini kami ngaji bukan di Salafy namun kami ngaji di Surury, Maka kami langsung pindah majelis di awal tahun 2007 untuk bermulazamah [3] di depan asatidz Salafy. wuuiih… betapa panjang liku-liku kebenaran yang kami jalani…

Sebagai catatan bahwa kami membaca tentang Surury TIDAK MELALUI BLOG deleted tapi melalui artikel lainnya yang secara ilmiah dan lugas, singkat padat jelas, dan bahasa yang santun. Wallahi kami ndak pernah mengambil faidah dari blog -deleted-. Bahkan cuma membaca judul-judul tulisan yang ada di blog itu saja kami sudah marah dan benci setengah mati. Kami mulai membaca secara serius dan belajar mencintai blog -deleted- semenjak jadi Salafy.

Sungguh jauh berbeda dengan anggapan. Aku mendapati mereka, salafy begitu sopan, kalem, murah senyum bahkan akrab dan bersahabat. Ketika aku pertama kali datang masuk masjid, mereka tersenyum kepadaku dan sebagainya yang pokoknya jauh dari kesanku terhadap Salafy sebelumnya. Dan setiap daurah, kajian, muhadharah, dan tabligh Salafy sama sekali aku ndak menemukan kesan para asatidz yang galak dan serang sana serang sini. Semuanya beradab dan hikmah. Bahasa santun dan ilmiah. Demikian pula ratusan rekaman kajian mp3 Salafy dari seluruh asatidz di Indonesia yang aku miliki ndak aku temukan susana panas, pun ketika membicarakan Surury dan firqoh hizbiyah dibahas dengan santun dan ilmiah.

Wallahu a’lamu bish shawab

Footnote
[1] Blog yang aku maksud adalah blog FAKTA FAnas diKata Tapi nyatA Juga blog lain yang mungkin ada, yang satu karakter dengannya.
Dulu kami juga membenci website http://salafy.or.id karena beberapa isinya di menu SURURIYAH mirip sama satu karakter dengan blog FAKTA. Namun kini semenjak kami jadi Salafy dan kami kembali membuka website musuh lama ini kami tidak mendapati beberapa artikel yang dulu pernah kami temukan, mungkin beberapa sudah dideleted maka kami mengucapkan Alhamdulillah… dan kami dapati http://salafy.or.id penuh dengan ilmu dan khazanah dan betapa indahnya website Salafy lainnya semisal http://asysyariah.com atau http://darussalaf.or.id, dan semua mua muanya website salafiyyin dan beberapa blog ikhwan Salafy yang penuh dengan ilmu, tidak seperti dulu yang kaku, galak, beringas, dan kasar. Jadi ingat sama blognya Abu Maulid Anto Salafy yang galak itu, tapi alhamdulillah dia sekarang dah taubat dan merubah sikap. Dan ketika aku pertama kali jadi Salafy langsung aku kenalan dan ketemuan sama dia dan masya Allah… wajahnya ternyata kalem koq, ramah, murah senyum. Kata temenku, “iya dianya kalem dan ramah senyum, tapi itu lho jari jemarinya yang galak dan jutek”…he…he…..

Hhhmm…. Cobaaaa dari dulu seperti ini mungkin saya dah lama ngaji di Salafy…he..he…. ini sudah Qaddarullah kali yee….. (jawab : Yaa iyyalaaaah !!)

Tapi memang masih ada saja ikhwan dan akhwat Salafy yang rada-rada ekstrim, contoh saja istriku cerita bahwa di kajian rutin kami hanya istri saja yang ndak pake cadar, semuanya ummahat bercadar, naah istriku langsung diberitahu bahwa cadar itu hukumnya WAJIB! Nah lho tuh khan ndak tanggung tanggung tuh ummahat bilang gitu secara to the point, istriku sih diam aja sambil senyum, tapi dia cerita kepadaku bahwa dalam hati dia bilang, “memangnya saya bodoh, itu kan ikhtilaf di antara ulama dan sebagian ada yang mengatakan itu tidak wajib cuma keutamaan saja dan ndak wajib”

Maksudku ya mbok tuh akhwat ndak langsung to the point gitu, semuanya butuh proses. Ndak usah bilang gitu dia seharusnya paham tanpa diajari juga istri setiap hari diajari sama suaminya !! [64]

[[Kami/Fakta katakan: bagaimana mungkin engkau mengajari istrimu sementara dirimu dengan jujur mempublikasikan di situsmu bahwa engkau nggak tahu apa-apa? Pantaskah engkau wahai La Adri (yang mengaku mencintai dakwah Salafiyah) menyiarkan di situsmu bahwa “ada saja ikhwan dan akhwat Salafy yang rada-rada ekstrim”? Inikah ucapan seorang salafy yang mencintai saudaranya? Membongkar aibnya (kalau memang benar-benar ada) di internet dan menyebarkannya ke seluruh manusia, hizbiyyun? Ataukah engkau sedang membantu hizbiyyun untuk berucap, “Benarkan bahwa Salafi itu kayak gitu…?” Tetapi sayang bahwa dirimu mengambl sanad dari istrimu! Dan pantaskah engkau berceracau tentang akhwat salafiyah dalam masalah cadar di situs internetmu? Kalau benar (dan sayang (dengan bukti kedustaannmu) kami tidak percaya dengan ceracaumu, maka pantaskah aib-aib saudaramu engkau siarkan di khalayak ramai? Tidakkah seharusnya engkau memiliki prinsip bahwa sejelek-jelek saudara seaqidah semanhaj maka dia masih jauh lebih baik daripada sebaik-baik hizbi yang engkau undang makan ke rumahmu!)
Walhamdulillah betapa indahnya dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah waljamaah. Sebuah karakter Salafy sejati. Tidak keterlaluan selayaknya Haddadiyah dan tidak lembek selayaknya Surury dan ikhwaniy. Barokallahu fiikum.
[2] Al Ustadz Abdul Mu’thi di blog resmi beliau http://alhujjah.wordpress.com
[3] Mulazamah = secara rutin datang menuntut ilmu
DIarsipkan di bawah: Akhlak Salaf, Al Manhaj As Salafus Shalih, Firqah Hizbiyah, Ilmu dan Ulama, Urgensi Dakwah [65]”

Satu lagi, salah seorang ikhwan dari Sumut, Abdul Wahid as-Sibolgawy juga turut merilis http://almaidany.wordpress.com/2008/05/14/blog-faka-tidak-mewakili-dakwah-salafiiyah/ berjudul “Blog “Faka” tidak mewakili dakwah salafiyyah!”. Kali ini ybs meletakkan dalam kategori Manhaj.

Terakhir yang penting yakni seseorang dengan nickname t1lmidzi memposting tanya-jawab terkait fakta di situs yang notabenenya milik hizbiyyun, yakni myQuran. Topiknya yang dipilih di bawah thread Dunia Dakwah Islam adalah “USTADZ SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA“. Tercatat telah 192 kali dibaca oleh peminatnya sampai tanggal 20 Mei 2008 pukul 19.43 WIB, wallahul musta’an. Kini telah terbuka sudah sampai ke tangan hizbiyyun adanya tahdzir dari ustadz kepada blog Fakta.

Gambar 9 : Topik yang diposting tanggal 17 Mei 2008 pukul 13.11 WIB menurut jam server myQuran berjudul USTAD SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA di alamat http://myquran.org/forum/index.php/topic,38900.0.html .[66]

Tulisan ini menukil dari situs al Ustadz Abdul Mu’thi diberi judul seram “USTAD SALAFY ‘YAMANI’ MENCELA BLOG FAKTA’. Menurut catatan myQuran, tulisan tersebut dikirim oleh seseorang yang mengaku namanya t1lmidz, tulisan di myQuran baru 1 saja, tanggal terdaftar yakni baru tanggal 17 Mei 2008, 12:43:22. Terakhir aktif adalah hari ini tanggal 20 Mei 2008 pukul 13:14:53.[67]

Kesimpulan
Demikianlah, kedustaannya, memakai bahasa yang bombastis, saat menanyakan perihal situs Fakta kepada ustadz Abdul Mu’thi. La Adri telah berlaku tidak sopan, tak beretika dan tidak santun dengan cara mendustai ustadz kita. Perlu diketahui ungkapan gembira Abu Tilmidzi di halaman 26 – 30, tulisan Abu Tilmidz pada 15 Mei 2008 setelah pertanyaan Abu Tilmidz dijawab al Ustadz Abdul Mu’thi al Maidani. Abu Tilmidz mengakui bahwa dirinya mengenal dakwah Salafiyyah melalui Surury sejak tahun 2004/2005. Lantas karena ‘tertahan selama 3 tahun’ gara-gara kesalahan uslub situs Fakta.blogsome.com yang menurutnya amat buruk. Abu Tilmidz tidak bergegas berganti majelis dakwah Salafy yang benar sampai awal 2007. Sementara situs Fakta baru mulai terbit tanggal 21 November 2006 dan mulai menampilkan artikel tentang Sururi seperti Al Irsyad baru Desember 2006. Lihat juga tulisan dia tentang nasihat akhwat atas istrinya yang belum bercadar karena alasannya cadar itu ‘cuman diutamakan’, tidak wajib, dst.

Demi melihat bukti-bukti yang ada, yakni aktivitas Abu Tilmidz yang merestui informasi tentang kajian, tulisan dari da’i ‘tetangga’ disebarkan ke seluruh anggota milis “Manhaj-Salaf” yang dikelola olehnya, menunjukkan Abu Tilmidz “jujur” dengan ruju’nya yang disebutkan yakni sejak awal tahun 2007 ?

Berikut ringkasannya, Abu Tilmidz meloloskan email kiriman anggota terkait kajian Abu Haidar as Sundawy (31 Maret 2008), Abu Salma (4 Februari 2008), Abdullah al Hadromi Malang (3 Okt 2007), Yazid Jawwas (30 Sept 2007, 6 Agustus 2007), Abu Qotadah Tasikmalaya (19 Ags 2007), Arif Fathul Ulum rekan Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya (30 Juli 2007), Abu Ahmad as Salafi rekan Aunur Rofiq Ghufron Gresik (29 Juli 2007), Arif Fathul Ulum (29,30 Juli 2007), Abdul Hakim Abdat (22 dan 29 Juli 2007), Abu Qotadah (26 Juli 2007), Abu Ihsan Al Atsari (24 Juli 2007), Fariq Gasim Anuz (18 Juli 2007).

Sementara rekan yang dipercaya juga sebagai moderator di Manhaj-Salaf@yahoogroups.com bernama samaran nashirussunnah meloloskan informasi kajian Yazid Jawwas (8 Nov 2007), Abdul Hakim Abdat (8 Sept 2007), Kholid Syamhudi PP Bukhari Solo (5 Juli 2007), Abu Salma murid Abdurrahman Tamimi Al Irsyad Surabaya (5 Juli 2007), Abdul Hakim Abdat (27 Juni 2007), Ali Saman, Lc Al Irsyad Tengaran (25 Juni 2007), Zainal Abidin Syamsudin dai resmi Al Sofwa (2 Mei 2007). Dst.

Juga nampak adanya ketidakjujuran Abu Tilmidz sesuai pengakuan ruju’ kepada manhaj yang haq ini. Abu Tilmidz sendiri mengirimkan informasi kajian Yazid Jawas pada 12 Maret 2007, mengirimkan tulisan Muhammad Arifin Badri 14 Maret 2007 secara berseri sampai 14 edisi, meloloskan email yang berisikan pertanyaan dari anggotanya yang mengutip lengkap ucapan Joko Waskito atau Abu Abdirrahman al Thalibi (26 Juli 2007). Abu Tilmidz sesuai pengakuannya, ruju; di awal 2007, menurut saya sekitar Januari – Februari 2007 mestinya sudah tidak mencampur-adukkan lagi antara Salafy dengan Turotsi .

Abu Tilmidz tidak pantas disebut ruju’ kepada manhaj Salaf sejak awal 2007—menurut pengakuannya—dan disebut seorang Salafy, apabila menulis penuh keakraban di forum kontak/buku tamu situs yang mendukung dan sepemikiran dengan Turotsi. Mohon disimak pada “Iseng Ketiga : Melacak aktivitas lewat Internet” poin g sampai k yang menunjukkan bukti adanya keakraban itu. Yakni beramah-tamah dengan Abu Muadz Yusuf Al Malanji (12 April 2008), Abu Zubair Danny K (15 Maret 2008), Aditya (17 Januari 2008), Abu Zayd (26 Oktober 2007), situs Al Sofwa (8 Maret 2007), dll.

Abu Tilmidz mengucapkan seperti dimuat lengkap pada halaman 16 di tulisan ini, poin ke 25 “Iseng Keempat”. Apakah ini menunjukkan bahwa Abu Tilmidz seorang yang Salafy, seorang yang tsiqah, bisa dipercaya untuk turut berdakwah ke manhaj Salaf dengan situs blognya “sunniy.wordpress.com” serta 5 situs lainnya, aktif di milis-milis dst ?

Sekarang kita dapat menyikapi saudara La Adri At Tilmidz, apakah sebagai seorang hizbi atau Salafy – melihat bukti-bukti yang ada ramah dengan Turotsi. Saya melihat niat baik untuk ruju’ pada Salafy secara lahiriah, namun tidak diikuti dengan bara’ kepada Turotsi, bahkan marah ketika membaca fakta tentang keadaan Hizbi dan Turotsi dibongkar dalam situs Fakta. Juga nampak sikap yang melecehkan ketika istrinya dinasehati untuk bercadar, serta memasukkan nasihat ustadz kepada situs Fakta dalam kategori Firqah – Hizbiyah.

Pantas saja Abu Tilmidz marah demi melihat rekan-rekannya dicerca dan dibongkar dengan bukti-buktinya. Sehingga Abu Tilmidz gembira seperti yang saya dikutip pada halaman situsnya, serta-merta nasihat Al Ustadz Abdul Mu’thi dimasukkan ke kategori Firqah – Hizbiyah, diikuti blog Ghuroba.blogsome.com milik Abu Husam as Samaranji di kategori Firqah – Hizbiyah, lantas Abdul Wahid as Sibolgawy di almaidany.wordpress.com pada kategori Manhaj.

Perlu diketahui, dengan situs tersebut yang merupakan sarana untuk mencatat aktivitas hizbiyyun, membeberkan kesalahannya, yang sesuai peringatan dari webmasternya “untuk kalangan sendiri“. Sama sekali tidak ditujukan untuk disebarkan di kalangan muslimin awam untuk membingungkan mereka. Seperti ditulis di kategori “Dari Webmaster”, ada tulisan berbunyi “Peringatan dari Webmaster untuk Pengunjung”, pada tanggal 21 November 2006. Sengaja tidak adanya kontak, buku tamu, fasilitas komentar, untuk menghindari adanya perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya dan menyita waktu.

Bahwa dengan pengarsipan bukti-bukti di situs Fakta ini, guna menghindari dihapusnya bukti/rekaman di situs-situs hizbi tersebut, banyak sekali yang sudah dimatikan oleh pengelolanya seperti situs at Turots dan situs Al Irsyad “liar” kelompoknya Abdurrahman At Tamimi (untuk menghapus jejak-jejak kejahatan hizbiyah mereka), belum lagi url yang berubah lantaran sistemnya ganti, tidak ditampilkan lagi, oleh situs semacam Al Sofwa Al Muntada Indonesia.

Semestinya kita patut bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan usaha para ikhwah yang sudi meluangkan waktunya yang tidak sedikit, yang telah sekian tahun ini mendokumentasikan bukti-bukti tersebut. Dan ini bukanlah pekerjaan pengangguran atau mata-mata ! Darimana kita tahu kalau Abubakar Ba’asyir adalah penasehat KOMPAK Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang mewadahi Laskar Mujahidin ? Dari bukti yang direkam oleh para ikhwah! Darimana anda tahu bahwa Daurah masyayikh Yordan yang hampir setiap tahun diselenggarakan oleh Ma’had Al Irsyad Abdurrahman Tamimi ternyata juga mengundang jaringan teroris takfiri berikut nama-nama, alamat dan nomor telepon para da’i seluruh Indonesia yang terlibat di dalamnya? Dari bukti-bukti yang didapatkan dan didokumentasikan oleh para ikhwah sekalian !

Sungguh bukti-bukti kejahatan dakwah tersebut tidaklah bisa dinilai oleh rupiah! Berapapun! Kita tidak tahu kapan akan berakhir fitnah hizbiyyah ini, tidak ada yang bisa kita wariskan kepada anak anak kita kecuali bukti-bukti berharga yang terdokumentasikan dengan rapi dan detail. Maka ketika datang seorang hizbiyyun yang hendak memanipulasi fitnah dan persoalan, cukuplah sodorkan dan tunjukkan bukti-bukti kejahatan hizbiyyah mereka dan katakan: “Sungguh engkau adalah pendusta! Engkau telah didustakan oleh bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh ustadz-ustadzmu sendiri!”

Maka bersyukurlah kepada Allah Ta’ala, wahai para ikhwah sekalian, jangan engkau mudah percaya dengan orang-orang yang mengaku telah ruju’ dan bertaubat dari kehizbiyyahannya. Jangan percaya sebelum engkau yakin seyakin-yakinnya bahwa kerak-kerak hizbiyyah telah benar-benar ditanggalkannya.

Keadaan saudara kita La Adri ini sebagai contoh person yang secara lisan ruju’, namun terburu-buru berdakwah di Internet, lantas dipercaya, dilink oleh sebagian situs ikhwan Salafy. Wallahul musta’an. Kiranya hal ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua di masa mendatang. Walhamdulillah ‘ala ni’matillah.Wallahu a’lam.

Ibrahim Abu Abdillah & Redaksi

Catatan ringan bukti masa kini :
http://img389.imageshack.us/img389/7633/buktimasakini001ms4.jpg
http://img155.imageshack.us/img155/4934/buktimasakini01fr1.jpg
http://img98.imageshack.us/img98/3072/buktimasakinibv0.jpg

http://img80.imageshack.us/img80/8756/abuharunmasihakrabiturotx8.jpg

http://img140.imageshack.us/img140/2244/abuharunbukutamu1509200nj4.jpg

Si hizbi di atas-pun menyambut gembira “kemenangan” ini. Perhatikan pula link-link situsnya:
http://img214.imageshack.us/img214/113/salafiyunpadhizbiva3.jpg

Tetapi Abu Harun lupa rupanya bahwa beliau juga bukan ulama, ustadz ataupun da’i dan websitenya masih tetap eksis sampai saat ini (26 Mei 2008 pukul 12.23 WIB). Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua, amin.

Kilas Balik tentang Turotsi
Seorang guru di PP. Al Furqon Gresik (kolaborator dakwah Turatsiyyin) berkata di dalam buku bantahannya:
http://img215.imageshack.us/img215/6356/jgntolakkebenarandrorgyjy2.jpg

“Yah, demikianlah keadaan penulis, orang biasa dan bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan…. Namun saya yakin bahwa standar dan barometer kebenaran bukanlah gelar dan popularitas. Kebenaran tetaplah kebenaran yang harus dijunjung tinggi walaupun yang mengatakannya seorang tukang becak atau petani. Dan kebatilan tetaplah kebatilan yang harus dilenyapkan sekalipun yang mengucapkannya seorang guru, doktor, profesor atau kyai.”

“Oleh karena itu, wajib bagi kita semua, apabila kita keliru hendaknya bersenang hati untuk kembali kepada kebenaran setelah mengetahui dalilnya. Tidak boleh malu di hadapan manusia hanya karena takut disalahkan atau gengsi hanya karena takut kehilangan wibawa. Malu di hadapan Allah lebih utama daripada malu di hadapan manusia”.

Sekali lagi, janganlah memandang kritikan ini dengan sebelah mata hanya karena penulisnya. Dahulu ada cerita menarik, pernah suatu kali ada seorang alim ditanya suatu masalah, lalu dia menjawab: “Saya tidak tahu.” Lantas ada seorang muridnya berkata: “Saya mengetahui jawaban masalah tersebut.: Mendengarnya, sang ustadz langsung memerah wajahnya dan memarahi murid tersebut. Murid itu lalu berkata: “Wahai ustadz! Setinggi apapun ilmu anda, tapi anda tak sepandai Nabi Sulaiman ‘alaihis salam. Saya juga tak lebih bodoh dari burung Hud-Hud, walaupun demikian dia berkata kepada Nabi Sulaiman (artinya): “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya.” (QS. An Naml: 22). Setelah itu, sang guru tak lagi memarahi murid cerdas tadi. [Miftah Darus Sa’adah I/521 oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

Selanjutnya kepada para pembaca tulisan ini, apabila mendapati kebenaran di dalamnya maka terimalah dengan senang hati tanpa melirik siapa yang mengucapkannya, perhatikan apa yang dia ucapkan, bukan orangnya. Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mencela orang yang menolak kebenaran hanya karena datang dari orang yang dibencinya, dan mau menerima kebenaran kalau datang dari orang yang dicintainya karena itu adalah perangai ummat yang tercela. Sebagian sahabat pernah mengatakan: “Terimalah kebenaran walaupun datangnya dari orang yang kamu benci dan tolaklah kebatilan sekalipun datangnya dari orang yang kamu cintai,” Sebagaimana apabila kamu mendapati kesalahan di dalamnya, maka sesungguhnya penulis telah berbuat sekuat tenaga, karena hanya Allah-lah yang sempurna.” [Madarijus salikin III/545 oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah]

Kalau kamu dapati kesalahan, maka tutupilah lubangnya…
Hanya Allah, Dzat Maha Tinggi dan Mulia saja, yang tidak punya salah…

Dan apabila anda menjumpai beberapa kritikan yang terasa cukup pedas setengah kecut, maka anggaplah hal itu jamu yang pahit rasanya tapi terjamin khasiatnya. Janganlah anda terburu-buru memvonis penulisnya dengan orang yang ‘kasar’ atau ‘kurang adab’ karena—demi Allah—tidaklah dia menulis tulisan ini kecuali sebagai nasehat.” [Syaikh Al Albani Dihujat!, Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar al Atsari, Pustaka Abdullah, Jakarta, tt. hal. 183-185]

Sekiranya hal itu dianggap ‘kasar’ dan ‘kurang beradab’, maka bukti-bukti fakta ucapan, tulisan dan sepak terjang hizbiyyah ustadz kondang Yazid Jawaz, Abdul Hakim Abdat, Aunur Rafiq, Zainal Abidin, Abdurrahman Tamimi dan rekan-rekannya dari jaringan teroris Khawarij NII, Joko Waskito, Abduh ZA, Halawi Makmun, Abdullah Hadrami. Serta Ikhwanul Muslimin dan para gembong besarnya dengan gerakan terorisme mereka terhadap Aqidah Tauhid (yang kesemuanya mengatas-namakan berdakwah di atas jalan Ahlussunnah, Salafush shalih), HARUSLAH LEBIH SYAR’IY untuk dicap lebih dulu sebagai ‘kasar’ dan ‘kurang beradab’.

Kami sangat sangat menyadari bahwa kami bukanlah manusia yang terjaga dari suatu kesalahan, dan tidaklah mungkin situs ini akan menjadikan seorang hizbi mencintai ‘kliping’ bukti-bukti kejahatannya sendiri, walaupun “kita memaksa” mereka untuk mencintainya. Wajib bagi kami untuk bertaubat dan ruju’ kepada kebenaran, karena kebenaran lebih berhak untuk diikuti dan dicintai.

Kemarahan Muslim.or.id berubah menjadi “tertawa gembira” dengan fakta saat ini :
http://img67.imageshack.us/img67/2227/nebengsyaikhrabirq7.jpg

Jangan salah, semestinya bukan menertawakan “nasib” Fakta saat ini, tetapi “tertawa” menyaksikan “kelihaiannya sendiri”, saat mana terlontar pertanyaan dari saudara kita LAT alias Abu Harun (saat itu, semoga Allah mengampuni kami dan dia) kepada siapa dia berwala’ ketika mengikrarkan bara’ kebenciannya terhadap fakta (tentu saja termasuk bukti-bukti hizbiyyah di dalamnya). Ternyata Turotsi, Muhammad Arifin, pembesar muslim.or.id, Yazid Jawaz dan Abdul Hakim Abdat masih melekat di hatinya, di websitenya sendiri terbukti :
http://img61.imageshack.us/img61/9422/wwwgeocitiescomdewainskxy0.jpg http://img67.imageshack.us/img67/7056/wwwgeocitiesdewaihptilmya8.jpg http://img61.imageshack.us/img61/9412/wwwgeocitiesdewaihptilmaz1.jpg http://img67.imageshack.us/img67/9855/wwwgeocitiesdewaihptilmcu1.jpg

Serta sampai hari ini 1 Juni 2008 siang, masih bisa diakses situsnya yg merekomendasi tulisan Muhammad Shalih Al Munajjid.
http://img145.imageshack.us/img145/5204/wwwgeocitiescomdewainskvf8.jpg

Bukankah Fakta yang mempublikasikan bukti & data bagaimana “muslim.or.id” bergandengan tangan dengan Wahdah Ikhwaniyah? http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/

Sebuah artikel yang tampaknya cukup membikin ‘fanas’ telinga kedua-belah pihak (Turotsi dan Wahdah Islamiyah) yang ternyata “bersalam-salaman” di balik layar dakwah.

Sungguh sangat mengherankan ketika melihat nasihat Syaikh Rabi’ hafidhahullah agar sesama Ahlussunnah saling berkasih-sayang, berlemah-lembut, mempererat dan mengokohkan tali persaudaraan, ternyata sekarang dimanfaatkan oleh Turotsiyun, muslim.or.id.
http://img67.imageshack.us/img67/3879/nebengfatwasyaikhrabivx3.jpg

Sejak kapan Syaikh Rabi’ hafidhahullah memiliki nilai dan kedudukan di sisi kalian wahai Turotsiyyun?

Bukankah ustadz kalian, Muhammad Wujud yang dulu berkata, “Kalau di Indonesia dia (Syaikh Rabi’) diulamakan, kalau di Saudi banyak yang seperti dia” atau kalimat yang semakna dengan ini.

Belum, belum selesai serangan “rifqan dan mawaddah” para penjahat dakwah itu! Murid besar Syarif Hazza’ asal Mesir, kaki-tangan Ihya’ut Turots (yakni Abu Mush’ab At Turotsy) tidak ketinggalan untuk mengajarkan rifqan Sururinya dengan menyatakan: “Syaikh Rabi’ yang membantah Syarif Hazza’ adalah Shighar ulama (ulama kecil)”!! Itulah kesopanan dan kelembutan dakwah mereka terhadap ulama kita.

Walaupun banyak yang merasa puas menjadi “penonton”, tetapi bagaimana mungkin kita bisa duduk tenang, berdiam-diri ketika mendengar para ustadz “disopan-santuni dan diramah-tamahi” dengan cara yang sangat sangat tidak ilmiah sebagaimana ucapan si hizbi Irsyadi Abu Salma (AS) :
Risalah bundelan tersebut sepertinya berasal dari admin web site ahli fitan terbesar saat ini, yaitu www.talafi.or.id yang dimotori oleh seorang da’i terkenal dari Malang yang saat ini menjadi penasehat website tersebut, yang dia saat ini sedang ‘mencak-mencak’ kepanasan karena merasa al-haq yang dia klaim ditalbis dengan kebatilan dari ‘musuh’ yang dia hasadi dan benci.
Membaca risalah tersebut, membuat saya terheran-heran, kepengen tertawa karena tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini. Sehingga melihat risalah tersebut menyebabkan Syaikh Ali Hasan tidak bergeming sedikitpun dan bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini” [artikel “Lama Tidak OL”, Abu Salma]

Saudaraku kaum Muslimin, lihatlah pelecehan luar biasa yang dilakukan oleh Abu Salma (perhatikan bukti sebelumnya, bahwa blog si AS ini tampil di situs aboezaid yakni salafiyunpad.wp.com http://img98.imageshack.us/img98/3072/buktimasakinibv0.jpg
http://img214.imageshack.us/img214/113/salafiyunpadhizbiva3.jpg http://img221.imageshack.us/img221/5782/aboezaidabusalmaia7.jpg )

Kepada orang-orang yang dinyatakannya :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”!! Padahal di tempat yang sama dia menuduh lawan-lawannya:”…kini dengan ‘tidak tahu malu’ pula mereka kotori lisan dan hati mereka dengan hasad, iri, dengki, cercaan, ejekan, makian dan semisalnya…”. Ya subhanallah, tidakkah dia sedang bermain-main dan berputar-putar dengan tulisannya sendiri? Menuduh orang lain mengotori lisan dan hati mereka dengan berbagai cercaan, ejekan dan makian sementara dirinya sendiri bebas menetapkan untuk mencerca, mengejek dan memaki orang-orang lain!! Itu yang pertama.

Kedua, tahukah kamu, wahai Abu Salma bahwa orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” tidaklah berinisiatif apapun untuk menyampaikan risalah ‘bundelan bukti’ yang cukup tebal yang membuatmu “terheran-heran, kepengen tertawa” tersebut kepada Masyayikh Yordan kecuali hanyalah untuk membantu Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah!! Ya, Syaikh Rabi’lah yang memerintahkan orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” agar mengirimkan bundelan bukti tersebut ke Markaz Al-Albani di Yordania. Lalu apa pandanganmu sendiri terhadap Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dengan “semua pujianmu” ini?! Jika demikian keadaannya, lalu siapa yang engkau maksudkan “bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini”?! Syaikh Rabi’lah yang memerintahkan “kaum munaffirin yang rusak manhaj” ini!! Ini adalah celaan dan ini adalah pelecehan!! (Adakah yang tersisa dari secuilpun kebaikan manhaj asatidzah jika vonis “rusak manhaj” telah dijatuhkannya?)

Tidakkah anda lihat wahai saudaraku, bukan situs Fakta saja yang dicapnya rusak manhajnya! Tetapi para asatidzah yang menjalankan perintah Syaikh Rabi hafidhahullah shighar ulama di sisi mereka—yang divonis rusak manhajnya! Kaum munaffirin! Apakah kita akan tetap merasa nyaman berdiam-diri agar tidak dibenci oleh para hizbi dan Turotsi demi menghindari cap kasar dan tidak beradab? Betapa sedihnya hati kita jika pembelaan terhadap kehormatan para ulama dan asatidzah dari tuduhan-tuduhan tak berdasar seperti contoh di atas dikatakan sebagai gontok-gontokan. Subhanallah.

Dan bukankah hal ini menunjukkan i’tikad baik orang-orang yang engkau “puji” sebagai: ”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”? Tidaklah mereka sebarkan kepada umat isi bundelan bukti tersebut kecuali hanyalah dikirimkan kepada Masyayikh Yordan!! Bukankah dirimu sendiri yang menyampaikan kepada umat betapa Masyayikh Yordan telah menerima bingkisan bukti yang cukup tebal dari orang-orang pengangguran yang lugu dan bloon itu?!

Ketiga, kenapa tidak engkau sebutkan satu-dua contoh saja risalah dan isi bundelan yang mampu membuat dirimu terheran-heran dan kepengen tertawa itu?! Bacakanlah satu-dua lembar saja risalah itu sehingga umat dapat engkau ajak untuk tertawa bersama-sama!! Adakah hal-hal yang lucu sehingga menjadi alasan bagimu untuk ‘kepengen tertawa’? Ataukah engkau sedang menertawakan bukti-bukti penyimpangan manhaj yang kalian lakukan sendiri? Allahu yahdik.

Sungguh, anak-anak ingusan ini tidak hanya sekali menyaksikan bukti betapa dirinya memiliki “hoby” menertawakan kebenaran ketika penyimpangan dan penyelewengan kelompoknya disampaikan sebagai suatu bentuk nasehat kepadanya, apa balasannya? Ketawa!! Saudaraku, perhatikan jawaban “tertawanya”:

Komentar buat Abu Salma :
Kalo’ antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik
———————
Tanggapan Abu Salma :
Dengan tertawa ana berkata : “la an Allaha an yahdiyakum”… sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antumsemoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum…( Anti Sururi, July 5th 2005, 05:18:14 AM, Judul Komentar : Al-Irsyad, Asal : Jawa) [Menyoroti Kiprah dakwah Ihya Turots dkk di Indonesia, sub judul: 22.3 ABU SALMA vs MUHAMMAD RACHDI PRATAMA (SEBUAH KADO PERNIKAHAN)]
Demikianlah “mufti” ini berbicara semaunya untuk melindungi dan membela hawa nafsu hizbiyyahnya.

Bukan itu saja, tahdzir tanpa hujjah dan bukti fakta ilmiyahpun diluncurkannya tanpa malu terhadap ustadz Abu Mas’ud dan Afifuddin: “dakwah tanfir Abu Mas’ud serta Afifuddin dan muqallid Al-Bayyinahnya”
http://img61.imageshack.us/img61/3510/tahdzirabumasudhp6.jpg

Tentu saja tahdzir keras, tanfir, mutasyaddidin di atas tidak lengkap jika ustadz Muhammad as Sewed tidak turut dijarhnya pula:
http://img67.imageshack.us/img67/2375/tahdzirassewedsx9.jpg
http://img67.imageshack.us/img67/8677/tegaskantahdzirassewedvl2.jpg

Tetapi siapa yang mau peduli dengan semua bukti hinaan dan cercaan terhadap asatidzah di atas? Bukankah membela kehormatan ulama, membela keteguhan dakwah para ustadz kita adalah bukti kurang beradab dan tidak beretika? Ya, diamnya Ahlussunnah adalah emas………………………..bagi hizbiyyin.

Itulah aksi kesopanan dan kelembutan etika si murid, bagaimana pula dengan si guru? Pendusta besar Abdurrahman Tamimi hadanallahu wa iyyah (dan kami tidak merasa risih untuk dicap kasar dan tidak sopan karena bagian dari etika kesopanan itu sendiri terhadap seorang pendusta adalah mencapnya pula sebagai pendusta) :
“…sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah Salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang-orang yang berbuat “ghuluw” (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi kami lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh.
Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah Salafiyyah yang haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek. Tidaklah seorang menyelisihi mereka, sekalipun itu dari teman-teman mereka sendiri, melainkan mereka membid’ahkannya dan mengucilkannya dari pergaulan dengan mereka….
Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak.
Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan….dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.
Semua itu –dan selainnya- sekali-kali tidak akan ada kelangsungannya atau perbaikannya, sekali-kali tidak akan berjalan bersamanya amal kebenaran yang jelas, justru ia akan hilang dan meleleh serta tidak akan kembali”
(Pidato Abdurrahman At-Tamimi ketika menceramahi peserta Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 di Markaz Al-Albani, Yordania)

Bisa jadi saat pidato ini diucapkan (untuk kemudian dipublikasikan secara luas di situs internet Irsyadiyyun dan disebarkan pula melalui majalah Adz-Dzakhirah Ma’had Al Irsyad Surabaya) kita belumlah “lahir” atau kita malah sama sekali tidak tahu atau bahkan mungkin saat itu. Mungkin kita sedang asyik taklim, bergaul dan berinteraksi dakwah lemah-lembut bersama hizbiyyun Irsyadiyyun Turotsiyun, atau mungkin kita tahu, tapi kita lalui begitu saja “pidato kesopanan” di atas karena kita anggap bukan urusan kita. Sampai kemudian anak-anak ingusan yang “tak tahu etika dan sopan santun” itu mengklipingkan dan menghidangkannya untuk kita faktanya. Sayang, bukan tahdzir terhadap situs Fakta itu sendiri tetapi tahdzir habis tak bersisa dari ustadz Abdurrahman Tamimi kepada para asatidzah Salafiyyin (tanpa kecuali!) di hadapan lebih kurang seribu ulama dari seluruh dunia di markaz Al Albani. Sekali lagi, siapa yang mau peduli dengan semua ini? Allahul Musta’an.

Di masa Ja’far Umar Thalib –dulu—bahkan tuduhan di atas jauh lebih santer dan lebih dahsyat diarahkan kepadanya. Tapi semua itu mental tiada berarti. Sampai akhirnya diangkat ke Syaikh Ali Hasan hafidhahullah (dan mereka/Turotsiyyin ketika itu menyangka dengan fatwa Syaikh Ali, dakwah Ja’far menjadi tamat!). Tapi apa kata beliau:
ان كل ا لأمورالتى يٍٍلآ حظهاالاحوةعلي جعفر انما هي الأمورفي طريقة تطبيق المنهج وليس في المنهج في طريقة تطبيق المنهج وليس في المنهج,واذ الأ مر كذالك فان عندي عندي,ان عشرين خطأ في تطبيق المنهج ليسوابأخطرمن خطأ واحدفي المنهج
“Sesungguhnya seluruh urusan yang diperingatkan oleh para Ikhwan terhadap Ja’far hanya merupakan urusan-urusan dalam hal cara menerapkan manhaj dan bukan dalam hal manhaj, dalam hal cara menerapkan manhaj dan bukan dalam hal manhaj. Jika permasalahannya demikian, maka sesungguhnya menurutku 20 kesalahan dalam penerapan manhaj tidaklah lebih berbahaya dari 1 kesalahan dalam hal manhaj.”(Meruntuhkan Syubhat Hizbiyyin, Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muharabatul Bid’ah, Syawwal 1419H, hal.28).

Jadi sebaiknya para hizbiyyin menghentikan saja tuduhan “semu” seperti ini, silakan mereka tunjukkan bukti fakta penyimpangan manhaj kami agar kami bisa segera menghapusnya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana kami telah mempublikasikan bukti fakta penyimpangan manhaj mereka, semoga Allah Ta’ala selalu menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang tidak keras kepala untuk rujuk kepada Al Haq! Amin.

http://fakta.blogsome.com/2007/03/11/maka-menangislah/

Keliru besar jika orang-orang jahat yang memang sedari awal menginginkan agar kami bentrok, memusuhi atau bahkan memerangi ustadz-ustadz kami sendiri, demi mengikuti skenario keji mereka untuk mengadu domba diantara kami. Bagaimana mungkin kami akan memusuhi asatidzah, sementara merekalah hafidhahumullah (jazahumullahu khaira katsira) yang selama ini membentengi umat dari kesesatan dan kehizbiyahan dakwah mereka? Para ustadzlah yang selama ini menjelaskan dengan jelas dan ilmiyah akan bukti kejahatan dakwah Sururiyah Ikhwaniyah! Ihya’ut Turots! Surkati dan Al Irsyadnya!

Terakhir hari ini pembaca bisa menyimak komentar terakhir yang diloloskan dan disepakati oleh al Ustadz Abu Harun La Adri at Tilmidz Dewa Inskari Harry Putra sbb :

Abu Hisyam, demikian pendukung Abu Harun itu mengucapkan pada tgl 1 Juni 2008 pukul 04.51 AM sbb :
“abu hisyam, di/pada Juni 1st, 2008 pada 4:51 am Dikatakan:
assalamu ‘alaikum…
akhi, saya bahkan amat yakin ibrahim abu abdillah, abdul hadi as salafi, abdul ghafur al malanji adalah penyusup dakwah, yg memporak-porandakan dakwah salafiyah, bukan seorang salafy. bahkan dari tulisannya nampak dia berpemikiran khawarij, mungkin sisa-sisa pemikirannya laskar dulu.wallahu a’lam.
saya amat berterimakasih kalau upaya akhi antosalafy, abdurrahman, antum abu harun, untuk segera menghadap ke 10 ustadz yg biasa mengkaji di jakarta dan sekitarnya. mohon apapun hasilnya dikabarkan di forum yg kita cintai ini.
buat akhi abu harun, tetap bersabar, sejak awal sikap antum sudah tepat, 100% benar, mereka memang perlu di’hajar’ dengan fatwa asatidzah. kita buktikan siapa yg salah, antum apa mereka yang cuman segelintir. tidak ada ikhwan yg membela mereka, apatah lagi ustaz. wallahu a’lam.uhibbuka fillah.” [http://sunniy.wordpress.com/about/#comment-426 direkam di http://img65.imageshack.us/img65/2883/sunniywordpresscomaboutne1.jpg%5D

“Kepenyusupan” tiga orang ini juga diamini oleh Akmal Hisyam, di/pada Mei 30th, 2008 pada 12:47 am, “Ana masih belum berani mengatakan justru bahkan mereka mungkin penyusup, wallahu a’lam.”, dan Ummu Salamah, di/pada Mei 24th, 2008 pada 2:53 am “semoga Allah segera membongkar kedok mereka sebagai penyusup di barisan salafiyyun. ” Yah, untuk sementara Abu Harun ‘menang’ dengan sukses banyaknya pendukung dan pembela via Buku Tamunya ini.

Siapa pula yang menyebarkan berita bahwa Syaikh Rabi’ hafidhahullah telah diusir dari Madinah? Bukankah pihak kalian sendiri wahai turotsiyyin, muslim.or.id? Betapa anehnya bahwa setelah turotsiyyun menunjukkan betapa tingginya “keramahan, adab dan sopan santun”nya terhadap Syaikh Rabi’, sekarang mereka tanpa rasa malu menampilkan nasihat beliau hafidhahullah? Masya Allah, suatu sikap yang luar biasa—yang di luar kebiasaan—. Ketegasan manhaj sebagaimana penjelasan para ulama dan asatidzah terkait fitnah Sururiyah Ikhwaniyah Turotsiyah Irsyadiyah akan menghindarkan kita dari kebingungan. Tetapi jika tetap masih bermuka dua, duduk sana duduk sini, taklim Salafy yes, taklim sururi oke, gaul sururi, ikhwani dan salafypun tak masalah, jangan jadikan fakta sebagai kambing hitamnya. Ada yang bertanya, apa solusinya? Ternyata “gampang”, tetapi sungguh berat jika penghasilan pergaulan ramah lintas manhaj yang menjadi tujuan kehidupan:

Syaikh Ali Hasan : “Solusinya gampang, jangan bergaul dengan mereka para hizbiyah. Muamalah kita sebatas dakwah kepada mereka.”
http://img61.imageshack.us/img61/3488/solusinyagampanght5.jpg

Gampang memang jika lisan yang mengucap, adapun faktanya? Sebagaimana bukti sebelumnya, toh masih tetap “keras kepala” juga beretika sopan santun dengan saudara hizbinya:
http://fakta.blogsome.com/2008/02/05/turatsiwadah-ikhwaniyyah-keceplosan/

Semoga masih tetap ada yang berani untuk mengungkap, menulis dan berucap bahwa ucapan-ucapan mereka, sikap-sikap dan perilaku mereka, para hizbi ini benar-benar sangat tidak sopan, tidak beretika, kasar dan tidak santun! Tentu saja tidak ilmiyah, yakni tuduhan-tuduhan khabits terhadap ulama Ahlus Sunnah dan para asatidzah yang tetap istiqamah membentengi umat dari dakwah hizbiyyah-dinariyah mereka walaupun pengungkapnya harus menanggung resiko untuk dijauhi, dibenci, dicap kasar dan tidak punya adab….walau Fahit AKibaTnyA.

Jazakumullahu khairan katsiro, atas semua saran, kritik, masukan dari asatidzah dan ikhwan semua…

Footnote:
[53] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/database?method=reportRows&tbl=1&sortBy=1&sortDir=down&start_at=20
[54] http://groups.yahoo.com/group/salafiyyin/message/1801
[55] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602
[56] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31602
[57] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/29261
[58] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/20739
[59] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/17258
[60] http://img204.imageshack.us/img204/6944/bertahandisururitigatahty2.jpg
[61] http://img174.imageshack.us/img174/5218/faktablogsomecom2006112ju7.jpg
[62] http://sunniy.wordpress.com/about/
[63] http://img297.imageshack.us/img297/1981/sunniywordpresscom20080ci5.jpg
[64] http://img292.imageshack.us/img292/7605/sombongcadartidakwajibno6.jpg
[65] http://sunniy.wordpress.com/2008/05/15/nasihat-untuk-sebuah-blog-yang-telah-menjauhkanku-dari-salafy/#more-414
[66] http://img174.imageshack.us/img174/4076/myquranorgforumindexphpvb5.jpg
[67] http://myquran.org/forum/index.php?action=profile;u=55094

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2008/05/21/baus-buas-6-penyusup-itu-bernama/trackback/


SuperMan dan Dakwah dari Dalam

Filed under: Umum, Fakta

Pengantar
Siapa yang tak pernah mendengar nama SuperMan? Manusia super bodi yang menebar kebaikan dengan menolong orang serta memberantas kejahatan. Sayang semua itu hanyalah bualan, cerita dusta yang tak pernah ada di alam kenyataan selain bikinan Hollywood produsen cerita-cerita khayalan dan kebohongan yang tak mengenal halal dan haram. Pun para ulama bukanlah SuperMan, manusia superkuat yang yakin tak terkalahkan. Dibalik ketaqwaan dan kemapanan ilmunya yang bersinar di sepanjang generasi umat Islam, mereka adalah manusia biasa yang memiliki rasa takut akan terjerumus kepada bid’ah dan kesesatan. Hal mana yang mengharuskan mereka untuk selektif dan hati-hati dalam memilih teman bicara dan kawan sepergaulan.

Ada seorang laki-laki yang berkata kepada Ibnu Sirrin rahimahullah, “Sesungguhnya si fulan mau datang kepadamu dan dia tidak berbicara sesuatu apapun”.
Ibnu Sirrin berkata, “Katakan kepada fulan: Tidak! Tidak usah dia datang”’ karena hati anak Adam itu lemah dan aku khawatir kalau aku mendengar suatu kalimat, lantas hatiku tidak kembali sebagaimana mestinya.” (HR. Ibnu Baththah dalam Al Ibanah ‘an Syari’ah Al Firqah An Najiyah 399)
Yahya bin Ubaid rahimahullah berkata, “Seorang Mu’tazilah pernah menemuiku. Lalu dia berdiri dan akupun berdiri. Maka aku katakan, “Entah engkau yang pergi atau aku yang pergi, karena jika aku berjalan bersama seorang Nasrani, itu lebih aku sukai daripada berjalan bersamamu” (Al Bida’ wan Nahyu ‘anha, Ibnu Wadhdhah, 59).

Sungguh tidak ada para A’immah yang merasa aman (baca: kebal manhaj) dari bid’ah dan para pengusungnya! Al Firyabi rahimahullah berkata:
“Dulu Sufyan (Ats Tsauri rahimahullah) melarang aku duduk bersama fulan, yakni seorang dari kalangan ahli bid’ah” (Al Ibanah, 454)

Satu dua pertanyaan kepada para pembaca sekalian, Apakah ada diantara anda yang meragukan kapasitas keilmuan para ulama Salafush Shalih di atas? Lalu mengapa mereka masih merasa khawatir bahwa pergaulan mereka dengan sembarang orang akan dapat menjerumuskannya ke dalam fitnah, syubhat dan kesesatan? Benar, mereka bukanlah SuperMan, mereka adalah manusia-manusia utama yang telah Allah anugerahkan ilmu dan ketaqwaaan yang membuat mereka begitu menghargai jalan keselamatan. Dan dengan ilmu itu pula telah membikin mereka sangat takut terjerumus ke dalam bid’ah dan kesesatan karena tidak menjaga pergaulan.

Di sisi lain, telah muncul para SuperMan-SuperMan ‘kebal manhaj’ yang begitu Pede (baca : percaya diri) dengan ilmu dan hujjah yang mereka miliki. Ini bukanlah kisah SuperMan khayalan, tetapi SuperMan yang benar-benar hidup di alam kenyataan. Manusia-manusia gagah yang dengan kegagahannya mencoba mendobrak pintu “bid’ah dan maksiat”, masuk ke dalamnya dan berupaya memperbaiki dari dalam…dalam dalam, mereka adalah para pahlawan bagi kaumnya. Siapa saja mereka? Simak artikel berikut ini…

Dakwah dari Dalam
Dakwah dari dalam, membina dari dalam, masuk terlebih dahulu, berkubang di dalam dan memperbaiki dalam dalam. Demikian indah kata-kata ini untuk menghiasi sikap seseorang yang sengaja ‘terjun langsung’ di organisasi, kelompok atau partai yang jelas-jelas bukan bermanhaj Salaf, bahkan yang jelas-jelas memusuhi dakwah Al Haq. Walaupun di dalam sana, nun jauh disana mengawali “niat baiknya” dengan terpaksa mengikuti acara-acara bid’ah dan maksiat serta berdekat-dekat dengan para gembong penghasung bid’ah dan maksiat pula.

Masalahnya adalah masuk ke dalam berarti berkubang bersama orang-orang yang kita ingin ubah. Sementara siapa yang menjamin dirinya memiliki pendirian yang cukup teguh dan memegang prinsip melebihi ulama Salaf ? Padahal sejatinya manusia lemah seperti kita bisa mudah terbawa lingkungan, mudah hanyut dibawa arus. Selalu ada nilai-nilai yang di dalam sana harus dikompromikan. Baru masuk saja sudah harus banyak kompromi, bagaimana dengan nanti ?

Kita ketahui, organisasi, kelompok atau partai yang tidak bermanhaj Salaf (dan atau memusuhi dakwah Salaf), seringkali meramaikan hari selain dua hari Ied, bisa diistilahkan dies natalis atau milad. Terkadang acara tersebut diramaikan dengan musik, suasana ‘pakaian rapi’, berjas, berdasi, campur-baur wanita dan lelaki dan hal-hal ngeri lainnya. Kadang disana, nun jauh disana, terkadang harus berpapasan dengan hizbi, dalam rapat, seminar, arena lomba ilmiah, tak pelak lagi mewajibkan mereka akrab dengan para pembawa pemikiran keliru, dan sesat, para penyebar bid’ah dan maksiat. Kadang harus ‘merapat’ bersama pengajar “filsafat Islam”, toleransi dengan tokoh aliran, sekulerisme, materialisme dll. Bagi yang berstatus mahasiswa program keIslaman tentulah harus berpenampilan ramah, baik dan sopan serta kooperatif kepada para dosennya kalau tidak ingin nilainya “E” alias tidak lulus.

Tangan tak kuasa melawan, mulut tak mampu membuka, lidah tentu saja tidak mampu bergoyang ‘tuk mengatakan enggan, tidak atau jangan. Hatipun mulai dirayu setan. Lama-lama kini acara yang sarat bid’ah dan maksiat itu mulai dinikmati setengah hati… sampai sepenuh hati. Ternyata bergabung di dalam, senyum dan kerjasama dengan hizbi disana, membawa penghidupan yang layak, meningkatkan derajat kehidupan, memperpanjang gelar, bahkan menghasilkan uang

Pendakwah dari Dalam
Beberapa buktinya, pendakwah di Surabaya sana, demi meraih tujuan sebuah gelar rela masuk “ke dalam”. Kendati harus ‘belajar” materi yang mengerikan dari dosennya, “Filsafat Ilmu”, “Filsafat Hukum”. Tepatnya hal ini menimpa dua nama yang tidak asing bagi Irsyadiyyun, Mubarok Bamualim dan Salim Ghanim.[1] Kisah dua orang da’i Mahad Al Irsyad As Salafi ini simak di artikel berikut bertajuk “Benar !! Mubarak Bergabung dengan JIL di Sarangnya.”[2] Paradoks memang, antara ikhtilath dengan mahasiswi dengan sukarela, rela mendengarkan celotehan filosof guna meraih gelar sebagai orang intelek.

Alih-alih hendak menguasai medan dakwah dengan bergabung ‘di dalam’ terlebih dahulu walau dengan tokoh PK Al Ikhwani di markas lamanya[3]. Bapak Abdurrahman Tamimi direktur Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya, akhirnya didepak oleh Al Irsyad sehingga terpaksa menyingkir dari markas Al Irsyad Surabaya, pindah ke Sidotopo Kidul dan mengubah nama ma’hadnya menjadi “Mahad Ali Al Irsyad As Salafi”. Kemudian nama Al Irsyad-pun benar-benar hendak dihapus dengan ganti nama Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib. Kalau benar-benar dibuka, maka kontribusi ijazah dua orang tim majalah Adz Dzakhiirah, kandidat Magister Agama STAIN Sunan Ampel, akan sangat berguna untuk memperkaya dosen lulusan S1 dan S2.

Contoh lainnya, seseorang yang bernama Randi Fidayanto, Lc yang juga termasuk diundang dalam acara daurah Al Irsyad 10 – 13 Juli 2006 dan 14 – 18 Februari 2006 tertulis “Rendi Fak. Tarbiyah UnMuh Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh Purwokerto)”.[4] Semula Randi dikenal ‘berdakwah dari dalam’ di Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto sesuai data tahun 2006 di atas. Kini di tahun 2008, Randi tercatat sebagai dosen di STIE Swastamandiri, Solo bahkan menjabat sebagai Kepala bidang kepesantrenan. STIE Swastamandiri ini membuka program ala pesantren dengan nama Pondok Pesantren Al-Es’af.

Tentu saja, program studi Ekonomi diminati banyak kaum Hawa, sehingga pembicaraan antara dosen dan mahasiswinya penuh keakraban jelas tidak terhindarkan. Simak yang terekam di buku tamu situs STAS berikut ini : “tia muthiah_ali@yahoo.com 14 Sep 2007 09:03 pak ustad randi….santrieeeeeeeeee, lom tau tuh nama masjidnya, katanya bingung yang di maksud majid ibadurrahman atw masjid pak kasman, tolong di konfirmasikan lagi ya…..
oke cukup sekian ya…kapan2 tia sambung lagi cakp2nya.[5]” Sang ustadz menjawab “Rafanda randifa@telkom.net www.stas 21 Sep 2007 09:30 wah, yang jelas ya Masjid Kasman Singodimeja atau Masjid Al-Es’af ( ini nama nanti lho kalo udah kapsitas 300 orang), kalo sekarang tuh walau disebut Musholla atau bilik sholat atau mihrab-seperti zamannya Maryam- atau kamar sholat. Kalau bukan qt qt yang meramaikannya- tapi jangan terika-teriak lho- siapa lagi. Untuk paket Ramadlan memang sholat malam setiap hari, nanti diluar ramadlan ya paling 3 hari sekali aja cukup. Tapi sholat malam harus dilakukan setiap hari walaupun sendiri-sendiri. gitu lho.” Entah bagaimana suasana praktek belajar-mengajar di STIE Swastamandiri, interaksi dosen dan ratusan mahasiswi yang hanya didukung 3 dosen wanita ?

Dakwah dari dalam benar-benar sedang dipraktekkan oleh Bapak Rendi/Randi yang lulusan Universitas Islam Madinah. Kendati posisi di STIE tersebut berdampingan dengan Eman Badru Tamam, Lc, rekan Abu Bakar Ba’asyir. Eman sebagai petinggi MMI, juga dewan pengasuh PP Isy Karima, Solo yang sama-sama pernah menjadi pejabat Kompak DDII Jawa Tengah[6] bersama pengasuh PP Isy Karima lainnya, KH Wahyudin (juga pengasuh PP Al Mukmin Ngruki, Solo) dan Syihabuddin AM.[7] Disanalah Rendi berada, berteman dengan petinggi Ngruki, DDII, bergabung dan bersatu dalam lembaga tersebut. [8]

Tersebutlah sebuah nama nnur pada tanggal 6 September 2005 mengirimkan email ke Adinda Praditya di milis Salafyoon. Sejenak pembaca bisa mengecek di situs resmi terkait instansi yang disebut-sebut, ternyata nick nnur telah menjadi dosenwati [9] Silakan pembaca mengecek, nnur adalah seorang akhwat yang pernah menjadi admin jilbab.or.id serta moderator milis Salafyoon, aktivis milis Assunnah, apakah gerangan yang mendorong untuk mengambil keputusan menjadi pengajar di kampus campur-baur tersebut ?

Tertulis kalimat di pesan nnur tadi dibuka dengan kalimat Adinda : “…Afwan, bukan bermaksud apa-apa selain ingin memberikan info pekerjaan (yang lingkungannya relatif lebih baik dari pada perkantoran pada umumnya), sekaligus menyemarakkan jumlah dosen yang bermanhaj salaf di Univ. Islam…” Bagaimana lingkungan kampus bagi dosen wanita ? Jelas, sebagai nampang di depan, mengajar di depan mahasiswa pria, sebagai pembimbing mahasiswa kadang harus berdua, rapat dengan dosen pria, dst.dst. Duh, ternyata ‘dakwah dari dalam’ lagi alasannya, dengan menjadi dosen.

Sepertinya, ‘dakwah dari dalam’ telah menjadi trend alasan bagi sejumlah da’i dan person yang mengaku bermanhaj Salaf yang berkepentingan dengan dunia. Contoh lain, Bapak Arifin Riddin, Lc lulusan Universitas Islam Madinah yang menjadi pendakwah ‘dari dalam’ di Mu’allimin Muhammadiyyah sesuai informasi tahun 2006[10]. Tragisnya, Arifin juga aktif dalam acara yang sarat akan bau bid’ah, yakni Pengajian dalam rangka Sekaten di masjid Gede Kauman, nama Arifin Riddin juga disebutkan mengisi tanggal 27 Maret 2007 dengan tema “Ibadah Sebagai Kunci Meraih Kesuksesan Dan Kebahagiaaan Dunia Akhirat”.[11] Padahal sudah sejak tahun 2005 – 2008, Arifin juga aktif di acara “Salafi” dengan nama Islamic Center Bin Baz, Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) alias YPIA a.k.a LBIA, seperti Studi Islam Intensif (SII) tanggal 20-27 September 2005 dan SII 2007 tanggal 8 Desember 2007. [12]

Ditambah lagi, rekan lainnya yang bernama Afifi Abdul Wadud rekan Aris Munandar di YPIA, pemilik toko Ihya’ Jogjakarta. Kini dirinya makin leluasa bergerak ceramah, salah satunya di masjid Syuhada.[13] Di acara Tsiqoh Studi Islam Efektif yang dipanitiai Tsiqoh Organizer, didukung oleh Barokah, CDMS Corp Dakwah Masjid Syuhada, Binder, dijanjikan akan dibuat Album Kenangan alias di foto-foto, duh… Acara yang diisi Afifi tanggal 14 Maret, sedangkan ciri khas acara ikhwani yakni ‘MABIT’ bersama CDMS Crew tanggal 5 April 2008.

Nama-nama pengisi selain Afifi, yakni tokoh politik, Ketua Dewan Syariah PKS Sleman Drs. Syathori Abdurrauf, Ghazali Mukri, Lc (trainer kader PKS), Sigit Yulianta (penceramah masjid Mardliyah, tempat kaderisasi PK al Ikhwani),Ma’ruf Amary, Lc (Ketua Dewan Syariah DPW PKS DIY), Cahyadi Takariyawan, Apt (Wakil Ketua DPP PK Wilayah Dakwah III), Abdullah Sunono, ST (Ketua DPD PK Kabupaten Sleman). Jelas sudah siapakah pengundang Afifi tersebut dan komunitas masjid Syuhada. Saking campur-aduknya manhaj jama’ah masjid Syuhada tersebut, sampai-sampai ada perayaan tahun baru Imlek di tahun 2003, padahal sarat akan pemahaman agama Khong Hu Chu.

Simak juga artikel “Aris Munandar, Bapak Pramuka Jogjakarta” yang juga diakui muridnya ‘berdakwah dari dalam’ PP Taruna Al Quran/L-Data[14], akrab dengan tokoh Wahdah Islamiyyah, semakin melengkapi khazanah kita tentang dakwah dari dalam tersebut.[15] Tak lupa bapak Yazid Jawwas[16] dan Abdul Hakim Abdat[17] yang ‘berdalam-dalam’ di DDII, sampai-sampai mendapatkan tempat tetap di markasnya. Ternyata tidak hanya dalam pengajian, Yazid juga terlibat jauh dalam bisnis dengan tokoh DDII.[18]

Dus, yang terakhir ‘dakwah dari dalam’ layar kaca TVRI yang dilancarkan oleh Zainal Abidin, Lc, da’i resmi Al Sofwah. Dengan penuh gegap gempita, para pengagum dakwah Turotsi ini menyebarkan lewat SMS, milis, situs-situs, “Mohon kesediaan antum untuk menyampaikan kepada keluarga, tetangga, teman, karib kerabat”. Dakwah Tauhidkah di televisi tersebut ? Tentu tidak, dakwah yang mudah diterima yakni fiqh pernikahan berjudul “Indahnya Pernikahan Dini”[19], ada yang mengabarkan bertema “Langkah Serasi Menuju Keluarga Islami”.

Apa yang akan terjadi ? Pemirsa yang mengaku bermanhaj Salaf tadi akan menyaksikan rangkaian dakwah plus-plus. Dakwah plus iklan televisi, dakwah plus musik, dakwah plus maksiat. Hal itu tidak dapat dihindari mengingat stasiun TV pada umumnya demikian. Selepas acara Hikmah Pagi, pemirsa yang memang hobi nonton TV terus mengikuti acara tersebut, ketika bosan, ganti stasiun televisi. Begitu seterusnya.

Mau tahu acara lain di TVRI yang ‘nyeleneh’ itu ? Menurut situsnya, acara TVRI setiap harinya diawali dengan diputarnya lagu, lantas acara yang ‘diidam-idamkan’ itu, Hikmah Pagi. Acara lainnya yang dapat disimpulkan mengerikan dari judulnya saja misalnya, Gebyar Keroncong, Ketoprak, Ngejinggo Bareng Slank, Sinetron Kolosal, Gerai Musik, Tembang Anyar, Festival Nasyid, Kamera Ria, Dangdut Pro, Country Road, Bintang Kampung dst.

Itulah prinsip dakwah dari dalam yang ‘bercampur aduk di dalam’, membersihkan dan menjernihkan air selokan satu demi satu agar siap diminum, demikianlah mereka menghabiskan umur dan waktunya. Allahul musta’aan. Padahal air jernih dari berbagai mata air pegunungan serta air Zam-Zam yang bersih masih banyak tersedia.

Tentu saja pada kesimpulannya, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, bapak Mubarok, Randi, Afifi, Arifin Riddin, Zainal, Aris Munandar, Yazid Jawwas, ibu nnur, dkk, para pendakwah dari dalam tidak akan berani membawa prinsip-prinsip Manhaj Salafus Shalih, yakni dakwah Tauhid, mengenal Allah Ta’ala, Asma’ dan Sifat Allah, Rububiyyah, Uluhiyyahnya, menentang bid’ah secara terbuka, membela Sunnah Rasulullah yang asing, dst.

Ada baiknya pembaca menyimak kembali terjemahan dari fatwa Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah disini. “Televisi dewasa ini, 99% banyak menayangkan nilai-nilai atau faham-faham kefasikan, perbuatan dosa, nyayian haram, ataupun perbutaan yang mengumbar hawa nafsu, dan lain-lain sejenisnya. Hanya 1 % tayangan televisi yang dapat diambil manfaatnya. Jadi kesimpulan hukum televisi itu dilihat dari penayangan yang dominan. Jika telah terdapat Daulah Islamiyah, dan dapat menerapkan kurikulum ilmiah yang berfaedah bagi umat, maka berkaitan dengan televisi untuk saat itu; saya tidak hanya mengatakan boleh (jaiz) tetapi wajib hukumnya.”[20]

Fatwa Ulama tentang memperbaiki dari dalam
Adakah penjelasan gamblang dari para Ulama terkait berdakwah dari dalam yang banyak dipraktekkan para dai tersebut? Mengingat ‘dakwah dari dalam’ tersebut belum ada kenyataan keberhasilannya, misalnya berhasil menghilangkan stigma gaulnya dengan hizbi, pudarnya batas-batas pergaulan antara Ahlussunnah dan Ahlul bid’ah. Juga dituntut pula mereka berhasil memurnikan pemahaman muridnya, untuk berpemahaman lurus, tegas bersikap sesuai manhaj Salafus Shalih dst. Berikut salah satu penjelasan asy Syaikh Abu Yasir Khalid ar-Raddadi hafidhahullah untuk menyingkap syubhat para SuperMan yang begitu semangat memperbaiki dari dalam.

Al Ustadz Muhammad Wildan pada tanggal 17 Dzulhijjah 1423/ 19 February 2003 bertanya pada syaikh Khalid ar- Raddadi : “Apa bantahan anda terhadap perkataan sebagian da’i tentang bolehnya bergaul dengan firqah-firqah atau jama’ah-jama’ah yang ada dengan alasan untuk memperbaiki dari dalam ?”
Syaikh Kholid menjawabnya : “Yang pertama, perbaikan dari dalam bukan berarti bahwa engkau tetap bersamanya. bentuk pengingkaran paling kecil adalah tindakanmu memisahkan diri darinya. Pengingkaran terkecil itu adalah tindakanmu memisahkan diri darinya, tidak bergaul dengannya. Adapun apabila engkau tetap bersama mereka, bergaul dengan mereka, mendiamkan kemungkaran-kemungkaran mereka, maka tidak akan terjadi perbaikan pada diri mereka dan tidak pula pada dirimu.
Jadi, perkataan seperti itu adalah perkataan yang tidak benar. Khususnya jika disana ada saudara-saudara salafiyyun, hendaknya saudara-saudara kita yang salafiyun tersebut menyeru, menda’wahi mereka dan menasehati mereka dari/dalam keadaan jauh dari mereka. Apabila mereka menerima nasehat tersebut, Dan juga apabila diantara mereka ada yang menerima kebenaran, Alhamdulillah …(ada perkataan yg tidak jelas)… bahwa bentuk pengingkaran yang paling kecil adalah memisahkan diri dari mereka. Tidak bersama mereka dan tidak bermajlis dengan mereka sebab tidak akan tercapai bentuk pengingkaran apabila seseorang itu tetap bersama mereka, mereka/kaum muslimin tidak memahami ketika seseorang tetap bersama suatu kelompok yang mempunyai penyimpangan, bahwa orang tersebut mengingkari manhajnya.
Ketika meninggal Abu Rawwaad, manusia pada waktu itu melihat Sufyan ats-Tsawry, mereka mengatakan “Sufyan (Sufyan ats-Tsawry) akan menyolatkan orang tersebut”. Kemudian ketika Sufyan tidak menyolatkan orang tersebut ditanyakan kepada beliau, “mengapa kamu tidak menyolatkannya”. beliau menjawab, “agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’”.
Jadi, agar manusia tahu bahwa ia seorang mubtadi’, terutama apabila orang yang tidak menyolatkan tersebut adalah seorang yang mempunyai kedudukan dan derajad yang tinggi di tengah-tengah masyarakat. “

Syaikh juga menjelaskan, “Masyaa Allah, ada seseorang yang berani pergi bersama ahlul bid’ah/orang-orang yang menyimpang, bermajelis dengan mereka dengan mengatakan, “Saya akan menasihatinya” dan ia merasa aman terhadap dirinya dari fitnah. Ini adalah termasuk musibah paling besar dan termasuk pintu yang dijadikan oleh Syaithan untuk menjerumuskan banyak manusia. Dimana banyak dari kalangan manusia yang berhujjah bahwa mereka ingin menasihati dengan bergabung dengan mereka atau dengan alasan untuk memperbaiki dari dalam seperti yang telah disebutkan sebelum ini atau yang semisalnya, yang pada akhirnya akan menjadikan ia seorang pentolan dari kalangan pentolan mereka (yaitu ahlul bid’ah).
Dan telah diriwayatkan dari Imran bin Hithaan dan ia adalah seorang rawi yang telah dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhaary dalam shahihnya. Dan Imran bin Hithaan ini pada akhirnya menjadi salah seorang pimpinan dari al-Khawaarij padahal sebelumnya dia adalah pemimpin Ahlus Sunnah. Imran bin Hithaan mempunyai seorang sepupu perempuan dan sepupu perempuannya ini adalah seorang pentolan dari kalangan khawaarij. Imran bin Hithaan berkata, “Saya menikahi sepupu perempuan saya tsb agar saya bisa mengembalikannya kepada sunnah”. Maka Imraan bin Hithaan menikahi sepupunya tsb kemudian akhirnya ia berubah menjadi salah seorang pemimpin al-Khawaarij.
Jadi seseorang itu jangan merasa aman dari fitnah thd dirinya dengan bergaul dengan ahlul bid’ah, bermajelis dengan mereka, mendengarkan kajian2 mereka dan bergaul dengan mereka. Bagaimana mungkin ia merasa aman dari fitnah thd dirinya dan ini merupakan suatu keberanian, yaitu keberanian yang besar dari kalangan pemuda saat ini. Seseorang yang merasa percaya diri dan tidak khawatir fitnah akan menimpa dirinya. Dan di dalam sebuah hadits yang disebutkan oleh Ibnu Bathah dalam kitabnya al-Ibaanah, Dan ini adalah hadits shahih dari sabda Nabi ‘Alayhi Shallaatu Wasallam, ” Barang siapa diantara kalian yang mendengar ttg kedatangan Dajjal maka janganlah ia mendatanginya.” Demikian hadits ini disebutkan oleh Ibnu Bathah dalam kitabnya al-Ibaanah. Dan Ibnu Bathah berdalil dengan hadits ini ttg tidak bolehnya mendatangi ahlul bid’ah dan bermajelis dengannya. Hendaknya ia jangan pergi sekalipun ia tahu bahwa itu adalah dajjal bahwa ia adalah seorang yang kadzab/pendusta. Sekalipun ia mendengar kedatangannya dan ia yakin itu adalah dajjal tapi hendaklah ia tidak pergi karena dikhawatirkan ia akan tertimpa fitnah.” (Dikutip dari http://tazhimussunnah.files.wordpress.com/2008/01/dialog-ustadz-wildan-dengan-as-syaikh-abu-yasir-khalid-ar-raddadiy.pdf)

Ada pertanyaan yang disampaikan kepada Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah. Bagaimanakah masuk menjadi anggota kelompok-kelompok yang ada dengan tujuan ingin memperbaiki dari dalam?
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menjawabnya : “Adapun berkunjung untuk mendamaikan di antara mereka, mengajak dan mengarahkan kepada kebaikan dan menasehati mereka, dengan tetap berpijak di atas jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah maka tidak apa-apa. Adapun menjadi anggota mereka maka tidak boleh. Dan jika mengunjungi Al Ikhwanul Muslimin atau Jamaah Tabligh dan menasehati mereka karena Allah seraya berkata: “Tinggalkanlah oleh kalian fanatisme, wajib bagi kalian (menerima) Al Qur’an dan As Sunnah, berpegang teguhlah dengan keduanya, bergabunglah kalian bersama orang-orang yang baik, tinggalkanlah perpecahan dan perselisihan”, maka ini adalah nasehat yang baik.” (At Tahdzir Minattafarruqi Wal Hizbiyyah, hal. 15-16) (Dikutip dari http://assalafy.org/al-ilmu.php?tahun3=13)

Fakta tentang dakwah dari dalam
Partai politik Ikhwanul Muslimin adalah contoh menyedihkan dari prinsip dakwah dari dalam, merekalah pendahulunya. Masuk parlemen dengan alasan berdakwah dari dalam, menegakkan syariat Islam. Setelah memperoleh kursi dan kedudukan? Kalkulasi politik yang dikedepankan, kompromi dan jual prinsip agar para simpatisan dan pemilih tidak lari. Agama dan syariat? Hanyalah lipstik ketika dulu berkampanye. Ketika Ikhwanul Muslimin menguasai Sudan, gereja terbesar malah berdiri megah di ibukota Khartoum, para menterinya mayoritas Nasrani. Untuk apa semua ini mereka lakukan? Dalam rangka menegakkan syari’at Islam? Tentu tidak!! Berpolitik telah menuntut anda untuk jual prinsip dan harga diri bahkan prinsip agama harus siap anda gadaikan dan jual! Tidak ada yang mau melakukannya kecuali para petualang politik yang mengejar gemerlapnya kenikmatan duniawi. Tentulah bukan perkara luar biasa jika yang melakukannya adalah partai-partai dengan platform sekuler atau liberal, yang menjadi masalah besar adalah mereka mengklaim sebagai partai Islam dan berjuang untuk menegakkan syariat Islam!! Kalau anda tidak merasa puas dengan “kepandaian” Ikhwanul Muslimin dalam menegakkan syariat Islam di Sudan maka di negeri ini (Indonesia) lihatlah bagaimana mereka menjadikan pemasalahan aqidah sebagai barang dagangan dan jual beli untuk mencari muka:
“Bersama Galungan & Kuningan Kita Hiasi Kehidupan Dengan Darma”!
http://img90.imageshack.us/img90/5244/ikhwanulmusliminimdibaldj2.jpg

Engkau lempar kemana slogan penegakan dan penerapan syariat Islam (wahai para politikus Islam! Para Muslim Negarawan!) sebagaimana teriakan janji-janji kalian di podium-podium kampanye? Bagaimana kalian hendak menghiasi hidup kalian dengan syariat Islam jika Darma Hindu yang menjadi hiasan kehidupan kalian?! Ketika kalian mengajak diri-diri kalian sendiri untuk menerapkan Darma Hindu makasungguh itu adalah urusan kalian sendiri dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Tetapi ketika kalian menyeru kepada seluruh masyarakat untuk mengamalkan kepada Darma Hindu maka seketika itu pula seruan kepada kesesatan dankekafiran ini menjadi urusan seluruh kaum muslimin untuk membungkam dan menjelaskan kebatilannya!
Kita berlindung kepada Allah dari segala perbuatan yang dapat mengantarkan kepada kekufuran.
Tetapi demikianlah, jual prinsip dan gadaikan prinsip telah menyingkap kebohongan janji-janji kosong penerapan syariat Islam. Islam hanyalah barang dagangan untuk menggaet mayoritas pemilih Muslim. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Mencetak generasi hura-hura dan hore-hore:
http://img230.imageshack.us/img230/2888/hurahoreepu5.jpg

Demikianlah contoh berharga politik omong-kosong penegakan syariat Islam, ya ‘dakwah dari dalam’ dan menghancurkan diri di dalam sana. Mereka akhirnya menggunakan sistem demokrasi ala Yunani tersebut dan menghiasinya sebagai demokrasi Islam. Sangat tragis bahwa demikian pula halnya ‘dakwah dari dalam’ para dai kondang yang mengaku Salafi.

Tragis memang, banyak kelompok yang telah ‘menguasai’ masjid dengan berbagai kegiatannya yang cenderung berpemahaman miring. Sehingga panitia kajian Islam Salafy perlu waspada dalam memilih masjid untuk tempat kajiannya. Masjid yang diwakafkan untuk umum, tidak menjadi simbol dakwah partai tertentu, menghadirkan ustadz Salafy, dengan panitia dari ikhwan Salafy sendiri, ini jelas paling aman. Juga waktu kajian sebaiknya menghindari hari-hari besar selain dua Ied, dikhawatirkan dianggap ikut merayakannya. Sponsor-sponsor pendukung yang juga mendukung kegiatan hizbiyyah, bid’ah, maksiat dkk, sebaiknya dibuang jauh-jauh.

Walhamdulillah, sekian banyaknya kajian Salafy yang ada, tidak satupun yang bercampur dengan hizbi dalam kepanitiaan kajian maupun ustadznya. Adapun Turotsi? Duh, slogannya selalu sedang ‘DAKWAH dari dalam’ (dan… babak-belur agamanya di dalam) ya akhi… Maunya mewarnai apa mau dikata jika kenyataan akhirnya malah berubah menjadi warna-warni tak berbentuk. Ingin mempercantik malah terkena infeksi di sana-sini. Wallahul musta’aan.

Abu Abdillah Ibrahim

Footnote:
[1] http://img329.imageshack.us/img329/1223/presensistainnp2.jpg
[2] http://fakta.blogsome.com/2007/05/14/mubarak-bergabung-dengan-jil-di-sarangnya/
[3] Simak gabungnya tokoh PK al Ikhwani dengan dai Al Irsyad di masjid Al Irsyad sebagai berikut http://img205.imageshack.us/img205/963/file24ya5.jpg , http://img407.imageshack.us/img407/9953/file24ckt4.jpg , http://img407.imageshack.us/img407/5003/file24bhh6.jpg
[4] http://img71.imageshack.us/img71/4380/pesertadaurahalirsyad14da8.jpg
[5] http://www.stas.ac.id/buku-tamu.php?p=30
[6] http://www.megaone.com/kompak/profil4.htm
[7] Dalam profil PP Isy Karima, memang disebutkan bahwa PP tersebut dibidani oleh para pengurus DDII perwakilan Jawa Tengah http://isy-karima.com/index.php?option=com_content&task=view&id=18&Itemid=35
[8] http://www.stas.ac.id/tentang-kami/struktur-organisasi.php
Sungguh anda sekalian tidak akan menyangka bahwa ustadz Randi Lc yang ramah kepada akhwat dan nyata-nyata bergandengan dakwah dengan elemen-elemen teroris Khawarij inilah yang begitu garang dan ganas pada tahun 2005 mengirim email (setelah pembubaran LJ) dan memvonis ex-LJ sebagai bajingan-bajingan Khawarij! Berikut nukilan email ganasnya:
“From Forum Konsultasi Terpadu Al-Islam Sun Sep 25 23:53:13 2005
fktalppi@telkom.net
ass.wr.wb,
kalian memang orang-orang Berkepala Batu Dan Tahu Malu (???!-peny). serta Tidak Punya Muka And Muka Tembok(???!-peny).
…JADI RENUNGKANLAH BAJINGAN-BAIJNGAN KHAWARIJ. sebelum Allah membuka borok-borok kalian yang menjijikkan.
Atau KALO KALIAN MASIH PUNYA NYALI DAN JANTAN MANA PEMBESAR-PEMBESAR KALIAN, YA BAJINGAN KHAWARIJ YANG MENGAKU SALAFY, INILAH TANTANGAN RANDI FIDAYANTO, jika kalian memang orang-orang yang benar.
…JANGAN KALIAN WAHAI PEMBESAR-PEMBESAR KHAWARIJ YANG BISANYA MENIPU DAN MENDOKTRIN BEBEK-BEBEK YANG TIDAK PUNYA DALIL.

Randi Fidayanto, Lc
Purwokerto

Maka kita tanyakan kepada ustadz yang bahasanya “kacau balau” di atas: “Kalau anda begitu yakinnya menghukumi isi hati-hati kami ini sebagai bajingan-bajingan Khawarij (padahal kami telah menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa kami telah bertaubat dan rujuk kepada Al Haq) lalu apa sebutan yang pantas dan tepat bagi orang-orang semacam anda yang secara sadar sesadarnya bertemanan dan bekerjasama sependapatan dengan “bajingan-bajingan Khawarij” dari NII?! Kalau anda bukanlah seorang pendusta sebagaimana teman-teman kondang anda, tunjukkanlah kepada seluruh umat Islam dengan bukti nyata yang kami tidak akan mampu mengingkarinya bahwa kami (setelah pembubaran LJ) pantas untuk dicap sebagai bajingan-bajingan Khawarij!! Bagaimana mungkin tahun 2005 anda begitu percaya diri menuding kami sebagai bajingan-bajingan Khawarij padahal justru kamilah yang memegang bukti bahwa bajingan-bajingan Khawarij itu ada ditengah-tengah barisan anda!http://img242.imageshack.us/img242/3249/khawarijalmukmindarusyact1.jpg Ataukah anda yang berkepala batu and tak punya malu sedang mengeluarkan jurus Maling Teriak Maling, Sembunyi dibalik dinding tembok and muka tembok?
[9] http://www.fti-uii.org/index.php?option=com_wrapper&Itemid=233
[18] http://fakta.blogsome.com/2007/04/02/antara-ddii-dan-yazid-jawas-bukan-sekedar-ngaji/
[19] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/38310
[20] http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=440

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://fakta.blogsome.com/2008/04/20/superman-dan-dakwah-dari-dalam/trackback/

12 Tanggapan

  1. ahhhh…dari dulu selalu begini, memang umat yang terbaik adalah umat zamannya Rasulullah, adapun yang sekarang adalah suka berpecah belah, hatta itu salafi sendiri

  2. Yah sekarang tidak ada orang yang maksum lagi sepeninggal Beliau Nabi Muhammad SAW dan generasiNya..

    Mari kita lawan hawa nafsu untuk saling berpecah belah

  3. aduh lebih gue diam aja dripada ngurusin perdebtan mreka salafin..

  4. salafy ga pecah kok,..
    salah satu dari mereka pasti salafy,…
    tinggal liat aja,…yg paling dekat & cocok muamalah-nya dengan kaum salaf, maka merekalah salafy …

    mungkin buku yg mereka baca bisa sama ,..
    apa yg mereka sampaikan bisa sama,…

    tapi muamalah mereka,…keserahian mereka,….
    cara bergaul mereka,… urusan mereka dalam mencari nafkah,…(mereka yg mengaku mencontoh salaf, pasti terlihat, jg sebaliknya)
    walaupun mereka berusaha mendapatkan dalil di belakang muamalah-nya…

    jadi teliti lah…

  5. Salafi dari dulu itu satu,

    Mungkin kelihatanya salafi itu pecah, karena yang mengaku salafi / paling nyalaf itu tidak cuma satu ya??

    Pengakuan siapa saja bisa, tapi pengakuan tinggal pengakuan,

    Nama tidaklah merubah hakekat,

    Dan salaf dari dulu sampai sekarang tidak pernah berpecah,

    • Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah, dan menunjuki kita semua ke jalannya yang lurus,

      Rajin-rajinlah menuntut ilmu, gak ada manfaatnya menceburkan diri ke dalam perpecahan, hanya buang-buang waktu saja,

      Dan Allah hanya akan menolong orang-orang yang menolong agama Allah,

  6. kalau saling menyalahkan tdk akan cepat selesai. lebih baik saling minta maaf dan menyadari kekurangan masing-masing karena Allah menciptakan manusia dengan mempunyai kekurangan dan kelebihan.

  7. Saya sering membuka situs milik Salafi ternyata ada amalan2 yang terdapat di Kitab Fadhilah Amal dan Kitab Muntakhab Ahadits ada brita baru ternyata Mufti Arab Saudi Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan bahwa alat tasbih bukan termasuk bid’ah lihat saja di http://www.islamhouse.com/p/278161

  8. Mari kita saling islah diri, ngak usah gontok-gontokan sesama saudara islam sendiri, saling mengklaim diri benar. Insya Allah….(ALLAH MAHA TAU)

  9. Tuntunan kita Alquran

  10. keahlian terhebat orang-orang salafy itu menghina dan menjatuhkan harga diri kelompok lain. hal itu dikarenakan mereka merasa paling benar.

  11. keahlian terhebat dari orang-orang salafy itu adalah menghina dan melecehkan kaum muslimin yang tidak sefaham dengan mereka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: